RSS

youtube: Naiko Chanel

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

.....

Bismillaah,,,
Satu langkah awal menuju target selanjutnya...
"Ya Alloh, jika memang Engkau menghendakiku untuk menjejakkan kaki disana. Maka permudahlah semua urusanku mengenainya. Namun, jika belum saatnya. Tentramkanlah hati ini dengan semua keputusanMu"

Apa Targetmu?


Pernah baca buku ini tak?
Uduuuuhhh bucunya lucu banget, tapi mengandung makna yang tak kalah luar biasanya dengan lucunya. 
Ya, ya...
Buku ini bercerita tentang seorang mahasiswa yang nggak lulus-lulus. Nggak lulus karena ia tidak mau jadi seorang pengangguran. 
Ia bilang bahwa "Wisuda itu adalah pengangguran yang tertunda".
So, dia lebih betah jadi mahasiswa dari pada jadi pengangguran. hihihii Lucu sih, tapi ya, ya, ya...








Nah, sekarang aku mau nanya deh. Kalian sudah punya target kalau misalnya sudah lulus kuliah belum? Kalau belum, mending buat dari sekarang deh. Daripada nanti kita jadi seorang pengangguran. Kemarin aku denger cerita dari temen kosan yang baru lulus dan ada juga yang udah lulus beberapa tahun lagi. 
Mereka sekarang sedang sibuk mencari pekerjaan. Mereka bilang, ketika mereka pertama kali di wisuda, ya mereka memang merasakan senang alias bahagia yang sangat amat. Namun, beberapa minggu kemudian mereka mulai berpikir mau melakukan apa? Dan karena tidak punya target hidup, akhirnya mereka hanya duduk diam di rumah. Dan baru berpikir setelah beberapa bulan kemudian. 
setelah itu, barulah mereka mencari kerja.....
Dan tahu nggak?
Nyari kerja itu susaaaaaaaaahhhhh... cenah. 
Selama beberapa bulan mereka kerja, ternyata mereka belum diterima ditempat manapun sekarang. heuheuheu

Hmm... Nah, kata aku sih mending rencanakan dari sekarang. Target yang akan kita capai selama kita hidup itu mau apa? Nanti kalau udah lulus mau jadi apa? Mau ngapain? Biar nanti kita nggak kebingungan. 
;)



Hmm... Sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah suatu kaum sehingga mereka mengubah dirinya sendiri..... 

Narsisme...

Narsis bentar ah!
Ups... hahaha
Setelah berjumpa dengan Mas Gol A. Gong ternyata semangat nulisnya semakin meningkat. Tapi ya, harus pinter bagi-bagi waktu sama kuliah.he
Nggak mungkin kan aku harus jadi mahasiswa abadi gara-gara aku terobsesi dengan nulis. Widiiiihhh nggak lucu deh kalo misalnya ada berita "Sang Penulis Itu adalah Mahasiswi Abadi" Oalaaaahhhh amit-amit deh, jangan sampai Ya Alloh.
Hmm... Untuk membagi waktu mungkin memang sulit. Tapi sulit itu sesungguhnya jika kita berpikir sulit. ahahah Caileeeeeee 
Ya itu sih menurut aku. Menurut kalian gimana?
Disini aku menerima sebuah energi besar yang diberikan oleh Mas Gol. wooowww Makasih ya mas... Hatur nuhun pisan...
Insya Alloh ilmunya langsung diterapkan! :)


Wew, narsis season 2 nihhh...
Ini kang Geri alias Kun Geia..
Ilmu yang keduapun diserap dari beliau. wihihihi
Nah, kata Kang Kun, nulis itu tidak memerlukan waktu sampai setahun. Satu atau dua hari saja bisa selesai. Namun, kembali pada diri kita sendiri. Apakah kita memang benar-benar atau tidak?
Semua permasalahan yang ada dalam diri kita ketika menulis itu dapat dirangkum menjadi sebuah kata. Yaitu MALAS!!!
Walahhhh mendengarnya, jempolku langsung ngacir deh.
Karena memang salah satu permasalahan yang ada pada diriku itu mungkin salah satunya MALAS hingga menyebabkan banyak bermunculnya berbagai alasan.
Kalau kaya gitu, nggak bakal rampung-rampung kali ya tulisan aku.
Idiiiihhh jangan sampai deh
Okelah kang. Sekarang tekad untuk merampungkan tulisanku dalam waktu satu tahun akan kuubah deh. Menjadi satu bulan saja. hehehe
Karena masih menyesuaikan jadwal. 
Semangaaaaaaaaaaaaaatttttttttttt.................



Biarkan Gambar yang Bercerita

Garut Membaca @ Syifaush-shudur


























Dissafection of Me




Aku tahu engkau pusing. Tapi setidaknya sebagai leader, bersikap bijaklah. Jangan gampang terbawa emosi. Karena dengan emosi, semuanya tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada, hanya kobaran api yang kan memunculkan pertikaian.
Bersikap lebih bijaklah teman!

Seandainya engkau terus bersikap seperti itu, niscaya kalian tidak akan pernah bersatu. Kalian hanya akan membawa ego kalian masing-masing.

Memang benar, pada dasarnya manusia itu egois. Tapi kalau kita hidup dalam sebuah organisasi, maka hilangkanlah ego kalian! Kemudian tanamkanlah rasa tanggung jawab kalian terhadap tugas kalian masing-masing! Jangan hanya mementingkan ego sendiri. Ingat ini acara kita semua, bukan acara satu orang saja.

Aku tahu potensi kalian itu sangat bagus, maka dari itu aku berani mengorbankan semuanya demi kalian. Demi kota kelahiranku juga. Aku tidak ingin hanya aku yang maju untuk meraih kesuksesan, tapi aku juga ingin membawa kalian untuk menjemput sebuah kesuksesan tersebut. itulah sebabnya aku berani untuk mengorbankan diriku sendiri.

Maaf, jika aku lancang telah ikut campur terhadap masalah kalian. Tapi itu semua aku lakukan hanya karena aku sayang kalian, aku ingin kalian bangkit dan aku hanya ingin mewangikan nama kota kelahiranku. Maaf, jika ternyata itu semua salah. Teman, aku tidak menginginkan sesuatu yang lebih dari kalian. Aku hanya ingin kalian kembali bangkit seperti dahulu kala. Aku hanya ingin kalian bersama berjuang untuk menjemput kesuksesan kita semua.

Dan aku hanya mampu menuliskan semuanya disini, aku tidak berani langsung bicara pada kalian hari ini karena kalian masih terbelenggu oleh emosi. Sedang aku tak mampu membendung semua rasa sayangku pada kalian. Aku tak ingin hidupku digrogoti virus yang merusak jiwa hanya karena aku membendung apa yang aku rasakan hari ini.

sebenarnya aku juga kecewa, karena sikap kalian yang seperti tidak pernah sekolah. Tata sopan santun kalian di rumah seorang kiyai mana? Apa perlu aku ajari dulu? Apa perlu aku kasih tahu dulu? Kalian kan lebih dewasa dari aku, seharusnya kalian sadar diri dong teman-teman...

Sekarang aku faham, kenapa selalu terjadi permasalah intern dalam komunitas kalian. Pertama, kalian masih mementingkan ego kalian masing-masing, hingga kalian tak bisa bersatu (kurang bekerja sama satu sama lain). Kedua, kalian masih kurang bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan pada kalian. Ketiga, tidak ada rasa saling memiliki diantara kalian. Hingga akhirnya kalian acuh tak acuh terhadap teman kalian sendiri. Tak peduli mereka sedang kesusahan dalam tugas mereka atau apapun. Keempat, sikap bijaksana yang belum tertanam pada diri kalian. Kelima, komunikasi yang buruk.  Keenam, manajemen waktu yang buruk. 

Keenam hal itulah yang menurut analisisku  membuat komunitas kalian tidak berjalan dengan baik. Namun, itu hanyalah garis besar yang aku tulis. Selebihnya silahkan kalian pikirkan sendiri.

Teman, tahukah kau? Betapa indahnya berorganisasi jika kalian sudah memiliki rasa saling memiliki, sikap bijak, tanggung jawab yang baik, manajemen waktu yang baik serta kemunikasi yang baik antar anggota.
Aku disini, berbicara seperti ini. bukan berarti aku menasihati kalian. Aku hanya ingin membagikan pengalamanku selama beberapa tahun berorganisasi yang penuh berkah serta nikmat yang begitu melimpah.

Setiap berorganisasi, aku selalu bertanggung jawab terhadap semua perbuatanku. Baik itu benar maupun salah, aku selalu mempertanggung jawabkannya. Kemudian, aku selalu melakukan semua aktivitas yang dicanangkan dalam organisasi ini dengan keikhlasan. Aku niatkan dalam diriku sendiri untuk mencari ridho Alloh serta menambah softskill kita dalam berbicara, berkreativitas, bertanggung jawab dan lain sebagainya. Selain itu, aku selalu menganggap semua orang yang berada dalam organisasiku sebagai keluargaku sendiri, hingga akhirnya kami mempunyai rasa saling memiliki hingga saling membantu dalam setiap hal apapun. Tugas yang begitu beratpun, serasa ringan karena kami tanggung bersama dengan saling membantu satu sama lain.

Selain itu, aku juga selalu menjaga komunikasi dengan anggota-anggota yang lainnya. Hingga setelah organisasi ini berakhirpun, kami selalu menganggap bahwa kami masih dalam satu atap rumah.
Dengan begitu, aku merasa hidupku lebih baik. hidupku begitu nyaman. Hidupku begitu tentram kala aku berada di antara mereka. dan rasa nikmatpun selalu kami rasakan bersama.

Maaf, atas semua hal yang telah kulakukan pada kalian. Maaaaafffff.... maaaafff banget. Aku sayang kalian!aku tidak bermaksud untuk menasihati, hanya sedikit menumpahkan kekesalan yang takut kan menjadi penyakit bagiku. Dan aku takut, waktu kan memisahkan kita dengan begitu cepat. Aku harap kalian bisa membaca semua ini, karena aku tak mampu untuk membicarakannya pada kalian tadi. Maaf ya,,, sekali lagi maaf... L
AKU SAYANG KALIAN !