RSS

youtube: Naiko Chanel

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Media yang Menerima Cerpen

Re-Blog from Mbak Ila


KOMPAS:
 Cerpeneksperimental dan konvensional. Cenderung tema-tema sosial dengan semangat'pembebasan'.  Memberi perhatian lebihpada liberalisasi, termasuk liberalisasi nilai sastra. Namun, karena kesadaranpublik tertentu, Kompas tetap tampak sangat berhati-hati meloloskan cerpen. Maksimalkarakter tulisan: 10-13.000 karakter. Honor tulisan: Rp 1 juta. Email:opini@kompas.co.id

KORAN TEMPO:  
Menyukaicerpen puitis (pola tutur atau pengucapan bahasa estetis) tetapi cenderungmenerima semua genre sastra. Juga memberi perhatian pada liberalisasi nilai-nilaisastra, namun lebih longgar. Maksimal karakter tulisan: 10.000 karakter. Honor cerpenRp700 ribu. Email:ktminggu@tempo.co.id

REPUBLIKA: 
Membuka diri padacerpen konvensional/eksperimental (tema apa saja, pendekatan Islami, semangatpencerahan). Republika lebih moderat. Bermisi kaderisasi. Tak kaku dalam seleraestetik. Republika berideologi Islam kosmopolitan, tidak akan memuat/mempromosikankarya (secara estetik dan tematik) berlawanan dengan ajaran Islam (dalampengertian yang formalistik, tapi substansial). Maksimal karakter tulisan:10.000 karakter. Honor cerpen Rp400 ribu. Email:sekretariat@republika.co.id

MEDIA INDONESIA:  
Menyukai cerpeneksperimental, bertema kosmopolit maupun sekuler. Maksimal karakter tulisan:9.000 karakter. Honor cerpen Rp900 ribu. Email: cerpenmi@mediaindonesia.com

SUARA PEMBARUAN:  
Menyukai cerpen konvensional. Cenderung menyukaitema kepincangan sosial. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Honor cerpen Rp400 ribu. Email: koransp@suarapembaruan.com

SUARA KARYA:  
Menyukai cerpen eksperimental dankonvensional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 8.000 - 10.000 karakter.Honor Rp150 ribu. Email: amiherman@yahoo.com

JURNAL NASIONAL:  
Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional. Panjang cerpen:1000 kata. 
Format Rich Text Format (rtf)on attachment. Honor Rp375 ribu. Email: redaksi@jurnas.com,witalestari@jurnas.com,tamba@jurnas.com

SUARA MERDEKA: 
Menyukai cerpen eksperimental dankonvensional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 8.000 - 10.000 karakter.Honor Rp350 ribu. Email: swarasastra@yahoo.com

SINAR HARAPAN: 
Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional. Panjang cerpen:10.000 karakter. Honor cerpenRp200 ribu. Email: redaksi@sinarharapan.co.idblackpoems@yahoo.com

THE JAKARTA POST:  
Cerpenberbahasa Inggris, dengan tema eksperimental dan konvensional. Panjang cerpen:10.000 karakter. Honor cerpenRp900 ribu. Email: editorial@thejakartapost.com. (Keterangan: saat ini kolom cerpen ditutup, akan dibuka lagi di waktu yang belum diketahui)

JAWA POS:  
Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional, cenderung semua genresastra. Panjangcerpen: 10.000 karakter. Honor cerpen Rp1 juta. Email:ari@jawapos.co.id,ariemetro@yahoo.com

KEDAULATAN RAKYAT: 
Menyukaicerpen eksperimental dan konvensional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen:10.000 karakter. Honor cerpen Rp400 ribu. Email: redaksi@kr.co.id,jayadikastari@yahoo.com

KORAN BERNAS:  
Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional,khususnya isu ke-jogja-an. 
Panjang cerpen: 10.000 karakter. Honor cerpen Rp125ribu. Email: koranbernas@yahoo.com,bernasjogja@yahoo.com.

JOGLOSEMAR: 
(Jogja-Solo-Semarang)Menyukaicerpen eksperimental dan konvensional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen:10.000 karakter. Honor cerpen Rp200 ribu. Email:harianjoglosemar@gmail.com

SOLOPOS:  
Menyukai cerpen eksperimental dankonvensional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Honorcerpen Rp200 ribu. Email: redaksi@solopos.com,redaksi@solopos.co.id

PIKIRAN RAKYAT:
Menyukaicerpen eksperimental dan konvensional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen:10.000 karakter. Honor cerpen Rp200 ribu. Email: khazanah@pikiran-rakyat.com

TRIBUN JABAR:  
Menyukaicerpen eksperimental dan konvensional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen:10.000 karakter. Email: hermawan_aksan@yahoo.com,cerpen@tribunjabar.co.id

JURNAL BOGOR: 
Menyukaicerpen eksperimental dan konvensional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen:10.000 karakter. Honor cerpen Rp400 ribu. Email: donyph@jurnas.com

BALI POST
Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional,cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Honor cerpen Rp200ribu. Email:balipostcerpen@yahoo.com,redaksi@balipost.co.id

RADAR SURABAYA: 
Menyukaicerpen eksperimental dan konvensional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen:10.000 karakter. Honor cerpen Rp270 ribu. Email: radarsurabaya@yahoo.com

MINGGU PAGI:  
Menyukai cerpen eksperimental dankonvensional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Email: we_rock_we_rock@yahoo.co.id

KORAN MERAPI:
Menyukaicerpen eksperimental dan konvensional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen:10.000 karakter. Email: budaya.merapi@yahoo.co.id

SUMUT POS:  
Menyukai cerpen eksperimental dankonvensional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Email: sumutbudayapos@yahoo.co.id

LAMPUNG POST: 
Menyukai cerpen eksperimental dankonvensional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Honorcerpen Rp200 ribu. Email: lampostminggu@yahoo.com

SINGGALANG: 
Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional,cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Email: a2rizal@yahoo.co.idhariansinggalang@yahoo.co.id

HALUAN: 
Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional,cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Email: haluanminggu@gmail.comhaluanpadang@gmail.com

PADANG EKSPRES: 
Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional,cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Email: yusrizal_kw@yahoo.comcerpen_puisi@yahoo.com

WASPADA: 
Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional,cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Email: waspada@waspada.co.idsunanlangkat@yahoo.com

ANALISA
Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional,cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Email: rajabatak@yahoo.com

MEDAN BISNIS
Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional,cenderung semua genre sastra. Maksimal panjang cerpen: 10.000 karakter. Email: rahim_qah@yahoo.com

RIAU POS

Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional,cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 10.000 karakter.  Email: budaya_ripos@yahoo.com

SERAMBI INDONESIA

Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional,cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 10.000 karakter.
Email: redaksi@serambinews.com,serambi_indonesia@yahoo.com

BANJARMASIN POST:  

Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional,cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Email: hamsibpost@yahoo.co.id
PONTIANAK POS: Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional,cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Email: redaksi@pontianakpos.co.id

HARIAN FAJAR: Menyukai cerpen eksperimental dankonvesional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Email: fajar@fajar.co.idalimdjalil@ymail.com

Majalah HORISON: Menyukai cerpen konvensional dari berbagai genre sastra.Panjangcerpen: 10.000 karakter. Email: horisoncerpen@gmail.com

Majalah BASIS:Menyukaicerpen eksperimental dan konvensional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen:10.000 karakter. Email: basismajalah@yahoo.com

Majalah SAGANG:Menyukaicerpen eksperimental dan konvensional, cenderung semua genre sastra. Panjang cerpen:10.000 karakter. Email: cerpensagang@yahoo.co.id

Majalah STORY: Majalah khusus cerpen. Menyukai cerpen eksperimental dan konvensional remaja.Cerpen: 13.000–14.000 characters with spaces (sekitar 8-10 hal). Cerbung: 26.000-40.000 characters withspaces (sekitar 20-30 hal). Novelette:30.000–35.000 characters with spaces (sekitar 23-25 hal). Kissing: 4.000 characters with spaces (sekitar 3 hal). Cerpen bahasa Inggris: 6.000 characterswith spaces (sekitar 4 hal). Ditulis spasi rangkap. Sertakan nama, alamat,telepon di halaman terakhir naskah. Pada email ketik: Subjek:cerpen/cerbung/kissing, dll. Kirim ke:story_magazine@yahoo.com

Majalah ANNIDA:Syaratantulisan Annida: Cerpen: 5-10halaman,spasi 1 1/2, jenis font : Times New Roman, Ukuran Font 12 pt, UkuranKertas A4, tema bebas, tidak porno/ cabul, memberi pencerahan pada pembaca. Cerbung: 5-10 halaman,spasi 1 1/2,jenis font :Times New Roman, Ukuran Font 12 pt, Ukuran Kertas A4, maksimal 7Episode. Serial: 5-10 halaman,spasi1 1/2, jenis font :Times New Roman, Ukuran Font 12 pt, Ukuran Kertas A4, Ceritatidak bersambung (tiap episode memiliki judul tersendiri, tetapi dengan tokohyang sama), Maksimal 7 episode. Epik: 5-10 halaman,spasi 1 1/2, jenis font:Times New Roman, Ukuran Font 12 pt, Ukuran Kertas A4, kisah kepahlawanan(heroik) dalam maupun luar negeri. CerpenInteraktif: 2-3 halaman, 1 1/2 spasi, A4, tema bebas, cerita belum bolehselesai (bersambung, akan diteruskan oleh pembaca yang lain). Kirim Tulisandengan format .doc atau .rtf. Sertakan: Alamat, No Hp, No Rekening (Nama Bank,Atas Nama). Tulis pada subjek: rubrik yang dituju-judul naskah. Contoh: Cerpen:Bunga-bunga Mekar. Tulisan yang belum layak muat ditayangkan di rubrik cerpenRijek (diupdate tiap awal bulan), tulisan masuk mendapat honor Rp.50.000/naskah, Epik dan Shortstory Rp. 100.000, sedangkan cerpen interaktifmendapat bingkisan, honor dibayarkan selambatnya sebulan setelah pemuatan.Komplain honor dan bingkisan dapat ditujukan ke email nida dengan subjek:Komplain Honor/ bingkisan.  Email:majalah_annida@yahoo.com,  atau bisa juga langsung upload kewebsite Annida Online dihttp://www.annida-online.com/kirim-tulisan.html(tanpa harus menjadi member)

Majalah SAYS!: Khusus cerpen eksperimental dan konvensional remaja. Panjang cerpen:10.000 -14.000 karakter. Email: redaksi@majalahsay.com

Majalah GADIS: Khusus cerpen eksperimental dan konvensional remaja. Panjang cerpen:10.000 -14.000 karakter. Honor Percikan (cerpen mini tiga halaman) Rp.500ribu. Honor cerpen Rp. 850 ribu. Email: redaksi.gadis@feminagroup.com

Majalah CHIC: Khusus cerpen eksperimental dan konvensional remajaperempuan. Panjangcerpen: 10.000 -14.000 karakter. Email: chic@gramedia-majalah.com,chicstory@gramedia-majalah.com

Majalah KAWANKU: Khusus cerpen eksperimental dan konvensional remaja. Panjang cerpen:10.000 -14.000 karakter. Email: fiksi-kawanku@gramedia-majalah.comcerpenkawanku@gmail.com

Majalah SEKAR: Khusus cerpen eksperimental dan konvensional remaja. Panjang cerpen:10.000 -14.000 karakter. Honor cerpen Rp. 400 ribu. Email: sekar@gramedia-majalah.com

Majalah ANEKA: Khusus cerpen eksperimental dan konvensional remaja. Panjang cerpen:10.000 -14.000 karakter. Email: aneka@indosat.net.id

Majalah GIRLS: Cerpen konvensional pre-teens (anak 12-15 tahunan). Panjang cerpen:10.000 karakter. Email: girls@gramedia-majalah.com

Majalah HAI: Cerpennya harus cowok banget! Khusus cerpeneksperimental dan konvensional remaja. Panjang cerpen: 10.000 -14.000 karakter.Email: hai-magazine@gramedia-majalah.com

Majalah KARTIKA: Majalah wanita dewasa. Khusus cerpen eksperimental dankonvensional khas wanita dewasa. Panjang cerpen: 10.000 -14.000 karakter.Email:  majalahkartika@yahoo.com

Majalah FEMINA: Majalah wanita dewasa. Khusus cerpeneksperimental dan konvensional khas wanita dewasa. Panjang cerpen:10.000 -14.000 karakter. Email: kontak@femina-online.com,kontak@femina.co.id

Tabloid NOVA: Majalah wanita. Khusus cerpen eksperimental dan konvensionalkhas wanita. Panjangcerpen: 10.000 -14.000 karakter. Honor cerpen Rp.400 ribu. Email: nova@gramedia-majalah.com

MajalahKARTINI: Majalahwanita dewasa. Khusus cerpen eksperimental dan konvensional khas wanita dewasa.Panjangcerpen: 10.000 -14.000 karakter. Email: redaksi_kartini@yahoo.com

Majalah CEMPAKA:Majalahwanita dewasa. Khusus cerpen eksperimental dan konvensional khas wanita dewasa.Panjangcerpen: 10.000 -14.000 karakter. Email: sontrotku@gmail.com

Majalah PARAS:

Majalahwanita dewasa. Khusus cerpen eksperimental dan konvensional khas wanita dewasa.Panjangcerpen: 10.000 -14.000 karakter. Email: majalahparas@yahoo.com

Majalah CAHAYANABAWIY: 

MajalahIslam. Khusus cerpen eksperimental dan konvensional ke-Islam-an. Panjang cerpen:10.000 -14.000 karakter. Email: cahayanabawiy@gmail.com

Majalah JOEFIKSI:  

Majalahkhusus cerpen. 
Panjangcerpen: 10.000 - 14.000 karakter. Email:  topderings@gmail.com

Majalah SERAMBIUMMAH: 

MajalahIslam. Khusus cerpen eksperimental dan konvensional ke-Islam-an.
Panjang cerpen:10.000 -14.000 karakter. Email: serambi_ummah@yahoo.co.id

Majalah SABILI: 

Majalah Islam. Khusus cerpeneksperimental dan konvensional ke-Islam-an. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Email: elkasabili@yahoo.co.id

ANGSODUO.NET: 

Menyukai berbagai jenis genre cerpen eksperimental dankonvensional. Panjangcerpen: 10.000 – 14.000 karakter. Email: dua2angsa@gmail.com

ERA MUSLIM: 

Majalah Islam. Khusus cerpeneksperimental dan konvensional ke-Islam-an. Panjang cerpen: 10.000 karakter. Email: redaksi@eramuslim.com


CATATAN: Media yang disebutkan di atas adalah media-media yang memberikan honor pada cerpen yang Anda kirimkan. SANGAT mungkin besaran honor cerpen di atas bisa berubah (karena kebijakan media, atau sebab lainnya).

sumber : FLP Tegal

"Siapa aku? Siapa kamu?"

"Siapa aku? Siapa kamu?"
Itulah yang selalu kupikirkan untuk menghapuskan memori tentangmu.

Aku,
Aku hanya seorang wanita yang selalu berharap menjadi wanita seutuhnya.
Aku hanya wanita dengan kapabilitas keimanan yang kurang.
Aku hanya embun yang hanya mampu menyaksikan pagi kala mentari belum datang.
Aku,
Aku hanya wanita biasa yang berusaha tuk menjadi luar biasa.
Aku,
Aku hanya wanita yang selalu bercita mengungkap makna senja.
Aku? Aku? Ya! Itulah aku.
Dengan semua keegoisanku.
Dengan semua kealfaanku.
Dengan semua keluguanku.
Dengan semua keliaranku.
Itulah aku.

Aku hanya ingin menjadi diri sendiri.
Yang enggan tuk dilihat dari luar.
Aku hanyalah debu yang selalu mengotori setiap orang yang melewatinya.
Aku? Aku bukanlah kamu!

Kamu yang selalu menjadi matahari bagi kaummu.
Kamu yang selalu menjadi pujaan kawanmu.
Kamu yang selalu menjadi pelita rumahmu.
Kamu yang selalu menjadi yang terbaik disekitarmu.
Ya, kamu!
Kamu yang selalu dibanggakan setiap orang yang mengenalmu.
Kamu yang selalu diidamkan kehadirannya.
Kamu, Kamu, KAMU,, Itulah KAMU!!!

Sudilah kiranya jika Tuhan mencabut memorimu dihatiku. Lelah sudah hati ini. Lelah sudah jiwa ini. Lelah. Sungguh sangat lelah.

Lelah? Lelah yang selalu menjadikan dorongan bagiku untuk membuangmu.
Lelah yang selalu menjadikan penghiburku dalam gelap.
Lelah yang selalu kujadikan alasan untuk bertemu sapa denganNya.
Ya, lelah.
Seandainya kau tahu.
Seandainya kau menjadi aku.
Betapa lelahnya hati ini.

Sekian lama aku memelukmu dalam setiap impianku.

ya, kurang lebih 4 tahun.
Bukan waktu yang lama memang.
Meski dibeberapa jalan itu terdapat simpangan lain. Rasanya hati tak pernah menerima.
Selalu saja ia meluruskan kembali tujuannya.

Akh, kamu! kamu hanyalah kamu!
dan aku hanyalah aku!
Hanya Tuhan yang mengetahui takdir semuanya.
Aku, kamu. Akankah berubah menjadi Kita??? Entahlah.


Wisma Fajar_22 Mei 2013
Ditengah depresiku -_-

Garut 2 Abad : Pameran

Sabtu-Minggu ceria. hahaha :D Kaya apa aja ya? bahasanya pake ceria, ceria segala :)

Well, tak apalah. Karena aku yang merasakan keceriaannya pada waktu itu. Becouse, Sabtu kemarin aku berhasil menumpahkan seluruh rinduku pada mereka. Padahal baru sebulan kami tak berjumpa, tapi rasanya sudah berapa tahun. hihi..
Jum'at kemarin, aku pulang ke rumah. Dan dihari Sabtunya aku pergi menemui mereka. -siapa?- Teman-temanku atuhhhh... Teman pesantrenku. Pagi itu aku berangkat dari rumah menuju ke Panti Asuhan dan Pesantren Anak Ulinnuha. Panti itu merupakan tempat istirahat keduaku setelah Pesantren -selain rumah, maksudnya-. 
Karena bosen juga hanya ngobrol di Panti. akhirnya aku mengajak mereka untuk pergi ke Alun-alun Garut. Ya, sembari menghirup udara segar di wilayah Garut. Kan jarang-jarang juga main disana. Karena aku sekarang sudah tidak tinggal disana. Aku masih harus menyelesaikan studi ku di bumi Padjadjaran. 

Wow, tahu nggak? Dari kejauhan, rupanya wilayah tersebut sudah ramai. Aku melihat banyak sekali warga yang berbondong-bondong masuk ke area Alun-alun tersebut. Semakin menambah ketidak sabaranku untuk melihat tempat itu. hadaaaahhh... 
"Ayo teh, kita masuk kesana" Kataku dengan penuh semangat. 
"Boleh. Ramai sekali ya!" Jawab Sri. 
"Yuyuy. ah, tapi sayang. Seandainya aku punya kamera, kan bisa ku pajang di blog. Ya, setidaknya untuk membantu mengharumkan nama Garut kembali" 
"Beli aja atuh" Kata Sayidah. 
"Wow, ahahaha... Ntar aja deh, kalo udah punya uang" 
Mereka tersenyum mendengar jawabanku. 

Jya, jya, jya, di dalam, rupanya sudah banyak sekali pengunjung yang datang disana. Seperti biasa, Garut selalu mengadakan lomba fashion show khusus buat domba. ihihihi.. Lucu kan? Kan Garut punya domba yang bagus-bagus. Dan tahu nggakkkkk??? Ternyata diajang catwalk ini, domba-dombanya ada yang di hias pake bondu, dan manik-manik lainnya. Pokoknya lucu banget dehhhh... Tapi sayang, karena kapasitas ketinggianku yang kurang, aku tidak bisa melihat semua domba-domba yang lucu itu. Ikh, sempet kesel juga sih sebenarnya. Tapi menambah rasa cintaku pada kota kelahiranku ini. 

Dan rupanya yang menderita seperti aku, bukan hanya aku saja. ahahaha... Kedua temanku juga merasakan hal yang sama. Mereka tidak bisa melihat catwalk itu dengan baik, karena sudah banyak penonton yang lebih dulu datang kesana dengan tinggi badan yang lumayan jauh dari kami. heuheuheu..  Ya sudahlah yaaaa... yang penting kita sekarang seolah menjadi orang Garut seutuhnya. 

Nah, nah, disamping catwalk domba-domba yang lucu ini. Ada juga pameran kuliner -berbagai makanan sunda ada disana. Eh, ketang Ramen juga ada lhoooo-,  pernak-pernik khas Garut -hiasan dari akar wangi, pernak-pernik domba, tempat wisata, dsb. Pokoknya khas Garut dah- , Batik Garutan, Tempat wisata di Garut, pameran pemerintah Garut -mulai dinas pariwisata, pertanian, ketahanan pangan, perhubungan, dll-, dan Pokoknya banyak lagi deh. Sampai se-area Alun-alun itu penuh semuanya, nggak ada tempat yang kosong. Kecuali untuk jalan kita yaaaa... ahahaha.. Sampai ke depat pendopo pun penuh uy.

Haduuuuhhh... Pokoknya, pokoknya, pokonya... Rame bangettttt.......
Masih ada beberapa rangkaian acara untuk perayaan Garut 2 Abad ini. 


 
 

 

Pencapaian Indah!

Wuhuhuhu... Pendekatan kedua-ku berbuah hasil pemirsaaaa... hehe
Diminggu pertama, anak-anak yang datang berjumlah 6 orang saja. Dan dipertemuan ke dua, alhamdulillah bertambah menjadi 21 orang. :)
Betapa bahagianya aku melihat mereka. 
Dengan modal pengalamanku bergelut dengan dunia anak selama SMP sampai SMA, alhamdulillah dalam hitungan jam kami sudah bisa dekat. Bahkan dipertemuan kedua ini, aku berhasil membuat mereka tertarik untuk belajar. Ya, belajar berbagai hal.Bahkan ada beberapa diantara mereka yang nawar ingin diajarkan Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang. Padahal aku belum membicarakan apa saja yang aku ajarkan pada mereka. Tapi, dengan begitu semangatnya mereka meminta padaku. 
Ya Tuhaaan, betapa senangnya aku melihat mereka begitu semangat dengan kegiatan ini. 
Dengan demikian, berarti minggu depan aku sudah berhasil naik satu tangga ke "saung bahasa". Meski harus ada beberapa kegiatan yang aku skip, aku begitu semangat untuk menjalankan proyek "Kampung Kreatif"ku ini. Karena dengan demikian, setidaknya aku sudah membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Hoaaaaaaaaaaaammmmm....... 
Bismillah, bismillah ya Alloh. Semoga apa yang aku lakukan ini selalu ada dalam ridho-Mu. :)

Ingin Didengar Tapi Tak Mendengar?

Suatu hari, aku bertemu dengan teman baru di lingkungan baru. Dia orangnya lumayan ramah, baik, murah senyum. Akan tetapi, dia orangnya selalu menunjukkan muka masamnya ketika ia merasa tidak senang dengan sesuatu, atau BT terhadap sesuatu.
Hari itu adalah hari pertama kami masuk kampus. Sungguh, perbedaan yang kudapati antar SMA dan kuliah itu ternyata beda sekali. Entah mungkin karena aku yang masih kurang kenal dengan lingkungan itu atau entah karena aku yang memang terbiasa dengan dunia bersama. Teman baruku itu kerjaannya tertawa sendiri sambil memegang hp. Tak tahu apa yang sedang ia baca. Yang jelas ia hanya asik dengan dunianya sendiri. tertawa sendiri, merenung sendiri, sedih sendiri dan lain sebagainya.
Awalnya aku tertanggu dengan hal itu, tapi tak mungkin aku katakan padanya. Karena ia adalah teman baruku. Kalau misalnya aku ceritakan padanya, mungkin ia takkan mau lagi bermain denganku. Pikirku waktu itu.
Hari demi hari berlalu dengan cepatnya. Sikap teman baruku itu masih sama dengan sebelumnya. Ia masih asyik sendiri dengan bacaannya sampai dipanggil beberapa kalipun ia takkan nyaut. Akhirnya kekesalanku semakin memuncak. Akupun memilih untuk diam saja.
Melihat sikapku yang agak aneh, dia bertanya “kenapa diam terus?”.
“Percuma ngomong pun, tak ada yang mendengar” jawabku.
“Emang kamu ngobrol bareng siapa? Kenapa nggak di dengar?” tanyanya penasaran.
“Dia asyik dengan kerjaannya sendiri”
Mendengar kalimat itu, dia terdiam sejenak. Merenung. Dahinya mengerut seakan mencari makna dibalik kalimat yang tadi ia dengar.
“Maksud kamu siapa? Aku?”
“Iyaaaaa... Masa aku panggil beberapa kali kamu nggak nyaut-nyaut. Malah asyik sendiri dengan bacaannya. Emang kamu baca apa sih? Sampe segitunya.”
“Aduuh maaf, emang aku kayak gitu ya?” dia malah balik nanya.
Sedang aku sudah bosan mendengarnya. “ga tahu atuh. Coba aja pikirin”
Sebelumnya aku tak pernah berbuat sadis pada orang lain. Tapi kali ini orang tersebut sudah keterlaluan. Untung saja kejadian itu menimpaku, kalo misalnya kena ke orang lain mungkin orang lain itu sudah membencinya dan enggan untuk berbicara lagi dengannya.
Beberapa hari setelah kejadian itu, ia mencoba untuk mengurangi sifat jeleknya tersebut. Namun, ketika ia berbicara dengan orang lain matanya berkeliaran kemana-mana, seolah tak memperhatikan omongan temannya itu. Begitu pula ketika ia ngobrol denganku. Hatiku semakin kesal tak karuan. Namun aku tahan rasa kesal itu. Karena kupikir dia emang sedang tidak ingin berbicara denganku. Atau itu adalah pelampiasannya karena ia tidak mengerti dengan apa yang kubicarakan.
Okelah, satu dua kali aku masih mentolelirnya. Tapi kali ini ia masih juga bersikap seperti itu. Hingga akhirnya aku tak mau mendengarkan omongannya karena iapun tak pernah mendengarkan omonganku. Jahat sih sebenarnya, tapi aku ingin memberikan pelajaran padanya.
Ia langsung diam ketika melihat bahwa aku tidak memperhatikan apa yang ia omongkan. Wajahnya langsung berubah. Seolah baru disambar petir. Ia tak lagi menampakkan senyumnya. Aku tersenyum dalam hati. Semoga engkau mengerti dengan apa yang kulakukan ini, pikirku.
Suatu pagi, aku duduk di meja batu belakang gedung A. Aku duduk sembari menyantap makananku. Huh, aku memang belum makan. Jadi makanan seperti inipun terasa nikmat. Pikirku sambil menatap gorengan itu. Saat itu, aku tidak duduk sendirian. Karena teman baruku itu juga ikut bersamaku. Di tengah kesepian hari, ia mengawali pembicaraan dengan wajah tidak seperti biasanya.
“kenapa?” tanyaku padanya.
“Aku kesel, Hal”
“kesel kenapa?”
“masa coba, kemarin aku ngomong nggak ada yang mendengarkan sama sekali. Padahal aku lagi butuh masukan mereka. tapi mereka malah asyik dengan yang mereka kerjakan”
Mendengar perkataan itu, aku tersenyum. Sedang ia masih meneruskan omongannya tanpa henti. Setelah selesai, baru aku jawab.
“Sya, kalau kamu ingin didengar orang, maka kamu harus menjadi pendengar juga. Karena orang lain nggak mau menghargai kamu kalau kamunya juga nggak menghargai orang lain”
“Emang aku kenapa?” tanyanya.
“Maaf ya.. kalu menurut aku. Kamu itu bukan pendengar yang baik, karena setiap kali aku bercerita ke kamu. Sorotan mata kamu malah berjalan-jalan ke arah lain"
"So, kalau mau didengar orang lain, jadilah pendengar yang baik bagi orang lain"

Selamat Jalan Ustadz

"In Memoriam Uje??" Apa maksudnya? Pikirku waktu itu. 
Dengan wajah penasaran, aku langsung mendekat ke layar TV dan kembali membaca headline berita tersebut. 
Pikirku melayang, memutar ke seluruh arah, mencari jawaban dari pertanyaanku itu. Ada apa emang? Kenapa dengan Uje? Kenapa? Kenapa in Memoriam? Kayak yang lagi apa aja. Pikirku terus melayang. Hingga akhirnya, tayangan TV pun berubah menjadi kerumunan orang yang memakai baju hitam bermuka merah, dan ada linangan air mata di wajahnya. 
Kenapa? Ada apa? 
Aku terus mencari jawaban, sembari memelototi layar tersebut tanpa mengedipkan mata sekalipun.Bahkan aku sampai lupa kalau aku sedang memasak air.
Innalillahi, sungguh betapa bergetarnya seluruh badan ini ketika mendengar bahwa ia telah pulang ke rahmatulloh. Serasa baru kemarin ia memenuhi telingaku dengan lantunan ayat-ayat suciNya. Serasa baru kemarin ia menggetarkan jiwaku dengan shalawatnya. Serasa baru kemarin ia menggetarkan jiwaku dengan kata-kata indahnya. Meski tak pernah kami bertemu, tapi betapa sedihnya hati ini. 
Antara percaya dan tidak. 

Allohummagfirlahu, warhamhu, wa'afihi wa'fu'anhu... -_-
Ya, Alloh.. Ampunilah segalah dosanya......
Selamat jalan ustadz, terima kasih telah mengingatkanku selalu padaNya. Semoga engkau tenang bersamaNya. 

Hingga kali ini, aku menuliskan ini, aku seakan masih bermimpi dengan semua takdirNya. Ternyata, maut itu begitu dekat dengan kita. 
YA Alloh... -_-

Bismillah

Inilah sedikit langkahku bagi bangsa yang telah berbaik hati untuk membiayai seluruh pendidikan S1-ku.
Aaaaaahhh... cukup sudah aku berbuat bodoh. Sekarang waktunya aku membalas budiku pada negara yang telah membiayai sekolahku sampai selesai. Ya, meski sekarang aku baru semester 4. Tapi tak apalah, aku menabung sedikit demi sedikit sebagai bekalku kelak. Dan ini semua akan kupersembahkan untuk negaraku tercinta.
Sebelum membahas apa yang sedang kulakukan hari ini, aku ingin sedikit bercerita tentang negaraku hari ini.
Ya, semakin hari rasanya negaraku menjadi momok yang paling menyeramkan. Pasalnya, korupsi dimana-mana, bahkan jika kita lihat data korupsi di dunia mungkin negara ini sudah menjadi negara teratas. (meski sebenarnya masih ada yang lebih buruk).. Tapi ingat teman, janganlah kalian takut dengan negara kalian sendiri. karena dengan rasa takut itu, kalian tidak akan mampu untuk mengubah keadaan ini. Ingat! Satu-satunya harapan negara ini hanya kita! Kita! Anak muda! Generasi penerus bangsa!
Sungguh bergetarnya jiwa ini tatkala mendengar seorang anak muda yang ingin pindah kewarganeraannya. Ia pikir, negara kita tidak menghargai kepintaran warga negaranya, justru mereka malah percaya pada negara lain. Ia juga lebih memilih barang ekspor dari pada impor. But, hey guys! Apa dengan engkau pindah ke negara lain, negara ini akan menjadi lebih baik? Apa engkau akan membiarkan negara kelahiran kita ini menjadi negara sampah? Apa engkau akan menjadikan negara ibu kita ini menjadi negara yang paling buruk? NO!!! Berpikir panjanglah!
Kalau bukan kita, siapa lagi? Siapa lagi yang akan menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik?
Well, aku akui negara ini memang buruk. Tapi bukan berarti kita harus meninggalkan negara ini untuk kepentingan kita sendiri. ah, betapa egoisnya kau. Kalau kau pergi hanya untuk kepentingan diri sendiri.
Ayolah, mari kita satukan tekad untuk memperbaiki dunia kita ini. mulai dari ubah tata cara pikir kita!
Ubah pola tingkah laku kita!
Ubah semuanya mulai dari diri kita sendiri!
Dengan demikian, sedikit demi sedikit kita akan menjadi apa yang kita inginkan.
Well, mungkin ini adalah satu langkahku untuk mengubah bangsa sedikit demi sedikit. Aku juga awalnya pesimis kok terhadap diriku sendiri. tapi kepesimisan itu tidak akan berarti jika kita hanya duduk diam dan meratapi kepesimisan itu. Ahahaha... yaiyalah, orang pesimis mah tetep we pesimis. Tapi ubahlah, ingat tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Walt Disney aja bilang kayak gini “If you can dream it, you can do it!” ya kan? Ya emang bener. Ayolah, jangan generasi pesimis.

Nah, ini dia kegiatanku untuk kampungku=>  komunitas ‘kampung kreatif”.......
Ya, untuk merujuk ke lingkungan yang lebih besar, kita mulai dari yang terdekat sajalah. Yaitu kampung kelahiran kita. Komunitas  ‘kampung kreatif’ ini lahir dari pengalamanku di luar, ketika orang tahu bahwa aku kelahiran kampung Gadog. Mereka langsung mengerutkan kepala dan memancarkan satu ekspresi yang kaget dan penuh kebahagiaan. Aku tidak tahu sebenarnya apa yang mereka pikirkan. Namun, satu ucapan yang selalu aku ingat, “Semoga engkau bisa mengangkat kampung itu ya”.
Dek, jantungku berdetak kencang. Beribu-ribu pertanyaanpun muncul dalam benak. Apa yang sebenarnya terjadi emang? Ada apa dengan kampungku itu? Sedari SMP, aku memang tinggal di kampung orang, sehingga aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di kampung itu. Waktu itu orang tuaku mengirimkanku ke pesantren. Dan hidup disana sampai aku lulus SMA. Kemudian aku melanjutkan kuliah di UNPAD. Hingga akupun tidak tahu apa yang terjadi disana.
Baru kemarin, aku mengetahui kalau sebenarnya kampungku itu sering disebut “kampung beling” maksudnya, banyak orang garang yang ditakuti disana. –bukan berarti aku mau menebar aib, tapi aku ingin mengubahnya-. Dengan demikian, aku berpikir dan terus berpikir. Tidak mungkin aku membangun negara lain sedang negaraku sendiri tidak. Kupikir, aku harus berbuat sesuatu. Hingga akhirnya, muncullah pemikiran ini. aku ingin membuat satu komunitas yang sedikit demi sedikit mengubah kebiasaan dari kampungku itu.
Ya, target utama dari komunitas ini adalah anak-anak. Aku berusaha mendekati anak-anak karena anak dewasa disana tidak akan mendengarkan omonganku. Ya, karena aku tidak dekat dengan mereka. dan kupikir agak sulit untuk mendekatinya, karena mereka sudah berperilaku tidak seperti biasanya. Ya, maaf. Tidak bisa kukatakan disini.
Kemudian aku juga mencoba mendekati masyarakatnya. Hmm... semoga sukses semuanya ya Alloh. Dan semoga novelku bisa terbit, sehingga semua keperluan komunitas ini bisa aku penuhi sendiri tanpa meminta pada mereka (targetku).
Beberapa program dalam kampung kreatif ini:
1.    Kampung bahasa : belajar berbagai bahasa.  Inggris, Sunda, Jepang, Indonesia, Arab. (insya Alloh bahasa lainnya nyusul. Hehe.. coz aku hanya bisa bahasa itu  )
2.    Kampung kreatif : disana belajar menyulam, membuat kerajinan dari bahan bekas, dan minat bakat juga ada disini.
3.    Kampung mimpi : aku ingin menjadikan generasi ini adalah generasi optimis, sehingga nanti akan ada pembekalan dan bimbingan untuk mencapai mimpinya. Intinya aku membangun mimpi anak-anak disini
4.    Kampung mengaji : pengajian, belajar semua tentang Islam
5.    Kampung baca : membudayakan kebiasaan membaca
6.    Kampung menulis : membangun kebiasaan menulis
7.    Kampung bisnis : berusaha untuk membangun bisnis kecil-kecilan
8.    Kampung politik : ya, karena aku berada di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, ya setidaknya aku ingin memberikan pengertian pada mereka tentang politik.
Ya, baru segitu dulu... hehe
Karena akupun hanya sendiri dan masih kuliah. Jadi aku membagi waktu untuk pembangunan kampungku ini.
Bismillaaaaaahhhhh..... Insya Alloh setelah aku pulang dari Pare. Aku akan mengadakan launching untuk kampung kreatif ini 