youtube: Naiko Chanel

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Potret Kehidupan



Tahu nggak teman-teman ini foto siapa?

Saat ku menatap wajah mereka, hatiku serasa merintih kesakitan. Ntah itu karena melihat gambaran hidup mereka atau ntah apa yang sebenarnya kupikir tentang mereka.

Hari itu adalah hari dimana kami selalu berkumpul di daerah alun-alun Garut tepatnya di depan Masjid Agung. Kami berkumpul demi sebuah cita-cita yang nyata dalam membangun Garut. Mulai dari hal yang terkecil, yaitu memotivasi semua anak SMA untuk melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi Negeri.
Setiap hari kami berkumpul, setiap hari pula kami bertemu dengan sosok-sosok wajah diatas. Mereka menggunakan pakaian yang lusuh, menggendong anak, membawa sebuah benda bekas pop mie yang mereka gunakan untuk meminta belas kasihan dari orang lain.

Apakah ini yang dinamakan dengan kehidupan yang nyata?

Kupikir, hal ini bisa terjadi karena semakin beratnya tantangan zaman ini. Harga makanan yang serba mahal, pendidikan dan lapangan pekerjaan yang kurang.
Terkadang ada seorang pengemis yang menurutku ia masih mampu untuk melakukan pekerjaan, namun mereka malah memilih untuk menjadi seorang pengemis.
Kemiskinan yang memaksa meraka untuk melakukan semua ini.
Mungkin ini adalah PR bagi kita sebagai generasi muda penerus bangsa. Kita harus merumuskan bagaimana caranya agar kita bisa mengurangi kemiskinan?