It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

20 Years Old

\

Yeay!!! "20th" 
Orang bilang, diumur ini, kita bakal banyak tantangan. Kita disuruh untuk berpikir lebih jauh tentang kehidupan kita di masa depan. Awalnya, agak serem juga sih. Karena dia juga pernah bilang, kalau diumur ini kita biasanya dihadapkan dengan pilihan yang begitu rumit. Karena pilihan tersebut akan menentukan laju jalan kehidupan kita di masa yang akan datang. 
Kupikir, serem juga ya kalau misalnya diumurku yang 20 tahun itu aku harus dipaksa untuk memikirkan tentang hal yang belum sempat kupikirkan sendiri. Hahaha... 
But, ternyata nggak menyeramkan juga kok sob! Memang sih, dengan bertambahnya usia, tantangan kita jadi lebih besar. Tapi, bukan berarti kita juga harus mengalah begitu saja. Karena disanalah kita belajar untuk menjadi dewasa seutuhnya. 

Kemarin, tepat 05 Juni 2013 usiaku genap menjadi 20th. 
Aku bersyukur, karena Tuhan masih memberikanku nikmat kehidupan yang begitu nyata. Sebulan setelah ulang tahunku, aku sempat mendapat kabar yang kurang menyenangkan. Orang tuaku ingin menjodohkanku dengan salah satu putra dari temannya. "Katanya" Ia memang sudah bekerja, usianya kurang lebih beda 2 tahun denganku. Aku sempat syok mendengar wacana tersebut. Tapi, kupikir, kenapa mesti takut. Toh belum tentu dia jodo kita kan? hahaha.. Akhirnya aku kembali bersikap seperti biasanya. 

tadaaaaa.... Dua hari setelah lebaran, aku kembali di syok-kan dengan kabar yang kurang menyenangkan lagi. Lagi-lagi ada seseorang selalu datang ke rumah, dan bibiku bilang dia menyukaiku. Wadah! Busyet dah. Sereeeeemmm.... 

Heuheuheu... Emang kampung kalii yaaa... Kalau ada wanita yang berumur 20th belum menikah itu biasanya dipandang agak remeh oleh mereka. Tapi, untunglah aku masih kuliah. Setidaknya ada alasan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Hahahaha

Ternyata, umur 20 tahun itu tidak menyeramkan juga. Aku malah bersyukur, karena diumurku yang 20 tersebut, banyak sekali perubahan yang menjadikanku lebih dekat dengan keluarga. 
Thanks honey...
Thanks semuanyaaaaaa.... 
I love my 20 years old. hihihi...
#KontroversiH***


"Life is a choice"


Ya, entah memilih untuk menjadi pribadi yang buruk? Menjadi sesosok makhluk yang disegani banyak orang? Menjadi apapun? Ya, itu adalah pilihan sendiri. Terserah mau jadi apapun. Karena kalian yang akan menjalaninya. 

Hari ini, aku memutuskan untuk tidak aktif di dunia kampus. Entah kenapa, rasanya tidak ada satu hal pun yang membuatku tertarik untuk terjun disana. Mungkin karena aku orangnya nggak mau berlanjut kalau misalnya kegiatan tersebut tidak memiliki energi positif buatku. Aku ngerasa, kalau misalnya aku terus bergelayut dalam kegiatan tersebut, mungkin aku hanya akan menyia-nyiakan waktu saja. Hmm... cukup sombong dan egois sih. Tapi kurasa, hidupku hari ini bukanlah untuk mencari kesenangan semata. Kini aku harus sudah menata hidup yang lebih baik. Dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk hal-hal yang kurasa itu merupakan salah satu jalan menuju penggapaian citaku. 

Ya, fokusku hari ini bukanlah pada organisasi lagi. Tapi pada masyarakat sekitar dan pada mimpiku (Menjadi novelis internasional). 

Bagiku, diumurku yang ke-20 ini bukan lagi waktunya untuk berleha-leha dan bermain-main saja. Hari ini adalah waktunya untuk beraksi. Untuk pengabdianku pada masyarakat, aku memilih untuk aktif di kota kelahiranku sendiri. Ya, aku masuk ke departemen Advokasi, Divisi Pendidikan. Awalnya aku lebih memilih seni budaya dan pengembangan daerah, karena aku ingin mengembangkan kesenian daerah. Ingin melestarikan, mengembangkan hingga mengenalkannya ke dunia luar. Serta, akupun ingin mengembangkan daerah sendiri. Aku ingin membantu masyarakat untuk mengembangkan daerahnya masing-masing. Tapi, karena [mungkin] dari dulu aku lebih concern ke dunia pendidikan. Akhirnya mereka lebih mempercayaiku untuk bekerja di bidang pendidikan bag. advokasi. Hmm... Okelah, tak apa. Karena generasi yang hebat juga salah satunya berawal dari pendidikan yang hebat... 

Untuk menjadi novelis internasional, hari ini aku lebih fokus untuk mengedit kembali tulisan yang sempat ditolak kemarin. Meskipun hari ini aku memutuskan untuk tidak aktif lagi di komunitas kepenulisan, tapi aku bisa belajar sendiri. Belajar dari semua hal. Aku tak perlu lagi tips-tips, aku hanya butuh praktek. Sudah bosan aku dengan tips-tips menulis yang baik [yang selalu dipamerkan oleh mereka], aku hanya ingin praktek. Egois sih memang, tapi aku hanya ingin memanfaatkan waktuku saja. Aku tak ingin memikirkan hal-hal lain, selain dari jalan menuju impian ku. Cukup! Itu yang kupikir dan kujalani sekarang! Terserah orang lain mau menganggapku apa. Tapi yang jelas, diamku bukan berarti diam belaka. Tapi diamku adalah untuk mencapai mimpiku.