It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Confused

Jalalila lila, jalalilalilalaaaaa....
Pagi-pagi udah nyanyi girls... Ya, maklum. Biasa ditinggalin temen sekamar. ahahaha...
Hari ini kan hari jum'at, seperti biasa temenku pulang menuju peradabannya. Sedang aku disini sendiri. Hmmm... Ada sih temen di kamar sebelah, tapi mungkin ia akan pulang juga. soalnya dia libur sampai hari selasa guys.. Wuihh enak banget. Coba kalo aku ya? ahahah... udah nggak bakalan ngekos lagi deh itu mah. hehe

Hmm... Bingung. Mau ngapain ya? Bentar lagi sih emang ada kuliah. Tapi ya begitulah... Banyak orang bilang bahwa hari ini adalah hari tergeje sedunia. Pasalnya, dosennya itu jarang datang. Jiaaahhh... Hal itulah yang membuatku malas untuk kuliah. Baik matkul pertama dengan matkul yang kedua itu sama aja. Bahkan pernah dong, aku bela-belain masuk ke kampus padahal lagi di rumah. Dan setelah nyampe ke kampus, NIHIL! Semua dosen tak ada pemirsa... Hayooo gimana nggak kesel coba ya, kalo misalnya gitu terus...

Hah, dasar nih...
Tapi yaudahla ya? Pusing kalau dipikirkan terus mah. Males jadinya kan?

Hoaaaammm... Ah, dari pada duduk bengong, mending lanjutin dulu garapannyeeeeuuuu.... 

Pola Kalimat (Lanjutan 3 Golongan Kata Kerja)

Minna, setelah lama tak berjumpa. Akhirnya aku menyempatkan diri untuk melanjutkan pembahasan ini. Aduuuhh,,, Gomenne! Akhir-akhir kemarin aku terlalu sibuk untuk menulis dan kuliah. Well, kali ini kita lanjutkan pembahasan..

Nah, kemarin kan udah bahas tentang kata kerja glongan ke satu sampai tiga.Sekarang kita coba masukan kata kerja tersebut kedalam sebuah pola kalimat. And, pola kalimat sekarang adalah mengenai kegemaran. Eh, ngomong-ngomong kosa kata tentang kegemaran ini sudah diberikan nggak ya?  Kalau belu belum, ntar aku update deh..

Oke! Hajimemashou.... ^_^

POLA KALIMAT 
~ の が すき です。
Nah lambang ~ tersebut diisi dengan kata kerja bentuk kamus. Tahu kan kata kerja bentuk kamus yang mana??? Itu looo yang うつるぶぬむくぐす。Hayooo siapa yang lupa lagi?

Ehm, sekarang kita beri contoh ya!
① わたし は え を かくのが すき です。
② わたし は うたうのが すき です。

Cung yang tahu artinya??? :)
Nah, kenapa disini memakai kata kerja yang bentuk kamus kemudian ditambah no??? Ada yang tahu? Ya, pada pola kalimat ini bentuk kata kerja yang kita gunakan itu bukanlah yang kata kerja yang sesungguhnya. Akan tetapi kata kerja yang menjadi kata benda. Ngerti nggak maksudnya? 
Seperti contoh yang pertama : Saya suka menggambar. Artinya, menggambar disini bukanlah menggambar dalam arti kata kerja. Akan tetapi sebuah ungkapan saja (kata benda) yang tidak sedang dilakukan. Sehingga haruslah pakai no. 

Contoh percakapan :
山田 : エコ さん、 あなた は バンドン へ あそぶのが すきですか。
エコ : はい、すきです。 
山田 : そうですか。

Gimana? Ada yang ditanyakan?

Kalo nggak, lanjut ke pola kalimat ke 2.
KEGIATAN YANG SEDANG BERLANGSUNG

~は~ています。

Well, karena nggak ada yang nanya, kita lanjut ke pola kalimat ke dua. Yaitu kalimat kegiatan yang sedang berlangsung. Dalam kalimat ini, kita akan menggunakan kata kerja bentuk te. Masih ingat nggak pengubahan kata kerja bentuk kamus ke kata kerja bentuk te? Pengubahannya hampir sama dengan yang bentuk masu, hanya saja ini berubah menjadi bentuk te.

Oke, kita masuk ke contoh: 
① メリ さん は おんがく を きいています。
② アリ さん は ほん を よんでいます。

Hai, gampang kan?
Hehehe
Masih bingung, atau sudah mengerti?
もだい が あったら、しつもんして っくださいね!(Kalau ada masalah, tanyakan saja ya???)

Hai, おわる!
また あした。。。 



Oleh-oleh Seminar "Gebyar Aksara Sunda"

Oalaaaahhhh Guys... Makin bangga aja aku sama suku ku. 
Ya, aku memang tidak terlalu tahu dengan suku ku sendiri. Pasalnya orang tuaku saja tidak pernah menceritakanku tentang sejarah Sunda ini. Dan karena dulu aku begitu pemalas, akhirnya baca pun tak pernah. Walhasil, aku pernah di tegur sama Bapak-bapak yang kerja di Rektorat bagian Kerjasama Luar Negeri. 
"Kamu itu orang Sunda, masa nggak tahu sejarah Sunda"
Deg, betapa malunya aku waktu itu. Hahaha... Maklum lah ya, masih terlalu polos dan malas. 
Dari sana aku berpikir, gimana caranya supaya aku tahu sejarah Sunda. And ternyata kemarin ada acara Gebyar Aksara Sunda. Hmm... Kebetulan nih, kuliah tak ada dosen. Dari pada menghamburkan waktu untuk yang tidak perlu, akupun pergi sendiri ke Jatinangor Town Square untuk mengikuti acara tersebut. 
Disana, aku sendiri. Ya, gimana nggak sendiri. Orang perginya pun sendiri. hahahah.... But, no problem lah. Demi diriku apapun kan kulakukan. 
Dari bawah, nampaknya sudah ada suara yang bergeming. Akupun turun ke lantai 2, namun tak ada. Ah mungkin di lantai dasar yang kosong. Setelah dilihat, ternyata benar. Jojojojo
Tak sabar, akupun bergegas pergi kesana. Dan  langsung mendaftarkan diri...

Buseeet dah! Acaranya keren banget. Coba kalau misalnya masyarakat sundanya banyak yang tertarik, pasti lebih wow.. But, yang hadir adalah mahasiswa, guru dan dosen. Heuheuheu... Tapi tak apalah, dari pada nggak ada yang datang sama sekali. hihihi Runyam dah urusannya. 

Disela-sela istirahat, aku minta CD software Aksara Sunda pada panitia. Awalnya, dia tidak memberikanku CD tersebut. Katanya sih buat dipajang doang. Aneh, bukannya tadi boleh minta ya? pikirku. Ah, masih penasaran. Akhirnya akupun minta pada panitia lainnya. Daaaaaaaannnn.... Diberi dehhhh... ahahaha
Yeeeee... dapet aplikasinyaaaaa... Lumayan, buat belajar sedikit demi sedikit. hihihi... 

For orang Sunda, yang mau software aksara sunda bisa hubungi aku aja yaaaaa... Gratis niiiihhhh.... Demi pelestarian budaya kitaaaaaa.......

Jadi Penghuni Selasar?


"Hen, mau ikut nggak?" Kataku.

"Kemana?" Tanyanya bingung.

"Ke Jatos. Sekarang ada Gebyar Aksara Sunda, mulainya sih jam sebelas. Tapi seminarnya jam satu. gimana?"

"Seminar tentang apa?"

"Tentang aksara sunda atuh, Hen"

"Eh, boleh-boleh"
Matanya berbinar penuh semangat.

Sembari melanjukan pembicaraan, kami berjalan menuju kantin fakultas yang biasanya penuh sekali. Tapi, untunglah hari ini belum ramai. Aku dan temanku berjalan menuju jajaran makanan yang dipajang diatas meja yang panjang sekali. Seperti dikondangan, kamipun mengantri sambil melihat-lihat makanan. Alaaahhh makan apa ya hari ini? Banyak sekali makanannya. Pengen tumis tempe, tapi kayanya pedes deh. Aku kan tidak boleh makan pedes. Ya Alloh. Bingung. Pikirku. Aku terus berjalan mengikuti langkah sebelumnya. Dan tanganku pun meraih satu telor mata sapi dan sayur soup yang masih segar. 

"Hmm... Gini nih, kalau misalnya tidak jaga kesehatan. Akhirnya, makanpun harus pilih-pilih" Kataku.

"Hahaha... Makanya jaga dong" Jawab temanku.

Setelah selesai ngambil makan, kamipun duduk di meja paling depan bersebrangan dengan penjual pempek dan mie baso. Menyantap makanan sesendok demi sesendok dengan penuh nikmat. 

"Eh, Hen. Gimana? Jadi kan?" Tegasku kembali.

"Iya" Katanya

Yeah, suapan yang terakhir. Terima kasih Ya Alloh, atas segala nikmat yang telah Kau berikan.

"Ah, sekarang mau kemana?" Tanya Heni.

"Ke selasar aja deh. Sambil nunggu masuk statistik" Jawabku.

"OKe"

Seperti biasa, dalam jeda masuk kami selalu berteduh di selasa. Ya, mengapa tidak! Hotspot disana sangat kenceng eum. Mereka yang ingin akses internet secara gratis biasanya nongkrong di selasar sampai malam. Bahkan di hari libur pun mereka memilih untuk menjadi penghuni selasar. :D
Aku duduk ditengah kerumunan teman-temanku yang sedang menunggu masuk kuliah. Hampir semua dari mereka membuka laptop dan bergelut dengan dunianya masing-masing. Namun ada juga yang sedang tutorial.

uuhh, betapa ramainya selasar ini. Hingga tiba waktu sholat, mereka tak perlu pergi jauh untuk melaksanakan ibadahnya. Karena diatas telah disediakan mushola. Mereka terkadang mengikuti shalat berjamaah dengan para penghuni selasar lainnya. Sedang mereka yang non-Islam, biasanya duduk dan tetap menghormati orang-orang Islam. Bahkan ada satu orang yang paling kukagumi. Karena dia sangat menghormati agama kami. Tatkala adzan berkumandang, ia selalu saja menghentikan pembicaraan. Bahkan ketika presentasi sekalipun. Aduhai, hebat sekali dia. Jarang aku melihat ada orang yang setaat dia di kampus ini , tapi dia juga menghormati agama lainnya. -_-


Di Kesetengah Pagiku

Hari setengah pagi, nampaknya aku terlalu sulit mengajak mata ini untuk berinteraksi dengan baik. Tanganku meraba dibeberapa wilayah yang tak kutahu wilayah mana itu. Rasa halus dibawah balutan kain tebalpun terasa begitu nyaman. Sejenak, kulihat arah jarum jam yang setengah memaksaku untuk terperanjat dari tempat. Kepalaku berat, pusing tak karuan. Namun, rasa itu kembali memaksaku untuk bermanja-manja padaNya. 

Langkah awal, hidupku terasa melayang. Sedang langkah berikutnya menyusul langkah-langkah yang telah lebih dahulu. Menuruni satu persatu tangga kamar. Hingga tiba diujung dengan pintu terbuka. Aku masuk dan sejenak mengusir rasa kantukku dengan basuhan segarnya sang air. 

"Ah, lumayan segar juga. Semoga Ia memberikan semangatNya hari ini"

Setelah lama bergelut dengan dinginnya air, akupun langsung kembali menuju ruangan sekitar 3x4 yang cukup menenangkan bagiku. Disana tempatku melimpahkan penat kehidupan ini. Penat yang seakan diperlebar oleh harapan-harapan yang diberikan oleh pemerintah pada kami. 
Tapi ah, ya sudahlah. Sudah merasakan kuliah juga aku sudah bersyukur. Semoga Tuhan memberikan sinarNya pada para penjalan sistem ini. Pikitku. 

Subuh ini, seperti biasa aku mengamalkan sebuah amalan yang diberikan oleh ustadzku di Pesantren dulu. Berharap Alloh selalu memberikan yang terbaik bagiku. Dengan sinar yang kurang terang, aku mulai melantunkannya dengan nada pelan. Pasalnya, aku tidak ingin mengganggu tidur temanku, karena dia sedang sakit. 

"Ya Alloh, hamba mohon... Kembalikan hamba ke jalanMu, Ya Alloh. Hamba ingin hidup seperti dulu yang dekat denganMu. Ya Alloh, tak pernah lupa. Hamba juga mohon agar Engkau selalu melindungi keluarga hamba Ya Alloh. Terutama orang tua hamba. Sehatkan mereka semua Ya Alloh. Berikan rizki yang cukup. Dan dekap selalu mereka dalam lindunganMu Ya Alloh. Allohummagfirli waliwalidayya, warhamhuma kamaa robbayani shogiro. Allohumma najihni fil imtihaali wal ihtibaani, bissirri khoulikal qodiimi, bihaqqi kholilika ibraahima 'alaihissalam, waijibtala ibroohima rabbahu bikalimatin faatammahunna, qoola inni ja'iluka linnasi imaama. Rabbana aatinaa fiddunya hasanah, wafil akhiroti hasanah waqinaa 'adzabannar. Walhamdulillahi rabbil 'alamin" 

Kudekap kitab suciku dengan penuh kasih sayang. Kemudian kukecupnya.

Melihat keluar, nampaknya kehidupan masih sepi. Hanya suara mobil yang saling berkejaran yang memecah setengah pagi itu. Cicak serta binatang malam lainnya masih saling bersahutan. Untuk sekedar mengisi waktu, akupun meraih laptop kesayanganku. Kemudian kuletakkan ia diatas guling biru yang selalu menemani tidurku. Kucoba membangunkan l Dan, akupun tenggelam dalam buaian katanya.


Gemertak Rasa yang Bergejolak

"Nggak ada dosen. Absen dibawah!"

zzz... Gemes banget aku kalau sudah begini. Udah cape-cape berangkat ke kampus, ngos-ngosan karena lari dari bawah yang begitu nanjak. Eh, tiba-tiba pas dateng ada notice seperti itu! Shit! Parah banget nih! sumpah parah! Gerutuku sambil mengelus-ngelus dada.

"Hadah, sumpah cape banget aku!" Kataku pada teman. Mereka malah tertawa sembari mengutuk juga. 
"Ehhh,, kalian gimana sih? Ngutuk atau seneng nggak ada dosen?" Kataku kesal.
"Kami itu gemes, pengen nonjok. Udah cape-cape, eh nggak ada dosen"
"Heuh, Iya ya! ngeselin banget iiihhh"

Semester ini sungguh membuat otakku semakin berpikir picik. Pasalnya, keadaan telah memaksaku untuk berbuat seperti itu. Entah mungkin karena aku yang tidak bisa mengendalikan sikon atau apa. But, yang jelas aku begitu takut pada diriku sendiri.
Minggu pertama perkuliahan, aku tidak masuk selama seminggu. Sebenarnya hari senin aku masuk, tapi tiba-tiba sore harinya aku disuruh untuk pulang karena ada kerjaan. Ya, pamanku memasukkan aku sebagai Panitia KPPS di Pilgub Jabar.
Aneh, kenapa aku dimasukin kesana ya? Padahal kan aku masih 19 tahun. pikirku.
Terus sikap temanku yang berubah pun ikut menjadi penekan aku untuk melakukan hal yang keji itu. Mungkin aku adalah orang yang sepicik-piciknya orang. Karena informasi yang biasanya aku sebarkan kepada mereka, sekarang aku genggam sendiri. Pasalnya, aku tidak mau melihat mereka memandangku seperti musuh atau saingan dengan mata yang tajam. Dan terkadang, mereka juga tidak memberitahukan informasi yang mereka buat. So, thats the reason. Kenapa aku berbuat seperti ini sekarang. 
Hari demi hari, aku jalani seperti biasa. But, ditengah perjalanan. Aku terpeleset dengan kelakuanku sendiri. Aku dimarahi oleh salah satu dosen yang biasanya selalu bersikap manis padaku. Nada getar di dada pun tak mampu terhentikan lagi. Namun, seketika aku melumurinya dengan senyuman mesra padanya. Dingin. Tak ada balasan.

"Ok, fine. This is my fault. Tapi, aku tidak akan membiarkan semuanya menjadi gersang" Pikirku penuh kesal.

kupikir, semua takkan berjalan tanpa ada dorongan dari diri sendiri.
Ya, ini mungkin tantangan dari Alloh yang membuatku cukup berfikir untuk menerjang rasa malas. Karena kerap kali dosen tak hadir. Menggertak rasa kesal, karena yang ia ajarkan tak jelas. Ah, masa bodo sekarang! Mau seperti apapun dosennya, sejelek apapun sistemnya, pasti ada hikmah yang luar biasa dibalik sana. 
Ya alloh maafkan aku. Tak sepantasnya aku mengutuk mereka yang rela mengorbankan waktu demi kami. 

Aku meraih buku kecil yang terletak disamping netbook kesayanganku.
Oke, rencana sekarang mesti aku ubah!
Aha! Plan 1 : Perbaiki cara belajar, perbanyak baca, perbanyak nulis (your friend is waiting for you!), ..........

nulis dan terus menulis. Akhirnya, rancangan plan ku semester ini pun beres. Dan kembali bersama tuk menggapai asa.

***
Jatinangor, 19 Maret 2013

Musyawarah Cabang FLP Jatinangor

Minggu kemarin Silakbaraya 2013, minggu ini Muscab FLP... Hoaaaaammm...
Hmmm.... Sebelumnya, aku memang belum pernah mengikuti Musyawarah Cabang apapun. Dan kali inilah ternyata aku dipertemukan dengan "muscab" ahahaha...
Awalnya, aku nggak mau ikut sih.. Males! Terus perutnya masih kurang stabil. Jadi masih pengen istirahat dulu... Tapi tiba-tiba aku diberi tugas donggggg... heuheuh... (yaiyalah, orang kamu sekretarisnya. Dasar!). 
Teh Wiati (Ketua FLP Jatinangor), tiba-tiba sms. Katanya, tolong print semua LPJ punya kita dan jangan lupa besok bawa netbook ya! heuheuheu... Oalaaaahhh... Nasib-nasib. niatnya mau istirahat dulu, eh tiba-tiba diberi tugas. Padahal aku bukan sekretaris FLPJ nya, tapi sekretaris Muscabnyaa. hihihi (Ya, pantes aja sih dikasih tugas juga. :P)..
Then, kupikir kalau misalnya tempat muscab nya jauh, aku mending kasihin tugas aku ke ketuanya langsung (ya nitip maksudnya). Couse, rasanya perut ini masih tidak bisa diajak kompromi untuk pergi jauh. :(
But, ternyata tempatnya lumayan dekat. Hanya naik 3 kali angkot saja dari Jatinangor. hehe (sama aja ya?). (Lagi dan lagi), awalnya aku bingung mau ngajak bareng siapa. Cz aku kan nggak tahu rumah Pak Irfan (Penulis buku Sang Pemusar Gelombang) dimana. Seraya menyerahkan pada takdir esok hari, akupun memutuskan untuk tidur saja. Karena hari sudah larut banget. Eh, baru aja mau tidur... si ikhwan sms. Nanyain mau datang apa kagak? Terus katanya, anak-anak yang lain mau bareng. Mereka nunggu di depan Jatos. Oh, Okelah.. Ternyata aku tidak kesepian. ahahaha... walaupun aku juga tidak kenal mereka. tapi setidaknya aku punya temen untuk pergi bareng (kan nggak nyasar ntarnya. hihii).
Esok harinya, aku teringat bahwa ada salah satu anggota FLPJ yang rumahnya di Jatinangor. hihih... Lah, kenapa baru inget ya! Tanpa pikir panjang, akupun langsung sms dia. Dan diapun mau bareng ternyataaaaa.... ahahaha
Yeeee.... berangkat juga akhirnya. PAdahal masih labil perutnyeuuu....
Di Jalan, Teh Wian udah sms lagi. Dia nanyain udah berangkat belum, dan tenyata aku udah nyampe di Perumahan De Marakesh, ya lagi jalanlah, bentar lagi nyampe. 

Hah, selama muscab. Ingin rasanya aku menumpahkan semua kekesalanku pada FLPJ, tapi ternyata teman-temanku sudah mengatakannya. he
Dan pak Irfan pun sempat menyindirnya. 
Oalaaahhhh... Tapi, aku tidak mungkin bunuh diri karena seniku ini. :D

Then, pas pemilihan ketua. Sebenarnya aku lebih memilih temanku yang se fakultas. Ya, pasalnya dia mempunyai kredibilitas yang baik dan aku pikir dia lebih bisa menjadi ketua. But, inilah demokrasi. semua diberikan hak untuk menyampaikan aspirasinya. Di musyawarah ini, jumlah suara si A dengan si B hampir sama. Maka si moderator kembali mempertnyaan siapa yang akan dipilih dari kedua calon itu. Awalnya calonnya 3, tapi suara terbanyak itu adalah suara si A dan si B.  akupun kembali memperkuat argumenku memilih temanku tersebut. Namun suara moderator dan ketua wilayah yang lebih condong ke si B membuat teman-teman lainnya juga berubah pikiran. PAdahal aku tahu banget temanku itu. Ya, aku memilihnya bukan berarti karena aku adalah temannya. Tapi karena kemampuannya. 
But, demokrasi pun berbicara lain. Akhirnya yang terpilih itu adalah si B. Oke, aku tidak akan mempermasalahkan semua itu. Tapi, aku tidak ingin melihat FLPJ dulu dalam sosok FLPJ yang sekarang.

"Selamat ya! Semoga engkau dapat membawa FLPJ ke arah yang lebih baik!"

diakhir acara, kamipun tak lupa untuk mendo'akan bunda Pipiet Senja yang sedang diuji kesabarannya oleh Alloh. 

"Mbak Pipiet, semoga engkau lekas sembuh. Semoga Alloh segera mencabut penyakit yang sedang engkau derita ini. Semoga engkau kembali seperti biasa. Menjadi inspirator bagi kami. Menjadi penyemangat bagi kami. Tak ada yang dapat kami berikan kecuali do'a. Semoga Alloh mendengarkan do'a-do'a kita. Istajib du'ana ya Alloh"

Hmm... setelah selesai muscab... Kamipun kembali foto-foto, ahahaha... But, fotonya belum di upload eum sama si fotografernya. :D
Well, setelah selesai, kami pun pamit pulang kepada Pak Irfan. Dijalan, kami berpisah. Ada rombongan yang ke cibiru ada juga rombongan ke Jatinangor. hehe
Dan aku masuk ke rombongan Jatinangor...

 Setelah sampai di kosan, eh si Bapak nelpon. Aaaaaaaaaahhhhhh JAdi pengen pulang deh. heuheuheu.....

Silaturahmi Akbar Bidik Misi se-Bandung Raya

yoooooooo....... Semangat pagi teman-teman!
Semangat berkreasi bagi negeri!

Kemarin, tepatnya Sabtu, 09 Maret 2013 KABIM UNPAD kembali berkoar untuk mengajak temen-temen Bidik Misi lainnya agar lebih bersemangat dalam berkreasi bagi negeri. 
Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari UPI,ITB,UIN,ITB,UNPAS dan tuan rumahnya sendiri (UNPAD). 
Ya, awalnya sih agak membosankan juga (Wuihhh MC-nya ngaku. ahahah). Hmm.. ya mau nggak ngaku gimana ya? Orang memang terbukti kok. ahahaha... Tapi wajarlah, acara pertamanya kan sambutan-sambutan. Ya, bagaimana nggak bosen. hihihi
Well, di acara selanjutnya barulah mulai cair. Kenapa? Karena si aku malah kebanyakan ngomong sunda, ahahaha.... Refleks sih ceman-ceman! Tapi, aku ngomong Sunda-pun, itu karena kita berada diwilayah Sunda kan? So, wajar dongs?!! (maksa). Terus ditambah lagi dengan (lagi-lagi kelakuan MC) yang menirukan gaya salah satu teman kita dari UPI yang super "ya". Dengan refleks pula, aku mendengar hampir semua kalimat diakhiri dengan "ya". eheheh... (sorry ya kang Ahiq. Becanda kok. Cuma pengen hibur temen-temen aja, biar nggak pada cemberut). 
Eh, lupa. Oh ya, disini tuh acara pemutaran video. so, perwakilan dari masing-masing PT nya maju dan menjelaskan video-nya. dan disanalah Kang Ahiq mengungkapkan "ya" nya. hihiihi

Acara selanjutnya adalah diskusi alias sharing alias curhat antar universitas. hihih... Disini, acaranya lumayan rame juga. Karena beberapa teman dari berbagai universitas sangat antusias untuk mencurahkan semua isi hatinya terkait semua sistem di masing-masing universitasnya. 
Aku sih, hanya liatin dari belakang layar. eh salah, maksudnya di kursi paling atas. hihihi... Ya, kan nggak ada kerjaan juga. Lagian partner MC-ku juga malah ngobrol dengan panitia lainnya di belakang stage. Becouse, acaranya kami serahkan pada moderator.

Hmm... meski agak jenuh juga sih. Tapi seneng banget pas liat banyak yang berantusias untuk saling sharing permasalahan mereka. Setelah hampir 80 menit curcol, acara pun dilanjutkan pada sesi makan-makan,,,, Yiiihaaaaa.... Makan! (ketahuan udah laper banget nih. hihi)... But, before that. Kita nyanyi-nyanyi dulu.
disini senang, disana senang
dimana-mana hatiku senang
di kosan senang, di kampus senang
dimana-mana hatiku senang

tangan dilambai-lambai, 
pinggul digoyang-goyang
kaki dihentak-hentak
putar badan (2x)
Hahahaha.... di sana, aku udah ngerasa seperti guru PAUD yang sedang mengajak anak-anaknya untuk bernyanyi. :D
Parah deh!
Dan setelah itu, barulah kita makan. Kembali, kami para MC yang cantik-cantik membuat ulah. hehe
Menyuruh semua peserta untuk turun kebawah dan membentuk lingkaran dengan duduk selang-seling, tidak boleh ada satu univ duduk bersampingan. Setelah itu, barulah tim konsumsi yang kece-kece itu datang untuk membagikan makanan pada kami yang sudah tak siap untuk menyantap makanannya. Yeeee... Kami pun makan bersama... Sambil makan, pastinya sambil kenalan dongs! :D

Wuihhh,,, rame banget deh hari itu. Selesai sholat dan makan, kami langsung mengadakan forum untuk memilih ketua Bidik Misi se-Bandung Raya. And, terpilihlah Kang Ahiq dari UPI.. Selamat yoyyy Kang Ahiq. Tak sia-sia aku menjahilimu. :D
The last, acara ditutup dengan foto bareng dan safari kampus dengan odong-odong... ahahaha (yaiyalah ya? kalau jalan, cape banget euuuuyyy)... Eh, tapi bukan odong-odong seperti di kampung-kampung itu ya. hihi

Hah, ternyata mataharipun sudah ingin pulang ke rumahnya. Begitupun dengan kami. So, kami pun mengantarkan peserta sampai ke gerbang baru UNPAD. dan say good bye.. heuheuhue
Foto panitia dan peserta
So sweet eyyyy....
Foto panitia


 
Lagi seneng nyanyi....
Pagi ini meluapkan rasa rinduku pada mereka..

Bintang malam sampaikan padanya 
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya 
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
 
Tahukah engkau wahai langit 
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah 
Hanya untuk dirinya 
 
Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta 
Walau hanya nada sederhana 
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan
(Kerispatih-Rindu)
 
Ma, Pa, semuanyaaaaa.... Aku rindu kalian.  
ooo
Jalan masih panjang terbentang dihadapan
tak hanya sekedar dunia
lihatlah kedepan 
yang lalu biar berlalu
jadikan pemicu kalbu

jalan hidup takkan pernah lurus
pasti ada salah lewati segalanya
tapi tuhan, tak pernah berhenti
membuka jendela maaf untuk kita

Jalan hidup
takkan pernah lurus
pasti ada salah
lewati segalanya

tapi tuhan, tak pernah berhenti
membuka jendela maaf untuk kita

Jalan masih panjang
usah berputus asa
selagi nyawa tersimpan

jalan hidupo
takan pernah lurus
pasti ada salah
lewati segalanya

tapi tuhan
tak pernah berhenti
membuka jendela
maaf untuk kita

Please!

its verry stressfull for me!
Masa bodoh dengan semua keadaan. Masa bodoh dengan semua lingkungan. Yang penting, hari ini aku butuh seseorang yang mau mendengarkan semua ceritaku.

Ini. Berasal dari kebiasaan hidupku masa lalu. Hidup yang begitu keras, dengan didikan yang labil. Kadang keras, kadang juga tidak. Namun, aku selalu meluruskan tujuan hidupku dimuka bumi ini. Hingga akhirnya memaksa kehidupan yang begitu keras ini mengusik jiwaku.
Terkadang, aku senang dengan sikap seorang kakak yang selalu memperhatikan adiknya. Tapi, please! Hari ini aku bukan anak kecil lagi yang setiap hari merengek minta diambilkan ini itu. Hari ini aku sudah mampu menjadi diriku yang sebenarnya. So, please! Jangan lindungi aku dengan kekerasanmu! Jangan lindungi aku dengan semua kemarahanmu! Karena hari ini aku bukan lagi anak kecil!

Bisa jadi aku stres karena ulahmu itu, Kak.
Kumohon, lepaskan aku dari lindunganmu. Karena aku bisa melindungi diriku sendiri. Aku bisa memilih hidupku sendiri. Aku bisa menjalani semuanya sendiri. Please! Jangan samakan aku dengan orang lain! Jangan samakan aku dengan adik-adikmu yang lain!
Aku hanyalah aku! Bukan orang lain!

Please, kumohon! Lepaskan aku!
Aku bukan lagi seorang anak kecil, Kak. Percaya padaku. Aku hanya tak ingin membebani kalian. Maka dari itu aku belajar untuk mencari duniaku sendiri. Aku tak perlu lagi dituntun oleh semua aturanmu! Sudah cukup kita bertengkar gara-gara emosimu terhadapku. Sudah cukup rasanya aku menjadi tawananmu. Aku ingin bebas. Aku ingin mengepakkan sayapku sendiri. Please, lepaskan aku!


4Az4

Ketika kata hanya jadi rasa. Tak mampu terucap karena ego sang waktu. Terkuak dalam isak tangis nestapa rindu. Buai jemari tak lagi sengit.
Kata? Apa yang harus kuungkap tentang kata?
Lidah ini rasanya dicipta rasa dengan selaksa.

"Indah, indah nian katamu!" ucapku dalam hati. Namun, pernahkah sejuta untai kataku kau raba dengan mesra?