It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Musyawarah Cabang FLP Jatinangor

Minggu kemarin Silakbaraya 2013, minggu ini Muscab FLP... Hoaaaaammm...
Hmmm.... Sebelumnya, aku memang belum pernah mengikuti Musyawarah Cabang apapun. Dan kali inilah ternyata aku dipertemukan dengan "muscab" ahahaha...
Awalnya, aku nggak mau ikut sih.. Males! Terus perutnya masih kurang stabil. Jadi masih pengen istirahat dulu... Tapi tiba-tiba aku diberi tugas donggggg... heuheuh... (yaiyalah, orang kamu sekretarisnya. Dasar!). 
Teh Wiati (Ketua FLP Jatinangor), tiba-tiba sms. Katanya, tolong print semua LPJ punya kita dan jangan lupa besok bawa netbook ya! heuheuheu... Oalaaaahhh... Nasib-nasib. niatnya mau istirahat dulu, eh tiba-tiba diberi tugas. Padahal aku bukan sekretaris FLPJ nya, tapi sekretaris Muscabnyaa. hihihi (Ya, pantes aja sih dikasih tugas juga. :P)..
Then, kupikir kalau misalnya tempat muscab nya jauh, aku mending kasihin tugas aku ke ketuanya langsung (ya nitip maksudnya). Couse, rasanya perut ini masih tidak bisa diajak kompromi untuk pergi jauh. :(
But, ternyata tempatnya lumayan dekat. Hanya naik 3 kali angkot saja dari Jatinangor. hehe (sama aja ya?). (Lagi dan lagi), awalnya aku bingung mau ngajak bareng siapa. Cz aku kan nggak tahu rumah Pak Irfan (Penulis buku Sang Pemusar Gelombang) dimana. Seraya menyerahkan pada takdir esok hari, akupun memutuskan untuk tidur saja. Karena hari sudah larut banget. Eh, baru aja mau tidur... si ikhwan sms. Nanyain mau datang apa kagak? Terus katanya, anak-anak yang lain mau bareng. Mereka nunggu di depan Jatos. Oh, Okelah.. Ternyata aku tidak kesepian. ahahaha... walaupun aku juga tidak kenal mereka. tapi setidaknya aku punya temen untuk pergi bareng (kan nggak nyasar ntarnya. hihii).
Esok harinya, aku teringat bahwa ada salah satu anggota FLPJ yang rumahnya di Jatinangor. hihih... Lah, kenapa baru inget ya! Tanpa pikir panjang, akupun langsung sms dia. Dan diapun mau bareng ternyataaaaa.... ahahaha
Yeeee.... berangkat juga akhirnya. PAdahal masih labil perutnyeuuu....
Di Jalan, Teh Wian udah sms lagi. Dia nanyain udah berangkat belum, dan tenyata aku udah nyampe di Perumahan De Marakesh, ya lagi jalanlah, bentar lagi nyampe. 

Hah, selama muscab. Ingin rasanya aku menumpahkan semua kekesalanku pada FLPJ, tapi ternyata teman-temanku sudah mengatakannya. he
Dan pak Irfan pun sempat menyindirnya. 
Oalaaahhhh... Tapi, aku tidak mungkin bunuh diri karena seniku ini. :D

Then, pas pemilihan ketua. Sebenarnya aku lebih memilih temanku yang se fakultas. Ya, pasalnya dia mempunyai kredibilitas yang baik dan aku pikir dia lebih bisa menjadi ketua. But, inilah demokrasi. semua diberikan hak untuk menyampaikan aspirasinya. Di musyawarah ini, jumlah suara si A dengan si B hampir sama. Maka si moderator kembali mempertnyaan siapa yang akan dipilih dari kedua calon itu. Awalnya calonnya 3, tapi suara terbanyak itu adalah suara si A dan si B.  akupun kembali memperkuat argumenku memilih temanku tersebut. Namun suara moderator dan ketua wilayah yang lebih condong ke si B membuat teman-teman lainnya juga berubah pikiran. PAdahal aku tahu banget temanku itu. Ya, aku memilihnya bukan berarti karena aku adalah temannya. Tapi karena kemampuannya. 
But, demokrasi pun berbicara lain. Akhirnya yang terpilih itu adalah si B. Oke, aku tidak akan mempermasalahkan semua itu. Tapi, aku tidak ingin melihat FLPJ dulu dalam sosok FLPJ yang sekarang.

"Selamat ya! Semoga engkau dapat membawa FLPJ ke arah yang lebih baik!"

diakhir acara, kamipun tak lupa untuk mendo'akan bunda Pipiet Senja yang sedang diuji kesabarannya oleh Alloh. 

"Mbak Pipiet, semoga engkau lekas sembuh. Semoga Alloh segera mencabut penyakit yang sedang engkau derita ini. Semoga engkau kembali seperti biasa. Menjadi inspirator bagi kami. Menjadi penyemangat bagi kami. Tak ada yang dapat kami berikan kecuali do'a. Semoga Alloh mendengarkan do'a-do'a kita. Istajib du'ana ya Alloh"

Hmm... setelah selesai muscab... Kamipun kembali foto-foto, ahahaha... But, fotonya belum di upload eum sama si fotografernya. :D
Well, setelah selesai, kami pun pamit pulang kepada Pak Irfan. Dijalan, kami berpisah. Ada rombongan yang ke cibiru ada juga rombongan ke Jatinangor. hehe
Dan aku masuk ke rombongan Jatinangor...

 Setelah sampai di kosan, eh si Bapak nelpon. Aaaaaaaaaahhhhhh JAdi pengen pulang deh. heuheuheu.....

0 komentar:

Poskan Komentar