It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

IKASOS? What's that?

Ckckckck... Dasar nih si nay... Besok UTS, sekarang masih santai-santai di rumah. Bukannya udah berangkat ke medan pertempuran. ahahaha
Memang ya? kalo sudah ada di rumah itu, suka males pergi lagi. Sudah betah. ahahaha

Hmm... Lagi ingat masa di pesantren dulu nihhh. Makanya, kali ini aku ingin berbagi cerita tentang apa ya? Tentang orang-orang yang menjadi salah satu motivatorku juga. hihihi
Nah, entah siapa ini penggagasnya. Yang jelas aku baru tahu kalo ada kumpulan orang-orang ini setelah aku keluar dari pesantren mungkin hampir setahun setelah meninggalkan pesantren.
Tahu nggak, mereka itu selalu kompak tahu! Bahkan mungkin lebih care dibandingkan pada saat masih di pesantren dulu. 

Ya, kami dulu satu pesantren. Dan membentuk sebuah ikatan menjadi IKASOS alias Ikatan Soulmate Syifaush-shudur. Kocak memang, kalo misalnya baca namanya. Bahkan awalnya aku juga merasa aneh. "Wew apaan itu IKASOS?" ahaha. Tapi setelah melihat kabar dari mereka, kemudian melihat foto-foto kegiatan mereka. Aku jadi kangen deh ke masa pesantren. Padahal mereka cuma berkumpul-kumpul doang coba. Nggak lebih. Tapi busyeeet deh... Rasanya aku merasa nyaman dengan mereka jika dibandingkan dengan yang lainnya. 

jengjrenggg....
Ini dia.....

oalah, tapi cuma satu ya gambarnya sayangggg.... heuuuu

Tapi keunlah teu kunanaon nya? wkwkwkw

Hmm... Biasanya, aku selalu terhibur sih kalo berada dekat mereka. Kami merasa seperti keluarga (Ups, aku sih. tapi entah dengan kalian).. Walau belum pernah aku ikut bergabung dengan mereka, tapi dengan berkomunikasi melalui dunia maya pun aku bisa merasakan betapa care-nya mereka. Grrrrr.... Tidak JAIM seperti pas di pesantren dulu. wkwkwk
Rasanya kekeluargaan disini terasa lebih lekat. 

Hmm... Biasanya, kalo kita sudah keluar dari sebuah komunitas kan langsung menghilang tanpa jejak. Tapi tidak dengan mereka. ckckck... Pokonya, salut deh. Aku juga bersyukur bisa bertemu dengan mereka. Setidaknya tali silaturahim antara kami (para alumni), tidak terputus hanya sampai sini saja. wkwkwk
Lebay ah......

hmm... hatur nuhunnya ceman-ceman, eh salah akang-akang.hehe kalian telah memberikan senyumanku yang sempat hilang. dan membuatku kembali seperti dulu. ekekekekek....
hatur nuhun pisannya, mas agus, a jajang, a rofi, a mumuh, dll. pokona mah sadayana lah... hehe


Materialistis

Oalaaahhh... Ini dipinggir rumah ada yang nikahan, jadi pengen langsung pulang ke kosan deh. ahahaha 

Hmm... Well, kali ini aku ingin bercerita tentang orang-orang yang berubah sikapnya lantaran melihat orang atau temannya hanya dari luarnya saja.
Gggggrrrr.... Ceritanya gini, dulu ada seorang perempuan yang nyantri. hmm... Kira-kira berapa lama ya, dia nyantrinya? *Lupa deh...
Nah, di ceritanya di pondok kan ia tidak boleh pakai celana. Walaupun itu celana bahan atau apapun lah itu namanya. Jadi mereka setiap hari dia memakai rok. Nah, tiba saatnya olah raga (di sekolahnya). Yang namanya olah raga itu kan harus pake celana ya? Masa iya sih kita ikut lomba lari pake rok ya kan? Nah, si cewe ini pake celana dongs. Terus ketahuan deh sama orang atau temennya (cowo) yang kebetulan juga satu pesantren dengannya. Alhasil, berubahlah sikapnya karena melihat si cewe tersebut pake celana. 

Hmm... Kenapa ya? mereka hanya melihat dari luar saja. Padahal cewe itu bener-bener sholehah. Hanya saja ia tidak pernah menunjukkan keshalehahannya pada orang lain. Sehingga ia selalu menyembunyikan perbuatan baiknya. 

Jengjrenggg....

Aku mau tanya deh, kalian kalau melihat seorang wanita akhwat atau tidaknya itu darimana sih? Pakaian? tingkah laku? atau apa?

Kebanyakan orang menganggap seorang akhwat atau ikhwan itu hanya dari yang terlihatanya saja ya? Jarang sekali melihat orang dari dalamnya. Makanya dalam fenomena diatas, seringkali si cowo langsung ilfill ketika melihat cewe yang tadinya selalu memakai rok tiba-tiba pakai celana.  Gggggrrrrrr......
Diluar kejadian itu juga. Ketika seorang cewe yang biasanya memakai rok kemudian tiba-tiba memakai celana maka terkadang si cowo tersebut tidak ingin mendekatinya kembali. 
Halaaaahhhhh.....
Aku heran dengan mereka, apakah mereka hanya melihat dari penampilannya saja? Lantas mereka langsung menyimpulkan bahwa si cewe yang tidak memakai tok itu tidak islami.
*gubrag 
Please deh....
Open your soul... ahahah

Awalnya aku juga seperti itu, namun aku selalu berpikir positif. Karena belum tentu orang yang berpakaian tertutup pun bisa berarti orang yang sangat shaleh or shalehah. 
Ukuran keshalehan itu yang menilai hanyalah Alloh. Yang mengetahui bahwa orang itu shaleh atau nggaknya itu hanyalah Alloh. Pernah ada salah satu dosen aku yang bilang bahwa "belum tentu orang yang kamu anggap sebagai orang yang paling shaleh itu adalah ....." kemudian belum tentu setan itu adalah setan, siapa tahu setan itu adalah diri kita sendiri.

Ya kan?
Aku pribadi sih mikinya ia...
Karena belum tentu orang atau cewe yang tidak memakai rok itu tidak SHALEHAH!

So, jangan lihat orang dari luarnya. Tapi lihatlah dari hatinya. :)

Antara Geram dan Haru


*********

zzzzzz......
Idul Adha kali ini bersama keluarga. Tahun kemarin di kontrakan dan tahun-tahun sebelumnya di pesantren. Grrrrr..... Kebetulan di rumahku nggak ada TV, tapi untunglah aku membawa sahabat sejatiku yang selalu menemani kemanapun aku pergi. *lebay* hahaha.... 
Dan duarrrrr.... Pas aku buka situs kompas, yang pertama kali muncul adalah berita yang berjudul "Buruh meninggal dengan sekantong daging kurban"......
Oh Tuhaaaannnn,,,, Sumpahlah, hatiku merasa sakit setelah membaca tulisan itu. Ya, memang ia meninggal bukan karena berdesak-desakan untuk mendapatkan daging kurban sih. Tapi kenapa sih berita-berita seperti ini selalu muncul setiap Idul Adha?

Hmm... ditambah lagi dengan kabar tentang polisi yang melarang warga Ahmadiyah untuk beribadah (sholat Ied) dan memotong daging kurban. Kenapa coba mereka harus melarang-larang segala? mereka punya hak asasi untuk beribadah juga kali, Pak. Jangan berwenang semena-mena dong... Jangan hanya karena mereka Ahmadiyah, lantas bapak melarang mereka untuk beribadah. 
Menurut aku sih, mau itu Ahmadiyah, NU, Persis, Muhamaddiyah, atau apapun itu sama saja lah. Yang penting kita punya dalil masing-masing. Dan bagi kita, yang mengaku umat muslim. Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain lah. Seharusnya kita tetap bersatu. Bukankah nanti bakal ada 78 golongan??? dan hanya satu yang benar? Ya, sudahlah. Menurutku, kita tidak boleh terlalu etnosentris dengan yang lain. Seharusnya kita sesama umat muslim harus hidup dengan rukun. Bukankah Tuhan itu menyukai kerukunan ya? Dan menyuruh kita untuk hidup rukun?
Jangan egois dengan kehidupan masing-masing. 

Hmm... Niatnya mau refreshing, tapi lihat ada berita kayak gini jadinya malah gggggrrrrrrr......

Tapi hati ini juga tersanjung ketika melihat ada berita dengan judul "Setelah menabung 3 tahun, pemulung itupun berkurban 2 kambing terbesar"

Ya alloh, ternyata semangat mereka sangat tinggi untuk beribadah padaMu. Malah, mungkin semangatku juga terkalahkan oleh semangat mereka. Semoga keberkahan selalu menghiasi hidup mereka. Amiin...

*Dreams will be come true, if we can belief that will come true!
Dan mereka telah membuktikan bahwa mimpi mereka mampu diwujudkan dengan semangat yang kuat!


Jangan mengatur semena-mena

Polisi? Polisi itu siapa sih?
apakah polisi itu aparat negara?
Atau hanya pajangan profesi yang cukup bercahaya?
Polisi?
Bukan berarti dengan profesi tersebut kamu bisa berlaku sewenang-wenang dong.... ya kan?
Tugas polisi itu apa sih? Pasti engkau yang bergelar polisi lebih mengetahui tugas yang sebenarnya dari polisi tersebut. Akan tetapi, terkadang kami para masyarakat dibuat berpandang negatif dengan tingkah sebagian polisi yang ada di negara ini. Khususnya yang di daerah. ....
Tapi aku tak ingin membuka semua yang kulihat kali itu, aku hanya sekedar ingin melepas kekesalanku kemarin saja.

Kemarin, jalanan begitu ramai. Bahkan jalan yang tadinya adem ayem, sekarang berubah menjadi macet. Kami seolah dibuat merayap olehnya. Hatiku bertanya "Tumben, sayang-jatinangor macet. Biasanya juga tidak". Namun, hatiku masih dibuat tenang. Karena kupikir mungkin ada sesuatu yang membuat macet hari ini. Atau bahkan, Tuhan membuat jalan ini macet, karena Ia berusaha untuk menjagaku. 
Lima belas menit berlalu, kami masih terjebak dalam kemacetan. Sang sopir rasanya sudah tak sabar lagi dibuatnya. "Alaaaahhhh sabarnya neng, ieu emang ge ti tabuh 3, dugi-dugi kadieu jam sakieu. Aduh karunya teuing, meni tos bobolokot kesangan. puntennya neng" Katanya. 
Aku hanya tersenyum melihat sopir itu. Kupikir, ia memang baik. Sampai memperhatikan para penumpangnya. 
Hmm... Beberapa menit kemudian, akhirnya kamipun keluar dari kemacetan. Hatiku lega. kemudian kulihat jam, ternyata sudah sangat sore. Meski perjalanan untuk menuju rumahku itu hanya sebentar, tapi kupikir pasti tidak mudah untuk mendapatkan bus yang langsung ke rumahku. Biasanya sore-sore begini banyaknya bus yang jurusan Tasik. 
Tapi dasarrr.. beberapa menit setelah kami keluar dari kemacetan, tiba-tiba kami terjebak macet lagi. Haduuuuhhh..... mungkin Tuhan sekarang sedang menguji kesabaranku. 
Hmmm, hati ini mulai agak kesal. Ya, betapa tidak? Bus Karyawan, masuk ke daerah Sayang yang masih diperbaiki jalannya. Sontak semua pada marah "Oalahhhh, bego amat. Bukannnya di pintu masuk sudah diberitahukan bahwa Bus dan Truk tidak bisa masuk karena jalan sedang dalam perbaikan?" 
Mendengar ocehan para sopir serta pengendara laiinya, aku kembali tertawa. Mereka terkadang bertingkah lucu, terkadang juga anehhh.... Beberapa menit menunggu, ternyata kamu belum juga keluar dari kemacetan tersebut. Baru setelah ada beberapa polisi, jalan sempat kembali normal, meski yang normalnya bergantian.hihihi
Angkot yang kami tumpangi, kembali jalan. Namun, setelah sampai ke depan markas Brimob dekat kosanku yang dulu. Tiba-tiba kamu dikagetkan lagi dengan kemacetan.
"Oh tuhannn.... Kali ini aku benar-benar sudah kehabisan kesabaran" Pasalnya, polisi yang berdiri di depan gerbang brimob itu hanya terus-terusan mempersilahkan orang-orang yang mau keluar dari sana, dan menyetop kami. Okelah, pertama mungkin aku berpikir bahwa mereka adalah orang-orang yang penting. Namun, setelah hampir 10 menit kami tidak dipersilahkan untuk maju juga, darahku rasanya semakin naik. Sempatku berpikir "Memang benar, dunia ini hanya mementingkan mereka yang berkuasa saja. Tidak melihat ke rakyatnya".
Hahhh,,, sumpahlah greget banget. Harusnya adil dong, mereka satu menit, kita juga satu menit. Dan ya, seharusnya mereka tahu apa yang mereka perbuat. Yaitu, membuat jalan kembali macet.
Ggggggggggggggrrrrrrrrrr........ Ada-ada aja nih ulah para aparatur ini.

Heee.. Maaf ya pak. aku hanya mengeluarkan semua kekesalanku. Kupikir, bapak seharusnya berbuat adil dong. Kami macet, bapak juga harusnya macet.ahahaha......
*Ups...
Maaf ya... Semoga tidak tersinggung :)

new activity

Yuuuuu.... Awal bulan depan, banyak sekali undangan yang sudah datang. Ahahaha Bahkan satu hari ada yang tiga undangan. Haduhhh bingung sih mau datang ke yang mana? Tapi semuanya teman-teman yang pernah berjuang dalam satu atap eum.. Oalahhh hihihi
Tapi semoga Alloh mengizinkan aku untuk pergi ke kalian semua deh, hehe
Barakalloh teman-temanku, semoga kalian menjadi keluarga SaMaRa alias Sakinah, MAwadah, wa Rohmah... :)

Dibalik kesibukan kalian untuk mempersiapkan pernikahan kalian, aku disini sibuk dengan kegiatan baruku. Kini aku beserta teman-teman menjadi perintis pertama LBP (Lingkar Belajar Padjadjaran), ownernya teh Ani Wahyu. Hmm...
Kemarin kami baru saja dikukuhkan menjadi pengajar tetap. 

Awalnya ini hanya sekedar kumpul-kumpul biasa. Paling main bareng, sepedaan, arisan, jalan-jalan dan sebagainya. Namun dari sana, muncullah ide seseorang untuk mendirikan lembaga bimbel di Jatinangor. Kan jatinangor masih jarang ya? dengan bimbel. Ide ini muncul dari teh Ani. Nah, nah, hingga akhirnya kamipun bersiap menjadi pengajar pertama di LBP ini. Dengan niat yang ikhlas, karena Alloh.

Ya, selain sibuk itu. Aku juga mengisi sebagian waktu ku untuk kembali belajar bela diri, setelah beberapa tahun meninggalkannya. Hmm... Semoga kegiatanku ini berkah semuanya amiiinn

.....

Bismillaah,,,
Satu langkah awal menuju target selanjutnya...
"Ya Alloh, jika memang Engkau menghendakiku untuk menjejakkan kaki disana. Maka permudahlah semua urusanku mengenainya. Namun, jika belum saatnya. Tentramkanlah hati ini dengan semua keputusanMu"

Apa Targetmu?


Pernah baca buku ini tak?
Uduuuuhhh bucunya lucu banget, tapi mengandung makna yang tak kalah luar biasanya dengan lucunya. 
Ya, ya...
Buku ini bercerita tentang seorang mahasiswa yang nggak lulus-lulus. Nggak lulus karena ia tidak mau jadi seorang pengangguran. 
Ia bilang bahwa "Wisuda itu adalah pengangguran yang tertunda".
So, dia lebih betah jadi mahasiswa dari pada jadi pengangguran. hihihii Lucu sih, tapi ya, ya, ya...








Nah, sekarang aku mau nanya deh. Kalian sudah punya target kalau misalnya sudah lulus kuliah belum? Kalau belum, mending buat dari sekarang deh. Daripada nanti kita jadi seorang pengangguran. Kemarin aku denger cerita dari temen kosan yang baru lulus dan ada juga yang udah lulus beberapa tahun lagi. 
Mereka sekarang sedang sibuk mencari pekerjaan. Mereka bilang, ketika mereka pertama kali di wisuda, ya mereka memang merasakan senang alias bahagia yang sangat amat. Namun, beberapa minggu kemudian mereka mulai berpikir mau melakukan apa? Dan karena tidak punya target hidup, akhirnya mereka hanya duduk diam di rumah. Dan baru berpikir setelah beberapa bulan kemudian. 
setelah itu, barulah mereka mencari kerja.....
Dan tahu nggak?
Nyari kerja itu susaaaaaaaaahhhhh... cenah. 
Selama beberapa bulan mereka kerja, ternyata mereka belum diterima ditempat manapun sekarang. heuheuheu

Hmm... Nah, kata aku sih mending rencanakan dari sekarang. Target yang akan kita capai selama kita hidup itu mau apa? Nanti kalau udah lulus mau jadi apa? Mau ngapain? Biar nanti kita nggak kebingungan. 
;)



Hmm... Sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah suatu kaum sehingga mereka mengubah dirinya sendiri..... 

Narsisme...

Narsis bentar ah!
Ups... hahaha
Setelah berjumpa dengan Mas Gol A. Gong ternyata semangat nulisnya semakin meningkat. Tapi ya, harus pinter bagi-bagi waktu sama kuliah.he
Nggak mungkin kan aku harus jadi mahasiswa abadi gara-gara aku terobsesi dengan nulis. Widiiiihhh nggak lucu deh kalo misalnya ada berita "Sang Penulis Itu adalah Mahasiswi Abadi" Oalaaaahhhh amit-amit deh, jangan sampai Ya Alloh.
Hmm... Untuk membagi waktu mungkin memang sulit. Tapi sulit itu sesungguhnya jika kita berpikir sulit. ahahah Caileeeeeee 
Ya itu sih menurut aku. Menurut kalian gimana?
Disini aku menerima sebuah energi besar yang diberikan oleh Mas Gol. wooowww Makasih ya mas... Hatur nuhun pisan...
Insya Alloh ilmunya langsung diterapkan! :)


Wew, narsis season 2 nihhh...
Ini kang Geri alias Kun Geia..
Ilmu yang keduapun diserap dari beliau. wihihihi
Nah, kata Kang Kun, nulis itu tidak memerlukan waktu sampai setahun. Satu atau dua hari saja bisa selesai. Namun, kembali pada diri kita sendiri. Apakah kita memang benar-benar atau tidak?
Semua permasalahan yang ada dalam diri kita ketika menulis itu dapat dirangkum menjadi sebuah kata. Yaitu MALAS!!!
Walahhhh mendengarnya, jempolku langsung ngacir deh.
Karena memang salah satu permasalahan yang ada pada diriku itu mungkin salah satunya MALAS hingga menyebabkan banyak bermunculnya berbagai alasan.
Kalau kaya gitu, nggak bakal rampung-rampung kali ya tulisan aku.
Idiiiihhh jangan sampai deh
Okelah kang. Sekarang tekad untuk merampungkan tulisanku dalam waktu satu tahun akan kuubah deh. Menjadi satu bulan saja. hehehe
Karena masih menyesuaikan jadwal. 
Semangaaaaaaaaaaaaaatttttttttttt.................



Biarkan Gambar yang Bercerita

Garut Membaca @ Syifaush-shudur


























Dissafection of Me




Aku tahu engkau pusing. Tapi setidaknya sebagai leader, bersikap bijaklah. Jangan gampang terbawa emosi. Karena dengan emosi, semuanya tidak akan menyelesaikan masalah. Yang ada, hanya kobaran api yang kan memunculkan pertikaian.
Bersikap lebih bijaklah teman!

Seandainya engkau terus bersikap seperti itu, niscaya kalian tidak akan pernah bersatu. Kalian hanya akan membawa ego kalian masing-masing.

Memang benar, pada dasarnya manusia itu egois. Tapi kalau kita hidup dalam sebuah organisasi, maka hilangkanlah ego kalian! Kemudian tanamkanlah rasa tanggung jawab kalian terhadap tugas kalian masing-masing! Jangan hanya mementingkan ego sendiri. Ingat ini acara kita semua, bukan acara satu orang saja.

Aku tahu potensi kalian itu sangat bagus, maka dari itu aku berani mengorbankan semuanya demi kalian. Demi kota kelahiranku juga. Aku tidak ingin hanya aku yang maju untuk meraih kesuksesan, tapi aku juga ingin membawa kalian untuk menjemput sebuah kesuksesan tersebut. itulah sebabnya aku berani untuk mengorbankan diriku sendiri.

Maaf, jika aku lancang telah ikut campur terhadap masalah kalian. Tapi itu semua aku lakukan hanya karena aku sayang kalian, aku ingin kalian bangkit dan aku hanya ingin mewangikan nama kota kelahiranku. Maaf, jika ternyata itu semua salah. Teman, aku tidak menginginkan sesuatu yang lebih dari kalian. Aku hanya ingin kalian kembali bangkit seperti dahulu kala. Aku hanya ingin kalian bersama berjuang untuk menjemput kesuksesan kita semua.

Dan aku hanya mampu menuliskan semuanya disini, aku tidak berani langsung bicara pada kalian hari ini karena kalian masih terbelenggu oleh emosi. Sedang aku tak mampu membendung semua rasa sayangku pada kalian. Aku tak ingin hidupku digrogoti virus yang merusak jiwa hanya karena aku membendung apa yang aku rasakan hari ini.

sebenarnya aku juga kecewa, karena sikap kalian yang seperti tidak pernah sekolah. Tata sopan santun kalian di rumah seorang kiyai mana? Apa perlu aku ajari dulu? Apa perlu aku kasih tahu dulu? Kalian kan lebih dewasa dari aku, seharusnya kalian sadar diri dong teman-teman...

Sekarang aku faham, kenapa selalu terjadi permasalah intern dalam komunitas kalian. Pertama, kalian masih mementingkan ego kalian masing-masing, hingga kalian tak bisa bersatu (kurang bekerja sama satu sama lain). Kedua, kalian masih kurang bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan pada kalian. Ketiga, tidak ada rasa saling memiliki diantara kalian. Hingga akhirnya kalian acuh tak acuh terhadap teman kalian sendiri. Tak peduli mereka sedang kesusahan dalam tugas mereka atau apapun. Keempat, sikap bijaksana yang belum tertanam pada diri kalian. Kelima, komunikasi yang buruk.  Keenam, manajemen waktu yang buruk. 

Keenam hal itulah yang menurut analisisku  membuat komunitas kalian tidak berjalan dengan baik. Namun, itu hanyalah garis besar yang aku tulis. Selebihnya silahkan kalian pikirkan sendiri.

Teman, tahukah kau? Betapa indahnya berorganisasi jika kalian sudah memiliki rasa saling memiliki, sikap bijak, tanggung jawab yang baik, manajemen waktu yang baik serta kemunikasi yang baik antar anggota.
Aku disini, berbicara seperti ini. bukan berarti aku menasihati kalian. Aku hanya ingin membagikan pengalamanku selama beberapa tahun berorganisasi yang penuh berkah serta nikmat yang begitu melimpah.

Setiap berorganisasi, aku selalu bertanggung jawab terhadap semua perbuatanku. Baik itu benar maupun salah, aku selalu mempertanggung jawabkannya. Kemudian, aku selalu melakukan semua aktivitas yang dicanangkan dalam organisasi ini dengan keikhlasan. Aku niatkan dalam diriku sendiri untuk mencari ridho Alloh serta menambah softskill kita dalam berbicara, berkreativitas, bertanggung jawab dan lain sebagainya. Selain itu, aku selalu menganggap semua orang yang berada dalam organisasiku sebagai keluargaku sendiri, hingga akhirnya kami mempunyai rasa saling memiliki hingga saling membantu dalam setiap hal apapun. Tugas yang begitu beratpun, serasa ringan karena kami tanggung bersama dengan saling membantu satu sama lain.

Selain itu, aku juga selalu menjaga komunikasi dengan anggota-anggota yang lainnya. Hingga setelah organisasi ini berakhirpun, kami selalu menganggap bahwa kami masih dalam satu atap rumah.
Dengan begitu, aku merasa hidupku lebih baik. hidupku begitu nyaman. Hidupku begitu tentram kala aku berada di antara mereka. dan rasa nikmatpun selalu kami rasakan bersama.

Maaf, atas semua hal yang telah kulakukan pada kalian. Maaaaafffff.... maaaafff banget. Aku sayang kalian!aku tidak bermaksud untuk menasihati, hanya sedikit menumpahkan kekesalan yang takut kan menjadi penyakit bagiku. Dan aku takut, waktu kan memisahkan kita dengan begitu cepat. Aku harap kalian bisa membaca semua ini, karena aku tak mampu untuk membicarakannya pada kalian tadi. Maaf ya,,, sekali lagi maaf... L
AKU SAYANG KALIAN !

8 Poin Hikmah Hari ini


Sungguh, hari ini adalah hari yang paling terbego sedunia... 
Biasanya aku mengerjakan tugas dengan baik, namun entah kenapa malam itu aku malah tertekan dengan tugas yang diberikan tersebut. Entah tekanan apa yang sebenarnya membuatku untuk berprilaku layaknya seorang anak SD yang tidak mengerti apa-apa tentang tatacara penulisan serta fokus dari tulisan tersebut. 


Hati kecilku berkata bahwa sebenarnya tugas yang baru saja aku selesaikan itu merupakan sebuah tugas yang mungkin terjelek dan bahkan aku sendiri sampai tidak tahu apa yang sebenarnya ku tulis dalam tugas tersebut. Firasatku sudah menandakan yang tidak baik, namun aku bersikap keras dan berusaha untuk tetap mengirimnya tanpa mengoreksi kembali tulisanku tersebut. 

Alhasil, temanku marah besar! 

Well, itu memang pure kesalahanku. 

"Terima kasih ya, Rav kamu telah memarahiku" Sumpah Rav, aku kaget banget pas kamu marah. Serasa ada sebuah pukulah keras yang tiba-tiba menghantam jiwa. Hingga membuatku bisu akan kata-kata. Badanku tiba-tiba terasa panas,  sesak didada dan serasa tak ada orang lain selain kita. Namun beruntunglah karena aku  mampu membendung mata ini. Akhirnya, fokus kuliahku pun mulai pudar sampai waktunya selesai. Biasanya, aku selalu bekerja maksimal kok, dalam pekerjaan apapun. Tapi entah kenapa malam itu aku serasa ditekan dari berbagai sudut. Jadi gitu deh hasilnya. Padahal aku ngerti apa yang diomongin buku itu, hanya saja  semua kosa kata yang aku kuasai tiba-tiba menghilang. Dan akupun bingung harus menuliskan apa. 

Huaaaaaaaaahhhhhhhh :(
Aku janji deh, lain aku tidak akan berbuat seperti itu lagi. Baik dalam pekerjaan kelompok maupun pekerjaan pribadi. Aku nggak mau ada orang yang membentak-bentak aku. Sejak kecil  aku  tidak suka dibentak orang lain. :'(

Maafkan aku teman-temaaaaaannnnnn!
:'(

Baiklah, kali ini aku ambil sisi positifnya saja.
Pertama, jangan mengerjakan tugas dalam keadaan tertekan. Karena hal itu malah menjadikan diri kita terlibat dalam masalah yang begitu besar. Seharusnya, biarkan tekanan itu pudar dulu kemudian barulah mengerjakan tugas.
Kedua, tidak boleh menganggap enteng sebuah tugas.
Ketiga, fokus dalam sebuah acara boleh. Tapi jangan sampai melupakan hal yang lebih penting dari pada itu.
Keempat, memanage waktu yang lebih baik lagi.
Kelima, belajar lebih bijak lagi.
Keenam, perbanyak positive thinking.
Ketujuh, lawan malas!
Kedelapan, bangun koordinasi yang lebih baik lagi!

Bayangnya Telah Kembali



Astagfirulloh, entah apa yang kulakukan kemarin. Tapi rasanya masih melekat dalam hati. Seakan ada rasa yang berkecambuk dalam jiwa, hingga akhirnya memaksaku untuk menuliskan semuanya disini. 
Kemarin adalah kali pertamanya aku menghadiri acara reuni di Pondok Pesantrenku yang dulu. Dari awal, aku memang sudah merasakan bahwa akan ada sesuatu hal yang terjadi padaku. Entah itu apa, yang pasti hal itu membuat hatiku tak karuan. 
Tepat, pukul 09.00 WIB aku tiba di Pndok dengan sejumlah barang bawaan yang harus kubawa. Karena aku harus kembali berangkat ke tempat yang selama ini aku singgahi. Sebelum masuk ke Pondok, terlebih dahulu kutitipkan sejumlah barang itu di rumah guruku tercinta. (Aku memang sudah menganggapnya sebagai kakak sendiri sekaligus guru yang selalu membimbingku).
Setelah itu, barulah aku masuk ke Pondok. 

Orang yang pertama kali kutemui adalah seseorang yang pernah aku benci. Namun, seperti ada magnet penyatu kembali. Tanpa sadar, aku langsung bersalaman dengannya kemudian berbagi cerita kembali. Ya, ia memang sahabat sekaligus kakakku waktu itu, namun karena ada sesuatu hal yang membuat persahabatan kami rusak, akhirnya kami pun menjauh. Hmm... Tuhan, rasanya engkau membuatk hidupku semakin berkah Ya Alloh, karena Engkau berhasil menyatukan hati kami kembali dengan tanpa rasa benci sekalipun. 

Kemudian, akupun bertemu dengan seseorang yang mungkin aku kagumi. Dan pertemuan itu tanpa disengaja. Setelah selesai mendengarkan ceramah, aku bermaksud untuk pergi keluar karena charger laptop ku ketinggalan. Saat diperjalanan, aku melihat ada 2 orang yang nampaknya satu orangnya aku tak kenal. Saat itu aku berusaha untuk mengingatnya, namun tak teringat. Hingga kemudian adiknya memberitahukanku bahwa dia adalah kakaknya.
Oh Tuhan, seketika hatiku menjadi gemetar, tubuhku tak karuan, pikiranku pun mulai bergoyang. Aku bingung harus mengambil jalan yang mana, karena cuma ada satu-satunya jalan untuk mencapai tujuanku. 
Akhirnya, dengan terpaksa akupun mengambil jalan dimana mereka berada. Saat itu, ia menyapa adiknya. Kemudian aku tertunduk diam, tidak berani mengatakan hal apapun. Bahkan untuk memandangnya saja aku tak berani. 
Kejadian itu mungkin hanya beberapa detik saja, tapi rasanya hal itu kembali membuatku tergoncang. Diperjalanan pulang, perasaanku tak karuan. Aku merasa bahwa akulah orang paling bego sedunia. Pasalnya, aku yang sebagai rakyat biasa seharusnya tak perlu bermimpi menjadi putri.
Alahhhhh maaaa.... Ternyata dibalik rasa bahagia (karena bertemu teman-teman seperjuanganku dulu), tersimpan rasa sedih yang berkecambuk dalam jiwa.......
Air, tanggapilah ocehan temanmu ini. Aku sudah terlalu pusing dibuatnya, dan hari ini aku ingin bicara pada Tuhan dan dirimu......