It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Bayangnya Telah Kembali



Astagfirulloh, entah apa yang kulakukan kemarin. Tapi rasanya masih melekat dalam hati. Seakan ada rasa yang berkecambuk dalam jiwa, hingga akhirnya memaksaku untuk menuliskan semuanya disini. 
Kemarin adalah kali pertamanya aku menghadiri acara reuni di Pondok Pesantrenku yang dulu. Dari awal, aku memang sudah merasakan bahwa akan ada sesuatu hal yang terjadi padaku. Entah itu apa, yang pasti hal itu membuat hatiku tak karuan. 
Tepat, pukul 09.00 WIB aku tiba di Pndok dengan sejumlah barang bawaan yang harus kubawa. Karena aku harus kembali berangkat ke tempat yang selama ini aku singgahi. Sebelum masuk ke Pondok, terlebih dahulu kutitipkan sejumlah barang itu di rumah guruku tercinta. (Aku memang sudah menganggapnya sebagai kakak sendiri sekaligus guru yang selalu membimbingku).
Setelah itu, barulah aku masuk ke Pondok. 

Orang yang pertama kali kutemui adalah seseorang yang pernah aku benci. Namun, seperti ada magnet penyatu kembali. Tanpa sadar, aku langsung bersalaman dengannya kemudian berbagi cerita kembali. Ya, ia memang sahabat sekaligus kakakku waktu itu, namun karena ada sesuatu hal yang membuat persahabatan kami rusak, akhirnya kami pun menjauh. Hmm... Tuhan, rasanya engkau membuatk hidupku semakin berkah Ya Alloh, karena Engkau berhasil menyatukan hati kami kembali dengan tanpa rasa benci sekalipun. 

Kemudian, akupun bertemu dengan seseorang yang mungkin aku kagumi. Dan pertemuan itu tanpa disengaja. Setelah selesai mendengarkan ceramah, aku bermaksud untuk pergi keluar karena charger laptop ku ketinggalan. Saat diperjalanan, aku melihat ada 2 orang yang nampaknya satu orangnya aku tak kenal. Saat itu aku berusaha untuk mengingatnya, namun tak teringat. Hingga kemudian adiknya memberitahukanku bahwa dia adalah kakaknya.
Oh Tuhan, seketika hatiku menjadi gemetar, tubuhku tak karuan, pikiranku pun mulai bergoyang. Aku bingung harus mengambil jalan yang mana, karena cuma ada satu-satunya jalan untuk mencapai tujuanku. 
Akhirnya, dengan terpaksa akupun mengambil jalan dimana mereka berada. Saat itu, ia menyapa adiknya. Kemudian aku tertunduk diam, tidak berani mengatakan hal apapun. Bahkan untuk memandangnya saja aku tak berani. 
Kejadian itu mungkin hanya beberapa detik saja, tapi rasanya hal itu kembali membuatku tergoncang. Diperjalanan pulang, perasaanku tak karuan. Aku merasa bahwa akulah orang paling bego sedunia. Pasalnya, aku yang sebagai rakyat biasa seharusnya tak perlu bermimpi menjadi putri.
Alahhhhh maaaa.... Ternyata dibalik rasa bahagia (karena bertemu teman-teman seperjuanganku dulu), tersimpan rasa sedih yang berkecambuk dalam jiwa.......
Air, tanggapilah ocehan temanmu ini. Aku sudah terlalu pusing dibuatnya, dan hari ini aku ingin bicara pada Tuhan dan dirimu......


0 komentar:

Poskan Komentar