It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Inspirasi Dipenghujung Bulan Mei: Gerbong Kereta dan Baca

Tepat pukul 2 siang tadi, aku berangkat ke kampus untuk mengikuti kuliah umum. Tempatnya di bale sawala-Gd. Rektorat UNPAD. Yang menjadi pengisi di acara tersebut adalah Bapak Dr. Sujatmiko (Duta Besar Indonesia di Sudan). Beliau berbagi pengalamannya selama bekerja di Sudan. Kupikir, ini adalah Jokowi kedua. Karena aku belum pernah bertemu dengan diplomat lainnya. hingga aku tidak tahu kerjaan diplomat lainnya itu seperti apa. 

Kenapa bisa aku berpikir seperti Jokowi? Bukan karena wajahnya, namun karena kinerjanya. Beliau terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui WNI yang ada disana. Kalau tidak, beliau mengirim utusan untuk mengerjakan hal tersebut. 
Dari beberapa hal yang aku tangkap, beliau cukup cerdik untuk mengatasi warga negara Indonesia di Sudan. Ia juga berani untuk berkunjung ke beberapa kampus dan tempat lainnya di Indonesia untuk mencari sponsor supaya orang Sudan bisa sekolah di Indonesia. Supaya menyeimbangkan jumlah penduduk Sudan-Indonesia yang sekolah di masing-masing negara itu (kaya exchange mungkin ya? Mereka belajar di kita, kita belajar di mereka). Tak hanya itu, ia juga berusaha untuk mengenalkan indonesia dengan diplomasi budayanya. Mengenalkan beberapa ciri khas Indonesia, seperti tari Saman, Jaipong, kendang, angklung, dan lain sebagainya. 

Satu hal yang selalu aku ingat sampai aku tiba di kosan. "BACA"

Beliau bukan dari jurusan hubungan internasional (pada saat tesnya). Namun karena banyak baca, dari 6000 orang beliau termasuk kedalam 60 orang yang lolos untuk masuk di Kemenlu. (Wooo.. Hebat kan?). Kemudian, karena ia merasa minder dengan saingan-saingannya itu, akhirnya ia belajar lagi. S2-Hubungan Internasional. Dan S3 di univ. apa ya? lupa. hehe Pokoknya ia diterima di 5 universitas di Australia. Terus milih Monash University, tapi karena menurutnya ada satu universitas bagus lagi yang menerimanya, ia akhirnya memilih universitas itu. (Haduh tapi akku lupa). 

Untuk menjadi Duta Luar Biasa, ia menunggu sampai 28 tahun. (lamaaaaa). Tapi ya begitulah. Tidak mungkin kita langsung melamar menjadi seorang duta besaar. semuanya dari bawah dulu. :)

Itulah teman, modal dari BACA. Meski ia awalnya bukan jurusan HI, tapi ia bisa mengalahkan sekian orang karena BACA.
Intinya, BACA, BACA dan BACA. 

Kalau pesan dari Pak Ramli Saud, Duta Besar Indonesi di Ethiopia. "Kita itu harus menjadi kereta yang membawa tiga gerbong. Gerbong pertama, pendidikan. Gerbong kedua, organisasi. dan Gerbong ketiga, Cinta." Caileeeee... hehehe
Waktu itu aku dengarnya pas pertama kali masuk kuliah. (Waktu masih OSPEK Fakultas kalau nggak salah).
Tapi, beliau bilang "Kalau kita tidak mampu dengan gerbong ke tiga. Cinta. Karena dia mengganggu, misalnya. Maka kita lepaskan gerbong ketiga. Kemudian, kalau kita tidak bisa juga dengan gerbong kedua. Organisasi. Misalnya karena kita tidak bisa mengatur waktu, hingga akhirnya nilai kita jelek-jelek. Maka lepaskanlah gerbong kedua. Dan berfokus pada gerbong pertama. Yaitu pendidikan. Sekolah yang baik. Belajar yang baik. Demi hal yang kita inginkan. Tapi lebih baik sih bisa tiga-tiganya" hehehe... 

Hmm... Semoga aku bisa menjadi seperti kalian Pak. 
Salam bagi Sudan dan Ethiopia. :)

Satu Langkah Yang Pasti

Hmm.. Gini nih kalo lagi stres, bawaannya pengen nulis banyak. Apapun itu. Yang penting nulis! Hahahaha... Dasar!

Well, aku ingin menceritakan beberapa langkah menuju mimpiku yang mungkin sudah terpenuhi, tinggal menunggu hasil, evaluasi dan kembali melakukan yang lebih baik dari sebelumnya. 

Pertama, untuk jadi novelis internasional.
Beberapa targetku sudah terpenuhi, antara lain : Nulis di blog sebagai latihan dan membiasakan menulis. Ikut berbagai lomba, hasilnya sebagai evaluasi perkembangan kemampuan menulisku. Dan yang terakhir itu adalah mengirimkan naskah novel ke penerbit. Itupun sudah aku lakukan. Sekarang tinggal menunggu pengumumannya. Hmm... Semoga terbit ya Alloh. (Amiiiiin). Nah, sembari menunggu pengumuman, akupun mulai kembali mengedit naskah yang telah dikirimkan. Setelah itu, rencananya aku ingin menulis tentang pemahaman politik lewat bahasa novel. Kan jarang-jarang tuh di Indonesia. Dan ide ini, sedang dalam proses pengerjaan. ahahah.. Semoga bisa! Amiiin.

Kedua, memperbaiki kampung kelahiranku 
Setelah hampir sebulan, aku merintis komunitas "kampung kreatif". Alhamdulillah hingga saat ini, jumlah anak yang terjerumus dalam kesesatanku itu mencapai 20 orang lebih. Hal yang pertama yang aku kembangkan adalah sesuai dengan apa yang mereka inginkan terlebih dahulu. Ya, sebagai pendekatan lah. Jadi, karena mereka ingin belajar tari saman dan drama. Akupun mulai mengadakan kelas suka-suka. Latihannya digelar setiap hari minggu dari pagi sampai sore. Karena ada dua kelas kan? haha.. 
Insya alloh, rencana keduanya yaitu ingin buat camp di bulan ramadhan nanti. Kelasnya berupa kelas alam. Jadi nanti belajarnya tidak di ruangan, tapi di luar. huhuhu... Semoga banyak yang mau ikut. :)

Ketiga, S2 di Jepang. 
Apa ya? Sebenarnya aku belum melakukan hal apapun sih untuk mimpi ini. Aku hanya belajar kembali bahasa Jepang. Serta mencari informasi lainnya tentang Jepang. Aku juga rencananya pengen magang di KBRI Jepang. Bisa nggak ya? Sebelumnya aku memang dikasih inspirasi sama kakak kelas. dia bilang, mending daripada di Kemenlu, mending kamu coba ke KBRI Jepang. Karena suka Jepang kan?
Hahaha... Ada benarnya juga. So, sekarang aku lagi persiapan untuk bisa magang disana. :)

Uji Nyali Hobi : Oprek Metro TV

Kemarin, lagi-lagi aku mencoba apa yang sebenarnya belum bisa kulakukan karena batas usiaku dan statusku sebagai mahasiswa. Tapi ya, kupikir dari pada menyia-nyiakan waktu lebih baik aku ikut aja kegiatan dari metro itu. 

Sebelumnya, aku tidak tahu apa yang sebenarnya diadakan oleh metro tv itu. Pas masuk ke ruangan juga udah selese presentasinya. "Kocak! Baru datang, eh udahan" Pikirku. Kemudian aku tanya pada teman se kos ku. 
"eh, jadi gimana cenah?" Kataku.
"Jadi kita langsung on cam" Jawabnya.
"On cam? maksudnya?" Aku balik bertanya. Karena aku bukan anak komunikasi, jadi aku kurang mengerti dengan apa yang ia maksud.
"Iya, kita nanti disuruh perkenalan di depan kamera pake bahasa inggris, kalo bisa bahasa asing lain, pake aja. Terus ada psikotesnya juga" Jelasnya.
"Oh, emang acara apa sih ini tuh?"
"Open recruitment"
"Hah?"
"Iya. Jadi buat yang mau kerja di metro"
Aku tertawa. 
"Ahahaha... eh, tapi nggak papa lah ya? Kita nyoba buat pengalaman aja. Atau kalo nggak buat magang" 
"Iya sih" Jawabnya.
 Aku kembali fokus pada selembar kertas yang diberikan oleh panitia. Disana tertera ada JDP (Jurnalist development Program), PDP (Production Development Program), Management dan lain sebagainya. 
Ah, nggak papa lah. Pilih JDP sajeuu.. Meski aku bukan anak komunikasi.

Beberapa menit kemudian, setelah mengotak-ngatik kameranya, wanita berambut pendek dengan pakaian biru itu mengambil mikropon lalu berbicara "Ayo, siapa yang mau jadi orang pertama" 
Aku terdiam, masih memikirkan apa saja yang harus ku bicarakan.
"Aku" Kata teteh berkacamata dengan baju biru muda, kacamata dan rambut diikat dibelakang. 
"Wuih, cocok nih setelannya buat jadi presenter" Pikirku.
aku memperhatikannya dari awal sampai akhir. Wuw, lumayan. Tapi kayaknya kurang PD dengan bahasa inggrisnya, jadi suaranya merendah. Tapi saat bicara bahasa indonesia, bagus kok. 

Sebelum aku maju, aku ingin melihat orang lain dulu. Dan berbagai macam ekspresi muncul disana. Ada orang yang selalu menggerak-gerakan tangannya ketika ia nervouse, ada juga yang malah suaranya kecil banget sampai harus diulang beberapa kali. Namun ada juga beberapa orang yang menghilangkan kegugupannya dengan wajah datar tanpa senyum. 
Sungguh indahnya dunia ini. berbagai ekspresi muncul :)

"Ah, mending sekarang aku maju" Kataku. 
akupun maju tepat kedepan kamera itu. Teteh berambut pendek itu mulai mengatur posisiku. Akupun menuruti apa yang ia katakan.  
"Harusnya kamu ikut stand up comedy" Katanya. Aku bingung. Kupikir, aku mau ikut tes jadi presenter bukan jadi komedian. Akupun tertawa kemudian menjawab "ya sih teh, kalo ada aku mau" Semua tertawa. 
"Iya ada tau! Ya udah ikutan deh ntar"  Katanya sambil mengatur posisiku. 
Setelah selesai, akupun mulai bicara dengan tiga bahasa. Inggris, Jepang, dan terakhir Indonesia. 
"Oke nay. Makasih" Katanya. 
"Hai, sama-sama teh" Kataku sembari berjalan, kembali ke tempat. Disana, aku berpikir emang aku lucu ya? Kenapa mereka tertawa.heuheu

***

to be continue