It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Di Kesetengah Pagiku

Hari setengah pagi, nampaknya aku terlalu sulit mengajak mata ini untuk berinteraksi dengan baik. Tanganku meraba dibeberapa wilayah yang tak kutahu wilayah mana itu. Rasa halus dibawah balutan kain tebalpun terasa begitu nyaman. Sejenak, kulihat arah jarum jam yang setengah memaksaku untuk terperanjat dari tempat. Kepalaku berat, pusing tak karuan. Namun, rasa itu kembali memaksaku untuk bermanja-manja padaNya. 

Langkah awal, hidupku terasa melayang. Sedang langkah berikutnya menyusul langkah-langkah yang telah lebih dahulu. Menuruni satu persatu tangga kamar. Hingga tiba diujung dengan pintu terbuka. Aku masuk dan sejenak mengusir rasa kantukku dengan basuhan segarnya sang air. 

"Ah, lumayan segar juga. Semoga Ia memberikan semangatNya hari ini"

Setelah lama bergelut dengan dinginnya air, akupun langsung kembali menuju ruangan sekitar 3x4 yang cukup menenangkan bagiku. Disana tempatku melimpahkan penat kehidupan ini. Penat yang seakan diperlebar oleh harapan-harapan yang diberikan oleh pemerintah pada kami. 
Tapi ah, ya sudahlah. Sudah merasakan kuliah juga aku sudah bersyukur. Semoga Tuhan memberikan sinarNya pada para penjalan sistem ini. Pikitku. 

Subuh ini, seperti biasa aku mengamalkan sebuah amalan yang diberikan oleh ustadzku di Pesantren dulu. Berharap Alloh selalu memberikan yang terbaik bagiku. Dengan sinar yang kurang terang, aku mulai melantunkannya dengan nada pelan. Pasalnya, aku tidak ingin mengganggu tidur temanku, karena dia sedang sakit. 

"Ya Alloh, hamba mohon... Kembalikan hamba ke jalanMu, Ya Alloh. Hamba ingin hidup seperti dulu yang dekat denganMu. Ya Alloh, tak pernah lupa. Hamba juga mohon agar Engkau selalu melindungi keluarga hamba Ya Alloh. Terutama orang tua hamba. Sehatkan mereka semua Ya Alloh. Berikan rizki yang cukup. Dan dekap selalu mereka dalam lindunganMu Ya Alloh. Allohummagfirli waliwalidayya, warhamhuma kamaa robbayani shogiro. Allohumma najihni fil imtihaali wal ihtibaani, bissirri khoulikal qodiimi, bihaqqi kholilika ibraahima 'alaihissalam, waijibtala ibroohima rabbahu bikalimatin faatammahunna, qoola inni ja'iluka linnasi imaama. Rabbana aatinaa fiddunya hasanah, wafil akhiroti hasanah waqinaa 'adzabannar. Walhamdulillahi rabbil 'alamin" 

Kudekap kitab suciku dengan penuh kasih sayang. Kemudian kukecupnya.

Melihat keluar, nampaknya kehidupan masih sepi. Hanya suara mobil yang saling berkejaran yang memecah setengah pagi itu. Cicak serta binatang malam lainnya masih saling bersahutan. Untuk sekedar mengisi waktu, akupun meraih laptop kesayanganku. Kemudian kuletakkan ia diatas guling biru yang selalu menemani tidurku. Kucoba membangunkan l Dan, akupun tenggelam dalam buaian katanya.


Gemertak Rasa yang Bergejolak

"Nggak ada dosen. Absen dibawah!"

zzz... Gemes banget aku kalau sudah begini. Udah cape-cape berangkat ke kampus, ngos-ngosan karena lari dari bawah yang begitu nanjak. Eh, tiba-tiba pas dateng ada notice seperti itu! Shit! Parah banget nih! sumpah parah! Gerutuku sambil mengelus-ngelus dada.

"Hadah, sumpah cape banget aku!" Kataku pada teman. Mereka malah tertawa sembari mengutuk juga. 
"Ehhh,, kalian gimana sih? Ngutuk atau seneng nggak ada dosen?" Kataku kesal.
"Kami itu gemes, pengen nonjok. Udah cape-cape, eh nggak ada dosen"
"Heuh, Iya ya! ngeselin banget iiihhh"

Semester ini sungguh membuat otakku semakin berpikir picik. Pasalnya, keadaan telah memaksaku untuk berbuat seperti itu. Entah mungkin karena aku yang tidak bisa mengendalikan sikon atau apa. But, yang jelas aku begitu takut pada diriku sendiri.
Minggu pertama perkuliahan, aku tidak masuk selama seminggu. Sebenarnya hari senin aku masuk, tapi tiba-tiba sore harinya aku disuruh untuk pulang karena ada kerjaan. Ya, pamanku memasukkan aku sebagai Panitia KPPS di Pilgub Jabar.
Aneh, kenapa aku dimasukin kesana ya? Padahal kan aku masih 19 tahun. pikirku.
Terus sikap temanku yang berubah pun ikut menjadi penekan aku untuk melakukan hal yang keji itu. Mungkin aku adalah orang yang sepicik-piciknya orang. Karena informasi yang biasanya aku sebarkan kepada mereka, sekarang aku genggam sendiri. Pasalnya, aku tidak mau melihat mereka memandangku seperti musuh atau saingan dengan mata yang tajam. Dan terkadang, mereka juga tidak memberitahukan informasi yang mereka buat. So, thats the reason. Kenapa aku berbuat seperti ini sekarang. 
Hari demi hari, aku jalani seperti biasa. But, ditengah perjalanan. Aku terpeleset dengan kelakuanku sendiri. Aku dimarahi oleh salah satu dosen yang biasanya selalu bersikap manis padaku. Nada getar di dada pun tak mampu terhentikan lagi. Namun, seketika aku melumurinya dengan senyuman mesra padanya. Dingin. Tak ada balasan.

"Ok, fine. This is my fault. Tapi, aku tidak akan membiarkan semuanya menjadi gersang" Pikirku penuh kesal.

kupikir, semua takkan berjalan tanpa ada dorongan dari diri sendiri.
Ya, ini mungkin tantangan dari Alloh yang membuatku cukup berfikir untuk menerjang rasa malas. Karena kerap kali dosen tak hadir. Menggertak rasa kesal, karena yang ia ajarkan tak jelas. Ah, masa bodo sekarang! Mau seperti apapun dosennya, sejelek apapun sistemnya, pasti ada hikmah yang luar biasa dibalik sana. 
Ya alloh maafkan aku. Tak sepantasnya aku mengutuk mereka yang rela mengorbankan waktu demi kami. 

Aku meraih buku kecil yang terletak disamping netbook kesayanganku.
Oke, rencana sekarang mesti aku ubah!
Aha! Plan 1 : Perbaiki cara belajar, perbanyak baca, perbanyak nulis (your friend is waiting for you!), ..........

nulis dan terus menulis. Akhirnya, rancangan plan ku semester ini pun beres. Dan kembali bersama tuk menggapai asa.

***
Jatinangor, 19 Maret 2013