It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

???? Rindu

Sejuk? Ada sebuah ketenangan yang menjalar ke seluruh tubuh ini tatkala aku mengenangmu. Sepanjang perjalanan hidup ini, tak pernah rasanya ku kecup embun sejuk selain embun yang telah kau berikan. Disini, dalam surat ini. Aku hanya ingin memberikan terima kasih kepadamu. Aku juga ingin berterima kasih pada suamimu. Setiap saat, mungkin kalian tak pernah aku temui secara lahir, namun aku selalu menyimpan nama kalian dalam lubuk hati yang paling dalam. Oh,ya. aku juga ingin meminta maaf pada kalian. Mungkin terlalu banyak permintaan yang telah kulakukan pada waktu itu. Terlalu banyak tingkah laku yang mungkin membuatmu pilu. Tapi demi semua hal yang mungkin aku inginkan, demi semua hal yang menjadi target hidupku. Kalian rela mengorbankan semuanya untukku. Tapi satu hal yang mungkin aku sesalkan "kenapa aku tidak bisa menggenggam kalian?" Setiap saat aku mendambakan orang seperti kalian, tapi rasanya tidak ada. Kesejukan yang kalian beri itu berbeda dengan kesejukan yang orang lain beri. Oh,ya. Sembari melamun, aku ingin menceritakan sesuatu pada kalian. Sekarang aku sudah dewasa, aku ingin sekali memberikan sesuatu pada orang tuaku. aku ingin selalu membuat mereka bangga denganku. Tapi apa yang bisa kulakukan, untuk makan saja terkadang aku sering meminta pada mereka. Hari ini, detik ini. Aku mencoba untuk melakukan sesuatu, aku ingin menjadi seorang pengusaha kelak jika aku sudah menikah nanti. Aku ingin membantu suamiku. Namun aku juga ingin mengubah semua kehidupan keluargaku. Aku ingin mengangkat semuanya. Tapi pernahkan kalian tahu? Bahwa usaha yang telah kulakukan itu, mandeg beberapa kali. Mungkin seharusnya aku belajar terlebih dahulu atau bertanya pada seseorang yang mungkin telah berhasil. Tapi, hatiku selalu berontak. Mungkin ini belum saatnya aku sukses. Tapi takkan kubiarkan kesuksesan itu lari dari tanganku. Hmmm.... Selain itu, aku pun ingin mnjadi seorang novelis internasional serta Duta Besar Indonesia untuk Jepang. Namun untuk menjadi seorang Duta, kadang aku juga selalu dihantui oleh beberapa ketakutan. Aku ingin kehidupan rumah tanggaku harmonis kelak, namun jika suatu saat nanti yang menjadi imamku adalah seseorang yang mungkin berbeda kerjaannya denganku bagaimana? Apakah ia sanggup untuk menjadi suamiku? Apakah ia akan selalu setia menemaniku? Ataukah? Arrgggghhhh.... Tidak!!! Tapi hari ini, detik ini juga aku harus memikirkan semua hal yang sekiranya bisa menjadi penolak bencana itu. Sungguh ceritaku ini mungkin berbelit, tapi inilah aku. aku selalu penuh dengan warna-warna kehidupan. Oh,ya.pernah ga kalian bayangkan, bahwa sesungguhnya diam-diam aku mengagumi kalian. Aku mempunyai cita-cita yang tinggi ini dari kalian. Setiap hari kalian membanting tulang hanya untuk anak kalian satu-satunya. Kalian mencari sesuap nasi ditengah teriknya matahari. Untuk mendapatkan seratus ribu rupiah, kalian harus mengumpulkan seribu ikat daun mint perhari. Sungguh ironi hatiku tatkala aku melihatmu seperti itu. Air yang mengalir setiap hari dari tubuh kalian itu, rasanya selalu kalian hiraukan. Sungguh aku salut pada kalian. Aku sangat bangga pada kalian. Aku begitu menyayangi kalian. Oleh karena itu, aku akan berusaha sekuat tenaga, sekuat tenaga yang kalian kerjakan bahkan mungkin akan lebih dari kalian. Aku cinta kalian.

おんかぐ を していましよう。。。

Mari Bernyanyiiiiii...... 
たって、 すわって、 ほん を あけって みんな で たのしく はじめましよう てぷ を’きて、 え を みって、 ほん を よなで、 さくぶん おかいて
 Mari coba kita artikan teman-teman... tatte : berdirilah suwatte : duduklah hon o akette : bukalah buku minna de tanoshiku : semuanya menyenangkan hajimemasyou : mari kita mulai tefu o kiite : mendengarkan tape e o mitte : lihatlah gambar hon o yonde : bacalah buku sakubun o kaite : belilah koran *bentuk te () disini adalah bentuk suruhan. misalnya seperti tadi, tatte_たって (berdirilah). awal katanya adalah tatsu_たつ (berdiri), dijadikan bentuk te(て). menjadi tatte (たって).

Sepenggal Episode Hati

Padahal kau hidup begitu jauh dari kehidupanku? 
Padahal kau tak pernah menyapaku sama sekali sejak kau pergi meninggalkan semua kenangan lama ini. Padahal kau mungkin cuek dengan semua hal yang aku lakukan. Kau pergi ke suatu tempat untuk menggapai apa yang mungkin menjadi target hidupmu.
Sebenarnya aku terlalu bosan untuk mengenangmu. Tapi entah kenapa bayangmu itu selalu hadir dalam setiap lamunku. Lamunku yang terkadang terhantui oleh semua hal yang pernah aku alami waktu itu. Entah kenapa setiap aku hadir dalam kekosongan engkau selalu tiba-tiba muncul dalam benakku. Entah kenapa setiap aku melihat bayangmu, rasanya aku terbuai dalam sebuah lamunan yang mungkin mustahil bagiku. 
Aku bingung dengan diriku sendiri. Bahkan aku bosan jika aku harus mengingatmu yang tak pasti. Pernah suatu hari, aku berusaha untuk menghapus memori namamu dari benakku. Namun rasanya sulit, dan bahkan sangat sulit sekali. Berapa ratus kali aku mencoba meyakinkan diriku bahwa dirimu takkan pernah hadir dalam lamun senjaku. Namun beratus kali pula namamu selalu gagal aku musnahkan dari dalam benakku. 
Inikah cinta? 
Inikah cinta yang mungkin selama ini harus kupendam? Tetapi aku tidak bisa menahannya sampai sekarang. Sudah terlalu cape aku mengingat ketidakpastianmu. Sudah terlalu cape pula aku mengharapkan sesuatu yang mungkin sebenarnya takan pernah menjadi sebuah kenyataan. 
Saking capenya,suatu ketika aku berusaha memunculkan beberapa berita yang mengabarkan bahwa dirimu akan segera menikah dengan orang lain. Namun rasanya jurus itu tak pernah berhasil untuk memusnahkanmu dari dalam pikiranku. Terkadang, ketika aku hidup dalam gelombang kehidupan yang rumit. Namamu tiba-tiba hadir untuk sekedar menenangkanku. Aku sebenarnya tidak menyadari hal itu. Tapi namamu begitu menyejukkan setiap langkahku. Sempat kucoba untuk menyapamu, namun terasa sulit rasanya untuk akrab seperti dahulu kala. Aku yang lemah ini, aku yang dibutakan oleh namamu ini, aku yang terkadang dibantu oleh namamu. Begitu merinduimu. Merindui semua hal yang pernah kau lakukan padaku. Meski dahulu begitu menyakitkan bagiku, bahkan sampai aku membencimu. Namun kali ini aku begitu merinduimu. 
Suatu malam, malam yang hening. Sungguh sangat hening. Aku menuliskan semua hal yang aku rasakan untukmu. Namun cukup angin yang memberitahumu. Aku tak mau terlibat terlalu jauh untuk menyayangimu. Aku tak mau terlalu jauh terjebak dalam limbah kasih sayangmu. Mungkin hanya melalui tulisan ini, aku menyuarakan hari-hariku padamu. Mungkin hanya lewat tulisan ini aku menyampaikan rasa rindu ini padamu. Meski bagiku ini hanyalah sebuah rindu yang terlarang. Karena mungkin kau sudah milik orang lain. Karena mungkin kau lebih baik hidup dengan yang lain. Tapi haruslah kau tau. Setiap hari aku selalu mencari informasi tentang keadaanmu. Sungguh, hampir semua orang yang dekat denganku mungkin menyebutkan bahwa aku adalah orang GILA. Orang yang hanya menyampaikan isi hatinya dalam sebuah untaian kata. Orang yang selalu mengharapkan cinta kosong. Tapi, inilah aku. Terserah orang mau berkata apa tentang diriku. Terserah orang mau menyukai kelakuanku ini atau tidak. Yang penting aku bisa hidup dengan lembaiannya. Meski itu hanya lamunan belaka. Gilakah aku ini? Bodohkah aku ini? Bodohkah aku yang mencintaimu? Yang pasti aku dibuat gila hanya oleh namamu. Tak pernah aku menyukai sesuatu hal sampai separah ini. Tak pernah aku memendam rasa yang mungkin aku keluarkan lewat tulisan ini. 
Inilah hidupku. ya? hidupku yang penuh dengan dilema. Meski begitu, aku selalu berharap bahwa suatu saat Tuhan akan menyadarkanku dengan belaianNya. Aku yakin, Tuhan menyayangiku. Tuhan selalu memberikan apa yang aku minta selama permintaanku dinilai baik olehNya. Hanya satu yang kuharapkan "SEMBUHKAN AKU DARI NAMANYA, TUHAN" *penggalan novel "Kumusnahkan Kau,Kasih"