It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Sepenggal Episode Hati

Padahal kau hidup begitu jauh dari kehidupanku? 
Padahal kau tak pernah menyapaku sama sekali sejak kau pergi meninggalkan semua kenangan lama ini. Padahal kau mungkin cuek dengan semua hal yang aku lakukan. Kau pergi ke suatu tempat untuk menggapai apa yang mungkin menjadi target hidupmu.
Sebenarnya aku terlalu bosan untuk mengenangmu. Tapi entah kenapa bayangmu itu selalu hadir dalam setiap lamunku. Lamunku yang terkadang terhantui oleh semua hal yang pernah aku alami waktu itu. Entah kenapa setiap aku hadir dalam kekosongan engkau selalu tiba-tiba muncul dalam benakku. Entah kenapa setiap aku melihat bayangmu, rasanya aku terbuai dalam sebuah lamunan yang mungkin mustahil bagiku. 
Aku bingung dengan diriku sendiri. Bahkan aku bosan jika aku harus mengingatmu yang tak pasti. Pernah suatu hari, aku berusaha untuk menghapus memori namamu dari benakku. Namun rasanya sulit, dan bahkan sangat sulit sekali. Berapa ratus kali aku mencoba meyakinkan diriku bahwa dirimu takkan pernah hadir dalam lamun senjaku. Namun beratus kali pula namamu selalu gagal aku musnahkan dari dalam benakku. 
Inikah cinta? 
Inikah cinta yang mungkin selama ini harus kupendam? Tetapi aku tidak bisa menahannya sampai sekarang. Sudah terlalu cape aku mengingat ketidakpastianmu. Sudah terlalu cape pula aku mengharapkan sesuatu yang mungkin sebenarnya takan pernah menjadi sebuah kenyataan. 
Saking capenya,suatu ketika aku berusaha memunculkan beberapa berita yang mengabarkan bahwa dirimu akan segera menikah dengan orang lain. Namun rasanya jurus itu tak pernah berhasil untuk memusnahkanmu dari dalam pikiranku. Terkadang, ketika aku hidup dalam gelombang kehidupan yang rumit. Namamu tiba-tiba hadir untuk sekedar menenangkanku. Aku sebenarnya tidak menyadari hal itu. Tapi namamu begitu menyejukkan setiap langkahku. Sempat kucoba untuk menyapamu, namun terasa sulit rasanya untuk akrab seperti dahulu kala. Aku yang lemah ini, aku yang dibutakan oleh namamu ini, aku yang terkadang dibantu oleh namamu. Begitu merinduimu. Merindui semua hal yang pernah kau lakukan padaku. Meski dahulu begitu menyakitkan bagiku, bahkan sampai aku membencimu. Namun kali ini aku begitu merinduimu. 
Suatu malam, malam yang hening. Sungguh sangat hening. Aku menuliskan semua hal yang aku rasakan untukmu. Namun cukup angin yang memberitahumu. Aku tak mau terlibat terlalu jauh untuk menyayangimu. Aku tak mau terlalu jauh terjebak dalam limbah kasih sayangmu. Mungkin hanya melalui tulisan ini, aku menyuarakan hari-hariku padamu. Mungkin hanya lewat tulisan ini aku menyampaikan rasa rindu ini padamu. Meski bagiku ini hanyalah sebuah rindu yang terlarang. Karena mungkin kau sudah milik orang lain. Karena mungkin kau lebih baik hidup dengan yang lain. Tapi haruslah kau tau. Setiap hari aku selalu mencari informasi tentang keadaanmu. Sungguh, hampir semua orang yang dekat denganku mungkin menyebutkan bahwa aku adalah orang GILA. Orang yang hanya menyampaikan isi hatinya dalam sebuah untaian kata. Orang yang selalu mengharapkan cinta kosong. Tapi, inilah aku. Terserah orang mau berkata apa tentang diriku. Terserah orang mau menyukai kelakuanku ini atau tidak. Yang penting aku bisa hidup dengan lembaiannya. Meski itu hanya lamunan belaka. Gilakah aku ini? Bodohkah aku ini? Bodohkah aku yang mencintaimu? Yang pasti aku dibuat gila hanya oleh namamu. Tak pernah aku menyukai sesuatu hal sampai separah ini. Tak pernah aku memendam rasa yang mungkin aku keluarkan lewat tulisan ini. 
Inilah hidupku. ya? hidupku yang penuh dengan dilema. Meski begitu, aku selalu berharap bahwa suatu saat Tuhan akan menyadarkanku dengan belaianNya. Aku yakin, Tuhan menyayangiku. Tuhan selalu memberikan apa yang aku minta selama permintaanku dinilai baik olehNya. Hanya satu yang kuharapkan "SEMBUHKAN AKU DARI NAMANYA, TUHAN" *penggalan novel "Kumusnahkan Kau,Kasih"

0 komentar:

Poskan Komentar