It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

IKASOS? What's that?

Ckckckck... Dasar nih si nay... Besok UTS, sekarang masih santai-santai di rumah. Bukannya udah berangkat ke medan pertempuran. ahahaha
Memang ya? kalo sudah ada di rumah itu, suka males pergi lagi. Sudah betah. ahahaha

Hmm... Lagi ingat masa di pesantren dulu nihhh. Makanya, kali ini aku ingin berbagi cerita tentang apa ya? Tentang orang-orang yang menjadi salah satu motivatorku juga. hihihi
Nah, entah siapa ini penggagasnya. Yang jelas aku baru tahu kalo ada kumpulan orang-orang ini setelah aku keluar dari pesantren mungkin hampir setahun setelah meninggalkan pesantren.
Tahu nggak, mereka itu selalu kompak tahu! Bahkan mungkin lebih care dibandingkan pada saat masih di pesantren dulu. 

Ya, kami dulu satu pesantren. Dan membentuk sebuah ikatan menjadi IKASOS alias Ikatan Soulmate Syifaush-shudur. Kocak memang, kalo misalnya baca namanya. Bahkan awalnya aku juga merasa aneh. "Wew apaan itu IKASOS?" ahaha. Tapi setelah melihat kabar dari mereka, kemudian melihat foto-foto kegiatan mereka. Aku jadi kangen deh ke masa pesantren. Padahal mereka cuma berkumpul-kumpul doang coba. Nggak lebih. Tapi busyeeet deh... Rasanya aku merasa nyaman dengan mereka jika dibandingkan dengan yang lainnya. 

jengjrenggg....
Ini dia.....

oalah, tapi cuma satu ya gambarnya sayangggg.... heuuuu

Tapi keunlah teu kunanaon nya? wkwkwkw

Hmm... Biasanya, aku selalu terhibur sih kalo berada dekat mereka. Kami merasa seperti keluarga (Ups, aku sih. tapi entah dengan kalian).. Walau belum pernah aku ikut bergabung dengan mereka, tapi dengan berkomunikasi melalui dunia maya pun aku bisa merasakan betapa care-nya mereka. Grrrrr.... Tidak JAIM seperti pas di pesantren dulu. wkwkwk
Rasanya kekeluargaan disini terasa lebih lekat. 

Hmm... Biasanya, kalo kita sudah keluar dari sebuah komunitas kan langsung menghilang tanpa jejak. Tapi tidak dengan mereka. ckckck... Pokonya, salut deh. Aku juga bersyukur bisa bertemu dengan mereka. Setidaknya tali silaturahim antara kami (para alumni), tidak terputus hanya sampai sini saja. wkwkwk
Lebay ah......

hmm... hatur nuhunnya ceman-ceman, eh salah akang-akang.hehe kalian telah memberikan senyumanku yang sempat hilang. dan membuatku kembali seperti dulu. ekekekekek....
hatur nuhun pisannya, mas agus, a jajang, a rofi, a mumuh, dll. pokona mah sadayana lah... hehe


Materialistis

Oalaaahhh... Ini dipinggir rumah ada yang nikahan, jadi pengen langsung pulang ke kosan deh. ahahaha 

Hmm... Well, kali ini aku ingin bercerita tentang orang-orang yang berubah sikapnya lantaran melihat orang atau temannya hanya dari luarnya saja.
Gggggrrrr.... Ceritanya gini, dulu ada seorang perempuan yang nyantri. hmm... Kira-kira berapa lama ya, dia nyantrinya? *Lupa deh...
Nah, di ceritanya di pondok kan ia tidak boleh pakai celana. Walaupun itu celana bahan atau apapun lah itu namanya. Jadi mereka setiap hari dia memakai rok. Nah, tiba saatnya olah raga (di sekolahnya). Yang namanya olah raga itu kan harus pake celana ya? Masa iya sih kita ikut lomba lari pake rok ya kan? Nah, si cewe ini pake celana dongs. Terus ketahuan deh sama orang atau temennya (cowo) yang kebetulan juga satu pesantren dengannya. Alhasil, berubahlah sikapnya karena melihat si cewe tersebut pake celana. 

Hmm... Kenapa ya? mereka hanya melihat dari luar saja. Padahal cewe itu bener-bener sholehah. Hanya saja ia tidak pernah menunjukkan keshalehahannya pada orang lain. Sehingga ia selalu menyembunyikan perbuatan baiknya. 

Jengjrenggg....

Aku mau tanya deh, kalian kalau melihat seorang wanita akhwat atau tidaknya itu darimana sih? Pakaian? tingkah laku? atau apa?

Kebanyakan orang menganggap seorang akhwat atau ikhwan itu hanya dari yang terlihatanya saja ya? Jarang sekali melihat orang dari dalamnya. Makanya dalam fenomena diatas, seringkali si cowo langsung ilfill ketika melihat cewe yang tadinya selalu memakai rok tiba-tiba pakai celana.  Gggggrrrrrr......
Diluar kejadian itu juga. Ketika seorang cewe yang biasanya memakai rok kemudian tiba-tiba memakai celana maka terkadang si cowo tersebut tidak ingin mendekatinya kembali. 
Halaaaahhhhh.....
Aku heran dengan mereka, apakah mereka hanya melihat dari penampilannya saja? Lantas mereka langsung menyimpulkan bahwa si cewe yang tidak memakai tok itu tidak islami.
*gubrag 
Please deh....
Open your soul... ahahah

Awalnya aku juga seperti itu, namun aku selalu berpikir positif. Karena belum tentu orang yang berpakaian tertutup pun bisa berarti orang yang sangat shaleh or shalehah. 
Ukuran keshalehan itu yang menilai hanyalah Alloh. Yang mengetahui bahwa orang itu shaleh atau nggaknya itu hanyalah Alloh. Pernah ada salah satu dosen aku yang bilang bahwa "belum tentu orang yang kamu anggap sebagai orang yang paling shaleh itu adalah ....." kemudian belum tentu setan itu adalah setan, siapa tahu setan itu adalah diri kita sendiri.

Ya kan?
Aku pribadi sih mikinya ia...
Karena belum tentu orang atau cewe yang tidak memakai rok itu tidak SHALEHAH!

So, jangan lihat orang dari luarnya. Tapi lihatlah dari hatinya. :)