It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Kutemukan Solusi Belajar yang Tepat Bagiku

Hai,,hai,,, teman-teman!!
Hari ini aku hanya ingin berbagi sedikit cerita tentang kehidupan manusia alias mereka para mahasiswa. Hmm... Manusia itu tak luput dari berbagai kegiatan serta berbagai tugas mata kuliah kan? Eh, tapi tergantung mahasiswanya deng.. Ada mahasiswa yang seneng banget sama kegiatan organisasi, hingga tiap beres kuliah ia selalu langsung pergi dengan alasan mau rapat. Mereka biasanya dibilang dengan mahasiswa Kura-kura aliah kuliah rapat-kuliah rapat. Namun ada juga mahasiswa yang begitu beres kuliah ia langsung pulang ke kosan tanpa kabar.hahaha Biasanya mereka-mereka ini disebut dengan sebutan mahasiswa Kupu-kupu (kulliah pulang-kuliah pulang). Tapi, ada lagi nih. Mereka kuliah sekalian mencari nafkah. Biasanya mereka disebut dengan kuda-kuda (kuliah dagang-kuliah dagang). Nah, kalian termasuk yang mana nih???hehe

Hmm... Berbicara tentang itu, mungkin aku termasuk orang yang suka dengan kegiatan diluar kampus juga. Ntah masuk kemanalah aku, pusing.hehe Yang jelas, aku hanyalah mahasiswa yang selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi diri sendiri serta bagi yang lainnya. 
Biasanya, semester kemarin. Aku selalu mengerjakan tugas diakhir deadline. Padahal sumpahlah, hal itu sangat melelahkan. Bahkan tak jarang aku mengalami kesetresan gara-gara hal ini. Namun, kali ini aku telah menemukan solusi untuk kebiasaanku yang jelek ini. 
kali ini aku lebih menyempatkan diri pada setiap waktu luangku. Selain waktu luang itu kugunakan untuk menulis atau sekedar ngecoh di blog ini, aku juga menyempatkan untuk kembali mereview semua perkuliahan yang telah aku ikuti sebelumnya. 
Caranya? Karena aku adalah seseorang yang termasuk orang yang agak susah mengingat, maka kugunakan kecanggihan teknologi hari ini. Aku selalu merekam perkuliahan ketika berlangsung. Dengan begitu aku akan mampu untuk memahaminya dengan jelas. Selain itu aku juga melakukan hal yang mungkin bagi orang lain agak norak. Aku kembali mencatat perkuliahan yang diikuti. Tapi, nulisnya bukan dibuku sendiri atau di laptop sendiri. Biasanya aku menuliskan kembali di blog yang satunya lagi. Ya, selain bermanfaat bagi diri sendiri, hal itu juga bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan informasi ya kan? ahahaha
Selain itu, masih banyak kegiatan lainnya yang insya alloh akan membantu proses pembelajaranku hari ini. Dan yang terpenting, aku tidak perlu bergadang untuk mengerjakan tugas-tugas yang belum dikerjakan. Karena aku sudah membagi waktu dengan baik.

Seandainya aku mengerjakan semua tugas itu dalam waktu kebut semalam, maka niscaya aku tidak akan bisa melek pas perkuliahan berlangsung. Karena aku tidak tahan kalau bergadang. Dan bergadang, bagiku hanya akan mengganggu perkuliahanku saja. 

Filsafat Mengajariku untuk Bijak

Pagi ini, selalu diawali dengan seuntai kalimat pembuka yang semoga senantiasa selalu menjadikan hari yang terbaik bagi kita.
"Bismillahirrahmaanirrahiim"
Udara sejuk membuatku tak pernah lupa untuk bersyukur karena nikmat yang telah Ia berikan padaku setiap saat. Kali ini, entah kenapa sejak pertama kali membukakan mata aku  teringat dengan keesaanNya. Aku begitu rindu akan Kasih Sayang yang selalu Ia berikan. Ada rasa tenang ketika aku mampu untuk menyapaNya.

kyakkkk........ Tiba-tiba hari ini aku mulai merasakan sebuah pikiran yang berbeda dengan sebelumnya. Kupikir, hari ini aku sudah tidak jadi anak kecil lagi. Hari ini mungkin aku sudah harus menjadi tauladan bagi adik-adikku serta semua orang yang mengenaliku. Hari ini aku bukan anak kecil lagi yang selalu menghadapi setiap permasalahannya dengan deraian air mata. Tapi hari ini aku harus belajar menjadi seseorang yang bijak, memberikan senyum kehangatan pada mereka dan membantu mereka semampu kita. 
Satu hari kemarin, aku benar-benar merasakan keganjalan dalam hidupku. Tak seperti biasanya, aku terlambat masuk kampus karena kelasnya mendadak disatukan dengan kelas B. Awalnya kupikir tidak ada teman yang bisa dijadikan teman yang benar-benar teman. Karena mereka tidak memberi tahuku sama sekali. Aku baru tersadar, ketika tiba di kampus tidak ada orang yang ku kenal sebagai teman-teman kelasku berkeliaran di dekat selasar mushola. Biasanya, beberapa dari mereka suka nongkrong di selasar mushola tersebut. 
Saking gilanya aku, aku sampai berfikir bahwa "Aku tidak akan percaya lagi pada yang namanya teman", setelah sebelumnya akupun pernah dikecewakan oleh teman terdekatku. 
Dua, aku tiba di kosan sekitar jam 18.58 WIB karena kuliah tadi sampai sore banget. Hinggak aku harus shalat magrib disana. Nah, saat tiba di kosan..... Ntah kenapa aku merasa tidak enak. Seperti akan terjadi sesuatu padaku. Dan ternyata, aku salah faham dengan teman seperjuanganku di panitia workshop FLP Garut. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba aku tersinggung dengan omongan ketua panitianya. Kemudian emosiku terpancing, hingga aku benar-benar merasa marah disana. 
Tiga, setelah itu ada seorang temanku yang menawari minum kopi bersama di kamarnya. Saat itu, aku terima tawarannya. Kemudian mereka pun mengajak aku untuk makan malam bersama. Namun, aku merasa tidak lapar. Entah memang benar-benar tidak merasa lapar atau karena kekesalanku hari ini? Hmm... Dan Busyet dah, ketika aku mau berjalan ke kamarku tiba-tiba aku menyenggol gelas yang berisikan kopi panas yang masih penuh hingga tumpah. Akhirnya, akupun harus membereskannya. Namun, lagi dan lagi ... Aku merasa tidak enak dengan perlakuan temanku itu, padahal ia memang kakak kelasku, tapi setidaknya tidak boleh bersikap seperti itulah.heu 

Setelah membersihkannya, aku kembali ke kamar dan berusaha untuk mentafakuri diri. Kenapa semua ini bisa terjadi padaku dan kenapa ini semua harus terjadi?
Aku terus berfikir selama itu. Tiba-tiba aku teringat dengan ucapan salah satu dosen Filsafat Ilmu yang akrab dengan panggilan Pak RMT.... Pada awal perkuliahannya, beliau bilang "Filsafat itu bisa diartikan menjadi gemar berfikir/menyukai kebenaran/menyukai kebijakan". Kemudian aku menggaris bawahi perkataannya, gemar atau menyukai kebijakan. Berarti harus berfikir bijak. Nah, dari sana baru aku tersadar tentang semua hal yang aku alami hari ini. Kurasa aku harus mengubah sel-sel dalam tubuhku menjadi sel-sel yang positif. 
Tanpa banyak pikir lagi, aku langsung meminta maaf atas kesalahan pada rekan kerjaku di FLP Garut itu. Kebetulan aku masih chat dengannya. Kemudian iapun menanggapinya dengan senyuman. Kupikir, mungkin kejadian ini Alloh berikan padaku agar aku belajar untuk selalu menanggapi semua hal dengan pikiran yang positif. Kemudian saat itu juga, aku berfikir tentang kebaikan-kebaikannya. Aku jadi teringat ketika ia selalu mengingatkanku untuk selalu melakukan shalat malam. (Ternyata Alloh memang Maha Mengasihi)......

Nah, untuk kejadian pertama dan ketiga, akupun sudah menghapusnya menjadi sebuah permasalahan yang positif. 
Aku kesiangan? Tak ada gunanya menyalahkan teman. Lagian kenapa aku tidak menanyakannya langsung pada ketua kelasku kan? Kemudian kenapa tidak datang lebih awal? Sudah tahu jadwalnya belum jelas, eh malah datang pas jam kuliah kelas A. Bukannya aku sudah tahu bahwa kelasnya diganti-ganti? Kenapa mesti menyalahkan teman. Mungkin saja ia juga baru mengetahuinya. Hmm... dari sana akupun merasa lega.

Kemudian kejadian menumpahkan kopi dan perlakuan temanku yang tidak mengenakkan. 
Wajar saja ia memperlakukanku seperti itu, karena ia kan kakak kelasku. Jadi sudah seharusnya aku menghormatinya. Kemudian kenapa juga aku teledor? Terus, sebagai anak yang baik memang sudah seharusnya bertanggung jawab atas kesalahan. Seandainya aku tidak menumpahkan kopinya, mungkin aku tidak akan seperti itu? ya kan?

Ahhhh.... Terima kasih Alloh..... Engkau telah membukakan pikiran bijakku sedikit demi sedikit. Semoga kelak akupun bisa menjadi seseorang yang benar-benar bijak. Amiiinnn

*aku selalu bersyukur padaMu, :)