It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Filsafat Mengajariku untuk Bijak

Pagi ini, selalu diawali dengan seuntai kalimat pembuka yang semoga senantiasa selalu menjadikan hari yang terbaik bagi kita.
"Bismillahirrahmaanirrahiim"
Udara sejuk membuatku tak pernah lupa untuk bersyukur karena nikmat yang telah Ia berikan padaku setiap saat. Kali ini, entah kenapa sejak pertama kali membukakan mata aku  teringat dengan keesaanNya. Aku begitu rindu akan Kasih Sayang yang selalu Ia berikan. Ada rasa tenang ketika aku mampu untuk menyapaNya.

kyakkkk........ Tiba-tiba hari ini aku mulai merasakan sebuah pikiran yang berbeda dengan sebelumnya. Kupikir, hari ini aku sudah tidak jadi anak kecil lagi. Hari ini mungkin aku sudah harus menjadi tauladan bagi adik-adikku serta semua orang yang mengenaliku. Hari ini aku bukan anak kecil lagi yang selalu menghadapi setiap permasalahannya dengan deraian air mata. Tapi hari ini aku harus belajar menjadi seseorang yang bijak, memberikan senyum kehangatan pada mereka dan membantu mereka semampu kita. 
Satu hari kemarin, aku benar-benar merasakan keganjalan dalam hidupku. Tak seperti biasanya, aku terlambat masuk kampus karena kelasnya mendadak disatukan dengan kelas B. Awalnya kupikir tidak ada teman yang bisa dijadikan teman yang benar-benar teman. Karena mereka tidak memberi tahuku sama sekali. Aku baru tersadar, ketika tiba di kampus tidak ada orang yang ku kenal sebagai teman-teman kelasku berkeliaran di dekat selasar mushola. Biasanya, beberapa dari mereka suka nongkrong di selasar mushola tersebut. 
Saking gilanya aku, aku sampai berfikir bahwa "Aku tidak akan percaya lagi pada yang namanya teman", setelah sebelumnya akupun pernah dikecewakan oleh teman terdekatku. 
Dua, aku tiba di kosan sekitar jam 18.58 WIB karena kuliah tadi sampai sore banget. Hinggak aku harus shalat magrib disana. Nah, saat tiba di kosan..... Ntah kenapa aku merasa tidak enak. Seperti akan terjadi sesuatu padaku. Dan ternyata, aku salah faham dengan teman seperjuanganku di panitia workshop FLP Garut. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba aku tersinggung dengan omongan ketua panitianya. Kemudian emosiku terpancing, hingga aku benar-benar merasa marah disana. 
Tiga, setelah itu ada seorang temanku yang menawari minum kopi bersama di kamarnya. Saat itu, aku terima tawarannya. Kemudian mereka pun mengajak aku untuk makan malam bersama. Namun, aku merasa tidak lapar. Entah memang benar-benar tidak merasa lapar atau karena kekesalanku hari ini? Hmm... Dan Busyet dah, ketika aku mau berjalan ke kamarku tiba-tiba aku menyenggol gelas yang berisikan kopi panas yang masih penuh hingga tumpah. Akhirnya, akupun harus membereskannya. Namun, lagi dan lagi ... Aku merasa tidak enak dengan perlakuan temanku itu, padahal ia memang kakak kelasku, tapi setidaknya tidak boleh bersikap seperti itulah.heu 

Setelah membersihkannya, aku kembali ke kamar dan berusaha untuk mentafakuri diri. Kenapa semua ini bisa terjadi padaku dan kenapa ini semua harus terjadi?
Aku terus berfikir selama itu. Tiba-tiba aku teringat dengan ucapan salah satu dosen Filsafat Ilmu yang akrab dengan panggilan Pak RMT.... Pada awal perkuliahannya, beliau bilang "Filsafat itu bisa diartikan menjadi gemar berfikir/menyukai kebenaran/menyukai kebijakan". Kemudian aku menggaris bawahi perkataannya, gemar atau menyukai kebijakan. Berarti harus berfikir bijak. Nah, dari sana baru aku tersadar tentang semua hal yang aku alami hari ini. Kurasa aku harus mengubah sel-sel dalam tubuhku menjadi sel-sel yang positif. 
Tanpa banyak pikir lagi, aku langsung meminta maaf atas kesalahan pada rekan kerjaku di FLP Garut itu. Kebetulan aku masih chat dengannya. Kemudian iapun menanggapinya dengan senyuman. Kupikir, mungkin kejadian ini Alloh berikan padaku agar aku belajar untuk selalu menanggapi semua hal dengan pikiran yang positif. Kemudian saat itu juga, aku berfikir tentang kebaikan-kebaikannya. Aku jadi teringat ketika ia selalu mengingatkanku untuk selalu melakukan shalat malam. (Ternyata Alloh memang Maha Mengasihi)......

Nah, untuk kejadian pertama dan ketiga, akupun sudah menghapusnya menjadi sebuah permasalahan yang positif. 
Aku kesiangan? Tak ada gunanya menyalahkan teman. Lagian kenapa aku tidak menanyakannya langsung pada ketua kelasku kan? Kemudian kenapa tidak datang lebih awal? Sudah tahu jadwalnya belum jelas, eh malah datang pas jam kuliah kelas A. Bukannya aku sudah tahu bahwa kelasnya diganti-ganti? Kenapa mesti menyalahkan teman. Mungkin saja ia juga baru mengetahuinya. Hmm... dari sana akupun merasa lega.

Kemudian kejadian menumpahkan kopi dan perlakuan temanku yang tidak mengenakkan. 
Wajar saja ia memperlakukanku seperti itu, karena ia kan kakak kelasku. Jadi sudah seharusnya aku menghormatinya. Kemudian kenapa juga aku teledor? Terus, sebagai anak yang baik memang sudah seharusnya bertanggung jawab atas kesalahan. Seandainya aku tidak menumpahkan kopinya, mungkin aku tidak akan seperti itu? ya kan?

Ahhhh.... Terima kasih Alloh..... Engkau telah membukakan pikiran bijakku sedikit demi sedikit. Semoga kelak akupun bisa menjadi seseorang yang benar-benar bijak. Amiiinnn

*aku selalu bersyukur padaMu, :)

0 komentar:

Poskan Komentar