It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

IA

Kadang aku heran dengan kehidupan seperti ini, bukannya mewujudkan sosok menjadi lebih baik malah menjadi pribadi yang tidak berguna. 
Awalnya, aku begitu terkesima dengan semua keindahan "IA". Hanya saja, setelah aku bergelut kurang lebih 2 tahun didalamnya, warna hitam dari tubuhnya mulai terlihat didepan mata. Bahkan mengubah pandanganku dari indah 100% menjadi hanya 30%. 

Kenapa?

Apakah hari ini orang mulai memikirkan penampilan luar saja? Kenapa "IA" bisa dapat nilai A? Sedang didalamnya tidak semua orang mendapat A? Apa yang salah dari "IA"?

Aku terkadang malu. 
"IA" yang awalnya aku banggakan, kini telah berubah. 

"IA"??? Ada apa dengan "IA"? 
Kenapa engkau berubah seperti itu?
Apa yang salah dari kami?
Apa kami tidak terlalu disiplin?

Tapi....
Disiplin itu dibentuk olehmu. Wajar saja kalau kami berontak. Wajar saja jika kami menolak. 
KARENA KAMI BUKAN ANAK KECIL LAGI!!!
Kami tak bisa hanya menerima hal-hal yang engkau berikan pada kami. 

Kalaulah suatu saat kami menjadi orang yang salah, jangan salahkan kami!!
Itu semua karena KAU, "IA"!!!
Itu semua karena keacuhan kau pada kami!
Itu semua karena kerapuhan kau pada kami!

Jangan menangis, seandainya kami MENOLAKMU mentah-mentah.
Karena kami sudah tidak kuat. 

Ingat, engkau punya hak dan tanggung jawab. Kami juga!
Jangan hanya pedulikan hak kamu, tapi hak kami, yang menjadi tanggung jawabmu!

Antologi Puisi (SMA)

Hello Guys!
Tadi siang, abis UAS aku beres-beresin buku kuliahku dari semester 1 sampai 4 ini. Tadinya mau pisahin buku punya aku dan punya orang lain (cz aku minjem buku mereka. ahaha), but ditengahtengah, aku menemukan buku hitam bergambar spidermen cobaaaaaaaaa...
ahahhahah,,, itu adalah buku kumpulan puisi yang aku buat untuk tugas akhir. Yeay, akhirnya setelah lama kucari, ketemu juga. :D

Well, ini salah satu puisi yang kubuat dari bulan Juli sampai Oktober 2010 lalu... 

Tit Tot

Tit Tik
Tit ini, itu Tot
Tektek tit tot
Timbul tut
Tat pencet tut
tut pencet tot
tat tot
Tit Tut
Tot Tektek
Tek tot tot tot
Tektek tot tot
Tot Tek tek tok
Suara HP

Gimana???? Ahahaha lucu juga sih kalau bacanya. Maklum, ini aku buat saat kelas dua akhir masuk ke kelas 3 awal. SMA. 
Ok, ntar deh aku posting semuanya yaaaa....
Sekarang aku mau ngapalin dulu buat UAS besok. Semoga Sukses!


Konflik Etnis di Rohingya



Rohingya merupakan merupakan salah satu etnis mminoritas di Burma yang merupakan salah satu negara bekas jajahan Britania Raya dan merdeka pada tahun 1948. Selain termasuk pada kaum minoritas, Rohingya juga bukan merupakan etnis asli dari Burma. Perawakannya sendiri lebih mirip orang Bengalis (Asia Selatan) seperti India dan Pakistan jika dibandingkan dengan orang Burma yang lebih mirip orang Asia Tenggara pada umumnya. Rohingya merupakan komunitas migrant  dari Bangladesh yang sudah ratusan tahun tinggal di Arakan, Rakhine, Myanmar.
Arakan berubah menjadi gelap dan mencekam itu tepat ketika raja Burma menduduki wilayah Arakan. Kaum etnis Rohingya sebelumnya dipisahkan dari etnis lainnya. Namun, pada saat Inggris masuk ke wilayah pada tahun 1842 dibawah negara persemakmuran Inggris-India, Inggris menggabungkan kembali Arakan dengan negeri Budha (1937). Supaya Muslim terkuasai, maka umat Budha diprovokasi untuk menindas Muslim Rohingya. Pada saat itu, Inggris mempersenjatai Budha. Hingga masuk ke tahun berikutnya (1942) penyerangan-penyerangan terhadap Muslim Rohingya dilakukan terus menerus.
Burma termasuk kedalam negara yang mempunyai banyak etnis, namun hanya ada delapan etnis besar dan sisanya adalah etnis minoritas.
Sejak kemerdekaannya, Burma menjadi negara yang tertutup terhadap dunia internasional, hal ini disebabkan oleh pemerintahan mereka tersebut dikuasai oleh junta militer selama puluhan tahun, hingga akhirnya mereka sempat merasa kesal dan melakukan beberapa embargo.
Seiring berjalannya waktu, beberapa etnis juga mulai diterima dan pemerintahan sendiri juga mulai mengubah nama Burma menjadi Myanmar. Dan yang menjadi minoritas itu hanya satu, yaitu Rohingya.
Bahkan beberapa etnis ada yang selalu menyebutkan bahwa etnis tersebut merupakan penduduk ilegal yang datang pasca kemerdekaan Burma. Padahal sebenarnya etnis tersebut sudah tinggal sejak lama. Sebelum Burma merdekapun mereka sudah ada dan tinggal di Burma. Namun ternyata, pendapat ini bukan hanya datang dari kalangan militer, akan tetapi mayoritas penduduk Myanmar juga mengatakan demikian. Dan presiden sebelumnya pun pernah mengatakan bahwa ia ingin mengusir kaum Rohingya. Hal tersebut merupakan satu solusi sebagai ketidakmungkinannya memberikan kewarganegaraan kepada Rohingya. Hingga akhirnya ia menawarkan satu solusi untuk mengirim ribuan orang Rohingya ke negara lain atau tetap tinggal di Arakan dengan syarat, diawasi terus oleh PBB.
Perbedaan etnis membuat orang rohingya mendapatkan perlakuan diskriminatif, mereka tidak mendapatkan hak kewarganegaraan dan dianggap sebagai imigram gelap. Bahkan pada masa rezim militer pun, Rohingya pernah mendapatkan perlakuan keji yang akhirnya mendapat banyak kecaman dari dunia internasional. Hingga akhirnya menumbuhkan satu kebencian diantara masing-masing etnis.
Hingga akhirnya muncul satu persoalan yang sering disebut-sebut sebagai sebab dari konflik tersebut. Yaitu, kasus dimana ada satu warga Budha yang sedang berjalan dari tempat bekerja menuju rumahnya diperkosa serta ditikam hingga mati oleh 3 orang pemuda di hutan bakau disamping jalan menuju Kyaukhtayan pada tanggal 28 Mei 2012. Akan tetapi, dalam beberapa media terdapat perbedaan pandangan mengenai kronologi yang terjadi sebenarnya disana. Media yang berlatar belakang agama Islam mengatakan bahwa sebenarnya pembunuh sekaligus pemerkosa dari gadis tersebut adalah pacar korban sendiri yang tidak ingin putus dengan korban. Sedangkan korban tetap memiliki keputusan untuk memutuskan pelaku. Dengan dasar demikian maka pelaku mengajak teman-temannya untuk ikut bergabung dalam penikaman serta pemerkosaan korban. Sedangkan menurut berita lainnya mengatakan bahwa korban diperkosa oleh orang muslim sehingga menyebabkan tragedi pembantain muslim di Rohingya tersebut.
Namun, berikut kronologi singkat dari kejadian atau tragedi Rohingya versi Surat Kabar “The New Light of Myanmar edisi 4 Juni 2012.
Pada tanggal 28 Mei 2012, terjadi pemerkosaan serta pembunuhan terhadap salah seorang gadis desa Kyauknimaw, Yanbye. Ia adalah seorang gadis beragama Budha yang hendak pulang ke rumahnya. Namun tiba-tiba di tikam sampai mati oleh orang tidak dikenal di hutan bakau tepatnya dekat pohon alba disamping jalan menuju Kyaukhtayan pada pukul 17:15.
Kasus tersebut dilaporkan ke Kantor polisi Kyauknimaw oleh saudara korban. Dengan tuduhan pasal 302/382 Hukum Acara Pidana tentang pembunuhan atau pemerkosaan. Esok harinya, kepala kepolisian distrik turun ke tempat kejadian perkara guna untuk mencari barang bukti untuk menangkap ketiga tersangka. Yaitu Htet Htet (a) Rawshi bin U Kyaw Thaung (Bengali/Muslim), Rawphi bin Sweyuktamauk (Bengali/Muslim) dan Kochi bin Akwechay (Bengali/Muslim) .
Dari penyelidikan ini dapat diketahui bahwa Htet Htet ternyata telah mengetahui kegiatan korban sehari-hari. Kemudian, atas dasar kebutuhannya. Yaitu ia butuh uang untuk menikahi seorang perempuan, maka ia bermaksud untuk merampok korban bersama dengan teman-temannya, Rawphi dan Kochi. Pada saat itu, Rashwi menunggu di pohon alba dekat tempat kejadian, kemudian saat Ma Thida Htwe datang dan kebetulan berjalan sendirian, maka dengan gegas ketiganya muncul menodong korban dengan pisau, membawanya ke hutan. Kemudian korban diperkosa terus ditikam dadanya sampai mati. Setelah itu, ia membawa perhiasan yang dipakai oleh korban.
Kemudian, guna untuk menghindari kerusuhan serta ancaman warga desa kepada tersangka, maka aparat kepolisian setempat berjaga dan mengirimkan ketiga pelaku ini ke tahanan Kyaukpyu pada tanggal 30 Mei, tepat pukul 10.15.
Siang harinya, sekitar seratus warga dari Rakhine Kyaukhimaw tiba di Kantor Polisi Kyauknimaw untuk  menuntut perbuatan ketiga pembunuh tersebut. Dan mereka menuntuk agar para pembunuh itu diserahkan kepada mereka. Akan tetapi, tahanan tersebut sudah dipindahkan ke tahanan. Karena merasa tidak percaya, maka mereka berusaha untuk masuk ke kantor polisi. Dan terpaksa membuat polisi harus menembakkan lima peluru untuk membubarkan mereka.
Setelah hampir sejam mereka berada disana, mereka masih tetap tidak menemukan ketiga pelaku tersebut. Hingga akhirnya mereka pun meninggalkan kantor polisi. Akan tetapi mereka tidak sampai disitu, mereka langsung pergi ke Kantor Pemerintahan untuk menyampaikan keinginannya dengan diikuti oleh pihak kepolisian untuk mencegah keributan.
Barulah pada pukul 16.00, para pejabat tingkat Kota menerima dan memberikan klarifikasi untuk menghindari kerusuhan, dan penduduk desa meninggalkan kantor pada pukul 17.40.
Esok harinya, 31 Mei 2012. Pukul 09.00, mereka meninggalkan Yanbye ke Desa Kyauknimaw dengan dua perahu. Mereka pulang membawa santunan sebesar 1 Juta Kyat untuk desa dari Menteri Pembangunan, U Kyaw Khin, 600.000 Kyat dan lima set jubah untuk pemakaman korban serta ditambah 100.000 Kyat dari santunan perwakilan negara.
Kemudian pada sore harinya, Menteri Negeri dan Keamanan Perbatasan Negara, wakil kepala Kantor Polisi kabupaten Kyaukphyu dan kepala kantor Distrik berpartisipasi dalam pemakaman korban dan mengadakan diskusi dengan penduduk desa.
Dan pada tanggal 1 Juni 2012, Kepala Menteri Negara dan partai di Kyaupyu mengadakan diskusi dengan organisasi muda Kyaukpyu atas kasus pembunuhan tersebut. Diskusi-diskusi tersebut menyinggung tentang hukuman yang akan dijatuhkan kepada para pelaku kemudian membantu mencegah kerusuhan saat mereka sedang diadili.
Setelah kejadian tersebut, menyebarlah beberapa foto dan informasi yang beredar di blog serta berita harian New Light yang menyatakan bahwa “menurut bukti forensik polisi dan juga saksi mata yang melihat tubuh korban, ia diperkosa beberapa kali oleh ketiga pemuda Bengali Muslim ini, kemudian tenggorokannya di gorok, dadanya ditikam beberapa kali dan organ wanitanya ditikam dan dimutilasi dengan pisau.
Sontak dengan adanya kabar tersebut, maka massa semakin marah dan hampir menghancurkan kantor polisi dimana ketiga pelaku tersebut ditangkap. Hingga akhirnya memicu tragedi Ronghya. Yaitu pembantaian terhadap 10 muslim peziarah yang ada dalam sebuah bus di Taunggup dalam perjalanan dari Sandoway ke Rangoon pada tanggal 4 Juni.
Dalam koran New Light Myanmanr edisi 5 Juni disebutkan tentang rincian pembunuhan sepuluh orang Burma Muslim oleh massa Arakan. Pembunuhan itu terjadi karena ada hubungannya dengan kasus Ma Thida Htwe tersebut. Sekelompok orang yang terkumpul dalam Wunthanu Rakkhita Association, Taunggup  membagi-bagikan selebaran sekitar pukul enam pagi pada tanggal 4 Juni kepada penduduk lokal ditempat-tempat ramai di Taunggup. Serta foto Ma Thida Htwe dan memberikan penekanan bahwa massa Muslim telah membunuh dan memperkosa dengan keji wanita Rakhine.
Kemudian, sekitar pukul 16.00, tersebar bahwa ada mobil yang berisikan orang Muslim dalam sebuah bus yang melintas dari Thandwe ke Yangon dan berhenti di Terminal Bus Ayeyeiknyein.
Petugas sebelumnya duah memerintahkan agar bus segera berangkat ke Yangon. Karena bus telah terisi penuh sesak oleh penumpang.
Beberapa orang bersepeda motor kemudian mengikuti bus tersebut, ketika bus tiba di persimpangan Thandwe-Taunggup, sekitar 300 orang lokal sudah menunggu disana dan menarik penumpang yang beridentitas Muslim keluar dari bus. Dalam bentrokan itu, sekitar sepuluh orang Muslim meninggal di tempat. Kemudian bus yang ditumpangi mereka juga rusak.
Sejak itulah, konflik di kawasan Arrakan, Burma, memanas. Dan yang menjadi sasarannya itu adalah orang-orang muslim Rohingya. Akan tetapi, media Aljazeera mengatakan bahwa perseteruan tersebut juga disebabkan oleh perseteruan yang sudah terpendam lama, yaitu perseteruan antara kelompok etnis Rohingya yang Muslim dan etnis lokal yang beragama Budha. Rohingya tidak mendapat pengakuan oleh pemerintah setempat.
Sebenarnya dalam konflik tersebut, terdapat satu kepentingan dibaliknya. Dugaan tersebut sebenarnya dapat kita lihat dari ketidakjelasan masing-masing media. Beda media berarti beda pemberitaan.  Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa kejadian atau tragedi ini terjadi sejak puluhan tahun silam. Sebagai akibat dari tidak adanya pengakuan terhadap kaum atau etnis Rohingya. Sehingga mereka tidak mempunyai kewarganegaraan, tak bisa mengakses pendidikan, layanan kesehatan dan bahkan pekerjaan yang layak sekalipun. Sungguh, mereka terabaikan dan terpinggirkan.
Padahal kenyataannya, akar dari permasalahan ini adalah kecemburuan terhadap etnis Rohingya yang mayoritas Muslim tersebut dari tahun ke tahun selalu meningkat. Hal ini menjadi satu kecurigaan dan kecemburuan pada etnis tersebut. Bagi mereka, keberadaan etnis rohingya tersebut dianggap mengurangi hak atas lahan ekonomi. Khususnya di wilayah Arakan, Rakhine yang menjadi pusat kehidupan etnis muslim. Sebenarnya, Rohingya itu tidak tepat disebut sebagai etnis, karena mereka merupakan label poltis yang digunakan untuk memperjuangkan keberadaaan kelompok tersebut di Myanmar. Bahkan beberapa sejarawan sampai menyebutkan bahwa nama Rohingya itu baru muncul sekitar tahun 1950-an, setelah kemerdekaan Myanmar.  Salah seorang sejarawan, Jacques P. Leider mengatakan bahwa pada abad ke-18 ada catatan milik Francis Buchanan-Hamilton (orang Inggris), yang menyebutkan tentang adanya masyarakat Muslim di Arakan. Mereka menyebutnya dengan sebutan “Rooinga”. Istilah ini berasal dari kata “rahma” dalam bahasa arab atau “Rogha” yang berarti perdamaian dalam bahasa Pashtun.
Dalam hal ini, banyak sekali negara yang mengecam akan kejadian tersebut. Banyak sekali negara yang menginginkan agar warga Rohingya segera dievakuasi, dalam artian beberapa negara menginginkan konflik Rohingya itu cepat diselesaikan.
Namun, sampai sekarang, konflik Rohingya belum juga dapat diselesaikan. Belum ada resolusi konflik yang tepat untuk konflik ini. Bahkan diplomat Myanmar-nya sendiri mengaku sedang belajar untuk mempelajari resolusi konflik.  Banyak sekali masyarakat internasional yang mengecam kejadian ini. Kemarin, pertiga puluh Maret 2013, sekelompok muslim dan etnis Rohingya yang berada di Thailand mendeksak agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat untuk segera menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar . Namun, sampai saat ini Aung San Suu Kyi tidak ingin membela warga Rohingya, karena mungkin dengan ia membela warga Rohingya ia akan mendapat kecaman dari semua etnik yang ada di wilayahnya tersebut. Maka dari itu, sekarang Aung San Suu Kyi belum mengambil tindakan gegabah mengenai hal ini. Meskipun banyak warga yang kecewa dengan perbuatan Aung San Suu Kyi yang sudah tidak lagi berdiri sejajar dengan mereka. Hingga masyarakat pun mencercanya . Namun, pada tanggal 29 Maret 2013, Aung San Suu Kyi mengaku siap menggunakan kekerasan untuk mengatasi kerusuhan ini. Namun, ia juga tidak ingin gegabah dalam mengerahkan pasukan keamanan dan melindungi nyawa .
Sampai sekarang, kerusuhan demi kerusuhan selalu terjadi di Myanmar. Bahkan semakin memanas. Masjid, toto-toko berserta perumahan warga muslim di negara tersebut dihancurkan dan puluhan orang tewas . Kegiatan inipun, terus sensinya terus meningkat karena ada salah satu tokoh Budha, yang dulu sempat dipenjara karena menghasut konflik Muslim dan Budha itu kembali mengkompori konflik yang terjadi disana. Sekitar empat bulan yang lalu, ia selalu berpidato tentang keradikalannya. Bahkan ia sampai membuat satu simbol anti islam yaitu 969. Kemudian logo itupun dijadikan sebuah slogan, yaitu “Saat makan, makan 969; saat pergi, pergi 969;saat membeli, beli 969” .
Dengan demikian, masyarakat Rohingya memutuskan untuk pergi mengungsi ke negara-negara lain. Bahkan sampai ke Indonesia. Namun, polisi Indonesia juga mengaku kesulitan dalam mengidentifikasi kejadian yang sesungguhnya karena faktor bahasa yang digunakan. Pengungsi yang sampai di Indonesia ini tiba di Aceh, karena kehabisan logistik dan ada beberapa yang sakit.
Dari kondisi diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa memang tidak segampang membalikkan telapak tangan untuk menyelesaikan konflik yang berhubungan dengan etnis ini. Karena didalam hati etnis itu sudah ada satu primordialisme atau satu rasa bahwa hanya etnis merekalah yang paling kuat. Sehingga memandang remeh etnis-etnis lainnya. Dan rasa itu sudah sangat melekat didalam hatinya. Maka kalau misalnya ada satu tindakan yang gegabah dilakukan untuk mengatasi konflik ini, dampaknya akan sangat besar sekali.
Kalau dimasukan kedalam analisis sentimen konflik atau analisis penahapan konflik, maka konflik di rohingya ini sedang berada dalam titik krisi, dimana ketegangan disana semakin memuncak dan komunikasipun terputus. Kondisi ini akan terus selalu meningkat kalau tidak ada satu gerakan yang menghentikan provokasi tersebut. Maka dari itu, untuk menyelesaikan konflik ini diperlukan adanya satu pendekatan need-based conflict origins. Karena dengan kita mengetahui apa sebenarnya kebutuhan atau apa sebenarnya yang diinginkan oleh pihak yang paling agresif itu, maka kita akan membuat sebuah resolusi konflik yang sekiranya dapat meredam keagresifan mereka. Peacemaking pun akan dengan mudah diselipkan dalam konflik tersebut, karena keinginan mereka sudah diketahui. Setelah perdamaian mulai dibuat, maka akan terus berjalan kearah peacekeeping.
Namun, seandainya pemimpin mereka tidak mampu meredakan konflik yang ada di negaranya, maka negara atau elemen lainnya berhak untuk mengintervensi Myanmar guna untuk menciptakan perdamaian dengan segera. Negara dapat mengundang satu mediator guna untuk mencari fakta-fakta perihal penyebab sebenarnya terjadinya konflik ini. Mediator ini haruslah satu mediator yang dianggap netral, bersih dari kepentingan lain kecuali kepentingan menciptakan perdamaian, dan dianggap mampu untuk menyelesaikan konflik ini. seperti halnya penyelesaian konflik Indonesia-GAM yang diselesaikan dengan bantuan mediator dari CMI di Helsinki. Dalam kasus ini, Myanmar dianggap perlu mempelajari resolusi konflik secara teliti. Karena konflik yang dihadapi di Myanmar itu juga menyangkut etnis-etnis yang ada di dalamnya.




















Daftar Pustaka
Anindya Dewi (2013)  Apa yang Sebenarnya Terjadi di Burma. Available from: http://grevada.com/apa-yang-sebenarnya-terjadi-di-burma/ diunduh pada tanggal 10 April 2013.
Totok Suhardijanto (2013) Mengenal Etnis Rohingya. Available from: http://mizan.com/news_det/mengenal-etnis-rohingya-dari-sudut-pandang-sejarah.html diunduh pada tanggal 07 April 2013.
Harja Saputra (2012) Inilah Kronologis Lengkap Pemicu Tragedi Rohingya. Available from : file:///C:/Users/Acer/Documents/inilah-kronologis-lengkap-pemicu-tragedi-rohingya-481586.html di download pada tanggal 03 April 2013.
Fajar Nugraha (2013) PBB dan AS Didesak Hentikan Genosida Atas Rohingya. Available from : http://international.okezone.com/read/2013/04/10/411/789213/pbb-dan-as-didesak-hentikan-genosida-atas-rohingya diunduh pada tanggal 10 April 2013.
F. Nugraha (2013). Aung San suu Kyi Dicerca Warga Myanmar. Available from: http://berita.plasa.msn.com/internasional/okezone/aung-san-suu-kyi-dicerca-warga-myanmar. Diunduh pada tanggal 09 April 2013.
Fajar Nugraha (2013) Atasi Kerusuhan, Presiden Myanmar Siap Gunakan Kekerasan. Available from : http://international.okezone.com/read/2013/03/29/411/783410/atasi-kerusuhan-presiden-myanmar-siap-gunakan-kekerasan diunduh pada tanggal 05 April 2013.
Aulia Akbar (2013) Kerusuhan Memanas, Warga Muslim Myanmar Menghilang. Available from : http://international.okezone.com/read/2013/03/30/411/783633/kerusuhan-memanas-warga-muslim-myanmar-menghilang
A. Salaby Ihsan (2013) Gerakan 969 Habisi Muslim Myanmar. Available from : http://www.republika.co.id/berita/internasional/asean/13/04/09/mkz0jb-gerakan-969-habisi-muslim-myanmar. Diunduh pada tanggal 09 April 2013.
Gilang Akbar Prambadi (2013) Investigasi Bentrokan Muslim Rohingya-Budha Terkendala Bahasa. Available from : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/04/05/mks7y1-investigasi-bentrokan-muslim-rohingyabuddha-terkendala-bahasa diunduh pada tanggal 08 April 2013.
Rusian Burhani (2013) PBB Khawatir Konflik Rohingya Meluas ke ASEAN. Available from : http://www.antaranews.com/berita/367342/pbb-khawatir-konflik-rohingya-meluas-ke-asean diunduh pada tanggal 09 April 2013.

Novel ke-2

Huaaaaaaahhh... Masih bosen di kosan! Males ngapa-ngapain ini teh. :(

Okelah, mending mulai nulis novel selanjutnya. Sembari memperbaiki novel yang udah sempet ku kirim ke penerbit Bukune. Sekarang aku bermaksud untuk menulis novel kedua untuk ikut lomba di Salam Madani. hah.
Gila memang, yang kemarin aja belum tahu lolos terbit atau belum. Tapi tak apalah, kan sambil diperbaiki juga. dipoles lagi untuk menjadi novel yang cantik.

Bismillah, semoga apa yang aku targetkan diumurku yang ke 20 ini bisa tercapai. Amiiin

Bupati Garut Selanjutnya???

Jyah, sendiri di kosan itu memang tidak menyenangkan. 
Oke, tak apalah. Mending hari ini aku bercerita sedikit tentang Garut hari ini.

Setiap minggu, kebetulan aku pulang ke rumah karena mengurusi beberapa kerjaanku terkait dengan proyek kampung kreatif itu. Kemarin, sehabis pulang dari acara nikahan guru pesantren yang cukup terjal jalannya, aku memutuskan untuk membeli minuman segar di daerah simpang lima. Daaaaannn wooooooowwww.... Seperti yang sudah tertera di sepanjang jalan (jika kalian pergi ke Garut) Garut. Berbagai potret wajah calon Bupati Garut pun sudah tersebar dimana-mana...Mereka saling timpang tindih, berlombalomba dalam memasang poster itu. Ada yang biasa, besar dan lebih besar. ahaha

Aku sempat berpikir, "Hal apa yang sebenarnya menjadi motivasi untuk menjadi Bupati Garut? Kalau untuk memperbaikinya, okelah. Tapi kalau ingin menjual Garut lagi. NO!!!!!" 
Awas aja.Pikirku. 
aku memang bukan siapa-siapa disini. Tapi setidaknya, sebagai warga Garut sudah selayaknya aku berpikir seperti itu.

didepan kantor desaku tertera, PASTIKAN ANDA TERDAFTAR DALAM PEMILU BUPATI GARUT PADA TANGGAL 08 SEPTEMBER 2013 NANTI!!
Hmm... Siapa yang harus kupilih? Adakah diantara mereka yang memang benar-benar dari hati untuk memajukan Garut? Ataukah hanya sekedar mengisi kekosongan atau mengejar pangkat saja? 
Dari slogannya, mungkin memang bagus. Tapi adakah orang yang mampu merealisasikan slogannya tersebut?


Yang aku hafal slogannya adalah :
  1. Saeful Anwar mendengar
    Sontak, setelah membaca itu mataku terbelalak. aku jadi berpikir. "Apa mungkin Saeful Anwar yang dimaksud disini adalah orang yang meng-add ku di facebook? Apa dia sang Jenderal itu?" Pikiranku berputar mencari jawaban. Sayang, karena banyak alasan. Aku belum tahu siapa sebenarnya Saeful Anwar ini. Tapi meskipun begitu, aku harap dia memang benar-benar menjadi seorang pemimpin yang baik. Kalau misalnya ia terpilih.
  2. Ahmad Bajuri maharakyat
    WEiiisss... Ini lagi, ada yang maharakyat. Aku bingung dengan maharakyat yang dimaksud disini. Aapa yang sebenarnya disebut dengan maharakyat. :/
Nah, itu hanya sebagian orang yang sering kulihat kalau misalnya aku sedang berada diperjalanan menuju ke rumah.

But, anyway.. Semakin hari ternyata semakin bertambah. Ada Kang Memo Kembali... Ahmad Kunaefi (Wajahnya serasa familiar. Tapi aku kurang begitu tahu sih. hihihi), terus ada Asep R. Kurnia Jaya , Dokter Helmi (Bapaknya temen aku. haha) dan lain sebagainya deh. Aku nggak terlalu hapal semuanya. Tapi poster yang paling pertama muncul adalah Serli Besi. Haha.. Goodluck Pak Serli. Meski kami nggak tahu Anda.
Hmm... 

Kembali ke laptop, hihi... Sembari duduk dibawah pohon dan menunggu minuman itu siap. Tiba-tiba aku terpikir untuk memotret semua poster itu. Ahahahaaaa... Kebetulan bawa kamera. Tapi sayang eum, nggak bisa diupload. Entah kenapa nih. Ada masalah mungkin sama laptopnya. Heuheu

But, siapapun yang menjadi PEMILIH dalam PEMILU BUPATI GARUT, JADILAH PEMILIH YANG CERDAS, SUPAYA TIDAK MENYESAL DI AKHIR.
Dan siapapun yang TERPILIH, JANGAN KECEWAKAN KAMI. GUNAKAN HATIMU UNTUK MENATA KOTA INTAN KAMI. GUNAKAN KECERDASANMU UNTUK MEMBANGKITKAN KOTA KELAHIRAN KITA!!!
Semangat berjuang!
Berjuang dengan SEHAT tentunya, tidak datang dari satu rumah ke rumah, memberikan hadiah supaya mereka memilih anda. haha GOOD LUCK, ALL!

Analisis Kasus Gianni Versace S.p.A

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Pada dasarnya manusia tidak bisa hidup sendirian. Mereka saling membutuhkan satu sama lain. Hingga terciptalah satu kerja sama diantara mereka. Baik dalam melestarikan umat manusia ataupun kerja sama dalam bisnis dan lain sebagainya. Akan tetapi, karena manusia itu pada dasarnya tidak semua manusia itu memiliki sifat baik. Maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi beberapa ketidakcocokan dalam proses kerjasama tersebut. Hingga akhirnya, ia melakukan satu hal yang bisa dianggap pidana atau pun perdata. Dengan demikian, maka lahirlah sebuah rule yang mengatur tentang perbuatan mereka. Yaitu hukum pidana dan perdata.
Hukum perdata adalah hukum yang mengatur hubungan antara orang perorangan didalam masyarakat (Status Hukum:Art in the science of law : 2013). Hukum perdata ini merupakan satu induk hukum dari hukum dagang, waris, pernikahan, perceraian, dan lain sebagainya.  Sedangkan hukum pidana adalah suatu keseluruhan dari asas-asas dan peraturan-peraturan yang diikuti oleh negara atau suatu masyarakat hukum umum lainnya, dimana mereka itu sebagai pemelihara dari ketertiban hukum umum telah melarang dilakukannya tindakan-tindakan yang bersifat melanggar hukum dan telah mengaitkan pelanggaran terhadap peraturan dengan suatu penderitaan yang bersifat khusus berupa hukuman .
Akan tetapi, disini penulis tertarik untuk menganalisis kasus Perdata Internasional. Karena selain sesuai dengan mata kuliah yang diambil sekarang, yaitu Hukum Perdata Internasional juga karena manusia itu tidak luput dari pergaulan internasional. Sehingga tidak menutup kemungkinan mereka melakukan tindakan perdata di luar negeri dan akhirnya menimbulkan satu kebingungan untuk memilih hukum mana yang akan diambil untuk memutuskan perkara tersebut. Maka dari itu, timbullah hukum perdata internasional yang mengatur mereka. Dimana hukum perdata internasional menurut Prof.J.G. Sauveplanne adalah :
“keseluruhan aturan-aturan yang mengatur hubungan-hubungan hukum perdata yang mengandung eemen-elemen internasional dan hubungan-hubungan hukum yang memiliki kaitan dengan negara-negara asing sehingga dapat menimbulkan pertanyaan apakah penundukan langsung kearah hukum asing itu tanpa harus menundukkan diri pada hukum intern ”.

Sedangkan menurut Prof. Sudargo Gautama dalam bukunya Pengantar Hukum Perdata Internasional Indonesia, mengatakan bahwa hukum perdata internasional adalah :
“Keseluruhan peraturan dan keputusan hukum yang menunjukkan stelsel hukum manakah yang berlaku, atau apakah yang merupakan hukum, jika hubungan-hubungan atau peristiwa –peristiwa, stelsel-stelsel, dan kaidah-kaidah hukum dari dua negara atau lebih negara, yang berbeda dalam lingkungan kuasa, tempat, pribadi dan soal-soal”
Dari dua pengertian diatas, jelas bahwa hukum perdata internasional merupakan satu hukum baik itu hukum nasional maupun hukum negara itu sendiri (negara luar yang bersangkutan) yang akan diberlakukan untuk penyelesaian hukum ini.
Kemudian dari beberapa persoalan yang termasuk kedalam hukum perdata, penulis lebih tergelitik hatinya untuk menganalisis tentang hukum perdata internasional yang menyangkut tentang merek.

B.    Rumusan MasalahDari penulisan makalah ini terdapat beberapa rumusan masalah yang akan membatasi pembahasan disini. Diantaranya yaitu :
1.    Apakah kasus Gianni Versace S.p.A vs Jono merupakan kasus hukum perdata internasional?
2.    Dimana letak HPI dalam kasus Gianni Versace S.p.A vs. Jono tersebut?
3.    Hukum manakah yang diambil?

C.    Tujuan Penelitian
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menerapkan pemahaman tentang hukum perdata internasional.


BAB II
KAJIAN TEORI
A.    Merek

Seiring berkembangnya jaman, UU tentang Merek selalu berubah, hingga akhirnya pada tahun 2001 undang-undang merek terbaru berhasil dibuat. Isi dari UU tersebut hampir sama, akan tetapi ada beberapa hal yang berbeda. Hal itu disebabkan karena penyesuaian dari zaman ke zaman (mengikuti arah lajunya peraturan merek internasional). Perubahan penting yang tercantum dalam UU no 15 Tahun 2001 adalah penetapan sementara pengadilan, perubahan delik biasa menjadi delik aduan, perang Pengadilan Niaga dalam memutuskan sengketa merek kemungkinan menggunakan alternatif penyelesaian sengketa dan ketentuan pidana yang diperbuat (HAKI, 2008:184).
Menurut UU Merek Indonesia (Pasal 1 ayat 1), merek adalah : gambar, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.
Prosedur Permohonannya adalah :
a.     Permohonan (30 Hari)
b.    Pemeriksaan Kelengkapan administrasi => Kekurangan Persyaratan (2 bulan) => kalau terpenuhi, lanjut ke pemeriksaan substantif (9 bulan). Kalau tidak terpenuhi berarti merek dianggap ditarik kembali.
c.    Setelah melalui prosedur pemeriksaan substansif=> kalau disetujui (10 hari), maka lanjut ke keputusan diterima atau tidaknya. Akan tetapi kalau tidak disetujui (penolakan) => ada tanggapan => pemeriksaan kembali kemudian menunggu keputusan diterima atau tidak. Apabila tidak ada tanggapan, maka itu berarti penolakan tetap.
d.    Pengajuan merek diterima => pengumuman (2 bulan)
e.    Ada oposisi (3 bulan) => kalau ya, maka masuk ke sanggahan, kemudian oposisi diterima atau tidak? Kemudian apabila oposisi itu diterima maka langsung mengajukan banding (3 bulan) => komisi banding=> pengadilan niaga => putusan pengadilan =>Kalau putusan pengadilan “ya” berarti langsung dikabulkan. Kalau menolak, kasasi ke mahkamah agung => putusan mahkamah agung => kalau ya, berarti dikabulkan akan tetapi kalau tidak berarti tetap ditolak.
f.    Kalau tidak ada oposisi berarti langsung ke pembuatan sertifikat merek-daftar umum merek (30 hari).

B.    Titik Pertalian (Titik Taut)
Dalam Hukum Perdata Internasional terdapat beberapa titit taut yang akan menjadi penentu apakah peristiwa tersebut merupakan Hukum Perdata Internasional atau bukan. Jika ya,  hukum mana yang akan digunakan? Titik-titik taut tersebut dapat berbentuk :
-    Kewarganegaraan
-    Domisili
-    Tempat kedudukan suatu benda tetap
-    Bendera kapal asing
-    Tempat suatu perbuatan dilakukan
-    Tempat dimana akibat suatu perbuatan hukum timbul
-    Pilihan hukum para pihak
-    Serta tempat perbuatan-perbuatan resmi dilakukan.
Titik taut ini kemudian dibagi menjadi dua bagian. Yaitu titik taut primer dan titik taut sekunder.
Titik Taut Primer (Primary Points of Contact) Yaitu fakta-fakta di dalam sebuah perkara atau peristiwa hukum, yang menunjukkan bahwa peristiwa hukum ini mengandung unsur-unsur asing (foreign elements) dan peristiwa hukum yang dihadapi adalah peristiwa HPI, bukan peristiwa hukum intern/domestic semata.
Sedangkan Titik Taut Sekunder (Secondary Points of Contact) yaitu fakta-fakta dalam perkara HPI yang akan membantu penentuan hukum manakah yang harus diberlakukan dalam menyelesaikan persoalan HPI yang sedang dihadapi. Titik taut sekunder ini sering disebut dengan titik taut penentu karena fungsinya akan menentukan hukum dari tempat manakah yang akan digunakan sebagai the applicable law dalam menyelesaikan suatu perkara.
Contoh titik taut primer yang berupa kewarganegaraan: warga negara Indonesia menikah dengan warga negara Australia. Mereka melangsungkan pernikahan di Australia. Karena berbeda kewarganegaraan, maka yang menjadi titik taut primernya adalah kewarganegaraan. Kewarganegaraan inilah yang nantinya akan menunjukkan atau akan menentukan hukum mana yang akan dipakai. Apakah hukum Austria ataukah hukum Indonesia.
Menurut Cohn, beberapa titik taut lain yang penting adalah :
1.    Hukum dari tempat dilaksanakannya perbuatan (lex loci actus)
2.    Hukum dari tempat dimana benda-benda tetap terletak (lex rei sitae)
3.    Tempat pembuatan dan atau pelaksanaan kontrak (locus contractus/locus solutionis)


BAB III
PEMBAHASAN
 
A.    Sekilas Tentang Kasus Versace dan Jono
Gianni Versace S.p.A merupakan salah satu perusahaan yang didirikan oleh seorang desainer bernama Gianni Versace di Itali pada tahun 1978. Perusahaan ini bergerak di bidang fashion, berupa busana, perhiasan, kosmetik, farfum dan produk-produk lainnya. Presiden perusahaan Gianni Versace adalah Santo Versace dan Wakil presiden dipegang serta direksi kreasi dipegang oleh Donatella Versace. Perusahaan Versace ini menjual produksinya di Indonesia. Bahkan beberapa mereknya pun telah dilindungi oleh hukum indonesia.
Semakin hari, perusahaan ini semakin berkembang. Misalnya, pada tahun 2000 ia bekerjasama dengan Sundland Group Ltd, sebuah perusahaan terkemuka di Australia membuka “Pallazo Versace”, yaitu sebuah hotel berbintang enam yang terletak di Gold Coast Australia. Saat ini Versace Group ini dipegang oleh keluarga Versace yang terdiri dari Allegra Beck Versace (50%), Donatella Versace (20%) dan Santo Versace (30%).
Produk Versace ini sudah terkenal hampir di 30 negara, termasuk salah satunya adalah negara Indonesia. Beberapa merek yang sudah terdaftar di berbagai negara sebagai merek terkenal itu antara lain :
-    VERSUO
-    VERSUS GIANNI VERSACE
-    VERSACE CLASSIC V2
-    VERSUS VERSACE
Sedangkan beberapa merek yang sudah terdaftar di Indonesia, yaitu VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, dan VERSACE CLASSIC V2. Serta VERSUS dan VERSUS VERSACE yang sedang didaftarkan tertanggal 7 April 2001 dan 23 Januari 2002.
Sedangkan Jono merupakan salah satu warga negara Indonesia yang berkedudukan di Medan. Ia mendaftarkan merek V2 VERSI VERSUS yang mempunyai unsur kesamaan dalam kata-kata utamanya. Sehingga Gianni Versace merasa terusik kenyamanannya karena unsur-unsur utama merek miliknya didaftarkan secara serempak oleh Jono. Oleh karena itu, ia melaporkannya ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.
Dalam kasus ini, Gianni sebagai penggungat merupakan pemilik yang berhak atas Merek “VERSUS”, “VERSACE”, “VERSACE CLASSIS V2” dan “VERSUS VERSACE’, yang mana Merek-Merek tersebut telah dipakai, dipromosikan serta terdaftar di negara asalnya Italia sejak tahun 1989 dna terdaftar pula di 30 negara lebih, sehingga Merek penggugat berdasarkan Pasal 6 ayat 1 Butir b Undang-undnag No.15 Tahun 2001 tentang Merek dikualifikasikan sebagai Merek Terkenal, di mana Merek yang disengketakan adalah Merek penggugat yang telah terdaftar pada kelas 9,18 dan 25. Kemudian Jono tanpa seizin Gianni telah mendaftar Merek “V2 VERSI VERSUS” yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Merek-merek penggugat dan Merek milik tergugat tersebut terdaftar dalam kelas yang sama dengan Merek-Merek milik penggugat.
Sedangkan menurut pasal 4 UU No. 15 Tahun 2001 tentang merek mengatakan bahwa seandainya tindakan Jono tersebut merupakan itikad buruk yang hendak ingin membonceng keterkenalan Merek-Merek milik Gianni yang nantinya akan mendapatkan keuntungan ekonomi dengan mudah atas penjualan produk tersebut, maka seharusnya permohonan pendaftaran merek tersebut ditolak.
Dengan demikian, maka dengan menyertakan beberapa bukti untuk memperkuat gugatannya, Gianni menuntut pengadilan untuk :
1.    Mengabulkan gugatannya
2.    Menyatakan Gianni adalah pemilik satu-satunya yang berhak atas merek-merek terkenal VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE CLASSIC V2 dan VERSUS VERSACE di wilayah Republik Indonesia
3.    Menyatakan bahwa merek Jono memiliki unsur kesamaan pada pokoknya dengan merek terkenal milik Gianni
4.    Menyatakan bahwa tindakan Jono merupakan tindakan yang didasari itikad tidak baik
5.    Kemudian menyatakan batal merek
6.    Dan menghukum Jono dengan membayar biaya perkara menurut hukum
Setelah diterima permohonannya, pengadilan melakukan panggilan beberapa kali kepada Jono, akan tetapi ia tidak datang. Ia hanya mengutus kuasa hukumnya untuk menghadiri sidang. Yang akhirnya diputuskan bahwa : Majelis Hakim Pengadilan Niaga mengambil penafsiran persaingan curang berdasarkan ketentuan Penjelasan Pasal 4 Undang-Undang No.15 Tahun 2001 tentang Merek tanpa merujuk pada Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No.426 pk/pdt/1994. Pernyataan Majelis Hakim Pengadilan Niaga mengenai persaingan curang adalah :
“ Menimbang bahwa dari Penjelasan Pasal 4 tersebut berdasarkan penafsiran a contario , terdapat 2 elemen penting untuk menentukan adanya itikad baik yaitu :
-          Adanya niat untuk menguntungkan usaha pendaftar sekaligus merugikan pihak lain;
-          Melalui cara penyesatan konsumen atau perbuatan persaingan curang, atau menjiplak atau menumpang ketenaran merek orang lain “
Selain pernyataan mengenai permasalahan persaingan curang, lebih jauhnya Majelis Hakim memberikan pertimbangan mengenai tindakan penyesatan konsumen sebagai berikut:
“a) Penyesatan tentang asal-usul suatu produk. Hal ini dapat terjadi karena Merek dari suatu produk menggunaka Merek luar negeri atau ciri khas suatu daerah yang sebenarnya Merek tersebut bukan berasal dari daerah luar negeri atau dari suatu daerah yang mempunyai ciri khusus tersebut;
b) Penyesatan karena produsen. Penyesatan dalam bentuk ini dapat terjadi karena masyarakat konsumen yang telah mengetahui dengan baik mutu suatu produk, kemudian di pasaran ditemukan suatu produk dengan Merek yang mirip atau menyerupai yang ia sudah kenal sebelumnya;
c) Penyesatan melalui penglihatan. Penyesatan ini dapat terjadi karena kesamaan atau kemiripan dari Merek yang bersangkutan.
d) Penyesatan melalui pendengaran. Hal ini sering terjadi bagi konsumen yang hanya mendengar atau mengetahui suatu produk dari pemberitahuan orang lain”

Pertimbangan mengenai tindakan penyesatan yang cukup rinci tersebut memang tidak terdapat dalam Undang-Undang No.15 tahun 2001 tentang Merek maupun dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No.426/PK/PDT/1994. Interpretasi mengenai tindakan penyesatan ini merupakan interpretasi ekstensif dari istilah menyesatkan konsumen yang terdapat dalam Penjelasan Pasal 4 Undang-Undang No.15 tahun 2001 tentang Merek. Interpretasi terhadap istilah dalam undang-undang ini bukanlah menjadi tugas Hakim semata, para ilmuwan sarjana hukum pun dapat melakukan interpretasi, terutama bagi para pengacara yang mewakili kepentingan para pihak di pengadilan. Boleh dikatakan bahwa setiap undang-undang perlu dijelaskan atau ditafsirkan terlebih dahulu sebelum dapat diterapkan pada peristiwanya.
Dengan demikian, berarti merek yang diajukan oleh Jono dinyatakan batal.

B.    Analisis Kasus
Seperti yang kita ketahui bahwa Merek merupakan salah satu tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan . Dari kata memiliki daya pembeda dalam kalimat diatas berarti merek tersebut digunakan sebagai daya pembeda antar produk milik seseorang. Sehingga tidak mungkin ada satu unsur kesamaan dalam beberapa produk. Kecuali pemilik produk tersebut bermaksud untuk mengambil keuntungan dari produk yang sudah ada sebelumnya tersebut. Begitupun dalam kasus ini, Jono berusaha untuk menyatukan beberapa unsur yang sama dengan merek milik Gianni Versace seorang warga negara Italia yang berwirausaha dalam bidang fashion, parfum, dan lain sebagainya. Merek milik Gianni tersebut sudah terdaftar di hampir 30 negara dan sudah terkenal. Maka dari itu, pengadilan memutuskan bahwa memang benar, Jono tersebut ingin numpang terkenal dari merek-merek Gianni. Karena tidak ada pembelaan dari Jono. Bahkan Jono pun tidak hadir dalam acara persidangan dan hanya diwakilkan oleh kuasa hukumnya.
Untuk memutuskan bahwa suatu perkara tersebut merupakan Hukum Perdata Internasional atau bukan, maka terlebih kita harus mengetahui titik-titik taut yang ada dalam permasalahan tersebut.
Titik taut itu dibagi menjadi dua. Yaitu titik taut primer dan titik taut sekunder. Yang menjadi titik taut primer dalam kasus ini adalah kewarganegaraan. Karena Gianni Versace SpA merupakan salah seorang warga negara Italia yang berkedudukan di Italia. Sedangkan Jono merupakan salah seorang warga negara Indonesia yang berkedudukan di Medan.  Kemudian titik taut sekundernya adalah lex loci. Yaitu hukum yang berlaku adalah hukum Indonesia, sesuai dengan tempat dimana kegiatan dagang atau industri tersebut berjalan.

BAB IV
SIMPULAN

A.    Simpulan
Dari analisis tersebut dapat dikatakan bahwa kasus Gianni Versace SpA merupakan salah satu kasus Hukum Perdata Internasional. Karena mengandung unsur asing. Dengan titik taut primernya kewarganegaraan dan titik taut sekundernya lex loci. Sehingga dalam putusan tersebut, Majelis Hakim Pengadilan Niaga mengambil keputusan sesuai dengan hukum Indonesia yaitu pasal 4 UU No. 15 Tahun 2001 tentang merek mengatakan bahwa “pendaftaran merek yang beritikad baik adalah pemohon mendaftarkan mereknya secara layak dan jujur tanpa ada niat apapun untuk membonceng, meniru, atau menjiplak ketenaran merek pihak lain”. Setelah melakukan beberapa pertimbangan, akhirnya pengadilan mengabulkan seluruh tuntutan Gianni dan membatalkan merek milik Jono.

B.    Saran
Dari beberapa penjelasan analisis tersebut maka dapat disarankah bahwa kita harus lebih kreatif dalam menciptakan satu nama untuk merek. Tidak membonceng merek milik orang lain, karena hal tersebut dapat merugikan diri kita sendiri.


DAFTAR PUSTAKA


Prof.Dr.S.Gautama.S.H (1977) Pengantar Hukum Perdata Internasional Indonesia. Bandung: IKAPI. Hal.25
P.A.F. Lamintang (1984) Dasar-dasar Hukum Pidana Indonesia. Bandung: Sinar Baru. Hal. 1-2.
Status Hukum : Art in the science of law (n.d.) Pengertian Hukum Perdata. Available from : http://statushukum.com/pengertian-hukum-perdata.html. Diunduh pada tanggal 02 Mei 2013.
Tia Aristutia, SH., MH (n.d.) Pengertian Hukum Perdata Internasional. Available from : http://semutuyet.blogspot.com/2012/06/pengertian-hukum-perdata-internasional.html
Yudashmara Publisher (2009) Titik Taut Hukum Perdata Internasional. Available from : http://korandemokrasiindonesia.wordpress.com/. Diakses pada tanggal 01 Mei 2013.
DJHKI (n.d.) E-Tutorial HKI. Available from : http://119.252.161.174/merek-2/ . Diunduh pada 29 April 2013.
    Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor 77/Merek/2003/PN.Niaga.Jkt.Pst
    Kementerian Australia Indonesia (2008) Intellectual Property Right. Asian Law Group Pty Ltd.






LAMPIRAN

PUTUSAN
NOMOR 77/MEREK/2003/PN.NIAGA.JKT.PST.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN
KETUHANAN YANG MAHA ESA

PENGADILAN NIAGA PADA PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT YANG MEMERIKSA DAN MENGADILI PERKARA GUGATAN MEREK PADA TINGKAT PERTAMA, TELAH MENJATUHKAN PUTUSAN SEBAGAI BERIKUT DALAM PERKARA ANTARA:

GIANNI VERSACE S.P.A., SUATU PERSEROAN MENURUT UNDANG-UNDANG NEGARA BAGIAN ITALIA, BERKEDUDUKAN DI VIA MANZONI 38,20121 MILAN, ITALY, DALAM HAL INI DIWAKILI OLEH KUASANYA 1. ENDRA AGUNG PRABAWA, S.H., 2. AGUS TRIBOWO SAKTI, S.H. PENGACARA DAN PENASIHAT HUKUM DARI AMROOS & PARTNERS LAW OFFICE, JI. PERMATA HIJAU RAYA KAV. 8-29, SENAYAN, JAKARTA 12210, INDONESIA, BERDASARKAN SURAL KUASA KHUSUS TERTANGGAL 5 JULI 2002.
SELANJUTNYA DISEBUT SEBAGAI : PENGGUGAT.

MELAWAN:

SUTARDJO JONO, BERALAMAT DI JI. LETJEN S. PARMAN NO. 71-A MEDAN.
SELANJUTNYA DISEBUT SEBAGAI: TERGUGAT.

PENGADILAN NIAGA TERSEBUT;
TELAH MEMBACA BERKAS PERKARA DAN SURAT-SURAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERKARA INI;

TENTANG DUDUKNYA PERKARA :

MENIMBANG, BAHWA PENGGUGAT DALAM SURAT GUGATANNYA TERTANGGAL 7 OKTOBER 2003, YANG TERDAFTAR DI KEPANITERAAN PENGADILAN NIAGA PADA PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT PADA TGL. 10 OKTOBER 2003 DENGAN REGISTER PERKARA NO. 77/MEREK/2003/PN.NIAGA.JKT.PST. YANG PADA POKOKNYA MENGEMUKAKAN HAL-HAL SEBAGAI BERIKUT:
1.    BAHWA PENGGUGAT ADALAH PEMILIK YANG BERHAK ATAS MEREK TERKENAL VERSUO, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE YANG SUDAH TERDAFTAR DI BERBAGAI NEGARA TERMASUK DI INDONESIA PADA DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA C.Q. DIREKTORAT MEREK YAITU :
A)    UNTUK MEREK VERSUS TERDAFTAR DENGAN NOMOR-NOMOR SEBAGAI BERIKUT :
1.    474687 TANGGAL 30 APRIL 2001 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 09 (BUKTI P-1);
2.    474688 TANGGAL 30 APRIL UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 18 (BUKTI P-2);
B)     UNTUK MEREK VERSUS GIANNI VERSACE TERDAFTAR DENGAN NOMOR-NOMOR SEBAGAI BERIKUT :
3.     353645 TANGGAL 12 FEBRUARI 1996 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 09 (BUKTI P-3);
4.    325332 TANGGAL 6 JANUARI 1995 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 18 (BUKTI P-4);
5.    384570 TANGGAL 1 SEPTEMBER 1997 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 25 (BUKTI P-5);
C)     UNTUK MEREK VERSACE CLASSIC V2 TERDAFTAR DENGAN NOMOR 361451 TANGGAL 6 JUNI 1996 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 18 (BUKTI P-6);
2.    BAHWA SELAIN ITU PENGGUGAT JUGA SEDANG MENGAJUKAN PERMINTAAN PENDAFTARAN MEREK PADA DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA C.Q. DIREKTORAT MEREK YAITU :
D)    UNTUK MEREK VERSUS DENGAN NOMOR-NOMOR AGENDA SEBAGAI BERIKUT:
6.    D00-6620 TANGGAL 7 APRIL 2000 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 03 (BUKTI P-7);
7.    D00-6619 TANGGAL 7 APRIL 2000 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 25 (BUKTI P-8);
E)    UNTUK MEREK VERSUS VERSACE DENGAN NOMOR AGENDA D00-2002-01418-01424 PADA TANGGAL 23 JANUARI 2002 UNTUK JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 03 (BUKTI P-9);

3.    BAHWA MEREK PENGGUGAT VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIS V2 DAN VERSUS VERSACE TELAH DIPAKAI, DIPROMOSIKAN SERTA TERDAFTAR DI NEGARA ASALNYA ITALIA SEJAK TAHUN 1989 DAN LEBIH DARI 30 NEGARA, SEHINGGA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT MENURUT PENJELASAN PASAL 6 AYAT (1) HURUF (B) UNDANG-UNDANG MEREK NO. 15 TAHUN 2001 HARUS DIKUALIFIKASIKAN SEBAGAI MEREK TERKENAL;

    BUKTI-BUKTI KETERKENALAN MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT TERSEBUT AKAN KAMI SAMPAIKAN PADA ACARA PEMBUKTIAN.

4.    BAHWA TERNYATA DIKETAHUI OLEH PENGGUGAT BAHWA TERGUGAT TANPA SEIZIN PENGGUGAT TELAH MENDAFTARKAN MEREK V2 VERSI VERSUS DENGAN NOMOR PENDAFTARAN 361066 PADA TANGGAL 30 MEI 1996 (BUKTI P-10) YANG MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK-MEREK PENGGUGAT (BUKTI P-1 SID P-9) DAN UNTUK MELINDUNGI KELAS BARANG YANG SAMA DENGAN MEREK PENGGUGAT;

5.    BAHWA PENGGUGAT SANGAT KEBERATAN ATAS PENDAFTARAN MEREK TERGUGAT TERSEBUT (BUKTI P-10), KARENA MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK-MEREK PENGGUGAT VERSUS, GIANNE VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE YANG SUDAH TERKENAL (BUKTI P-1 S.D. P-9), SEHINGGA BERDASARKAN PASAL 6 AYAT (1) HURUF (A) DAN (B) UNDANG-UNDANG NO. 15 TAHUN 2001, PENDAFTARAN I'NEREK TERGUGAT (BUKTI P-10) TERSEBUT SEHARUSNYA DITOLAK;

6.    BAHWA SUKAR DAPAT DIBAYANGKAN MAKSUD LAIN DARI TERGUGAT MENDAFTARKAN V2 VERSI VERSUS SEBAGAI MEREKNYA (BUKTI P-10), KECUALI DENGAN ITIKAD BURUK HENDAK MEMBONCENG PADA KETERKENALAN MEREK-MEREK PENGGUGAT UNTUK MENIKMATI KEUNTUNGAN DENGAN MUDAH, SEHINGGA MENURUT PENJELASAN PASAL 4 UNDANG-UNDANG NO. 15 TAHUN 2001 PENDAFTARAN MEREK TERGUGAT (BUKTI P-10) TERSEBUT SEHARUSNYA DITOLAK;

7.    BAHWA PEMAKAIAN DAN PENDAFTARAN MERREK V2 VERSI VERSUS (BUKTI P-10) OLEH TERGUGAT YANG MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK TERKENAL PENGGUGAT, DAPAT SERTA HASIL-HASIL PRODUKSI TERGUGAT BEARASAL DARI PENGGUGAT, ATAU MEMPUNYAI HUBUNGAN ERAT DENGAN PENGGUGAT, HAL NAMA SANGAT MERUGIKAN PENGGUGAT, SEHINGGA BERDASARKAN PASAL 68 AYAT (1) JO. PASAL 68 AYAT (2) UNDANG-UNDANG NO. TAHUN 2001, MEREK TERGUGAT (BUKTI P-10) TERSEBUT HARUS DIBATALKAN;

8.    BAHWA ADA SERIBU SATU KATA ATAU KOMBINASI KATA LAIN YANG DAPAT DIGUNAKAN OLEH TERGUGAT UNTUK MEREK DARI PRODUKNYA TANPA HARUS MENJIPLAK MEREK-MEREK PENGGUGAT. PERBUATAN INI BERTENTANGAN DENGAN RASA KEPATUTAN DAN KEADILAN SERTA MAKSUD DAN TUJUAN DARI UNDANG-UNDANG NO. 15 TAHUN 2001 UNTUK MEMBERIKAN PERLIUNDUNGAN TERHADAP MEREK TERKENAL (BANDINGKAN DENGAN PASAL 6 BIS KONVENSI PARIS);

9.    BAHWA DAPAT DIPASTIKAN, TANPA DIILHAMI MEREK-MEREK TERKENAL MILIK PENGGUGAT (BUKTI P-1 S/D P-9), TERGUGAT TIDAK AKAN PERNAH MEMIKIRKAN UNTUK MENDAFTARKAN V2 VERSI  VERSUS SEBAGAI MEREKNYA. BAHWA MENURUT YURISPRUDENSI MAHKAMAH AGUNG RI NO. 220 K/PDT/1986 SECARA TEGAS PULA MRNYATAKAN BAHWA PENGUSAHA LOCAL SEPERTI TERGUGAT SEKARANG INI WAJIB MENGGUNAKAN MEREK DENNGAN IDENTITAS TERKENAL NASIONAL, BUKAN MENJIPLAK NAMA ATAU MEREK ASING, KARENA DAPAT MENYESATKAN KONSUMEN TENTANG ASAL-USUL BARANG;
10.    BAHWA MENGINGAT MEREK TERGUGAT V2 VERSI VERSUS NOMOR PENDAFTARAN 361066 (BUKTI P-10) DIPEROLEH PENDAFTARANNYA DENGAN ITIKAT TIDAK BAIK, MAKA BERDASARKAN PASAL 68 AYAT (1) JO. PASAL 69 AYAT (2) UDANG-UNDANG NO. 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK, PENGGUGAT BERHAK MENUNTUT PEMBATALAN ATAS PENDAFTARAN MEREK MILIK TERGUGAT TERSEBUT, BANDINGKAN PULA DENGAN PASAL 6 BIS AYAT (3) KONVENSI PARIS YANG MENYATAKAN BAHWA “NO LIMIT SHALL BE FIXED FOR SEEKING THE CANCELLATION OF THE MARKS REGISTERED IN BAD FAITH;”
MAKA BERDASARKAN SEMUA ALASAN HUKUM TERSEBUT DI ATAS, SUDILAH MAJELIS HAKIM PENGADILAN NIAGA JAKARTA PUSAT MEMBERIKAN PUTUSAN SEBAGAI BERIKUT :
1.    MENGABULKAN GUGATAN PENGGUGAT UNTUK SELURUHNYA ;
2.    MENYATAKAN PENGGUGAT ADALAH PEMILIK SATU-SATUNYA YANG BERHAK ATAS MEREK-MEREK TERKENAL VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE (BUKTI P-1 S.D. P-9) DI WILAYAH REPUBLIK INDONESIA UNTUK MEMBEDAKAN HASIL PRODUKSI PENGGUGAT DENGAN HASIL PRODUKSI PIHAK LAIN;
3.    MENYATAKAN MEREK TERGUGAT V2 VERSI VERSUS DENGAN NOMOR PENDAFTARAN 361066 (BUKTI P-10) MEMPUNYAI PERSAMAANPADA POKOKNYA DENGAN MEREK-MEREK TERKENAL VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT (BUKTI P-1 S.D. P-9);
4.    MENYATAKAN BAHWA TINDAKAN TERGUGAT MENGAJUKAN PENDAFTARAN MEREK V2 VERSI VERSUS DENGAN NOMOR PENDAFTARAN 361066 (BUKTI P-10) MENGANDUNG ITIKAD TIDAK BAIK, KARENA MENIRU MEREK-MEREK TERKENAL MILIK PENGGUGAT ;
5.    MENYATAKAN BATAL MEREK TERGUGAT V2 VERSI VERSUS NOMOR PENDAFTARAN 361066 (BUKTI P-10) DALAM DAFTAR UMUM MEREK DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DENGAN SEGALA AKIBAT HUKUMNYA;
6.    MEMERINTAHKAN PANITERA UNTUK MENGIRIM SALINAN PUTUSAN INI SETELAH MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM TETAP KEPADA DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAK AZASI MANUSIA CQ. DIREKTORAT JENDERAL HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL CQ. DIREKTORAT MEREK UNTUK PEMBATALAN MEREK DENGAN CARA MENCORET MEREK "V2 VERSI VERSUS" NOMOR PENDAFTARAN 361066 (BUKTI P-10) DARI DAFTAR UMUM MEREK SEKALIGUS MENGUMUMKANNYA DALAM BERITA RESMI MEREK;
7.    MENGHUKUM TERGUGAT MEMBAYAR BIAYA PERKARA MENURUT HUKUM.

MENIMBANG, BAHWA PADA HARI SIDANG YANG TELAH DITENTUKAN UNTUK PENGGUGAT DATANG MENGHADAP KUASA HUKUMNYA AGUS TRIBOWO SAKTI, S.H. SEDANGKAN TERGUGAT TIDAK DATANG MENGHADAP DAN TIDAK MENYURUH ORANG LAIN UNTUK MEWAKILINYA, WALAUPUN TELAH DIPANGGIL SECARA PATUT BERDASARKAN RELAAS PANGGILAN TERTANGGAL 11 NOVEMBER 2003 NO.77/HKI.MEREK/2003/PN.NIAGA.JKT.PST. DAN BERDASARKAN PANGGILAN SECARA UMUM MELALUI SURAT KABAR "RAKYAT MERDEKA" MASING-MASING TERTANGGAL 11 NOVEMBER 2003 DAN TERTANGGAL 11 DESEMBER 2003;

MENIMBANG, BAHWA UNTUK MEMPERKUAT DALIL-DALIL GUGATANNYA, PENGGUGAT TELAH MENGAJUKAN BUKTI BERUPA FOTOCOPY DAN ASLI SURAT-SURAT YANG TELAH DILEGALISIR DAN DIBERI METERAI SECUKUPNYA, DAN DIBERI TANDA P-1 S/D P-19 SEBAGAI BERIKUT:
1.    BUKTI P-1    :    PETIKAN RESMI PENDAFTARAN MEREK "VERSUS" ATAS NAMA PENGGUGAT DI BAWAH NOMOR 474687 TANGGAL 30 APRIL 2001 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 09;
2     BUKTI P-2    :    PETIKAN RESMI PENDAFTARAN MEREK "VERSUS" ATAS NAMA PENGGUGAT DI BAWAH NOMOR 474688 TANGGAL 30 APRIL 2001 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 18;
3     BUKTI P-3    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK "VERSUS ' GIANNI VERSACE" ATAS NAMA PENGGUGAT DI BAWAH NOMOR 353645 TANGGAL 12 FEBRUARI 1996 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 09;
4.    BUKTI P-4    :    PETIKAN RESMI PENDAFTARAN MEREK "VERSUS GIANNI VERSACE" ATAS NAMA PENGGUGAT DI BAWAH NOMOR 325332 TANGGAL 6 JANUARI 1995 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 18 ;
5.    BUKTI P-5    :    PETIKAN RESMI PENDAFTARAN MEREK "VERSUS GIANNI VERSACE" ATAS NAMA PENGGUGAT DI BAWAH NOMOR 384570 TANGGAL 1 SEPTEMBER 1997 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 25 ;
6.    BUKTI P-6    :    PETIKAN RESMI PENDAFTARAN MEREK "VERSACE CLASSIC V2" ATAS NAMA PENGGUGAT DI BAWAH NOMOR 361451 TANGGAL 6 JUNI 1996 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 18 ;
7.    BUKTI P-7    :    PERMINTAAN PENDAFTARAN MEREK "VERSUS" ATAS NAMA PENGGUGAT DENGAN NOMOR AGENDA D00-6620 TANGGAL 7 APRIL 2000 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 03;
8.    BUKTI P-8    :    PERMINTAAN PENDAFTARAN MEREK "VERSUS" ATAS NAMA PENGGUGAT DENGAN NOMOR AGENDA D00-6619 TANGGAL 7 APRIL 2000 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 25;
9.    BUKTI P-9    :    PERMINTAAN PENDAFTARAN MEREK "VERSUS VERSACE" ATAS NAMA PENGGUGAT DENGAN NOMOR AGENDA D00-2002 01418-01424 TANGGAL 23 JANUARI 2002 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 03;
10.    BUKTI P-10    :    PETIKAN RESMI PENDAFTARAN MEREK "V2 VERSI VERSUS" ATAS NAMA TERGUGAT DI BAWAH NOMOR 361066 TANGGAL 30 MEI 1996 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 25 ;
11.    BUKTI P-11A    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK VERSUS ATAS NAMA PENGGUGAT DI ITALIA YANG MENERANGKAN BAHWA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT TELAH DIDAFTARKAN DI BAWAH NO. 509539 PADA TANGGAL 1 JUNI 1989 YANG TELAH DILEGALISASI DAN DINOTARISASI DISERTAI TERJEMAHAN RESMI BAHASA INDONESIANYA;
BUKTI P-11B    :    TERJEMAHAN RESMI DARI P-11.A ;
12.    BUKTI P-12A    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK VERSUS GIANNI VERSACE ATAS NAMA PENGGUGAT DI MALAYSIA YANG MENERANGKAN BAHWA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT TELAH DIDAFTARKAN DI BAWAH NO. 93002334 PADA TANGGAL 12 APRIL 1993 YANG TELAH DILEGALISASI DAN DINOTARISASI DISERTAI TERJEMAHAN RESMI BAHASA INDONESIANYA;
P-12.B    :    TERJEMAHAN RESMI TERSUMPAH DARI P-12.A ;
13.    BUKTI  P-13A    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK VERSUS ATAS  NAMA PENGGUGAT DI OMPI (PENDAFTARAN INTERNASIONAL) YANG MENERANGKAN BAHWA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT TELAH DIDAFTARKAN DI BAWAH NO. R. 538014 PADA TANGGAL 1 JUNI 1999 YANG TELAH DILEGALISASI DAN DINOTARISASI DISERTAI TERJEMAHAN RESMI BAHASA INDONESIANYA;
P-13B    :    TERJEMAHAN RESMI TERSUMPAH DARI P-13.A ;
14.    BUKTI  P-14A    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK VERSUS ATAS NAMA PENGGUGAT DI ITALIA YANG MENERANGKAN BAHWA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT TELAH DIDAFTARKAN DI BAWAH NO. 520831 PADA TANGGAL 15 JANUARI 1990 YANG TELAH DILEGALISASI DAN DINOTARISASI DISERTAI TERJEMAHAN RESMI BAHASA INDONESIANYA;
 P-14.B    :    TERJEMAHAN RESMI TERSUMPAH DARI P-14.A ;
15.    BUKTI  P-15A    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK VERSUS GIANNI VERSACE ATAS NAMA PENGGUGAT DI AUSTRALIA YANG MENERANGKAN BAHWA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT TELAH DIDAFTARKAN DI BAWAH NO. A514195 PADA TANGGAL 4 JULI 1989 YANG TELAH DILEGALISASI DAN DINOTARISASI DISERTAI TERJEMAHAN RESMI BAHASA INDONESIANYA;
P-15B    :    TERJEMAHAN RESMI TERSUMPAH DARI P-15.A ;
16.    BUKTI  P-16A    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK VERSUS GIANNI VERSACE ATAS NAMA PENGGUGAT DI AUSTRALIA YANG MENERANGKAN BAHWA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT TELAH DIDAFTARKAN DI BAWAH NO. A514196 PADA TANGGAL 4 JULI 1989 YANG TELAH DILEGALISASI DAN DINOTARISASI DISERTAI TERJEMAHAN RESMI BAHASA INDONESIANYA ;
 P-16B    :    TERJEMAHAN RESMI TERSUMPAH DARI P-16.A ;
17.    BUKTI  P-17A    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK VERSUS GIANNI VERSACE ATAS NAMA PENGGUGAT DI MALAYSIA YANG MENERANGKAN BAHWA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT TELAH DIDAFTARKAN DI BAWAH NO. 89/07029 PADA TANGGAL 13 NOVEMBER 1989 YANG TELAH DILEGALISASI DAN DINOTARISASI DISERTAI TERJEMAHAN RESMI BAHASA INDONESIANYA;
18.    BUKTI  P-18A    :    PERNYATAAN RESMI DARI LORENZO BELTRAMI (KARYAWAN BAGIAN HUKUM DARI GIANNI VERSACE S.P.A) YANG MENCERITAKAN TENTANG SEJARAH KELUARGA VERSACE DAN PERUSAHAAN GIANNIVERSACE S.P.A YANG BERDIRI SEJAK TAHUN 1977 HINGGA SEKARANG ;
P-18B    :    TERJEMAHAN RESMI TERSUMPAH DARI P-18.A;
19.    BUKTI  P-19    :    BUKTI KETERKENALAN MEREK-MEREK PENGGUGAT YANG MENGGUNAKAN KALA VERSUS BAIK DI MAJALAH, TABLOID, KATALOG MAUPUN LABEL (TAG) DARI DALAM DAN LUAR NEGERI, SEPERTI:
A.    MAJALAH THE LINK (INDONESIA) VOL. X, NO. 34 EDISI 2002;
B.    MAJALAH VOGUE EDISI APRIL 1997;
C.    MAJALAH MAX (PERANCIS) EDISI OKTOBER 2000;
D.    MAJALAH WWDLTALY 2000 EDISI JANUARI 2000;
E.    MAJALAH DAZED & CONFUSED (INGGRIS) EDISI SEPTEMBER 2001 ;
F.    MAJALAH GLAMOUR (JERMAN) EDISI SEPTEMBER 2001;
G.    MAJALAH FEMALE (INDONESIA) EDISI MARET 2001;
H.    MAJALAH VOGUE (AMERIKA SERIKAT) EDISI AGUSTUS 1996;
I.    MAJALAH VOGUE (AMERIKA SERIKAT) EDISI APRIL 1996;
J.    MAJALAH VOGUE (AMERIKA SERIKAT) EDISI APRIL 1997;
K.    KATALOG-KATALOG VERSUS;
I.    LABEL-LABEL (TAG) YANG DILEKATKAN PADA PRODUK PAKAIAN MILIK PENGGUGAT.

BUKTI-BUKTI TERSEBUT TELAH DIBERI METERAI CUKUP DAN TELAH DICOCOKKAN DENGAN ASLINYA DIMUKA PERSIDANGAN, KECUALI BUKTI P.13.A, 14.A, 15.A, 16.A, 17.A, 19; I
MENIMBANG, BAHWA SELANJUTNYA PENGGUGAT TIDAK MENGAJUKAN HAL APAPUN LAGI DAN MOHON KEPUTUSAN;
MENIMBANG, BAHWA UNTUK MEMPERSINGKAT URAIAN PUTUSAN INI, MAKA SEGALA SESUATU YANG TERJADI DI PERSIDANGAN DAN TERMUAT DALAM BERITA ACARA PERKARA AQUO DIANGGAP TERCANTUM PULA DALAM PUTUSAN INI;

TENTANG HUKUMNYA:

MENIMBANG, BAHWA MAKSUD DAN TUJUAN GUGATAN PENGGUGAT SEPERTI TERSEBUT DIURAIKAN DIATAS;
MENIMBANG, BAHWA SEBELUM MAJELIS MEMPERTIMBANGKAN SUBSTANSI DARI GUGATAN INI TERLEBIH DAHULU AKAN DIPERTIMBANGKAN, APAKAH FORMALITAS DARI PENGAJUAN GUGATAN INI TELAH DIPENUHI;
MENIMBANG, BAHWA POKOK GUGATAN PENGGUGAT ADALAH ADANYA PENDAFTARAN MEREK TERGUGAT "V2 VERSI VERSUS" NOMOR PENDAFTARAN 361066 TANGGAL 30 MEI 1996 YANG MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK PENGGUGAT VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE YANG SUDAH TERKENAL, YANG DILAKUKAN DENGAN ITIKAD TIDAK, DENGAN NIAT UNTUK MEMBONCENG PADA KETERKENALAN MEREK-MEREK PENGGUGAT UNTUK MENIKMATI KEUNTUNGAN DENGAN MUDAH, SEHINGGA MEREK TERGUGAT TERSEBUT HARUS DIBATALKAN;
MENIMBANG, BAHWA PASAL 69 AYAT (2) UU NO. 15 TAHUN 2001 MENYEBUTKAN, GUGATAN PEMBATALAN DAPAT DIAJUKAN TANPA BATAS APABILA MEREK YANG BERSANGKUTAN BERTENTANGAN DENGAN MORALITAS AGAMA, KESUSILAAN, ATAU KETERTIBAN UMUM;
BAHWA PENJELASAN PASAL 69 AYAT (2) MENYEBUTKAN BAHWA PENGERTIAN BERTENTANGAN DENGAN MORALITAS AGAMA, KESUSILAAN ATAU KETERTIBAN UMUM ADALAH SARNA DENGAN PENGERTIAN SEBAGAIMANA TERDAPAT DALAM PENJELASAN PASAL 5 HURUF A. TERMASUK PULA DALAM PENGERTIAN YANG BERTENTANGAN DENGAN KETERTIBAN UMUM ADALAH ADANYA ITIKAD TIDAK BAIK;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PENJELASAN PASAL 4 UU NO. 15 TAHUN 2001 PEMOHON PENDAFTARAN MEREK YANG BERITIKAD BAIK ADALAH PEMOHON YANG MENDAFTARKAN MEREKNYA SECARA LAYAK DAN JUJUR TANPA ADA NIAT APAPUN UNTUK MEMBONCENG, MENIRU ATAU MENJIPLAK KETENARAN MEREK PIHAK LAIN;
 MENIMBANG, BAHWA UNTUK MENGETAHUI APAKAH PENDAFTARAN MEREK TERGUGAT TERSEBUT DILAKUKAN DENGAN ITIKAD TIDAK BAIK ADALAH SUDAH MENYANGKUT POKOK PERKARA SEHINGGA AKAN DIPERTIMBANGKAN BERSAMA-SAMA SUBSTANSI PERKARA AQUO;
MENIMBANG, BAHWA KARENA TERNYATA TERGUGAT MESKIPUN TELAH DIPANGGIL DENGAN PATUT TIDAK DATANG MENGHADAP, DAN TIDAK MENYURUH ORANG LAIN UNTUK MEWAKILINYA, SEDANGKAN TIDAK TERNYATA BAHWA TIDAK DATANGNYA ITU DISEBABKAN SUATU HALANGAN YANG SAH, MAKA TERHADAP TERGUGAT HARUS DINYATAKAN TIDAK HADIR;
MENIMBANG, BAHWA WALAUPUN TERGUGAT TIDAK HADIR, SEHINGGA TERGUGAT DIANGGAP TIDAK MENGGUNAKAN HAK-HAKNYA UNTUK MENYANGKAL, NAMUN BUKAN BERARTI PETITUM GUGATAN PENGGUGAT HARUS BEGITU SAJA DIKABULKAN, MELAINKAN HARUS TETAP DIPERTIMBANGKAN APAKAH PETITUM GUGATAN TIDAK MELAWAN HAK DAN BERALASAN HUKUM;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN HAL-HAL DAN KEADAAN SEPERTI TERURAI DI ATAS, MAJELIS AKAN MEMPERTIMBANGKAN APAKAH DALIL POKOK GUGATAN DAN PETITUM GUGATAN PENGGUGAT BERALASAN HUKUM SEHINGGA DAPAT DIKABULKAN;
MENIMBANG, BAHWA YANG MENJADI POKOK PERMASALAHAN DALAM PERKARA INI ADALAH:
1.    APAKAH BENAR PENGGUGAT ADALAH PEMILIK MEREK TERDAFTAR VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE;
2.    APAKAH BENAR MEREK MILIK PENGGUGAT TERMASUK MEREK TERKENAL (WELL KNOWN MARK);
3.    APAKAH BENAR MEREK MILIK TERGUGAT MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK MILIK PENGGUGAT SEHINGGA MEREK MILIK TERGUGAT HARUS DIBATALKAN;
4.    APAKAH PENDAFTARAN MEREK VERSUS MILIK TERGUGAT DILAKUKAN DENGAN ITIKAD TIDAK BAIK;

AD.1    APAKAH BENAR PENGGUGAT ADALAH PEMILIK MEREK TERDAFTAR VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE;

MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI BERTANDA P-1 S/D P-9 DIPEROLEH FAKTA BAHWA TERNYATA PENGGUGAT TELAH MENDAFTARKAN MEREK-MEREKNYA DI INDONESIA SEBAGAI BERIKUT :
-    UNTUK MEREK VERSUS TERDAFTAR DENGAN NOMOR 474687 TANGGAL 30 APRIL 2001 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 09, DAN NOMOR 474688 TANGGAL 30 APRIL 2001 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG DALAM KELAS 18;
-    UNTUK MEREK VERSUS GIANNI VERSACE DIBAWAH NOMOR 353645 TANGGAL 1996 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 09, NOMOR 325332 TANGGAL 6 JANUARI 1995 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG TERMASUK KEDALAM KELAS 18 DAN NOMOR 384570 TANGGAL 1 SEPTEMBER 1997 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 25;
-    UNTUK MEREK VERSACE CLASSIC V2 DI BAWAH NOMOR 361451 TANGGAL 6 JUNI 1996 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 18;

SEDANG DIAJUKAN PERMINTAAN PENDAFTARAN MEREK PADA DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAM R.I. CQ. DIREKTORAT MEREK:
-    UNTUK MEREK VERSUS DENGAN NOMOR AGENDA D00-6620 TANGGAL 7 APRIL 2000 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 03 DAN D00-6619 TANGGAL 7 APRIL 2000 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 25;
-    UNTUK MEREK VERSUS VERSACE DENGAN NOMOR AGENDA D00- 2002 01418-01424 PADA TANGGAL 23 JANUARI 2002 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 03;

MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAL BUKTI P-11 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS ATAS NAMA PENGGUGAT TELAH TERDAFTAR DI ITALIA DI BAWAH NOMOR 508539 PADA TANGGAL 1 JUNI 1989 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG DALAM KELAS 3, 9, 14, 18 DAN 25;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-12 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS GIANNI VERSACE ATAS NAMA PENGGUGAT TELAH TERDAFTAR DI MALAYSIA DI BAWAH NOMOR 93002334 PADA TANGGAL 12 APRIL 1993 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG DALAM KELAS 18;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAL BUKTI P-13 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS ATAS NAMA PENGGUGAT TELAH TERDAFTAR SECARA INTERNASIONAL DI ORGANISASI INTERNASIONAL HAKI (OMPI) TERTANGGAL 19 JULI 1989;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAL BUKTI P-14 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS TELAH TERDAFTAR DI ITALIA ATAS NAMA PENGGUGAT DI BAWAH NOMOR 520831 PADA TANGGAL 15 JANUARI 1990 UNTUK JENIS BARANG KELAS 3, 18, 25;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-15 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS GIANNI VERSACE ALAS NAMA PENGGUGAT TELAH TERDAFTAR DI AUSTRALIA DI BAWAH NOMOR A514195 PADA TANGGAL 4 JULI 1989 UNTUK JENIS BARANG KELAS 25;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURATL BUKTI P-16 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS GIANNI VERSACE TELAH TERDAFTAR ATAS NAMA PENGGUGAT DI AUSTRALIA DI BAWAH NOMOR A514196 PADA TANGGAL 4 JULI 1989 UNTUK JENIS BARANG KELAS 18;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-17 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS GIANNI VERSACE TELAH TERDAFTAR ATAS NAMA PENGGUGAT DI MALAYSIA DI BAWAH NOMOR 89/07029 PADA TANGGAL 13 NOVEMBER 1989 UNTUK BARANG KELAS 18;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-18 DIPEROLEH FAKTA BAHWA PERUSAHAAN GIANNI VERSACE S.P.A ADALAH MILIK KELUARGA VERSACE YANG BERDIRI SEJAK TAHUN 1977 HINGGA SEKARANG;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-1 S/D P-17 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT TELAH TERDAFTAR DI BERBAGAI NEGARA DI DUNIA TERMASUK INDONESIA DAPATLAH DIPANDANG BAHWA PENGGUGAT ADALAH PEMILIK MEREK TERSEBUT;
MENIMBANG, BAHWA DENGAN DEMIKIAN PULA PETITUM ANGKA 2 GUGATAN PENGGUGAT AGAR PENGGUGAT DINYATAKAN PEMILIK YANG BERHAK ATAS MEREK-MEREK TERSEBUT ADALAH BERALASAN HUKUM DAN KARENANYA DAPAT DIKABULKAN;

AD.2    APAKAH BENAR MEREK MILIK PENGGUGAT TERMASUK MEREK TERKENAL (WELL KNOWN MARK)

MENIMBANG, BAHWA UNTUK DAPAT DIKATAGORIKAN BAHWA SUATU MEREK ADALAH MEREK YANG SUDAH TERKENAL, PENJELASAN PASAL 6 AYAT(1) HURUF B MENYEBUTKAN HARUS DIPERHATIKAN HAL-HAL SEBAGAI BERIKUT :
a.    PENGETAHUAN HUKUM MASYARAKAT MENGENAI MEREK TERSEBUT DIBIDANG USAHA YANG BERSANGKUTAN;
b.    REPUTASI MEREK TERKENAL YANG DIPEROLEH KARENA PROMOSI YANG GENCAR DAN BESAR-BESARAN;
C.    INVENTASI DIBEBERAPA NEGARA DIDUNIA YANG DILAKUKAN OLEH PEMILIKNYA;
D.    BUKTI PENDAFTARN MEREK TERSEBUT DIBEBERAPA NEGARA;

AD.2.A.    PENGETAHUAN UMUM MASYARAKAT MENGENAI MEREK TERSEBUT DI BIDANG USAHA YANG BERSANGKUTAN

MENIMBANG, BAHWA UU NO.15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK TIDAK MENYEBUTKAN SECARA TEGAS DENGAN APA YANG DIMAKSUD “PENGETAHUAN UMUM MASYARAKAT: ATAU “TINGKAT MASTARAKAT MANAKAH YANG DIMAKSUD”. DENGAN TIDAK DISEBUTKAN MENGENAI HAL TEREBUT MAKA DAPAT DIARTIKAN BAHWA UU NO. 15 TAHUN 2001 INI TIDAK MEMPERSOALKAN APAKAH KETERKENALAN SUATU MEREK ITU HARUS MELIPUTI PENGETAHUAN UMUM MASYARAKAT UNTUK TINGKAT TERTENTU, ATAU KETERKENALAN SUATU MEREK DIGANTUNGKAN PADA ADANYA FAKTA YANG DIBUKTIKAN OLRH SI PEMILK MEREK BAHWA MEREKNYA ITU DIKENAL OLEH MASYARAKAT UMUM/LUAS.
BAHWA PENGETAHUAN UMU MASYARAKAT TERSEBUT TENTUNYA DIPEROLEH DIRI HASIL ADANYA PROMOSI YANG GENCAR DAN BESAR-BESARAN;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-1 S/D P-17 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT TELAH TERDAFTAR DIBERBAGAI NEGARA DI DUNIA;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-19 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK PENGGUGAT YANG MENGGUNAKAN KATA VERSUS TELAH DIPROMOSIKAN BAIK MELALUI MAJALAH, TABLOID, KATALOG MAUPUN LABEL (TAG) DARI DALAM MAUPUN LUAR NEGERI, SEPERTI: A. MAJALAH THE LINK (INDONESIA) EDISI 2002, B. MAJALAH VOGUE EDISI APRIL 1997, C. MAJALAH MAX (PERANCIS) EDISI OKTOBER 2000, D. MAJALAH WWDLTALY 2000 EDISI JANUARI 2000, E. MAJALAH DAZED & CONFUSED (INGGRIS) EDISI SEPTEMBER 2001, F. MAJALAH GLAMOUR (JERMAN) EDISI SEPTEMBER 2001, G. MAJALAH FEMALE (INDONESIA) EDISI MARET 2001, H. MAJALAH VOGUE (AMERIKA SERIKAT) EDISI AGUSTUS 1996, I. MAJALAH VOGUE (AMERIKA SERIKAT) EDISI APRIL 1997, K. KATALOG-KATALOG VERSUS, I. LABEL-LABEL (TAG) YANG DILEKATKAN PADA PRODUK PAKAIAN MILIK PENGGUGAT;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN HAL-HAL TERSEBUT DI ATAS DAPATLAH DIPANDANG BAHWA MASYARAKAT UMUM/LUAS TELAH MENGETAHUI TENTANG MEREK PENGGUGAT TERSEBUT;

AD.2.B.    REPUTASI MEREK TERKENAL YANG DIPEROLEH KARENA PROMOSI YANG GENCAR DAN BESAR-BESARAN.

BAHWA REPUTASI ATAU ITIKAD BAIK DALAM DUNIA BISNIS DIPANDANG SEBAGAI KUNCI SUKSES ATAU KEGAGALAN DARI SEBUAH PERUSAHAAN. PARA PELAKU USAHA BERJUANG UNTUK MENDAPATKAN DAN MENJAGA REPUTASI MEREKA DENGAN MEMPERTAHANKAN KUALITAS PRODUK KEPADA PARA KONSUMEN. KALANGAN PELAKU USAHA MENGELUARKAN UANG DALAM JUMLAH YANG BESAR UNTUK KEPERLUAN PERIKLANAN DAN MEMBANGUN REPUTASI PRODUK BARU ATAU MEMPERTAHANKAN REPUTASI DARI PRODUK YANG TELAH ADA;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-19, SEBAGAIMANA TELAH DIPERTIMBANGKAN PADA AD.2. A TERSEBUT DI ATAS DIPEROLEH FAKTA BAHWA PENGGUGAT TELAH MELAKUKAN KEGIATAN PROMOSI DAN PUBLIKASI YANG MELUAS, GENCAR DAN BESAR-BESARAN, SERTA TERUS-MENERUS DI SELURUH DUNIA;

AD.2.C.    LNVESTASI DI BEBERAPA NEGARA DI DUNIA YANG DILAKUKAN OLEH PEMILIKNYA.

MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-1 S/D P-1, DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT TELAH DIDAFTARKAN DIBEBERAPA NEGARA DI DUNIA, SEHINGGA DENGAN DIDAFTARKANNYA MEREK MILIK PENGGUGAT TERSEBUT DIBEBERAPA NEGARA DI DUNIA DAPATLAH DIPANDANG BAHWA PENGGUGAT TELAH MELAKUKAN INVESTASI NEGARA-NEGARA TERSEBUT;

AD.2.D.    BUKTI PENDAFTARAN MEREK TERSEBUT DI BEBERAPA NEGARA

MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-1 S/D P-17 TELAH DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK DENGAN KATA VERSUS MILIK PENGGUGAT TELAH TERDAFTAR SECARA INTERNASIONAL DI BERBAGAI NEGARA DI DUNIA YAITU INDONESIA, ITALIA, MALAYSIA, DI AMPI (PENDAFTARAN INTERNASIONAL) DAN AUSTRALIA;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PERTIMBANGAN YANG TERURAI TERSEBUT DIATAS, DAPATLAH DIPANDANG BAHWA MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT DIKATEGORIKAN SEBAGAI MEREK TERKENAL;

AD.3    APAKAH BENAR MEREK MILIK TERGUGAT MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK MILIK PENGGUGAT SEHINGGA MEREK MILIK TERGUGAT HARUS DIBATALKAN;

MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PENJELASAN PASAL 6 UU MEREK NO. 15 TAHUN 2001, YANG DIMAKSUD DENGAN ADANYA PERSAMAAN PADA POKOKNYA ADALAH KEMIRIPAN YANG DISEBABKAN OLEH ADANYA UNSUR-UNSUR YANG MENONJOL ANTARA MEREK YANG SATU DENGAN MEREK YANG LAIN, YANG DAPAT MENIMBULKAN KESAN ADANYA PERSAMAAN BAIK MENGENAI BENTUK, CARA PENEMPATAN, CARA PENULISAN ATAU KOMBINASI ANTARA UNSUR-UNSUR ATAUPUN PERSAMAAN BUNYI UCAPAN YANG TERDAPAT DALAM MEREK TERSEBUT;

BAHWA DENGAN DEMIKIAN, DENGAN ADANYA KEMIRIPAN SUATU MEREK MENIMBULKAN KESAN YANG DAPAT MEMBINGUNGKAN/MENGECOH KONSUMEN SERTA MENGINGATKAN PADA MEREK LAIN YANG SUDAH DIKENAL LUAS DALAM MASYARAKAT;

BAHWA SUATU MEREK HARUS MENGANDUNG DAYA PEMBEDA DAPAT MEMBEDAKAN BARANG ATAU JASA DARI PELAKU USAHA TERSEBUT DENGAN BARANG ATAU JASA PELAKU USAHA LAIN YANG SEJENIS;
MENIMBAMG, BAHWA BERDASARKAN SURAT P-10 DIPEROLEH FAKTA BAHWA TERGUGAT TELAH MENDAFTARKAN MEREK VERSUS DI DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAM RI, DIREKTORAT JENDRAL HAKI ATAS NAMA SUTARJO JONO PADA TNGGAL 30 MEI 1996 DI BAWAH NOMOR 361066 UNTUK JENIS BARANG KELAS 25;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-1 S/D _-17 DAN MEMBANDINGKANNYA DENGAN SURAT BUKTI P-9 MAJELIS BERPENDAPAT BAHWA TERNYATA TERDAPAT PERSAMAAN PADA POKOKNYA ANTARA MEREK V2 VERSI VERSUS MILIK TERGUGAT DENGAN MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSAC V2 DAN VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT, BAIK MENGENAI BENTUK HURUF, URAIAN WARNA, CARA PENEMPATAN, CARA PENULISAN ATAUPUN KOMBINASI ANTARA UNSUR-UNSUR DAN PERSAMAAN BUNYI UCAPAN;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PERTIMBANGAN TERSEBUT PADA AD. 2 DAN AD. 3 DIATAS PETITUM ANGKA 3 GUGATAN MENGENAI ADANYA PERSAMAAN PADA POKOKNYA ANTARA MEREK MILIK TERGUGAT DENGAN MEREK PENGGUGAT NERALASAN HOKUM DAN KAERENYA DAPAT DIKABULKAN;

AD.4.    APAKAH PENDAFTARAN MEREK VERSUS OLEH TERGUGAT DIDASARI ADANYA ITIKAD BURUK/ITIKAD TIDAK BAIK.

MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PENJELASAN PASAL 4 UU MEREK NO. 15 TAHUN 2001, PEMOHON YANG BERITIKAD BAIK ADALAH PEMOHON YANG MENDAFTARAKAN MEREKNYA SECARA LAYAK DAN JUJUR TANPA ADA NIAT APAPUN UNTUK MEMBONCENG, MENIRU ATAU MENJIPLAK KETENARAN MEREK PIHAK LAIN DEMI KEPENTINGAN USAHANYA YANG BERAKIBAT KERUGIAN PADA PIHAK LAIN ATAU MENIMBULKAN KONDISI PERSAINGAN CURANG, MENGECOH ATAU MENYESATKAN KONSUMEN;
MENIMBANG, BAHWA DARI PENJELASAN PASAL 4 TERSEBUT BERDASARKAN PENAFSIRAN A CONTRARIO TERDAPAT 2 ELEMEN PENTING UNTUK MENENTUKAN ADANYA ITIKAD TIDAK BAIK, YAITU:
-    ADANYA NIAT UNTUK MENGUNTUNGKAN USAHA PENDAFTARAN SEKALIGUS MERUGIKAN PIHAK LAIN;
-    MELALUI CARA PENYESATAN KONSUMEN ATAU PERBUATAN PERSAINGAN CURANG, ATAU MENJIPLAK ATAU MENUMPANG KETENARAN MEREK ORANG LAIN;
MENIMBANG, BAHWA UNTUK MEMBUKTIKAN ADANYA SUATU NIAT HARUS DIBUKTIKAN DENGAN ADANYA SUATU PERBUATAN PERMULAAN YANG DALAM KASUS MEREK HARUS NYATA DENGAN ADANYA PENDAFTARAN DAN ATAU PENGGUNAAN SUATU MEREK ;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-10 SEBAGAIMANA TELAH DIPERTIMBANGKAN DI ATAS DIPEROLEH FAKTA BAHWA TERGUGAT TELAH MENDAFTARKAN MEREK V2 VERSI VERSUS PADA TANGGAL 30 MEI 1996 DIBAWAH NOMOR 361066 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 25, SEHINGGA YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN LEBIH LANJUT ADALAH APAKAH PENDAFTARAN MEREK V2 VERSI VERSUS OLEH TERGUGAT TERSEBUT DIMAKSUDKAN AGAR USAHA TERGUGAT DAPAT MEMPEROLEH KEUNTUNGAN SEKALIGUS MERUGIKAN USAHA PENGGUGAT;
MENIMBANG, BAHWA UNTUK MENGETAHUI APAKAH PENDAFTARAN MEREK TERGUGAT TERSEBUT DAPAT MENGUNTUNGKAN TERGUGAT SERTA MERUGIKAN BAIK PENGGUGAT SEBAGAI PEMILIK MEREK MAUPUN KONSUMEN, SANGAT ERAT KAITANNYA DENGAN APAKAH MASYARAKAT KONSUMEN PRODUK DENGAN MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE DAPAT DISESATKAN ATAU TERKECOH OLEH PRODUK DENGAN MEREK V2 VERSI VERSUS MILIK TERGUGAT;
MENIMBANG, BAHWA PENYESATAN KONSUMEN DAPAT TERJADI KARENA:
-    PENYESATAN TENTANG ASAL USUL SUATU PRODUK. HAL INI BISA TERJADI KARENA MEREK DARI SUATU PRODUK MENGGUNAKAN MEREK LUAR NEGERI ATAU CIRI KHAS SUATU DAERAH YANG SEBENARNYA MEREK TERSEBUT BUKAN BERASAL DARI LUAR NEGERI ATAU DARI SUATU DAERAH YANG MEMPUNYAI CIRI KHUSUS TERSEBUT;
-    PENYESATAN KARENA PRODUSEN. PENYESATAN DALAM BENTUK INI DAPAT TERJADI KARENA MASYARAKAT KONSUMEN YANG TELAH MENGETAHUI DENGAN BAIK MUTU SUATU PRODUK, KEMUDIAN DIPASARAN MENEMUKAN SUATU PRODUK DENGAN MEREK YANG MIRIP ATAU MENYERUPAI MEREK YANG IA SUDAH KENAL SEBELUMNYA;
-    PENYESATAN MELALUI PENGLIHATAN. PENYESATAN INI DAPAT TERJADI KARENA KESAMAAN ATAU KEMIRIPAN DARI MEREK YANG BERSANGKUTAN;
-    PENYESATAN MELALUI PENDENGARAN. HAL INI SERING TERJADI BAGI KONSUMEN YANG HANYA MENDENGAR ATAU MENGETAHUI SUATU PRODUK DARI PEMBERITAHUAN ORANG LAIN;

MENIMBANG, BAHWA SEJAK TAHUN 1977 PENGGUGAT TELAH MENGGUNAKAN MEREK DENGAN KATA VERSUS DI BEBERAPA NEGARA (VIDE SURAT BUKTI P1 S/D P-18) DAN KHUSUSNYA DI INDONESIA TERDAFTAR SEJAK 6 JANUARI 1995 (VIDE SURAT BUKTI P-1 S/D P-17) YANG MERUPAKAN PRODUK DARI PERUSAHAAN GIANNI VERSACE S.P.A MILIK PENGGUGAT YANG DIDIRIKAN DI ITALIA;

BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-10 SEBAGAIMANA DIPERTIMBANGKAN DI ATAS BAHWA TERGUGAT TELAH MENDAFTARKAN MEREK V2 VERSI VERSUS PADA TANGGAL 30 MEI TAHUN 1995 YANG MERUPAKAN PRODUKDARI PERUSAHAAN TERGUGAT YANG DIDIRIKAN DI INDONESIA ATAS NAMA SUTARDJO JONO;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN YURISPRUDENSI MAHKAMAH AGUNG R.I TANGGAL 16 DESEMBER 1986 NO. 220/PK/PERD/1986 (PERKARA MEREK NIKE), WARGA NEGARA INDONESIA YANG MEMPRODUKSI BARANG-BARANG BUATAN INDONESIA WAJIB MENGGUNAKAN NAMA-NAMA MEREK YANG JELAS MENAMPAKKAN IDENTITAS NASIONAL INDONESIA DAN SEJAUH MUNGKIN MENGHINDARI MENGGUNAKAN NAMA MEREK YANG MIRIP APALAGI MENJIPLAK NAMA MEREK ASING; BAHWA PENDAFTARAN MEREK YANG MEMPUNYAI PERSAMAAN SECARA KESELURUHAN ATAU PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK ORANG LAIN YANG LEBIH DAHULU JELAS MERUPAKAN PERBUATAN YANG BERITIKAD BURUK DENGAN TUJUAN MEMBONCENG PADA KETENARAN NAMA PERNIAGAAN DAN NAMA MEREK DAGANG YANG TELAH TERKENAL TERSEBUT;
MENIMBANG, BAHWA PASAL 16 AYAT (3) PERJANJIAN TRIPS MENENTUKAN BAHWA SECARA MUTATIS MUTANDIS KETENTUAN PASAL 6 BIS KONVENSI PARIS AKAN BERLAKU UNTUK BARANG-BARANG ATAU JASA-JASA YANG TIDAK SEJENIS DENGAN KETENTUAN BAHWA PEMAKAIAN MEREK ATAS BENDA-BENDA ATAU JASA-JASA YANG BERSANGKUTAN AKAN MEMBERI INDIKASI ADANYA HUBUNGAN ANTARA BARANG-BARANG ATAU JASA-JASA DENGAN PEMILIK MEREK TERKENAL DAN PEMILIK MEREK TERSEBUT AKAN CENDERUNG MENDAPATKAN KERUGIAN AKIBAT PEMAKAIAN MEREK TERSEBUT;
MENIMBANG, BAHWA KARENA MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT ADALAH DIKATEGORIKAN SEBAGAI MEREK YANG TERKENAL SECARA INTERNASIONAL DAN MEREK V2 VERSI VERSUS MILIK TERGUGAT MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA UNTUK BARANG SEJENIS MAUPUN TIDAK SEJENIS, MAKA PENGGUNAAN MEREK TERSEBUT OLEH TERGUGAT, DAPAT MEMBERIKAN KESAN SEOLAH-OLAH BARANG-BARANG YANG MENGGUNAKAN MEREK TERGUGAT TERSEBUT MEMPUNYAI HUBUNGAN ATAU BERASAL DARI PENGGUGAT, APALAGI MEREK TERSEBUT DIPAKAI UNTUK JENIS BARANG YANG SEJENIS;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PERTIMBANGAN TERSEBUT DIATAS MAJELIS BERPENDAPAT BAHWA PENDAFTARAN MEREK V2 VERSI VERSUS OLEH TERGUGAT DIDASARI ADANYA ITIKAD BURUK/ITIKAD TIDAK BAIK YANG TIDAK LAIN DIMAKSUDKAN UNTUK MENGECOH KONSUMEN PRODUK BERMEREK KATA VERSUS DAN OLEH KARENA ITU PENDAFTARAN MEREK V2 VERSI VERSUS MILIK TERGUGAT TERSEBUT BERALASAN HUKUM UNTUK DIBATALKAN;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PERTIMBANGAN TERSEBUT PULA, PETITUM ANGKA 3, ANGKA 4 DAN ANGKA 5 MENGENAI HAL-HAL TERSEBUT BERALASAN HUKUM DAN KARENANYA DAPAT DIKABULKAN;
MENIMBANG, BAHWA DENGAN DEMIKIAN PULA SYARAT FORMAL UNTUK DAPAT MENGAJUKAN GUGATAN PEMBATALAN, YAITU ADANYA UNSUR ITIKAD TIDAK BAIK SEHINGGA DAPAT DIAJUKAN TANPA BATAS WAKTU SEKALIGUS TELAH PULA TERPENUHI;
MENIMBANG, BAHWA MENGENAI PETITUM ANGKA 6 "MEMERINTAHKAN PANITERA UNTUK MENGIRIM SALINAN PUTUSAN INI SETELAH MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM TETAP KEPADA DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAM CQ. DIREKTORAT JENDERAL HAKI CQ. DIREKTORAT MEREK UNTUK PEMBATALAN DENGAN CARA MENCORET MEREK V2 VERSI VERSUS NOMOR PENDAFTARAN 361066 DARI DAFTAR UMUM MEREK SEKALIGUS MENGUMUMKANNYA DALAM BERITA RESMI MEREK"; MAJELIS MEMBERIKAN PERTIMBANGAN SEBAGAI BERIKUT:
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PASAL 70 AYAT (3) DIREKTORAT JENDERAL MELAKSANAKAN PEMBATALAN PENDAFTARAN MEREK DARI DAFTAR UMUM MEREK DAN MENGUMUMKANNYA DALAM BERITA ACARA RESMI MEREK SETELAH PUTUSAN BADAN PERADILAN DITERIMA DAN MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM TETAP;
MENIMBANG, BAHWA PETITUM GUGATAN PENGGUGAT PADA ANGKA 2 SID 5 DAPAT DIKABULKAN DAN BERDASARKAN KETENTUAN PASAL 70 AYAT (3) TERSEBUT MAKA BERALASAN HUKUM APABILA PETITUM ANGKA 6 INIPUN DAPAT DIKABULKAN;
MENIMBANG, BAHWA DENGAN DIKABULKANNYA SELURUH GUGATAN PENGGUGAT, MAKA TERGUGAT SEBAGAI PIHAK YANG KALAH DIBEBANI UNTUK MEMBAYAR BIAYA PERKARA INI;
MEMPERHATIKAN PASAL 4, PASAL 6, PASAL 68, PASAL 69, PASAL 70 AYAT (2), (3) UU NO. 15 TAHUN 2001, PASAL 163 HIR DAN PASAL 164 HIR. YURISPRUDENSI MAHKAMAH AGUNG R.I. TANGGAL 16 DESEMBER 1986 NO. 220/PK/PERD/1996, DAN KETENTUAN-KETENTUAN LAINNYA YANG BERSANGKUTAN ;

MENGADILI:

1.    MENYATAKAN TERGUGAT SUTARDJO JONO TERSEBUT YANG TELAH DIPANGGIL DENGAN PATUT UNTUK MENGHADAP TIDAK HADIR;
2.    MENGABULKAN GUGATAN PENGGUGAT UNTUK SELURUHNYA DENGAN VERSTEK;
3.    MENYATAKAN PENGGUGAT ADALAH PEMILIK SATU-SATUNYA YANG BERHAK ATAS MEREK-MEREK TERKENAL VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE DI WILAYAH REPUBLIK INDONESIA UNTUK MEMBEDAKAN HASIL PRODUK PENGGUGAT DENGAN HASIL PRODUKSI PIHAK LAIN;
4.    MENYATAKAN PENDAFTARAN MEREK TERGUGAT V2 VERSI VERSUS DENGAN NOMOR PENDAFTARAN 361066 MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK-MEREK TERKENAL VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN  VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT;
5.    MENYATAKAN BAHWA TINDAKAN TERGUGAT MENGAJUKAN PENDAFTARAN MEREK V2 VERSI VERSUS DENGAN NOMOR PENDAFTARAN 361066 MENGANDUNG ITIKAD TIDAK BAIK, KARENA MENIRU MEREK-MEREK TERKENAL MILIK PENGGUGAT;
6.    MENYATAKAN BATAL MEREK TERGUGAT V2 VERSI VERSUS NOMOR PENDAFTARAN 361066 DALAM DAFTAR UMUM MEREK DIREKTORAT JENDERAL HAKI DENGAN SEGALA AKIBAT HUKUMNYA;
7.    MEMERINTAHKAN PANITERA UNTUK MENGIRIMKAN SALINAN PUTUSAN INI SETELAH MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM TETAP KEPADA DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAM CQ. DIREKTORAT JENDERAL HAKI CQ. DIREKTORAT MEREK UNTUK PEMBATALAN MEREK DENGAN CARA MENCORET MEREK V2 VERSI VERSUS NOMOR PENDAFTARAN 361066 DARI DAFTAR UMUM MEREK SEKALIGUS MENGUMUMKANNYA DALAM BERITA RESMI MEREK;
8.    MENGHUKUM TERGUGAT UNTUK MEMBAYAR BIAYA PERKARA INI SEBESAR RP. 5.000,.000,- (LIMA JUTA RUPIAH) ;

DEMIKIANLAH DIPUTUSKAN DALAM RAPAT MUSYAWARAH MAJELIS HAKIM PADA HARI KAMIS, TANGGAL 18 DESEMBER 2003, OLEH KAMI: ANDRIANI NURDIN, S.H., MH. SEBAGAI KETUA, DWIARSO BUDI SANTIARTO, S.H., DAN BINSAR SIREGAR, S.H., MASING-MASING SEBAGAI HAKIM ANGGOTA, PUTUSAN MANA DIUCAPKAN DALAM SIDANG YANG TERBUKA UNTUK UMUM PADA HARI : SELASA, TANGGAL 6 JANUARI 2004 OLEH HAKIM KETUA TERSEBUT DENGAN DIDAMPINGI OLEH HAKIM-HAKIM ANGGOTA TERSEBUT, SERTA LLNDAWATI SERIKIT, SH., MH., SELAKU PENGGANTI DENGAN DIHADIRI OLEH KUASA HUKUM PENGGUGAT TANPA DIHADIRI OLEH TERGUGAT.


HAKIM-HAKIM ANGGOTA,                                                   HAKIM KETUA MAJELIS,

               TTD.                                                                                  TTD.

  H. DWIARSO BUDI                                               ANDRIANI NURDIN, SH. MH.
   SANTIARTO, SH.
        
   TTD.
 
BINSAR SIREGAR, SH.
PANITERA PENGGANTI,
 
TTD.

LLNDAWATI SERIKIT, SH. MH.

Narsis uuuyyy

















Hmm.. Setelah semalaman kami bercanda ria di kamar yang ukurannya kurang lebih 3x4 saja, paginya kami berjalan-jalan ke Jatosssss... Haha
Mana lagi mainan anak UNPAD Jatinangor selain JATOS alias Jatinangor Town Square. Rencananya emang mau foto-foto sih, tapi lama. Akhirnya kami nyari makan dulu di foodcourt-nya. heuheu.. Dan alhasil lama juga nunggu makanannya. Alamak, kepalang laperrrrr.... Heuheu
Makanannya baru datang sekitar jam 3 lebih. Hmm.. Ngggak papa yang penting kan makan. Mungkin karena banyak juga yang pesen sama dengan pesananku. akhirnya lama deh. 

Selesai makan, kami langsung kembali ke studio foto alias Dream's Studio... 
Daaaaaaaaannnnnnnn......... Nunggunya lama juga. Kami berada diurutan 25. Masih ada 5 diatas kami yang belum. Hadadadaaaaahhh... Baru masuk setelah jam setengah 5 beres jam 5 kurang. 

Gila deh, ini kali pertamanya kami bersama-sama dari malam sampai malam lagi.
Thanks Mel, teh Chu. Kalian memang sahabat yang baik. :)

semoga dengan bertambahnya umurku ini bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Arigatoooooooouuuuuu.... Totemo arigatooooouuuuuuuuuuuuuuuu ......... 
:)