It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Analisis Kasus Gianni Versace S.p.A

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Pada dasarnya manusia tidak bisa hidup sendirian. Mereka saling membutuhkan satu sama lain. Hingga terciptalah satu kerja sama diantara mereka. Baik dalam melestarikan umat manusia ataupun kerja sama dalam bisnis dan lain sebagainya. Akan tetapi, karena manusia itu pada dasarnya tidak semua manusia itu memiliki sifat baik. Maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi beberapa ketidakcocokan dalam proses kerjasama tersebut. Hingga akhirnya, ia melakukan satu hal yang bisa dianggap pidana atau pun perdata. Dengan demikian, maka lahirlah sebuah rule yang mengatur tentang perbuatan mereka. Yaitu hukum pidana dan perdata.
Hukum perdata adalah hukum yang mengatur hubungan antara orang perorangan didalam masyarakat (Status Hukum:Art in the science of law : 2013). Hukum perdata ini merupakan satu induk hukum dari hukum dagang, waris, pernikahan, perceraian, dan lain sebagainya.  Sedangkan hukum pidana adalah suatu keseluruhan dari asas-asas dan peraturan-peraturan yang diikuti oleh negara atau suatu masyarakat hukum umum lainnya, dimana mereka itu sebagai pemelihara dari ketertiban hukum umum telah melarang dilakukannya tindakan-tindakan yang bersifat melanggar hukum dan telah mengaitkan pelanggaran terhadap peraturan dengan suatu penderitaan yang bersifat khusus berupa hukuman .
Akan tetapi, disini penulis tertarik untuk menganalisis kasus Perdata Internasional. Karena selain sesuai dengan mata kuliah yang diambil sekarang, yaitu Hukum Perdata Internasional juga karena manusia itu tidak luput dari pergaulan internasional. Sehingga tidak menutup kemungkinan mereka melakukan tindakan perdata di luar negeri dan akhirnya menimbulkan satu kebingungan untuk memilih hukum mana yang akan diambil untuk memutuskan perkara tersebut. Maka dari itu, timbullah hukum perdata internasional yang mengatur mereka. Dimana hukum perdata internasional menurut Prof.J.G. Sauveplanne adalah :
“keseluruhan aturan-aturan yang mengatur hubungan-hubungan hukum perdata yang mengandung eemen-elemen internasional dan hubungan-hubungan hukum yang memiliki kaitan dengan negara-negara asing sehingga dapat menimbulkan pertanyaan apakah penundukan langsung kearah hukum asing itu tanpa harus menundukkan diri pada hukum intern ”.

Sedangkan menurut Prof. Sudargo Gautama dalam bukunya Pengantar Hukum Perdata Internasional Indonesia, mengatakan bahwa hukum perdata internasional adalah :
“Keseluruhan peraturan dan keputusan hukum yang menunjukkan stelsel hukum manakah yang berlaku, atau apakah yang merupakan hukum, jika hubungan-hubungan atau peristiwa –peristiwa, stelsel-stelsel, dan kaidah-kaidah hukum dari dua negara atau lebih negara, yang berbeda dalam lingkungan kuasa, tempat, pribadi dan soal-soal”
Dari dua pengertian diatas, jelas bahwa hukum perdata internasional merupakan satu hukum baik itu hukum nasional maupun hukum negara itu sendiri (negara luar yang bersangkutan) yang akan diberlakukan untuk penyelesaian hukum ini.
Kemudian dari beberapa persoalan yang termasuk kedalam hukum perdata, penulis lebih tergelitik hatinya untuk menganalisis tentang hukum perdata internasional yang menyangkut tentang merek.

B.    Rumusan MasalahDari penulisan makalah ini terdapat beberapa rumusan masalah yang akan membatasi pembahasan disini. Diantaranya yaitu :
1.    Apakah kasus Gianni Versace S.p.A vs Jono merupakan kasus hukum perdata internasional?
2.    Dimana letak HPI dalam kasus Gianni Versace S.p.A vs. Jono tersebut?
3.    Hukum manakah yang diambil?

C.    Tujuan Penelitian
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menerapkan pemahaman tentang hukum perdata internasional.


BAB II
KAJIAN TEORI
A.    Merek

Seiring berkembangnya jaman, UU tentang Merek selalu berubah, hingga akhirnya pada tahun 2001 undang-undang merek terbaru berhasil dibuat. Isi dari UU tersebut hampir sama, akan tetapi ada beberapa hal yang berbeda. Hal itu disebabkan karena penyesuaian dari zaman ke zaman (mengikuti arah lajunya peraturan merek internasional). Perubahan penting yang tercantum dalam UU no 15 Tahun 2001 adalah penetapan sementara pengadilan, perubahan delik biasa menjadi delik aduan, perang Pengadilan Niaga dalam memutuskan sengketa merek kemungkinan menggunakan alternatif penyelesaian sengketa dan ketentuan pidana yang diperbuat (HAKI, 2008:184).
Menurut UU Merek Indonesia (Pasal 1 ayat 1), merek adalah : gambar, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.
Prosedur Permohonannya adalah :
a.     Permohonan (30 Hari)
b.    Pemeriksaan Kelengkapan administrasi => Kekurangan Persyaratan (2 bulan) => kalau terpenuhi, lanjut ke pemeriksaan substantif (9 bulan). Kalau tidak terpenuhi berarti merek dianggap ditarik kembali.
c.    Setelah melalui prosedur pemeriksaan substansif=> kalau disetujui (10 hari), maka lanjut ke keputusan diterima atau tidaknya. Akan tetapi kalau tidak disetujui (penolakan) => ada tanggapan => pemeriksaan kembali kemudian menunggu keputusan diterima atau tidak. Apabila tidak ada tanggapan, maka itu berarti penolakan tetap.
d.    Pengajuan merek diterima => pengumuman (2 bulan)
e.    Ada oposisi (3 bulan) => kalau ya, maka masuk ke sanggahan, kemudian oposisi diterima atau tidak? Kemudian apabila oposisi itu diterima maka langsung mengajukan banding (3 bulan) => komisi banding=> pengadilan niaga => putusan pengadilan =>Kalau putusan pengadilan “ya” berarti langsung dikabulkan. Kalau menolak, kasasi ke mahkamah agung => putusan mahkamah agung => kalau ya, berarti dikabulkan akan tetapi kalau tidak berarti tetap ditolak.
f.    Kalau tidak ada oposisi berarti langsung ke pembuatan sertifikat merek-daftar umum merek (30 hari).

B.    Titik Pertalian (Titik Taut)
Dalam Hukum Perdata Internasional terdapat beberapa titit taut yang akan menjadi penentu apakah peristiwa tersebut merupakan Hukum Perdata Internasional atau bukan. Jika ya,  hukum mana yang akan digunakan? Titik-titik taut tersebut dapat berbentuk :
-    Kewarganegaraan
-    Domisili
-    Tempat kedudukan suatu benda tetap
-    Bendera kapal asing
-    Tempat suatu perbuatan dilakukan
-    Tempat dimana akibat suatu perbuatan hukum timbul
-    Pilihan hukum para pihak
-    Serta tempat perbuatan-perbuatan resmi dilakukan.
Titik taut ini kemudian dibagi menjadi dua bagian. Yaitu titik taut primer dan titik taut sekunder.
Titik Taut Primer (Primary Points of Contact) Yaitu fakta-fakta di dalam sebuah perkara atau peristiwa hukum, yang menunjukkan bahwa peristiwa hukum ini mengandung unsur-unsur asing (foreign elements) dan peristiwa hukum yang dihadapi adalah peristiwa HPI, bukan peristiwa hukum intern/domestic semata.
Sedangkan Titik Taut Sekunder (Secondary Points of Contact) yaitu fakta-fakta dalam perkara HPI yang akan membantu penentuan hukum manakah yang harus diberlakukan dalam menyelesaikan persoalan HPI yang sedang dihadapi. Titik taut sekunder ini sering disebut dengan titik taut penentu karena fungsinya akan menentukan hukum dari tempat manakah yang akan digunakan sebagai the applicable law dalam menyelesaikan suatu perkara.
Contoh titik taut primer yang berupa kewarganegaraan: warga negara Indonesia menikah dengan warga negara Australia. Mereka melangsungkan pernikahan di Australia. Karena berbeda kewarganegaraan, maka yang menjadi titik taut primernya adalah kewarganegaraan. Kewarganegaraan inilah yang nantinya akan menunjukkan atau akan menentukan hukum mana yang akan dipakai. Apakah hukum Austria ataukah hukum Indonesia.
Menurut Cohn, beberapa titik taut lain yang penting adalah :
1.    Hukum dari tempat dilaksanakannya perbuatan (lex loci actus)
2.    Hukum dari tempat dimana benda-benda tetap terletak (lex rei sitae)
3.    Tempat pembuatan dan atau pelaksanaan kontrak (locus contractus/locus solutionis)


BAB III
PEMBAHASAN
 
A.    Sekilas Tentang Kasus Versace dan Jono
Gianni Versace S.p.A merupakan salah satu perusahaan yang didirikan oleh seorang desainer bernama Gianni Versace di Itali pada tahun 1978. Perusahaan ini bergerak di bidang fashion, berupa busana, perhiasan, kosmetik, farfum dan produk-produk lainnya. Presiden perusahaan Gianni Versace adalah Santo Versace dan Wakil presiden dipegang serta direksi kreasi dipegang oleh Donatella Versace. Perusahaan Versace ini menjual produksinya di Indonesia. Bahkan beberapa mereknya pun telah dilindungi oleh hukum indonesia.
Semakin hari, perusahaan ini semakin berkembang. Misalnya, pada tahun 2000 ia bekerjasama dengan Sundland Group Ltd, sebuah perusahaan terkemuka di Australia membuka “Pallazo Versace”, yaitu sebuah hotel berbintang enam yang terletak di Gold Coast Australia. Saat ini Versace Group ini dipegang oleh keluarga Versace yang terdiri dari Allegra Beck Versace (50%), Donatella Versace (20%) dan Santo Versace (30%).
Produk Versace ini sudah terkenal hampir di 30 negara, termasuk salah satunya adalah negara Indonesia. Beberapa merek yang sudah terdaftar di berbagai negara sebagai merek terkenal itu antara lain :
-    VERSUO
-    VERSUS GIANNI VERSACE
-    VERSACE CLASSIC V2
-    VERSUS VERSACE
Sedangkan beberapa merek yang sudah terdaftar di Indonesia, yaitu VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, dan VERSACE CLASSIC V2. Serta VERSUS dan VERSUS VERSACE yang sedang didaftarkan tertanggal 7 April 2001 dan 23 Januari 2002.
Sedangkan Jono merupakan salah satu warga negara Indonesia yang berkedudukan di Medan. Ia mendaftarkan merek V2 VERSI VERSUS yang mempunyai unsur kesamaan dalam kata-kata utamanya. Sehingga Gianni Versace merasa terusik kenyamanannya karena unsur-unsur utama merek miliknya didaftarkan secara serempak oleh Jono. Oleh karena itu, ia melaporkannya ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.
Dalam kasus ini, Gianni sebagai penggungat merupakan pemilik yang berhak atas Merek “VERSUS”, “VERSACE”, “VERSACE CLASSIS V2” dan “VERSUS VERSACE’, yang mana Merek-Merek tersebut telah dipakai, dipromosikan serta terdaftar di negara asalnya Italia sejak tahun 1989 dna terdaftar pula di 30 negara lebih, sehingga Merek penggugat berdasarkan Pasal 6 ayat 1 Butir b Undang-undnag No.15 Tahun 2001 tentang Merek dikualifikasikan sebagai Merek Terkenal, di mana Merek yang disengketakan adalah Merek penggugat yang telah terdaftar pada kelas 9,18 dan 25. Kemudian Jono tanpa seizin Gianni telah mendaftar Merek “V2 VERSI VERSUS” yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Merek-merek penggugat dan Merek milik tergugat tersebut terdaftar dalam kelas yang sama dengan Merek-Merek milik penggugat.
Sedangkan menurut pasal 4 UU No. 15 Tahun 2001 tentang merek mengatakan bahwa seandainya tindakan Jono tersebut merupakan itikad buruk yang hendak ingin membonceng keterkenalan Merek-Merek milik Gianni yang nantinya akan mendapatkan keuntungan ekonomi dengan mudah atas penjualan produk tersebut, maka seharusnya permohonan pendaftaran merek tersebut ditolak.
Dengan demikian, maka dengan menyertakan beberapa bukti untuk memperkuat gugatannya, Gianni menuntut pengadilan untuk :
1.    Mengabulkan gugatannya
2.    Menyatakan Gianni adalah pemilik satu-satunya yang berhak atas merek-merek terkenal VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE CLASSIC V2 dan VERSUS VERSACE di wilayah Republik Indonesia
3.    Menyatakan bahwa merek Jono memiliki unsur kesamaan pada pokoknya dengan merek terkenal milik Gianni
4.    Menyatakan bahwa tindakan Jono merupakan tindakan yang didasari itikad tidak baik
5.    Kemudian menyatakan batal merek
6.    Dan menghukum Jono dengan membayar biaya perkara menurut hukum
Setelah diterima permohonannya, pengadilan melakukan panggilan beberapa kali kepada Jono, akan tetapi ia tidak datang. Ia hanya mengutus kuasa hukumnya untuk menghadiri sidang. Yang akhirnya diputuskan bahwa : Majelis Hakim Pengadilan Niaga mengambil penafsiran persaingan curang berdasarkan ketentuan Penjelasan Pasal 4 Undang-Undang No.15 Tahun 2001 tentang Merek tanpa merujuk pada Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No.426 pk/pdt/1994. Pernyataan Majelis Hakim Pengadilan Niaga mengenai persaingan curang adalah :
“ Menimbang bahwa dari Penjelasan Pasal 4 tersebut berdasarkan penafsiran a contario , terdapat 2 elemen penting untuk menentukan adanya itikad baik yaitu :
-          Adanya niat untuk menguntungkan usaha pendaftar sekaligus merugikan pihak lain;
-          Melalui cara penyesatan konsumen atau perbuatan persaingan curang, atau menjiplak atau menumpang ketenaran merek orang lain “
Selain pernyataan mengenai permasalahan persaingan curang, lebih jauhnya Majelis Hakim memberikan pertimbangan mengenai tindakan penyesatan konsumen sebagai berikut:
“a) Penyesatan tentang asal-usul suatu produk. Hal ini dapat terjadi karena Merek dari suatu produk menggunaka Merek luar negeri atau ciri khas suatu daerah yang sebenarnya Merek tersebut bukan berasal dari daerah luar negeri atau dari suatu daerah yang mempunyai ciri khusus tersebut;
b) Penyesatan karena produsen. Penyesatan dalam bentuk ini dapat terjadi karena masyarakat konsumen yang telah mengetahui dengan baik mutu suatu produk, kemudian di pasaran ditemukan suatu produk dengan Merek yang mirip atau menyerupai yang ia sudah kenal sebelumnya;
c) Penyesatan melalui penglihatan. Penyesatan ini dapat terjadi karena kesamaan atau kemiripan dari Merek yang bersangkutan.
d) Penyesatan melalui pendengaran. Hal ini sering terjadi bagi konsumen yang hanya mendengar atau mengetahui suatu produk dari pemberitahuan orang lain”

Pertimbangan mengenai tindakan penyesatan yang cukup rinci tersebut memang tidak terdapat dalam Undang-Undang No.15 tahun 2001 tentang Merek maupun dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No.426/PK/PDT/1994. Interpretasi mengenai tindakan penyesatan ini merupakan interpretasi ekstensif dari istilah menyesatkan konsumen yang terdapat dalam Penjelasan Pasal 4 Undang-Undang No.15 tahun 2001 tentang Merek. Interpretasi terhadap istilah dalam undang-undang ini bukanlah menjadi tugas Hakim semata, para ilmuwan sarjana hukum pun dapat melakukan interpretasi, terutama bagi para pengacara yang mewakili kepentingan para pihak di pengadilan. Boleh dikatakan bahwa setiap undang-undang perlu dijelaskan atau ditafsirkan terlebih dahulu sebelum dapat diterapkan pada peristiwanya.
Dengan demikian, berarti merek yang diajukan oleh Jono dinyatakan batal.

B.    Analisis Kasus
Seperti yang kita ketahui bahwa Merek merupakan salah satu tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan . Dari kata memiliki daya pembeda dalam kalimat diatas berarti merek tersebut digunakan sebagai daya pembeda antar produk milik seseorang. Sehingga tidak mungkin ada satu unsur kesamaan dalam beberapa produk. Kecuali pemilik produk tersebut bermaksud untuk mengambil keuntungan dari produk yang sudah ada sebelumnya tersebut. Begitupun dalam kasus ini, Jono berusaha untuk menyatukan beberapa unsur yang sama dengan merek milik Gianni Versace seorang warga negara Italia yang berwirausaha dalam bidang fashion, parfum, dan lain sebagainya. Merek milik Gianni tersebut sudah terdaftar di hampir 30 negara dan sudah terkenal. Maka dari itu, pengadilan memutuskan bahwa memang benar, Jono tersebut ingin numpang terkenal dari merek-merek Gianni. Karena tidak ada pembelaan dari Jono. Bahkan Jono pun tidak hadir dalam acara persidangan dan hanya diwakilkan oleh kuasa hukumnya.
Untuk memutuskan bahwa suatu perkara tersebut merupakan Hukum Perdata Internasional atau bukan, maka terlebih kita harus mengetahui titik-titik taut yang ada dalam permasalahan tersebut.
Titik taut itu dibagi menjadi dua. Yaitu titik taut primer dan titik taut sekunder. Yang menjadi titik taut primer dalam kasus ini adalah kewarganegaraan. Karena Gianni Versace SpA merupakan salah seorang warga negara Italia yang berkedudukan di Italia. Sedangkan Jono merupakan salah seorang warga negara Indonesia yang berkedudukan di Medan.  Kemudian titik taut sekundernya adalah lex loci. Yaitu hukum yang berlaku adalah hukum Indonesia, sesuai dengan tempat dimana kegiatan dagang atau industri tersebut berjalan.

BAB IV
SIMPULAN

A.    Simpulan
Dari analisis tersebut dapat dikatakan bahwa kasus Gianni Versace SpA merupakan salah satu kasus Hukum Perdata Internasional. Karena mengandung unsur asing. Dengan titik taut primernya kewarganegaraan dan titik taut sekundernya lex loci. Sehingga dalam putusan tersebut, Majelis Hakim Pengadilan Niaga mengambil keputusan sesuai dengan hukum Indonesia yaitu pasal 4 UU No. 15 Tahun 2001 tentang merek mengatakan bahwa “pendaftaran merek yang beritikad baik adalah pemohon mendaftarkan mereknya secara layak dan jujur tanpa ada niat apapun untuk membonceng, meniru, atau menjiplak ketenaran merek pihak lain”. Setelah melakukan beberapa pertimbangan, akhirnya pengadilan mengabulkan seluruh tuntutan Gianni dan membatalkan merek milik Jono.

B.    Saran
Dari beberapa penjelasan analisis tersebut maka dapat disarankah bahwa kita harus lebih kreatif dalam menciptakan satu nama untuk merek. Tidak membonceng merek milik orang lain, karena hal tersebut dapat merugikan diri kita sendiri.


DAFTAR PUSTAKA


Prof.Dr.S.Gautama.S.H (1977) Pengantar Hukum Perdata Internasional Indonesia. Bandung: IKAPI. Hal.25
P.A.F. Lamintang (1984) Dasar-dasar Hukum Pidana Indonesia. Bandung: Sinar Baru. Hal. 1-2.
Status Hukum : Art in the science of law (n.d.) Pengertian Hukum Perdata. Available from : http://statushukum.com/pengertian-hukum-perdata.html. Diunduh pada tanggal 02 Mei 2013.
Tia Aristutia, SH., MH (n.d.) Pengertian Hukum Perdata Internasional. Available from : http://semutuyet.blogspot.com/2012/06/pengertian-hukum-perdata-internasional.html
Yudashmara Publisher (2009) Titik Taut Hukum Perdata Internasional. Available from : http://korandemokrasiindonesia.wordpress.com/. Diakses pada tanggal 01 Mei 2013.
DJHKI (n.d.) E-Tutorial HKI. Available from : http://119.252.161.174/merek-2/ . Diunduh pada 29 April 2013.
    Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor 77/Merek/2003/PN.Niaga.Jkt.Pst
    Kementerian Australia Indonesia (2008) Intellectual Property Right. Asian Law Group Pty Ltd.






LAMPIRAN

PUTUSAN
NOMOR 77/MEREK/2003/PN.NIAGA.JKT.PST.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN
KETUHANAN YANG MAHA ESA

PENGADILAN NIAGA PADA PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT YANG MEMERIKSA DAN MENGADILI PERKARA GUGATAN MEREK PADA TINGKAT PERTAMA, TELAH MENJATUHKAN PUTUSAN SEBAGAI BERIKUT DALAM PERKARA ANTARA:

GIANNI VERSACE S.P.A., SUATU PERSEROAN MENURUT UNDANG-UNDANG NEGARA BAGIAN ITALIA, BERKEDUDUKAN DI VIA MANZONI 38,20121 MILAN, ITALY, DALAM HAL INI DIWAKILI OLEH KUASANYA 1. ENDRA AGUNG PRABAWA, S.H., 2. AGUS TRIBOWO SAKTI, S.H. PENGACARA DAN PENASIHAT HUKUM DARI AMROOS & PARTNERS LAW OFFICE, JI. PERMATA HIJAU RAYA KAV. 8-29, SENAYAN, JAKARTA 12210, INDONESIA, BERDASARKAN SURAL KUASA KHUSUS TERTANGGAL 5 JULI 2002.
SELANJUTNYA DISEBUT SEBAGAI : PENGGUGAT.

MELAWAN:

SUTARDJO JONO, BERALAMAT DI JI. LETJEN S. PARMAN NO. 71-A MEDAN.
SELANJUTNYA DISEBUT SEBAGAI: TERGUGAT.

PENGADILAN NIAGA TERSEBUT;
TELAH MEMBACA BERKAS PERKARA DAN SURAT-SURAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERKARA INI;

TENTANG DUDUKNYA PERKARA :

MENIMBANG, BAHWA PENGGUGAT DALAM SURAT GUGATANNYA TERTANGGAL 7 OKTOBER 2003, YANG TERDAFTAR DI KEPANITERAAN PENGADILAN NIAGA PADA PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT PADA TGL. 10 OKTOBER 2003 DENGAN REGISTER PERKARA NO. 77/MEREK/2003/PN.NIAGA.JKT.PST. YANG PADA POKOKNYA MENGEMUKAKAN HAL-HAL SEBAGAI BERIKUT:
1.    BAHWA PENGGUGAT ADALAH PEMILIK YANG BERHAK ATAS MEREK TERKENAL VERSUO, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE YANG SUDAH TERDAFTAR DI BERBAGAI NEGARA TERMASUK DI INDONESIA PADA DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA C.Q. DIREKTORAT MEREK YAITU :
A)    UNTUK MEREK VERSUS TERDAFTAR DENGAN NOMOR-NOMOR SEBAGAI BERIKUT :
1.    474687 TANGGAL 30 APRIL 2001 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 09 (BUKTI P-1);
2.    474688 TANGGAL 30 APRIL UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 18 (BUKTI P-2);
B)     UNTUK MEREK VERSUS GIANNI VERSACE TERDAFTAR DENGAN NOMOR-NOMOR SEBAGAI BERIKUT :
3.     353645 TANGGAL 12 FEBRUARI 1996 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 09 (BUKTI P-3);
4.    325332 TANGGAL 6 JANUARI 1995 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 18 (BUKTI P-4);
5.    384570 TANGGAL 1 SEPTEMBER 1997 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 25 (BUKTI P-5);
C)     UNTUK MEREK VERSACE CLASSIC V2 TERDAFTAR DENGAN NOMOR 361451 TANGGAL 6 JUNI 1996 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 18 (BUKTI P-6);
2.    BAHWA SELAIN ITU PENGGUGAT JUGA SEDANG MENGAJUKAN PERMINTAAN PENDAFTARAN MEREK PADA DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA C.Q. DIREKTORAT MEREK YAITU :
D)    UNTUK MEREK VERSUS DENGAN NOMOR-NOMOR AGENDA SEBAGAI BERIKUT:
6.    D00-6620 TANGGAL 7 APRIL 2000 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 03 (BUKTI P-7);
7.    D00-6619 TANGGAL 7 APRIL 2000 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 25 (BUKTI P-8);
E)    UNTUK MEREK VERSUS VERSACE DENGAN NOMOR AGENDA D00-2002-01418-01424 PADA TANGGAL 23 JANUARI 2002 UNTUK JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 03 (BUKTI P-9);

3.    BAHWA MEREK PENGGUGAT VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIS V2 DAN VERSUS VERSACE TELAH DIPAKAI, DIPROMOSIKAN SERTA TERDAFTAR DI NEGARA ASALNYA ITALIA SEJAK TAHUN 1989 DAN LEBIH DARI 30 NEGARA, SEHINGGA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT MENURUT PENJELASAN PASAL 6 AYAT (1) HURUF (B) UNDANG-UNDANG MEREK NO. 15 TAHUN 2001 HARUS DIKUALIFIKASIKAN SEBAGAI MEREK TERKENAL;

    BUKTI-BUKTI KETERKENALAN MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT TERSEBUT AKAN KAMI SAMPAIKAN PADA ACARA PEMBUKTIAN.

4.    BAHWA TERNYATA DIKETAHUI OLEH PENGGUGAT BAHWA TERGUGAT TANPA SEIZIN PENGGUGAT TELAH MENDAFTARKAN MEREK V2 VERSI VERSUS DENGAN NOMOR PENDAFTARAN 361066 PADA TANGGAL 30 MEI 1996 (BUKTI P-10) YANG MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK-MEREK PENGGUGAT (BUKTI P-1 SID P-9) DAN UNTUK MELINDUNGI KELAS BARANG YANG SAMA DENGAN MEREK PENGGUGAT;

5.    BAHWA PENGGUGAT SANGAT KEBERATAN ATAS PENDAFTARAN MEREK TERGUGAT TERSEBUT (BUKTI P-10), KARENA MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK-MEREK PENGGUGAT VERSUS, GIANNE VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE YANG SUDAH TERKENAL (BUKTI P-1 S.D. P-9), SEHINGGA BERDASARKAN PASAL 6 AYAT (1) HURUF (A) DAN (B) UNDANG-UNDANG NO. 15 TAHUN 2001, PENDAFTARAN I'NEREK TERGUGAT (BUKTI P-10) TERSEBUT SEHARUSNYA DITOLAK;

6.    BAHWA SUKAR DAPAT DIBAYANGKAN MAKSUD LAIN DARI TERGUGAT MENDAFTARKAN V2 VERSI VERSUS SEBAGAI MEREKNYA (BUKTI P-10), KECUALI DENGAN ITIKAD BURUK HENDAK MEMBONCENG PADA KETERKENALAN MEREK-MEREK PENGGUGAT UNTUK MENIKMATI KEUNTUNGAN DENGAN MUDAH, SEHINGGA MENURUT PENJELASAN PASAL 4 UNDANG-UNDANG NO. 15 TAHUN 2001 PENDAFTARAN MEREK TERGUGAT (BUKTI P-10) TERSEBUT SEHARUSNYA DITOLAK;

7.    BAHWA PEMAKAIAN DAN PENDAFTARAN MERREK V2 VERSI VERSUS (BUKTI P-10) OLEH TERGUGAT YANG MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK TERKENAL PENGGUGAT, DAPAT SERTA HASIL-HASIL PRODUKSI TERGUGAT BEARASAL DARI PENGGUGAT, ATAU MEMPUNYAI HUBUNGAN ERAT DENGAN PENGGUGAT, HAL NAMA SANGAT MERUGIKAN PENGGUGAT, SEHINGGA BERDASARKAN PASAL 68 AYAT (1) JO. PASAL 68 AYAT (2) UNDANG-UNDANG NO. TAHUN 2001, MEREK TERGUGAT (BUKTI P-10) TERSEBUT HARUS DIBATALKAN;

8.    BAHWA ADA SERIBU SATU KATA ATAU KOMBINASI KATA LAIN YANG DAPAT DIGUNAKAN OLEH TERGUGAT UNTUK MEREK DARI PRODUKNYA TANPA HARUS MENJIPLAK MEREK-MEREK PENGGUGAT. PERBUATAN INI BERTENTANGAN DENGAN RASA KEPATUTAN DAN KEADILAN SERTA MAKSUD DAN TUJUAN DARI UNDANG-UNDANG NO. 15 TAHUN 2001 UNTUK MEMBERIKAN PERLIUNDUNGAN TERHADAP MEREK TERKENAL (BANDINGKAN DENGAN PASAL 6 BIS KONVENSI PARIS);

9.    BAHWA DAPAT DIPASTIKAN, TANPA DIILHAMI MEREK-MEREK TERKENAL MILIK PENGGUGAT (BUKTI P-1 S/D P-9), TERGUGAT TIDAK AKAN PERNAH MEMIKIRKAN UNTUK MENDAFTARKAN V2 VERSI  VERSUS SEBAGAI MEREKNYA. BAHWA MENURUT YURISPRUDENSI MAHKAMAH AGUNG RI NO. 220 K/PDT/1986 SECARA TEGAS PULA MRNYATAKAN BAHWA PENGUSAHA LOCAL SEPERTI TERGUGAT SEKARANG INI WAJIB MENGGUNAKAN MEREK DENNGAN IDENTITAS TERKENAL NASIONAL, BUKAN MENJIPLAK NAMA ATAU MEREK ASING, KARENA DAPAT MENYESATKAN KONSUMEN TENTANG ASAL-USUL BARANG;
10.    BAHWA MENGINGAT MEREK TERGUGAT V2 VERSI VERSUS NOMOR PENDAFTARAN 361066 (BUKTI P-10) DIPEROLEH PENDAFTARANNYA DENGAN ITIKAT TIDAK BAIK, MAKA BERDASARKAN PASAL 68 AYAT (1) JO. PASAL 69 AYAT (2) UDANG-UNDANG NO. 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK, PENGGUGAT BERHAK MENUNTUT PEMBATALAN ATAS PENDAFTARAN MEREK MILIK TERGUGAT TERSEBUT, BANDINGKAN PULA DENGAN PASAL 6 BIS AYAT (3) KONVENSI PARIS YANG MENYATAKAN BAHWA “NO LIMIT SHALL BE FIXED FOR SEEKING THE CANCELLATION OF THE MARKS REGISTERED IN BAD FAITH;”
MAKA BERDASARKAN SEMUA ALASAN HUKUM TERSEBUT DI ATAS, SUDILAH MAJELIS HAKIM PENGADILAN NIAGA JAKARTA PUSAT MEMBERIKAN PUTUSAN SEBAGAI BERIKUT :
1.    MENGABULKAN GUGATAN PENGGUGAT UNTUK SELURUHNYA ;
2.    MENYATAKAN PENGGUGAT ADALAH PEMILIK SATU-SATUNYA YANG BERHAK ATAS MEREK-MEREK TERKENAL VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE (BUKTI P-1 S.D. P-9) DI WILAYAH REPUBLIK INDONESIA UNTUK MEMBEDAKAN HASIL PRODUKSI PENGGUGAT DENGAN HASIL PRODUKSI PIHAK LAIN;
3.    MENYATAKAN MEREK TERGUGAT V2 VERSI VERSUS DENGAN NOMOR PENDAFTARAN 361066 (BUKTI P-10) MEMPUNYAI PERSAMAANPADA POKOKNYA DENGAN MEREK-MEREK TERKENAL VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT (BUKTI P-1 S.D. P-9);
4.    MENYATAKAN BAHWA TINDAKAN TERGUGAT MENGAJUKAN PENDAFTARAN MEREK V2 VERSI VERSUS DENGAN NOMOR PENDAFTARAN 361066 (BUKTI P-10) MENGANDUNG ITIKAD TIDAK BAIK, KARENA MENIRU MEREK-MEREK TERKENAL MILIK PENGGUGAT ;
5.    MENYATAKAN BATAL MEREK TERGUGAT V2 VERSI VERSUS NOMOR PENDAFTARAN 361066 (BUKTI P-10) DALAM DAFTAR UMUM MEREK DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DENGAN SEGALA AKIBAT HUKUMNYA;
6.    MEMERINTAHKAN PANITERA UNTUK MENGIRIM SALINAN PUTUSAN INI SETELAH MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM TETAP KEPADA DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAK AZASI MANUSIA CQ. DIREKTORAT JENDERAL HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL CQ. DIREKTORAT MEREK UNTUK PEMBATALAN MEREK DENGAN CARA MENCORET MEREK "V2 VERSI VERSUS" NOMOR PENDAFTARAN 361066 (BUKTI P-10) DARI DAFTAR UMUM MEREK SEKALIGUS MENGUMUMKANNYA DALAM BERITA RESMI MEREK;
7.    MENGHUKUM TERGUGAT MEMBAYAR BIAYA PERKARA MENURUT HUKUM.

MENIMBANG, BAHWA PADA HARI SIDANG YANG TELAH DITENTUKAN UNTUK PENGGUGAT DATANG MENGHADAP KUASA HUKUMNYA AGUS TRIBOWO SAKTI, S.H. SEDANGKAN TERGUGAT TIDAK DATANG MENGHADAP DAN TIDAK MENYURUH ORANG LAIN UNTUK MEWAKILINYA, WALAUPUN TELAH DIPANGGIL SECARA PATUT BERDASARKAN RELAAS PANGGILAN TERTANGGAL 11 NOVEMBER 2003 NO.77/HKI.MEREK/2003/PN.NIAGA.JKT.PST. DAN BERDASARKAN PANGGILAN SECARA UMUM MELALUI SURAT KABAR "RAKYAT MERDEKA" MASING-MASING TERTANGGAL 11 NOVEMBER 2003 DAN TERTANGGAL 11 DESEMBER 2003;

MENIMBANG, BAHWA UNTUK MEMPERKUAT DALIL-DALIL GUGATANNYA, PENGGUGAT TELAH MENGAJUKAN BUKTI BERUPA FOTOCOPY DAN ASLI SURAT-SURAT YANG TELAH DILEGALISIR DAN DIBERI METERAI SECUKUPNYA, DAN DIBERI TANDA P-1 S/D P-19 SEBAGAI BERIKUT:
1.    BUKTI P-1    :    PETIKAN RESMI PENDAFTARAN MEREK "VERSUS" ATAS NAMA PENGGUGAT DI BAWAH NOMOR 474687 TANGGAL 30 APRIL 2001 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 09;
2     BUKTI P-2    :    PETIKAN RESMI PENDAFTARAN MEREK "VERSUS" ATAS NAMA PENGGUGAT DI BAWAH NOMOR 474688 TANGGAL 30 APRIL 2001 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 18;
3     BUKTI P-3    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK "VERSUS ' GIANNI VERSACE" ATAS NAMA PENGGUGAT DI BAWAH NOMOR 353645 TANGGAL 12 FEBRUARI 1996 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 09;
4.    BUKTI P-4    :    PETIKAN RESMI PENDAFTARAN MEREK "VERSUS GIANNI VERSACE" ATAS NAMA PENGGUGAT DI BAWAH NOMOR 325332 TANGGAL 6 JANUARI 1995 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 18 ;
5.    BUKTI P-5    :    PETIKAN RESMI PENDAFTARAN MEREK "VERSUS GIANNI VERSACE" ATAS NAMA PENGGUGAT DI BAWAH NOMOR 384570 TANGGAL 1 SEPTEMBER 1997 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 25 ;
6.    BUKTI P-6    :    PETIKAN RESMI PENDAFTARAN MEREK "VERSACE CLASSIC V2" ATAS NAMA PENGGUGAT DI BAWAH NOMOR 361451 TANGGAL 6 JUNI 1996 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 18 ;
7.    BUKTI P-7    :    PERMINTAAN PENDAFTARAN MEREK "VERSUS" ATAS NAMA PENGGUGAT DENGAN NOMOR AGENDA D00-6620 TANGGAL 7 APRIL 2000 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 03;
8.    BUKTI P-8    :    PERMINTAAN PENDAFTARAN MEREK "VERSUS" ATAS NAMA PENGGUGAT DENGAN NOMOR AGENDA D00-6619 TANGGAL 7 APRIL 2000 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 25;
9.    BUKTI P-9    :    PERMINTAAN PENDAFTARAN MEREK "VERSUS VERSACE" ATAS NAMA PENGGUGAT DENGAN NOMOR AGENDA D00-2002 01418-01424 TANGGAL 23 JANUARI 2002 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 03;
10.    BUKTI P-10    :    PETIKAN RESMI PENDAFTARAN MEREK "V2 VERSI VERSUS" ATAS NAMA TERGUGAT DI BAWAH NOMOR 361066 TANGGAL 30 MEI 1996 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 25 ;
11.    BUKTI P-11A    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK VERSUS ATAS NAMA PENGGUGAT DI ITALIA YANG MENERANGKAN BAHWA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT TELAH DIDAFTARKAN DI BAWAH NO. 509539 PADA TANGGAL 1 JUNI 1989 YANG TELAH DILEGALISASI DAN DINOTARISASI DISERTAI TERJEMAHAN RESMI BAHASA INDONESIANYA;
BUKTI P-11B    :    TERJEMAHAN RESMI DARI P-11.A ;
12.    BUKTI P-12A    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK VERSUS GIANNI VERSACE ATAS NAMA PENGGUGAT DI MALAYSIA YANG MENERANGKAN BAHWA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT TELAH DIDAFTARKAN DI BAWAH NO. 93002334 PADA TANGGAL 12 APRIL 1993 YANG TELAH DILEGALISASI DAN DINOTARISASI DISERTAI TERJEMAHAN RESMI BAHASA INDONESIANYA;
P-12.B    :    TERJEMAHAN RESMI TERSUMPAH DARI P-12.A ;
13.    BUKTI  P-13A    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK VERSUS ATAS  NAMA PENGGUGAT DI OMPI (PENDAFTARAN INTERNASIONAL) YANG MENERANGKAN BAHWA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT TELAH DIDAFTARKAN DI BAWAH NO. R. 538014 PADA TANGGAL 1 JUNI 1999 YANG TELAH DILEGALISASI DAN DINOTARISASI DISERTAI TERJEMAHAN RESMI BAHASA INDONESIANYA;
P-13B    :    TERJEMAHAN RESMI TERSUMPAH DARI P-13.A ;
14.    BUKTI  P-14A    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK VERSUS ATAS NAMA PENGGUGAT DI ITALIA YANG MENERANGKAN BAHWA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT TELAH DIDAFTARKAN DI BAWAH NO. 520831 PADA TANGGAL 15 JANUARI 1990 YANG TELAH DILEGALISASI DAN DINOTARISASI DISERTAI TERJEMAHAN RESMI BAHASA INDONESIANYA;
 P-14.B    :    TERJEMAHAN RESMI TERSUMPAH DARI P-14.A ;
15.    BUKTI  P-15A    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK VERSUS GIANNI VERSACE ATAS NAMA PENGGUGAT DI AUSTRALIA YANG MENERANGKAN BAHWA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT TELAH DIDAFTARKAN DI BAWAH NO. A514195 PADA TANGGAL 4 JULI 1989 YANG TELAH DILEGALISASI DAN DINOTARISASI DISERTAI TERJEMAHAN RESMI BAHASA INDONESIANYA;
P-15B    :    TERJEMAHAN RESMI TERSUMPAH DARI P-15.A ;
16.    BUKTI  P-16A    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK VERSUS GIANNI VERSACE ATAS NAMA PENGGUGAT DI AUSTRALIA YANG MENERANGKAN BAHWA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT TELAH DIDAFTARKAN DI BAWAH NO. A514196 PADA TANGGAL 4 JULI 1989 YANG TELAH DILEGALISASI DAN DINOTARISASI DISERTAI TERJEMAHAN RESMI BAHASA INDONESIANYA ;
 P-16B    :    TERJEMAHAN RESMI TERSUMPAH DARI P-16.A ;
17.    BUKTI  P-17A    :    SERTIFIKAT PENDAFTARAN MEREK VERSUS GIANNI VERSACE ATAS NAMA PENGGUGAT DI MALAYSIA YANG MENERANGKAN BAHWA MEREK PENGGUGAT TERSEBUT TELAH DIDAFTARKAN DI BAWAH NO. 89/07029 PADA TANGGAL 13 NOVEMBER 1989 YANG TELAH DILEGALISASI DAN DINOTARISASI DISERTAI TERJEMAHAN RESMI BAHASA INDONESIANYA;
18.    BUKTI  P-18A    :    PERNYATAAN RESMI DARI LORENZO BELTRAMI (KARYAWAN BAGIAN HUKUM DARI GIANNI VERSACE S.P.A) YANG MENCERITAKAN TENTANG SEJARAH KELUARGA VERSACE DAN PERUSAHAAN GIANNIVERSACE S.P.A YANG BERDIRI SEJAK TAHUN 1977 HINGGA SEKARANG ;
P-18B    :    TERJEMAHAN RESMI TERSUMPAH DARI P-18.A;
19.    BUKTI  P-19    :    BUKTI KETERKENALAN MEREK-MEREK PENGGUGAT YANG MENGGUNAKAN KALA VERSUS BAIK DI MAJALAH, TABLOID, KATALOG MAUPUN LABEL (TAG) DARI DALAM DAN LUAR NEGERI, SEPERTI:
A.    MAJALAH THE LINK (INDONESIA) VOL. X, NO. 34 EDISI 2002;
B.    MAJALAH VOGUE EDISI APRIL 1997;
C.    MAJALAH MAX (PERANCIS) EDISI OKTOBER 2000;
D.    MAJALAH WWDLTALY 2000 EDISI JANUARI 2000;
E.    MAJALAH DAZED & CONFUSED (INGGRIS) EDISI SEPTEMBER 2001 ;
F.    MAJALAH GLAMOUR (JERMAN) EDISI SEPTEMBER 2001;
G.    MAJALAH FEMALE (INDONESIA) EDISI MARET 2001;
H.    MAJALAH VOGUE (AMERIKA SERIKAT) EDISI AGUSTUS 1996;
I.    MAJALAH VOGUE (AMERIKA SERIKAT) EDISI APRIL 1996;
J.    MAJALAH VOGUE (AMERIKA SERIKAT) EDISI APRIL 1997;
K.    KATALOG-KATALOG VERSUS;
I.    LABEL-LABEL (TAG) YANG DILEKATKAN PADA PRODUK PAKAIAN MILIK PENGGUGAT.

BUKTI-BUKTI TERSEBUT TELAH DIBERI METERAI CUKUP DAN TELAH DICOCOKKAN DENGAN ASLINYA DIMUKA PERSIDANGAN, KECUALI BUKTI P.13.A, 14.A, 15.A, 16.A, 17.A, 19; I
MENIMBANG, BAHWA SELANJUTNYA PENGGUGAT TIDAK MENGAJUKAN HAL APAPUN LAGI DAN MOHON KEPUTUSAN;
MENIMBANG, BAHWA UNTUK MEMPERSINGKAT URAIAN PUTUSAN INI, MAKA SEGALA SESUATU YANG TERJADI DI PERSIDANGAN DAN TERMUAT DALAM BERITA ACARA PERKARA AQUO DIANGGAP TERCANTUM PULA DALAM PUTUSAN INI;

TENTANG HUKUMNYA:

MENIMBANG, BAHWA MAKSUD DAN TUJUAN GUGATAN PENGGUGAT SEPERTI TERSEBUT DIURAIKAN DIATAS;
MENIMBANG, BAHWA SEBELUM MAJELIS MEMPERTIMBANGKAN SUBSTANSI DARI GUGATAN INI TERLEBIH DAHULU AKAN DIPERTIMBANGKAN, APAKAH FORMALITAS DARI PENGAJUAN GUGATAN INI TELAH DIPENUHI;
MENIMBANG, BAHWA POKOK GUGATAN PENGGUGAT ADALAH ADANYA PENDAFTARAN MEREK TERGUGAT "V2 VERSI VERSUS" NOMOR PENDAFTARAN 361066 TANGGAL 30 MEI 1996 YANG MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK PENGGUGAT VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE YANG SUDAH TERKENAL, YANG DILAKUKAN DENGAN ITIKAD TIDAK, DENGAN NIAT UNTUK MEMBONCENG PADA KETERKENALAN MEREK-MEREK PENGGUGAT UNTUK MENIKMATI KEUNTUNGAN DENGAN MUDAH, SEHINGGA MEREK TERGUGAT TERSEBUT HARUS DIBATALKAN;
MENIMBANG, BAHWA PASAL 69 AYAT (2) UU NO. 15 TAHUN 2001 MENYEBUTKAN, GUGATAN PEMBATALAN DAPAT DIAJUKAN TANPA BATAS APABILA MEREK YANG BERSANGKUTAN BERTENTANGAN DENGAN MORALITAS AGAMA, KESUSILAAN, ATAU KETERTIBAN UMUM;
BAHWA PENJELASAN PASAL 69 AYAT (2) MENYEBUTKAN BAHWA PENGERTIAN BERTENTANGAN DENGAN MORALITAS AGAMA, KESUSILAAN ATAU KETERTIBAN UMUM ADALAH SARNA DENGAN PENGERTIAN SEBAGAIMANA TERDAPAT DALAM PENJELASAN PASAL 5 HURUF A. TERMASUK PULA DALAM PENGERTIAN YANG BERTENTANGAN DENGAN KETERTIBAN UMUM ADALAH ADANYA ITIKAD TIDAK BAIK;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PENJELASAN PASAL 4 UU NO. 15 TAHUN 2001 PEMOHON PENDAFTARAN MEREK YANG BERITIKAD BAIK ADALAH PEMOHON YANG MENDAFTARKAN MEREKNYA SECARA LAYAK DAN JUJUR TANPA ADA NIAT APAPUN UNTUK MEMBONCENG, MENIRU ATAU MENJIPLAK KETENARAN MEREK PIHAK LAIN;
 MENIMBANG, BAHWA UNTUK MENGETAHUI APAKAH PENDAFTARAN MEREK TERGUGAT TERSEBUT DILAKUKAN DENGAN ITIKAD TIDAK BAIK ADALAH SUDAH MENYANGKUT POKOK PERKARA SEHINGGA AKAN DIPERTIMBANGKAN BERSAMA-SAMA SUBSTANSI PERKARA AQUO;
MENIMBANG, BAHWA KARENA TERNYATA TERGUGAT MESKIPUN TELAH DIPANGGIL DENGAN PATUT TIDAK DATANG MENGHADAP, DAN TIDAK MENYURUH ORANG LAIN UNTUK MEWAKILINYA, SEDANGKAN TIDAK TERNYATA BAHWA TIDAK DATANGNYA ITU DISEBABKAN SUATU HALANGAN YANG SAH, MAKA TERHADAP TERGUGAT HARUS DINYATAKAN TIDAK HADIR;
MENIMBANG, BAHWA WALAUPUN TERGUGAT TIDAK HADIR, SEHINGGA TERGUGAT DIANGGAP TIDAK MENGGUNAKAN HAK-HAKNYA UNTUK MENYANGKAL, NAMUN BUKAN BERARTI PETITUM GUGATAN PENGGUGAT HARUS BEGITU SAJA DIKABULKAN, MELAINKAN HARUS TETAP DIPERTIMBANGKAN APAKAH PETITUM GUGATAN TIDAK MELAWAN HAK DAN BERALASAN HUKUM;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN HAL-HAL DAN KEADAAN SEPERTI TERURAI DI ATAS, MAJELIS AKAN MEMPERTIMBANGKAN APAKAH DALIL POKOK GUGATAN DAN PETITUM GUGATAN PENGGUGAT BERALASAN HUKUM SEHINGGA DAPAT DIKABULKAN;
MENIMBANG, BAHWA YANG MENJADI POKOK PERMASALAHAN DALAM PERKARA INI ADALAH:
1.    APAKAH BENAR PENGGUGAT ADALAH PEMILIK MEREK TERDAFTAR VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE;
2.    APAKAH BENAR MEREK MILIK PENGGUGAT TERMASUK MEREK TERKENAL (WELL KNOWN MARK);
3.    APAKAH BENAR MEREK MILIK TERGUGAT MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK MILIK PENGGUGAT SEHINGGA MEREK MILIK TERGUGAT HARUS DIBATALKAN;
4.    APAKAH PENDAFTARAN MEREK VERSUS MILIK TERGUGAT DILAKUKAN DENGAN ITIKAD TIDAK BAIK;

AD.1    APAKAH BENAR PENGGUGAT ADALAH PEMILIK MEREK TERDAFTAR VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE;

MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI BERTANDA P-1 S/D P-9 DIPEROLEH FAKTA BAHWA TERNYATA PENGGUGAT TELAH MENDAFTARKAN MEREK-MEREKNYA DI INDONESIA SEBAGAI BERIKUT :
-    UNTUK MEREK VERSUS TERDAFTAR DENGAN NOMOR 474687 TANGGAL 30 APRIL 2001 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 09, DAN NOMOR 474688 TANGGAL 30 APRIL 2001 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG DALAM KELAS 18;
-    UNTUK MEREK VERSUS GIANNI VERSACE DIBAWAH NOMOR 353645 TANGGAL 1996 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 09, NOMOR 325332 TANGGAL 6 JANUARI 1995 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG TERMASUK KEDALAM KELAS 18 DAN NOMOR 384570 TANGGAL 1 SEPTEMBER 1997 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK KE DALAM KELAS 25;
-    UNTUK MEREK VERSACE CLASSIC V2 DI BAWAH NOMOR 361451 TANGGAL 6 JUNI 1996 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 18;

SEDANG DIAJUKAN PERMINTAAN PENDAFTARAN MEREK PADA DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAM R.I. CQ. DIREKTORAT MEREK:
-    UNTUK MEREK VERSUS DENGAN NOMOR AGENDA D00-6620 TANGGAL 7 APRIL 2000 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 03 DAN D00-6619 TANGGAL 7 APRIL 2000 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 25;
-    UNTUK MEREK VERSUS VERSACE DENGAN NOMOR AGENDA D00- 2002 01418-01424 PADA TANGGAL 23 JANUARI 2002 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 03;

MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAL BUKTI P-11 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS ATAS NAMA PENGGUGAT TELAH TERDAFTAR DI ITALIA DI BAWAH NOMOR 508539 PADA TANGGAL 1 JUNI 1989 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG DALAM KELAS 3, 9, 14, 18 DAN 25;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-12 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS GIANNI VERSACE ATAS NAMA PENGGUGAT TELAH TERDAFTAR DI MALAYSIA DI BAWAH NOMOR 93002334 PADA TANGGAL 12 APRIL 1993 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG DALAM KELAS 18;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAL BUKTI P-13 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS ATAS NAMA PENGGUGAT TELAH TERDAFTAR SECARA INTERNASIONAL DI ORGANISASI INTERNASIONAL HAKI (OMPI) TERTANGGAL 19 JULI 1989;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAL BUKTI P-14 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS TELAH TERDAFTAR DI ITALIA ATAS NAMA PENGGUGAT DI BAWAH NOMOR 520831 PADA TANGGAL 15 JANUARI 1990 UNTUK JENIS BARANG KELAS 3, 18, 25;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-15 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS GIANNI VERSACE ALAS NAMA PENGGUGAT TELAH TERDAFTAR DI AUSTRALIA DI BAWAH NOMOR A514195 PADA TANGGAL 4 JULI 1989 UNTUK JENIS BARANG KELAS 25;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURATL BUKTI P-16 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS GIANNI VERSACE TELAH TERDAFTAR ATAS NAMA PENGGUGAT DI AUSTRALIA DI BAWAH NOMOR A514196 PADA TANGGAL 4 JULI 1989 UNTUK JENIS BARANG KELAS 18;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-17 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS GIANNI VERSACE TELAH TERDAFTAR ATAS NAMA PENGGUGAT DI MALAYSIA DI BAWAH NOMOR 89/07029 PADA TANGGAL 13 NOVEMBER 1989 UNTUK BARANG KELAS 18;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-18 DIPEROLEH FAKTA BAHWA PERUSAHAAN GIANNI VERSACE S.P.A ADALAH MILIK KELUARGA VERSACE YANG BERDIRI SEJAK TAHUN 1977 HINGGA SEKARANG;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-1 S/D P-17 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT TELAH TERDAFTAR DI BERBAGAI NEGARA DI DUNIA TERMASUK INDONESIA DAPATLAH DIPANDANG BAHWA PENGGUGAT ADALAH PEMILIK MEREK TERSEBUT;
MENIMBANG, BAHWA DENGAN DEMIKIAN PULA PETITUM ANGKA 2 GUGATAN PENGGUGAT AGAR PENGGUGAT DINYATAKAN PEMILIK YANG BERHAK ATAS MEREK-MEREK TERSEBUT ADALAH BERALASAN HUKUM DAN KARENANYA DAPAT DIKABULKAN;

AD.2    APAKAH BENAR MEREK MILIK PENGGUGAT TERMASUK MEREK TERKENAL (WELL KNOWN MARK)

MENIMBANG, BAHWA UNTUK DAPAT DIKATAGORIKAN BAHWA SUATU MEREK ADALAH MEREK YANG SUDAH TERKENAL, PENJELASAN PASAL 6 AYAT(1) HURUF B MENYEBUTKAN HARUS DIPERHATIKAN HAL-HAL SEBAGAI BERIKUT :
a.    PENGETAHUAN HUKUM MASYARAKAT MENGENAI MEREK TERSEBUT DIBIDANG USAHA YANG BERSANGKUTAN;
b.    REPUTASI MEREK TERKENAL YANG DIPEROLEH KARENA PROMOSI YANG GENCAR DAN BESAR-BESARAN;
C.    INVENTASI DIBEBERAPA NEGARA DIDUNIA YANG DILAKUKAN OLEH PEMILIKNYA;
D.    BUKTI PENDAFTARN MEREK TERSEBUT DIBEBERAPA NEGARA;

AD.2.A.    PENGETAHUAN UMUM MASYARAKAT MENGENAI MEREK TERSEBUT DI BIDANG USAHA YANG BERSANGKUTAN

MENIMBANG, BAHWA UU NO.15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK TIDAK MENYEBUTKAN SECARA TEGAS DENGAN APA YANG DIMAKSUD “PENGETAHUAN UMUM MASYARAKAT: ATAU “TINGKAT MASTARAKAT MANAKAH YANG DIMAKSUD”. DENGAN TIDAK DISEBUTKAN MENGENAI HAL TEREBUT MAKA DAPAT DIARTIKAN BAHWA UU NO. 15 TAHUN 2001 INI TIDAK MEMPERSOALKAN APAKAH KETERKENALAN SUATU MEREK ITU HARUS MELIPUTI PENGETAHUAN UMUM MASYARAKAT UNTUK TINGKAT TERTENTU, ATAU KETERKENALAN SUATU MEREK DIGANTUNGKAN PADA ADANYA FAKTA YANG DIBUKTIKAN OLRH SI PEMILK MEREK BAHWA MEREKNYA ITU DIKENAL OLEH MASYARAKAT UMUM/LUAS.
BAHWA PENGETAHUAN UMU MASYARAKAT TERSEBUT TENTUNYA DIPEROLEH DIRI HASIL ADANYA PROMOSI YANG GENCAR DAN BESAR-BESARAN;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-1 S/D P-17 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT TELAH TERDAFTAR DIBERBAGAI NEGARA DI DUNIA;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-19 DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK PENGGUGAT YANG MENGGUNAKAN KATA VERSUS TELAH DIPROMOSIKAN BAIK MELALUI MAJALAH, TABLOID, KATALOG MAUPUN LABEL (TAG) DARI DALAM MAUPUN LUAR NEGERI, SEPERTI: A. MAJALAH THE LINK (INDONESIA) EDISI 2002, B. MAJALAH VOGUE EDISI APRIL 1997, C. MAJALAH MAX (PERANCIS) EDISI OKTOBER 2000, D. MAJALAH WWDLTALY 2000 EDISI JANUARI 2000, E. MAJALAH DAZED & CONFUSED (INGGRIS) EDISI SEPTEMBER 2001, F. MAJALAH GLAMOUR (JERMAN) EDISI SEPTEMBER 2001, G. MAJALAH FEMALE (INDONESIA) EDISI MARET 2001, H. MAJALAH VOGUE (AMERIKA SERIKAT) EDISI AGUSTUS 1996, I. MAJALAH VOGUE (AMERIKA SERIKAT) EDISI APRIL 1997, K. KATALOG-KATALOG VERSUS, I. LABEL-LABEL (TAG) YANG DILEKATKAN PADA PRODUK PAKAIAN MILIK PENGGUGAT;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN HAL-HAL TERSEBUT DI ATAS DAPATLAH DIPANDANG BAHWA MASYARAKAT UMUM/LUAS TELAH MENGETAHUI TENTANG MEREK PENGGUGAT TERSEBUT;

AD.2.B.    REPUTASI MEREK TERKENAL YANG DIPEROLEH KARENA PROMOSI YANG GENCAR DAN BESAR-BESARAN.

BAHWA REPUTASI ATAU ITIKAD BAIK DALAM DUNIA BISNIS DIPANDANG SEBAGAI KUNCI SUKSES ATAU KEGAGALAN DARI SEBUAH PERUSAHAAN. PARA PELAKU USAHA BERJUANG UNTUK MENDAPATKAN DAN MENJAGA REPUTASI MEREKA DENGAN MEMPERTAHANKAN KUALITAS PRODUK KEPADA PARA KONSUMEN. KALANGAN PELAKU USAHA MENGELUARKAN UANG DALAM JUMLAH YANG BESAR UNTUK KEPERLUAN PERIKLANAN DAN MEMBANGUN REPUTASI PRODUK BARU ATAU MEMPERTAHANKAN REPUTASI DARI PRODUK YANG TELAH ADA;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-19, SEBAGAIMANA TELAH DIPERTIMBANGKAN PADA AD.2. A TERSEBUT DI ATAS DIPEROLEH FAKTA BAHWA PENGGUGAT TELAH MELAKUKAN KEGIATAN PROMOSI DAN PUBLIKASI YANG MELUAS, GENCAR DAN BESAR-BESARAN, SERTA TERUS-MENERUS DI SELURUH DUNIA;

AD.2.C.    LNVESTASI DI BEBERAPA NEGARA DI DUNIA YANG DILAKUKAN OLEH PEMILIKNYA.

MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-1 S/D P-1, DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT TELAH DIDAFTARKAN DIBEBERAPA NEGARA DI DUNIA, SEHINGGA DENGAN DIDAFTARKANNYA MEREK MILIK PENGGUGAT TERSEBUT DIBEBERAPA NEGARA DI DUNIA DAPATLAH DIPANDANG BAHWA PENGGUGAT TELAH MELAKUKAN INVESTASI NEGARA-NEGARA TERSEBUT;

AD.2.D.    BUKTI PENDAFTARAN MEREK TERSEBUT DI BEBERAPA NEGARA

MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-1 S/D P-17 TELAH DIPEROLEH FAKTA BAHWA MEREK DENGAN KATA VERSUS MILIK PENGGUGAT TELAH TERDAFTAR SECARA INTERNASIONAL DI BERBAGAI NEGARA DI DUNIA YAITU INDONESIA, ITALIA, MALAYSIA, DI AMPI (PENDAFTARAN INTERNASIONAL) DAN AUSTRALIA;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PERTIMBANGAN YANG TERURAI TERSEBUT DIATAS, DAPATLAH DIPANDANG BAHWA MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT DIKATEGORIKAN SEBAGAI MEREK TERKENAL;

AD.3    APAKAH BENAR MEREK MILIK TERGUGAT MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK MILIK PENGGUGAT SEHINGGA MEREK MILIK TERGUGAT HARUS DIBATALKAN;

MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PENJELASAN PASAL 6 UU MEREK NO. 15 TAHUN 2001, YANG DIMAKSUD DENGAN ADANYA PERSAMAAN PADA POKOKNYA ADALAH KEMIRIPAN YANG DISEBABKAN OLEH ADANYA UNSUR-UNSUR YANG MENONJOL ANTARA MEREK YANG SATU DENGAN MEREK YANG LAIN, YANG DAPAT MENIMBULKAN KESAN ADANYA PERSAMAAN BAIK MENGENAI BENTUK, CARA PENEMPATAN, CARA PENULISAN ATAU KOMBINASI ANTARA UNSUR-UNSUR ATAUPUN PERSAMAAN BUNYI UCAPAN YANG TERDAPAT DALAM MEREK TERSEBUT;

BAHWA DENGAN DEMIKIAN, DENGAN ADANYA KEMIRIPAN SUATU MEREK MENIMBULKAN KESAN YANG DAPAT MEMBINGUNGKAN/MENGECOH KONSUMEN SERTA MENGINGATKAN PADA MEREK LAIN YANG SUDAH DIKENAL LUAS DALAM MASYARAKAT;

BAHWA SUATU MEREK HARUS MENGANDUNG DAYA PEMBEDA DAPAT MEMBEDAKAN BARANG ATAU JASA DARI PELAKU USAHA TERSEBUT DENGAN BARANG ATAU JASA PELAKU USAHA LAIN YANG SEJENIS;
MENIMBAMG, BAHWA BERDASARKAN SURAT P-10 DIPEROLEH FAKTA BAHWA TERGUGAT TELAH MENDAFTARKAN MEREK VERSUS DI DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAM RI, DIREKTORAT JENDRAL HAKI ATAS NAMA SUTARJO JONO PADA TNGGAL 30 MEI 1996 DI BAWAH NOMOR 361066 UNTUK JENIS BARANG KELAS 25;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-1 S/D _-17 DAN MEMBANDINGKANNYA DENGAN SURAT BUKTI P-9 MAJELIS BERPENDAPAT BAHWA TERNYATA TERDAPAT PERSAMAAN PADA POKOKNYA ANTARA MEREK V2 VERSI VERSUS MILIK TERGUGAT DENGAN MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSAC V2 DAN VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT, BAIK MENGENAI BENTUK HURUF, URAIAN WARNA, CARA PENEMPATAN, CARA PENULISAN ATAUPUN KOMBINASI ANTARA UNSUR-UNSUR DAN PERSAMAAN BUNYI UCAPAN;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PERTIMBANGAN TERSEBUT PADA AD. 2 DAN AD. 3 DIATAS PETITUM ANGKA 3 GUGATAN MENGENAI ADANYA PERSAMAAN PADA POKOKNYA ANTARA MEREK MILIK TERGUGAT DENGAN MEREK PENGGUGAT NERALASAN HOKUM DAN KAERENYA DAPAT DIKABULKAN;

AD.4.    APAKAH PENDAFTARAN MEREK VERSUS OLEH TERGUGAT DIDASARI ADANYA ITIKAD BURUK/ITIKAD TIDAK BAIK.

MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PENJELASAN PASAL 4 UU MEREK NO. 15 TAHUN 2001, PEMOHON YANG BERITIKAD BAIK ADALAH PEMOHON YANG MENDAFTARAKAN MEREKNYA SECARA LAYAK DAN JUJUR TANPA ADA NIAT APAPUN UNTUK MEMBONCENG, MENIRU ATAU MENJIPLAK KETENARAN MEREK PIHAK LAIN DEMI KEPENTINGAN USAHANYA YANG BERAKIBAT KERUGIAN PADA PIHAK LAIN ATAU MENIMBULKAN KONDISI PERSAINGAN CURANG, MENGECOH ATAU MENYESATKAN KONSUMEN;
MENIMBANG, BAHWA DARI PENJELASAN PASAL 4 TERSEBUT BERDASARKAN PENAFSIRAN A CONTRARIO TERDAPAT 2 ELEMEN PENTING UNTUK MENENTUKAN ADANYA ITIKAD TIDAK BAIK, YAITU:
-    ADANYA NIAT UNTUK MENGUNTUNGKAN USAHA PENDAFTARAN SEKALIGUS MERUGIKAN PIHAK LAIN;
-    MELALUI CARA PENYESATAN KONSUMEN ATAU PERBUATAN PERSAINGAN CURANG, ATAU MENJIPLAK ATAU MENUMPANG KETENARAN MEREK ORANG LAIN;
MENIMBANG, BAHWA UNTUK MEMBUKTIKAN ADANYA SUATU NIAT HARUS DIBUKTIKAN DENGAN ADANYA SUATU PERBUATAN PERMULAAN YANG DALAM KASUS MEREK HARUS NYATA DENGAN ADANYA PENDAFTARAN DAN ATAU PENGGUNAAN SUATU MEREK ;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-10 SEBAGAIMANA TELAH DIPERTIMBANGKAN DI ATAS DIPEROLEH FAKTA BAHWA TERGUGAT TELAH MENDAFTARKAN MEREK V2 VERSI VERSUS PADA TANGGAL 30 MEI 1996 DIBAWAH NOMOR 361066 UNTUK MELINDUNGI JENIS BARANG YANG TERMASUK DALAM KELAS 25, SEHINGGA YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN LEBIH LANJUT ADALAH APAKAH PENDAFTARAN MEREK V2 VERSI VERSUS OLEH TERGUGAT TERSEBUT DIMAKSUDKAN AGAR USAHA TERGUGAT DAPAT MEMPEROLEH KEUNTUNGAN SEKALIGUS MERUGIKAN USAHA PENGGUGAT;
MENIMBANG, BAHWA UNTUK MENGETAHUI APAKAH PENDAFTARAN MEREK TERGUGAT TERSEBUT DAPAT MENGUNTUNGKAN TERGUGAT SERTA MERUGIKAN BAIK PENGGUGAT SEBAGAI PEMILIK MEREK MAUPUN KONSUMEN, SANGAT ERAT KAITANNYA DENGAN APAKAH MASYARAKAT KONSUMEN PRODUK DENGAN MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE DAPAT DISESATKAN ATAU TERKECOH OLEH PRODUK DENGAN MEREK V2 VERSI VERSUS MILIK TERGUGAT;
MENIMBANG, BAHWA PENYESATAN KONSUMEN DAPAT TERJADI KARENA:
-    PENYESATAN TENTANG ASAL USUL SUATU PRODUK. HAL INI BISA TERJADI KARENA MEREK DARI SUATU PRODUK MENGGUNAKAN MEREK LUAR NEGERI ATAU CIRI KHAS SUATU DAERAH YANG SEBENARNYA MEREK TERSEBUT BUKAN BERASAL DARI LUAR NEGERI ATAU DARI SUATU DAERAH YANG MEMPUNYAI CIRI KHUSUS TERSEBUT;
-    PENYESATAN KARENA PRODUSEN. PENYESATAN DALAM BENTUK INI DAPAT TERJADI KARENA MASYARAKAT KONSUMEN YANG TELAH MENGETAHUI DENGAN BAIK MUTU SUATU PRODUK, KEMUDIAN DIPASARAN MENEMUKAN SUATU PRODUK DENGAN MEREK YANG MIRIP ATAU MENYERUPAI MEREK YANG IA SUDAH KENAL SEBELUMNYA;
-    PENYESATAN MELALUI PENGLIHATAN. PENYESATAN INI DAPAT TERJADI KARENA KESAMAAN ATAU KEMIRIPAN DARI MEREK YANG BERSANGKUTAN;
-    PENYESATAN MELALUI PENDENGARAN. HAL INI SERING TERJADI BAGI KONSUMEN YANG HANYA MENDENGAR ATAU MENGETAHUI SUATU PRODUK DARI PEMBERITAHUAN ORANG LAIN;

MENIMBANG, BAHWA SEJAK TAHUN 1977 PENGGUGAT TELAH MENGGUNAKAN MEREK DENGAN KATA VERSUS DI BEBERAPA NEGARA (VIDE SURAT BUKTI P1 S/D P-18) DAN KHUSUSNYA DI INDONESIA TERDAFTAR SEJAK 6 JANUARI 1995 (VIDE SURAT BUKTI P-1 S/D P-17) YANG MERUPAKAN PRODUK DARI PERUSAHAAN GIANNI VERSACE S.P.A MILIK PENGGUGAT YANG DIDIRIKAN DI ITALIA;

BAHWA BERDASARKAN SURAT BUKTI P-10 SEBAGAIMANA DIPERTIMBANGKAN DI ATAS BAHWA TERGUGAT TELAH MENDAFTARKAN MEREK V2 VERSI VERSUS PADA TANGGAL 30 MEI TAHUN 1995 YANG MERUPAKAN PRODUKDARI PERUSAHAAN TERGUGAT YANG DIDIRIKAN DI INDONESIA ATAS NAMA SUTARDJO JONO;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN YURISPRUDENSI MAHKAMAH AGUNG R.I TANGGAL 16 DESEMBER 1986 NO. 220/PK/PERD/1986 (PERKARA MEREK NIKE), WARGA NEGARA INDONESIA YANG MEMPRODUKSI BARANG-BARANG BUATAN INDONESIA WAJIB MENGGUNAKAN NAMA-NAMA MEREK YANG JELAS MENAMPAKKAN IDENTITAS NASIONAL INDONESIA DAN SEJAUH MUNGKIN MENGHINDARI MENGGUNAKAN NAMA MEREK YANG MIRIP APALAGI MENJIPLAK NAMA MEREK ASING; BAHWA PENDAFTARAN MEREK YANG MEMPUNYAI PERSAMAAN SECARA KESELURUHAN ATAU PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK ORANG LAIN YANG LEBIH DAHULU JELAS MERUPAKAN PERBUATAN YANG BERITIKAD BURUK DENGAN TUJUAN MEMBONCENG PADA KETENARAN NAMA PERNIAGAAN DAN NAMA MEREK DAGANG YANG TELAH TERKENAL TERSEBUT;
MENIMBANG, BAHWA PASAL 16 AYAT (3) PERJANJIAN TRIPS MENENTUKAN BAHWA SECARA MUTATIS MUTANDIS KETENTUAN PASAL 6 BIS KONVENSI PARIS AKAN BERLAKU UNTUK BARANG-BARANG ATAU JASA-JASA YANG TIDAK SEJENIS DENGAN KETENTUAN BAHWA PEMAKAIAN MEREK ATAS BENDA-BENDA ATAU JASA-JASA YANG BERSANGKUTAN AKAN MEMBERI INDIKASI ADANYA HUBUNGAN ANTARA BARANG-BARANG ATAU JASA-JASA DENGAN PEMILIK MEREK TERKENAL DAN PEMILIK MEREK TERSEBUT AKAN CENDERUNG MENDAPATKAN KERUGIAN AKIBAT PEMAKAIAN MEREK TERSEBUT;
MENIMBANG, BAHWA KARENA MEREK VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT ADALAH DIKATEGORIKAN SEBAGAI MEREK YANG TERKENAL SECARA INTERNASIONAL DAN MEREK V2 VERSI VERSUS MILIK TERGUGAT MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA UNTUK BARANG SEJENIS MAUPUN TIDAK SEJENIS, MAKA PENGGUNAAN MEREK TERSEBUT OLEH TERGUGAT, DAPAT MEMBERIKAN KESAN SEOLAH-OLAH BARANG-BARANG YANG MENGGUNAKAN MEREK TERGUGAT TERSEBUT MEMPUNYAI HUBUNGAN ATAU BERASAL DARI PENGGUGAT, APALAGI MEREK TERSEBUT DIPAKAI UNTUK JENIS BARANG YANG SEJENIS;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PERTIMBANGAN TERSEBUT DIATAS MAJELIS BERPENDAPAT BAHWA PENDAFTARAN MEREK V2 VERSI VERSUS OLEH TERGUGAT DIDASARI ADANYA ITIKAD BURUK/ITIKAD TIDAK BAIK YANG TIDAK LAIN DIMAKSUDKAN UNTUK MENGECOH KONSUMEN PRODUK BERMEREK KATA VERSUS DAN OLEH KARENA ITU PENDAFTARAN MEREK V2 VERSI VERSUS MILIK TERGUGAT TERSEBUT BERALASAN HUKUM UNTUK DIBATALKAN;
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PERTIMBANGAN TERSEBUT PULA, PETITUM ANGKA 3, ANGKA 4 DAN ANGKA 5 MENGENAI HAL-HAL TERSEBUT BERALASAN HUKUM DAN KARENANYA DAPAT DIKABULKAN;
MENIMBANG, BAHWA DENGAN DEMIKIAN PULA SYARAT FORMAL UNTUK DAPAT MENGAJUKAN GUGATAN PEMBATALAN, YAITU ADANYA UNSUR ITIKAD TIDAK BAIK SEHINGGA DAPAT DIAJUKAN TANPA BATAS WAKTU SEKALIGUS TELAH PULA TERPENUHI;
MENIMBANG, BAHWA MENGENAI PETITUM ANGKA 6 "MEMERINTAHKAN PANITERA UNTUK MENGIRIM SALINAN PUTUSAN INI SETELAH MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM TETAP KEPADA DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAM CQ. DIREKTORAT JENDERAL HAKI CQ. DIREKTORAT MEREK UNTUK PEMBATALAN DENGAN CARA MENCORET MEREK V2 VERSI VERSUS NOMOR PENDAFTARAN 361066 DARI DAFTAR UMUM MEREK SEKALIGUS MENGUMUMKANNYA DALAM BERITA RESMI MEREK"; MAJELIS MEMBERIKAN PERTIMBANGAN SEBAGAI BERIKUT:
MENIMBANG, BAHWA BERDASARKAN PASAL 70 AYAT (3) DIREKTORAT JENDERAL MELAKSANAKAN PEMBATALAN PENDAFTARAN MEREK DARI DAFTAR UMUM MEREK DAN MENGUMUMKANNYA DALAM BERITA ACARA RESMI MEREK SETELAH PUTUSAN BADAN PERADILAN DITERIMA DAN MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM TETAP;
MENIMBANG, BAHWA PETITUM GUGATAN PENGGUGAT PADA ANGKA 2 SID 5 DAPAT DIKABULKAN DAN BERDASARKAN KETENTUAN PASAL 70 AYAT (3) TERSEBUT MAKA BERALASAN HUKUM APABILA PETITUM ANGKA 6 INIPUN DAPAT DIKABULKAN;
MENIMBANG, BAHWA DENGAN DIKABULKANNYA SELURUH GUGATAN PENGGUGAT, MAKA TERGUGAT SEBAGAI PIHAK YANG KALAH DIBEBANI UNTUK MEMBAYAR BIAYA PERKARA INI;
MEMPERHATIKAN PASAL 4, PASAL 6, PASAL 68, PASAL 69, PASAL 70 AYAT (2), (3) UU NO. 15 TAHUN 2001, PASAL 163 HIR DAN PASAL 164 HIR. YURISPRUDENSI MAHKAMAH AGUNG R.I. TANGGAL 16 DESEMBER 1986 NO. 220/PK/PERD/1996, DAN KETENTUAN-KETENTUAN LAINNYA YANG BERSANGKUTAN ;

MENGADILI:

1.    MENYATAKAN TERGUGAT SUTARDJO JONO TERSEBUT YANG TELAH DIPANGGIL DENGAN PATUT UNTUK MENGHADAP TIDAK HADIR;
2.    MENGABULKAN GUGATAN PENGGUGAT UNTUK SELURUHNYA DENGAN VERSTEK;
3.    MENYATAKAN PENGGUGAT ADALAH PEMILIK SATU-SATUNYA YANG BERHAK ATAS MEREK-MEREK TERKENAL VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN VERSUS VERSACE DI WILAYAH REPUBLIK INDONESIA UNTUK MEMBEDAKAN HASIL PRODUK PENGGUGAT DENGAN HASIL PRODUKSI PIHAK LAIN;
4.    MENYATAKAN PENDAFTARAN MEREK TERGUGAT V2 VERSI VERSUS DENGAN NOMOR PENDAFTARAN 361066 MEMPUNYAI PERSAMAAN PADA POKOKNYA DENGAN MEREK-MEREK TERKENAL VERSUS, VERSUS GIANNI VERSACE, VERSACE CLASSIC V2 DAN  VERSUS VERSACE MILIK PENGGUGAT;
5.    MENYATAKAN BAHWA TINDAKAN TERGUGAT MENGAJUKAN PENDAFTARAN MEREK V2 VERSI VERSUS DENGAN NOMOR PENDAFTARAN 361066 MENGANDUNG ITIKAD TIDAK BAIK, KARENA MENIRU MEREK-MEREK TERKENAL MILIK PENGGUGAT;
6.    MENYATAKAN BATAL MEREK TERGUGAT V2 VERSI VERSUS NOMOR PENDAFTARAN 361066 DALAM DAFTAR UMUM MEREK DIREKTORAT JENDERAL HAKI DENGAN SEGALA AKIBAT HUKUMNYA;
7.    MEMERINTAHKAN PANITERA UNTUK MENGIRIMKAN SALINAN PUTUSAN INI SETELAH MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM TETAP KEPADA DEPARTEMEN KEHAKIMAN DAN HAM CQ. DIREKTORAT JENDERAL HAKI CQ. DIREKTORAT MEREK UNTUK PEMBATALAN MEREK DENGAN CARA MENCORET MEREK V2 VERSI VERSUS NOMOR PENDAFTARAN 361066 DARI DAFTAR UMUM MEREK SEKALIGUS MENGUMUMKANNYA DALAM BERITA RESMI MEREK;
8.    MENGHUKUM TERGUGAT UNTUK MEMBAYAR BIAYA PERKARA INI SEBESAR RP. 5.000,.000,- (LIMA JUTA RUPIAH) ;

DEMIKIANLAH DIPUTUSKAN DALAM RAPAT MUSYAWARAH MAJELIS HAKIM PADA HARI KAMIS, TANGGAL 18 DESEMBER 2003, OLEH KAMI: ANDRIANI NURDIN, S.H., MH. SEBAGAI KETUA, DWIARSO BUDI SANTIARTO, S.H., DAN BINSAR SIREGAR, S.H., MASING-MASING SEBAGAI HAKIM ANGGOTA, PUTUSAN MANA DIUCAPKAN DALAM SIDANG YANG TERBUKA UNTUK UMUM PADA HARI : SELASA, TANGGAL 6 JANUARI 2004 OLEH HAKIM KETUA TERSEBUT DENGAN DIDAMPINGI OLEH HAKIM-HAKIM ANGGOTA TERSEBUT, SERTA LLNDAWATI SERIKIT, SH., MH., SELAKU PENGGANTI DENGAN DIHADIRI OLEH KUASA HUKUM PENGGUGAT TANPA DIHADIRI OLEH TERGUGAT.


HAKIM-HAKIM ANGGOTA,                                                   HAKIM KETUA MAJELIS,

               TTD.                                                                                  TTD.

  H. DWIARSO BUDI                                               ANDRIANI NURDIN, SH. MH.
   SANTIARTO, SH.
        
   TTD.
 
BINSAR SIREGAR, SH.
PANITERA PENGGANTI,
 
TTD.

LLNDAWATI SERIKIT, SH. MH.

0 komentar:

Poskan Komentar