It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Perjalanan Goresan Pena Pertamaku (Part 1)

Jreng jreng jreng...
Kali ini aku ingin menceritakan susah payahku dalam membuat novel. Ya, ini baru perjalanan awal. Targetnya pengen terbit di bulan kelahiranku. 

Hmm... Bismillah....
Ya, ini adalah kali pertamanya aku membuat novel. Biasanya aku hanya nulis cerpen dan berita-berita laporan alias news.. hehe.. Aku memang tertarik pada dunia kepenulisan sejak aku SD. Dan semakin menjadi ketika aku mulai naik ke kelas 3 SMA. Soalnya dipaksa bikin tulisan, review nove, cerpen, puisi dan lain sebagainya. ahahaha
And then, setelah ke Perguruan Tinggi.... Kan udah dapet laptop sendiri tuh. Nah, akhirnya akupun mulai terjun ke dunia kepenulisan. Awalnya terjun menjadi reporter lepasan. Tapi ternyata, karena aku domisili di tempat kuliahku, akhirnya aku hanya meliput kejadian disekitar saja. dan itupun kalo ada kaitannya dengan kota kelahiranku. Ya, maklumlah,,, aku berkecimpung di dunia berita daerahku sendiri. 
Ehm, setelah itu.... aku lanjut terjun ke FLP alias Forum Lingkar Pena. Dan sebelumnya juga aku sudah aktif di dunia kepenulisan lainnya. Hingga 2 cerpenkupun terlahir kedunia. hehehe... Tapi, rasanya aku tidak puas dengan cerpen. Aku ingin menulis novel. Dan akhirnya mulailah menulis novellll.....
Hehe.... mau tau cerita perjalanan pembuatan novelnya? Ikuti aja blog ini.... hehe Karena mulai dari sekarang, aku ingin berbagi pengalamanku tentang menulis novel dari awal hingga ke penerbitannya. 

And, here we go!

Bermula dari stres, akhirnya menjadi untaian kata. Dan hari ini merupakan hari ke-3 ku untuk menyusun sekaligus mengedit bakal calon novelku tercinta. 
Selama beberapa hari ini, kendala yang kualami hanya rasa malas yang selalu menggelitik hati, mengajakku untuk bermain bersama dan meninggalkan pekerjaanku yang sebenarnya. Malas itu rasanya sulit diperangi. Berbeda ketika aku bersama dengan seseorang yang sedang aku kagumi, maka rasa malas itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Aku bingung, harus mengusir rasa malasku dengan cara seperti apa. Karena beberapa cara sudah kutempuh. Tapiiii aaahhh...
But, back to the "niat".hehehe... aku yakin ketika niat itu kuat maka semua jalan akan keluar kemudian rasa malaspun akan mereka perangi sampai habis.

Bersambung...

Buruk hari ini, bukan berarti buruk di masa depan!



"Ya, aku tahu. Ini semua memang salahku. Ini semua karena keegoisanku. Ini semua karena aku terlalu memanjakan keinginanku yang tak seberapa. Ini semua terjadi karena ulahku. Ulahku sendiri. Ya, ini semua karenaku! hks..hks..hks..." 

Aku terdiam meratapi semuanya. Bingung, resah, dan takut. Rasanya hidup ini seakan roboh dihantam massa yang begitu berat. 

"Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan?" Pikirku. 

"Selalu saja. Ada ujian yang seperti ini. Tapi, aku rasa ini bukan ujian, tapi ini balasan dari perbuatan diriku sendiri. Aku yang selalu alfa dengan semua kebodohan, akhirnya mendapatkan balasannya. Ya, terkadang aku bangga. Karena itu memang hasil dari kerjaku sendiri. Dan aku yakin, kegagalan hari ini bukan berarti gagal dimasa depan." sambungku sambil mengutik-ngutik laptop yang tepat berada didepan wajahku. 

Perjalanan masih panjang. "Buruk hari ini, bukan berarti buruk di masa depan!"

Ya, perjalanan masih panjang. Lagian kekuksesan itu memang tergantung pada diri orangnya sendiri. Apakah mereka mau sukses atau nggak? Ya, itu terserah dirinya sendiri. Benar, kan?
Sekarang, ketika kegagalan itu datang menghampiri. Itu tandanya, kamu kurang bersyukur terhadap apa yang kamu dapat sebelumnya. Oleh karena itu, Alloh memberikan peringatan kepada kita. Percaya atau tidak? Aku pasti selalu percaya. 
Sebelumnya aku mungkin kurang bersyukur terhadap apa yang aku dapatkan. Hingga akhirnya, Alloh pun memberikan peringatan padaku. Dengan beberapa kegagalan dititik sebelumnya, supaya aku berpikir dan lebih mensyukuri nikmat yang telah Alloh berikan. Aku sadar sekarang, kenapa ujian ini selalu datang melanda. 

ahhhh sudahlah, tak ada gunanya lagi menyesal
kini tinggal perbaikan diri aja..... Aaaaarrrrh