It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Renungan Malam ini

"Aku rindu tulisanmu
Aku rindu ceritamu
Aku rindu ocehanmu
Aku rindu semuanya"

Hai ini, aku takan menyalahkanMu dengan segenap rasa yang ada pada diriku ini. Setelah kurenungi, barulah kusadar. Mungkin ini semua kesalahanku. Kesalahanku yang kurang mematuhi perkataannya waktu itu.


"Maafkan aku Tuhan, aku terlalu ego dengan rasaku ini. Aku terlalu memanjakan rasa ini, hingga kulupa semua nikmat yang selalu engkau beri"

Aku rela jika inilah hukuman yang terbaik bagiku. Aku rela jika dengan hukuman ini, aku akan kembali padaMu. Aku sadar, ini adalah kesalahanku. Jadi, aku harus siap dengan hukuman yang Engkau beri padaku. Aku rela dengan apapun yang kau berikan padaku. Aku rela, aku benar-benar rela Tuhaaaaaannnn......

Tapi satu hal yang aku mohon padaMu, aku ingin sembuh. Ya, aku ingin sembuh.
Kali ini, aku benar-benar tak sanggup lagi. Aku benar-benar menyerah dengan semua rasa yang telah engkau beri padaku. Aku benar-benar menyerah! 

Tuhannnn, aku mohon padaMu. Sembuhkan aku segera.
Cukup sudah orang-orang menganggapku seperti orang gila. Orang gila yang masih bersikeras dengan semua cita-citanya. Tapi Tuhan, aku ingin dianggap seperti orang normal. 

Aku menyesal, sungguh menyesal atas semua yang telah kuperbuat dahulu.

Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang....
Engkau maha tahu apa yang aku tidak tahu. 

Tuhan, kumohon berikan kabar tentang rasa yang Engkau berikan padaku ini. Aku mohon padaMu....
Aku tak bisa terus-menerus seperti ini, aku ingin hidup normal. Aku ingin hidup seperti orang lain.

Mungkin, tak cukup sesalku ini bagiMu. Tapi, aku tahu. Engkau maha pemaaf Engkau Maha segalanya.
Ampuni aku, Ya Robb...
Ampuni aku!

Takkan kuulang, semua lakuku ini.
Takkan kuulang semua nistaku ini.
Engkau maha Tahu apa yang aku tak tahu.
Sungguh, ampuni aku ya Robb............


di penantian hampa
sang jelita

Do'a Malamku

Hari ini, tepat tanggal satu Ramadhan.
Hari ini, aku ingin sekali menangis
menangis sejadi-jadinya
menangis dan memecah gelombang asmaNya

Hari ini, 
ingin ku sentuh rahmanNya
hari ini, 
ingin ku rangkul rahimNya

Tuhan,
betapa hati ini sedih tak karuan
disetiap do'a
selalu kuselipkan namanya

Tuhan, 
Jika aku tumbuh dewasa nanti
ingin ku buang jauh namanya
karenaMu

Hari ini,
ingin kumulai lembar baru
ingin kuhapus semua hal yang membuatku jauh dariMu
ingin ku hapus semua nestapa jiwaku

Tuhan, 
Engkau maha Mengetahui 
engkau pasti mengetahui apa yang kuinginkan
bisakah Kau mengabulkan permintaanku ini?

Dari dulu, aku tak pernah berhenti meminta hal ini padaMu
namun, rasanya aku belum merasakan apapun
semakin hari semakin bertambah gelisahku
dan berkurang senyumku

Tuhan, 
Engkau pasti mengetahui apa yang kurasakan hari ini
aku mohon padaMu, Tuhan
hapuskan dia untukku

Inginku raih semua kasih dan sayangMu 
karena diriku sendiri
aku tak ingin siapapun menggoda hidupku
sekarang yang aku ingin hanya kasih sayang dariMu 

Kalaulah, boleh ku memilih
Inginku pergi pada waktu itu
hingga aku tak mengenalnya
hingga aku tak tersenyum padanya

Dulu, engkau pernah menghilangkannya
namun asmanya kembali datang 
datang dan menghantui sepanjang hidupku
sepanjang nafasku

setiap hari, 
ia menggoda hidupku
tak pernah ia pergi dari bayangku
tak pernah ia pergi dari ingatanku

Tuhan,
hari ini....
Aku benar-benar bersujud padaMu
aku ingin engkau mendengar do'aku yang satu ini

Engkau maha melihat dan mendengar
Kumohon, kabulkanlah do'aku

(amiiin)


di Penantian Hampa
sang jelita