It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Jangan Mau SKS! Rugi Tahu!!!

Oalahhhhh pusing banget kepala ini.......
Aneh, padahal aku sudah menjadwal waktuku dengan baik. Tapi tetap saja ada satu hal yang terlupakan hingga akhirnya harus dikerjakan ketika waktu sudah mepet. Alah, betapa beratnya itu....
Tapi kenapa ya, mahasiswa kali ini seringkali menunda-nunda tugasnya? Apa mereka pikir hal itu lebih gampang jika dikerjakan satu hari sebelum batas pengumpulan? Atau bagaimana?
Hari ini, betapa aku rempong.. Pasalnya, aku lupa bahwa ada tugas yang sangat berat yang harus aku koordinasikan dengan baik bersama teman-teman. Namun, karena kesibukan akhirnya aku lupa akan hal itu, dan tahu nggak? Karena tidak ada yang menguruskannya (mereka seolah acuh tak acuh), akhirnya tugas kami berantakan. Sebenarnya aku sudah berusaha untuk mengkoordinasikannya dengan baik. Namun, sebgaian dari mereka terkadang ada yang menganggap enteng sebuah tugas. Yang hasilnya, ya seperti ini....
Arrrrrggggghhhh, aku benci sekali dengan hidup yang penuh dengan SKS alias Sistem Kebut Semalam, Sehari, Sejam atau bahkan mungkin sedetik.heuheuehue

Sebagai manusia biasa, aku juga pernah mengalami SKS. Hal itu disebabkan karena males, nggak punya bukunya, menganggap enteng tugas, tidak ada semangat dan lain sebagainya. Dan ya, ya... Yang paling parah itu adalah rasa malas. Malas itu bisa mengalahkan semuanya, tahu!!!
Dan karena aku mengerjakan semuanya dengan SKS, ya hasilnya pun SKS lah. ahahaha
Dulu, nilaiku tak terlalu bagus karena mungkin aku mengerjakan semuanya dengan sistem SKS... Selain nilai, ya badanpun serasa remuk. Karena kita dipaksa untuk mengerjakan tugas yang begitu banyak dengan waktu yang begitu singkat.
Arrrrggggghhhhh Betapa bodohnya itu........

Hmm... Tapi tenang, masih ada kesempatan kok.
Nah, nah... Mulai dari sekarang, coba perbaiki lagi manajemen waktunya ya Nay! Jangan lupa tuliskan semua hal yang perlu kamu catat, biar nggak lupa.

Ayoooo,... siapa disini yang sering melakukan sistem SKS???
Gimana rasanya? Apa menurut kalian SKS itu enak?
Menurut aku sih nggak ! ahaha

Target Selanjutnya

Hmm.... 
Setelah beberapa target yang alhamdulillah sudah tercapai. Sekarang adalah langkah menuju target yang selanjutnya..... Yaitu Hafal Al-qur'an.
Ya ditengah-tengah kesibukan kuliah, aku juga tidak mau sampai melupakan agamaku. Selain ilmu dunia yang kudapat, tentunya ilmu akhirat juga dapat dongssss... hehe

Haaaaaaaaaaaaa...........
Pokoknya aku minta do'anya teman-teman... Supaya aku bisa memperbaiki diri dan mencapai targetku yang satu ini..... Dan maju ke target yang selanjutnya......
Hai, Gambattene!!!

Bismillahirrahmaanirrahiim ............

Tak Seburuk yang Kulihat

Bismillah.....

Hmm..... Kemarin aku pulang ke rumah. Di bus, aku bertemu dengan seeorang. Tapi karena aku terlalu lelah, akhirnya aku tidak menghiraukan dia dan aku langsung tidur. Sebenarnya aku juga merasa kenal dengannya, namun aku benar-benar lupa dimana aku kenal dengannya. Dalam hati aku terus bertanya-tanya, sampai akhirnya aku terlelap.
Setengah jam kemudian, aku terbangun. Kemudian aku menatap kejadian disekeliling. Ada yang sedang jualan jeruk, ada yang sedang menyanyi, ada yang tertawa, tidur dan lain sebagainya...
Melihat para pengamen yang bernyanyi dengan ria, tiba-tiba aku berpikir "Kenapa mereka para koruptor tidak bekerja sebagai pengamen saja? Kan halal" ahahah... Sebenarnya aku ngeri sendiri, gimana ngebayangin mereka yang menjadi para koruptor langsung berubah menjadi para pengamen. 
Saat itu, tiba-tiba aku kembali berfikir. "Atau sekalian aja jadi pengemis. Kan mengemis lebih halal dibandingkan dengan mencuri uang rakyat" Meski mengemis itu agak gimanaaaaa gitu. Tapi ya kan lebih halal, mereka yang memberinya kan ridha. ahahaha
Hmm... dasar....
Ya sudahlah, sekarang lebih baik kita berfikir bagaimana caranya supaya generasi muda sekarang tidak menjadi calon koruptor??!!!
Next.......
Ceman-ceman, tau tak?? Ternyata bapak yang dipinggir aku itu adalah seorang calo yang dulu pernah memarahiku gara-gara aku terlalu jutek.heuheuheu
Waktu SMA, orang-orang mungkin akan mengenalku sebagai orang yang jutek karena mungkin wajahnya yang kurang bersahabat, tapi kalo sudah kenal... Kalian bakal dijamin betah deh. ahahaha
Hmm... Dulu, kupikir mereka (para calo yang suka mangkir di jalan itu) adalah seseorang yang buruk. Namun, ternyata dugaanku salah. Bapak yang satu ini ternyata baik sekali. Ia selalu tersenyum ketika berbicara. Dalam hati aku berfikir "Ya ampunnn ternyata bapak ini aslinya baik banget". Aku langsung meminta ampun pada tuhan, karena aku begitu buruk waktu itu. 
Setelah keluar dari bus, kami pun naik angkot bersamaan. Dan tahu tak? Ia mengongkosi ku... oalahhhh,,, aku semakin malu pada tuhan dan bapak ini. Dugaanku terhadap calo ternyata salah, tidak semuanya calo itu buruk ternyata.
Hmm... sepanjang jalan aku hanya duduk tersipu malu. Terlalu banyak dosa yang aku lakukan hingga tak mampu tuk bicara. 

Dari sana, aku berfikir bahwa aku tidak boleh berlaku seperti itu lagi. Dan aku harus bersikap baik pada siapapun. SIAPAPUN!

So, teman-teman. Janganlah kalian melihat orang sebelah mata. Karena belum tentu apa yang kalian lihat itu benar. 
:)

Kutemukan Solusi Belajar yang Tepat Bagiku

Hai,,hai,,, teman-teman!!
Hari ini aku hanya ingin berbagi sedikit cerita tentang kehidupan manusia alias mereka para mahasiswa. Hmm... Manusia itu tak luput dari berbagai kegiatan serta berbagai tugas mata kuliah kan? Eh, tapi tergantung mahasiswanya deng.. Ada mahasiswa yang seneng banget sama kegiatan organisasi, hingga tiap beres kuliah ia selalu langsung pergi dengan alasan mau rapat. Mereka biasanya dibilang dengan mahasiswa Kura-kura aliah kuliah rapat-kuliah rapat. Namun ada juga mahasiswa yang begitu beres kuliah ia langsung pulang ke kosan tanpa kabar.hahaha Biasanya mereka-mereka ini disebut dengan sebutan mahasiswa Kupu-kupu (kulliah pulang-kuliah pulang). Tapi, ada lagi nih. Mereka kuliah sekalian mencari nafkah. Biasanya mereka disebut dengan kuda-kuda (kuliah dagang-kuliah dagang). Nah, kalian termasuk yang mana nih???hehe

Hmm... Berbicara tentang itu, mungkin aku termasuk orang yang suka dengan kegiatan diluar kampus juga. Ntah masuk kemanalah aku, pusing.hehe Yang jelas, aku hanyalah mahasiswa yang selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi diri sendiri serta bagi yang lainnya. 
Biasanya, semester kemarin. Aku selalu mengerjakan tugas diakhir deadline. Padahal sumpahlah, hal itu sangat melelahkan. Bahkan tak jarang aku mengalami kesetresan gara-gara hal ini. Namun, kali ini aku telah menemukan solusi untuk kebiasaanku yang jelek ini. 
kali ini aku lebih menyempatkan diri pada setiap waktu luangku. Selain waktu luang itu kugunakan untuk menulis atau sekedar ngecoh di blog ini, aku juga menyempatkan untuk kembali mereview semua perkuliahan yang telah aku ikuti sebelumnya. 
Caranya? Karena aku adalah seseorang yang termasuk orang yang agak susah mengingat, maka kugunakan kecanggihan teknologi hari ini. Aku selalu merekam perkuliahan ketika berlangsung. Dengan begitu aku akan mampu untuk memahaminya dengan jelas. Selain itu aku juga melakukan hal yang mungkin bagi orang lain agak norak. Aku kembali mencatat perkuliahan yang diikuti. Tapi, nulisnya bukan dibuku sendiri atau di laptop sendiri. Biasanya aku menuliskan kembali di blog yang satunya lagi. Ya, selain bermanfaat bagi diri sendiri, hal itu juga bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan informasi ya kan? ahahaha
Selain itu, masih banyak kegiatan lainnya yang insya alloh akan membantu proses pembelajaranku hari ini. Dan yang terpenting, aku tidak perlu bergadang untuk mengerjakan tugas-tugas yang belum dikerjakan. Karena aku sudah membagi waktu dengan baik.

Seandainya aku mengerjakan semua tugas itu dalam waktu kebut semalam, maka niscaya aku tidak akan bisa melek pas perkuliahan berlangsung. Karena aku tidak tahan kalau bergadang. Dan bergadang, bagiku hanya akan mengganggu perkuliahanku saja. 

Filsafat Mengajariku untuk Bijak

Pagi ini, selalu diawali dengan seuntai kalimat pembuka yang semoga senantiasa selalu menjadikan hari yang terbaik bagi kita.
"Bismillahirrahmaanirrahiim"
Udara sejuk membuatku tak pernah lupa untuk bersyukur karena nikmat yang telah Ia berikan padaku setiap saat. Kali ini, entah kenapa sejak pertama kali membukakan mata aku  teringat dengan keesaanNya. Aku begitu rindu akan Kasih Sayang yang selalu Ia berikan. Ada rasa tenang ketika aku mampu untuk menyapaNya.

kyakkkk........ Tiba-tiba hari ini aku mulai merasakan sebuah pikiran yang berbeda dengan sebelumnya. Kupikir, hari ini aku sudah tidak jadi anak kecil lagi. Hari ini mungkin aku sudah harus menjadi tauladan bagi adik-adikku serta semua orang yang mengenaliku. Hari ini aku bukan anak kecil lagi yang selalu menghadapi setiap permasalahannya dengan deraian air mata. Tapi hari ini aku harus belajar menjadi seseorang yang bijak, memberikan senyum kehangatan pada mereka dan membantu mereka semampu kita. 
Satu hari kemarin, aku benar-benar merasakan keganjalan dalam hidupku. Tak seperti biasanya, aku terlambat masuk kampus karena kelasnya mendadak disatukan dengan kelas B. Awalnya kupikir tidak ada teman yang bisa dijadikan teman yang benar-benar teman. Karena mereka tidak memberi tahuku sama sekali. Aku baru tersadar, ketika tiba di kampus tidak ada orang yang ku kenal sebagai teman-teman kelasku berkeliaran di dekat selasar mushola. Biasanya, beberapa dari mereka suka nongkrong di selasar mushola tersebut. 
Saking gilanya aku, aku sampai berfikir bahwa "Aku tidak akan percaya lagi pada yang namanya teman", setelah sebelumnya akupun pernah dikecewakan oleh teman terdekatku. 
Dua, aku tiba di kosan sekitar jam 18.58 WIB karena kuliah tadi sampai sore banget. Hinggak aku harus shalat magrib disana. Nah, saat tiba di kosan..... Ntah kenapa aku merasa tidak enak. Seperti akan terjadi sesuatu padaku. Dan ternyata, aku salah faham dengan teman seperjuanganku di panitia workshop FLP Garut. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba aku tersinggung dengan omongan ketua panitianya. Kemudian emosiku terpancing, hingga aku benar-benar merasa marah disana. 
Tiga, setelah itu ada seorang temanku yang menawari minum kopi bersama di kamarnya. Saat itu, aku terima tawarannya. Kemudian mereka pun mengajak aku untuk makan malam bersama. Namun, aku merasa tidak lapar. Entah memang benar-benar tidak merasa lapar atau karena kekesalanku hari ini? Hmm... Dan Busyet dah, ketika aku mau berjalan ke kamarku tiba-tiba aku menyenggol gelas yang berisikan kopi panas yang masih penuh hingga tumpah. Akhirnya, akupun harus membereskannya. Namun, lagi dan lagi ... Aku merasa tidak enak dengan perlakuan temanku itu, padahal ia memang kakak kelasku, tapi setidaknya tidak boleh bersikap seperti itulah.heu 

Setelah membersihkannya, aku kembali ke kamar dan berusaha untuk mentafakuri diri. Kenapa semua ini bisa terjadi padaku dan kenapa ini semua harus terjadi?
Aku terus berfikir selama itu. Tiba-tiba aku teringat dengan ucapan salah satu dosen Filsafat Ilmu yang akrab dengan panggilan Pak RMT.... Pada awal perkuliahannya, beliau bilang "Filsafat itu bisa diartikan menjadi gemar berfikir/menyukai kebenaran/menyukai kebijakan". Kemudian aku menggaris bawahi perkataannya, gemar atau menyukai kebijakan. Berarti harus berfikir bijak. Nah, dari sana baru aku tersadar tentang semua hal yang aku alami hari ini. Kurasa aku harus mengubah sel-sel dalam tubuhku menjadi sel-sel yang positif. 
Tanpa banyak pikir lagi, aku langsung meminta maaf atas kesalahan pada rekan kerjaku di FLP Garut itu. Kebetulan aku masih chat dengannya. Kemudian iapun menanggapinya dengan senyuman. Kupikir, mungkin kejadian ini Alloh berikan padaku agar aku belajar untuk selalu menanggapi semua hal dengan pikiran yang positif. Kemudian saat itu juga, aku berfikir tentang kebaikan-kebaikannya. Aku jadi teringat ketika ia selalu mengingatkanku untuk selalu melakukan shalat malam. (Ternyata Alloh memang Maha Mengasihi)......

Nah, untuk kejadian pertama dan ketiga, akupun sudah menghapusnya menjadi sebuah permasalahan yang positif. 
Aku kesiangan? Tak ada gunanya menyalahkan teman. Lagian kenapa aku tidak menanyakannya langsung pada ketua kelasku kan? Kemudian kenapa tidak datang lebih awal? Sudah tahu jadwalnya belum jelas, eh malah datang pas jam kuliah kelas A. Bukannya aku sudah tahu bahwa kelasnya diganti-ganti? Kenapa mesti menyalahkan teman. Mungkin saja ia juga baru mengetahuinya. Hmm... dari sana akupun merasa lega.

Kemudian kejadian menumpahkan kopi dan perlakuan temanku yang tidak mengenakkan. 
Wajar saja ia memperlakukanku seperti itu, karena ia kan kakak kelasku. Jadi sudah seharusnya aku menghormatinya. Kemudian kenapa juga aku teledor? Terus, sebagai anak yang baik memang sudah seharusnya bertanggung jawab atas kesalahan. Seandainya aku tidak menumpahkan kopinya, mungkin aku tidak akan seperti itu? ya kan?

Ahhhh.... Terima kasih Alloh..... Engkau telah membukakan pikiran bijakku sedikit demi sedikit. Semoga kelak akupun bisa menjadi seseorang yang benar-benar bijak. Amiiinnn

*aku selalu bersyukur padaMu, :)

Kata Kerja Golongan Pertama

Ohayou.....
Ogenki desu ka. 
Ohisashi buri desune! :)

Jya,,,, Sudah lama aku tidak menulis lagi bahasa jepang. hehe
Nah, sekarang mari kita lanjutkan pembelajaran kita yang kemarin, teman-teman.....  Sekarang mari kita masuk perubahan-perubahan kata kerja. 
Nah, nah... Sebelumnya ada yang sudah tahu belum??? Ada berapa golongan kata kerja? 
Hmm... Kata kerja itu ada tiga. Ada kata kerja golongan pertama, kedua dan ketiga. Ima, kita akan belajar tentang kata kerja golongan pertama. 
Hajimemashou........
:)

KATA KERJA GOLONGAN PERTAMA


Kata kerja golongan pertama yaitu kata kerja yang berakhiran : う、つ、る、ぶ、ぬ、む、く、ぐ、す。

Akhiran
Kata kamus
Bentuk te
Bentuk ta
Bentuk masu
Arti
u
あう
かう

あって 
かって
あった
かった 
あいます 
かいます
Bertemu
Membeli
Tsu
たつ
たって 
たった 
たちます 
Berdiri
Ru
すわる
すわって
すわった 
すわります 
Duduk
Bu
とぶ
とんで
とんだ
とびます 
Terbang 
Nu
しぬ
しんで
しんだ 
しにます 
Mati 
Mu
よむ 
よんで
よんだ 
よみます 
Membaca 
ku
いく
いきいて
いきいた 
いきます 
Pergi
Gu
およぐ
およいで
およいだ 
およぎます 
Berenang 
Su
なおす
なおして
なおした 
なおします 
Memperbaiki 

 Nah, ini adalah sebagian contoh perubahan-perubahan dari kata kerja tersebut. (Kalo ada yang salah mohon dikoreksi ya??? :))
Sekarang, apa bedanya te, ta dan masu.
Hmm... Kalo te, biasanya digunakan untuk kalimat yang sedang atau akan dilakukan. Sedangkan ta itu biasanya digunakan untuk kalimat yang sudah dikerjakan. Misalnya, saya kemarin bertemu dengan teman di taman. きの、わたし は ともだち と こうえん に あいました。
Sebenarnya ~te itu bisa berarti macam-macam, jika kita gabung dengan pola lainnya. Bisa menjadi konjugasi/kata sambung, perintah, sedang, dan lain sebagainya. 
Untuk sementara, kita cukup belajar tentang perubahannya saja ya teman-teman.... Selanjutnya kita bahas dilain hari.... :)

Oh ya lupa, supaya mudah menghafalkan polanya perubahannya. Maka kalian cukup menghafalnya dengan begini :
utsurutte, bunumunde,kuite,guide,sushite.
Kenapa begitu???
Karena, (misalnya utsurutte) kata kerja yang diakhiri う, つ, る itu berubah menjadi  って . gitu kan?? Seperti contoh yang diatas.... あう (bertemu), う-nya diganti dengan ~って. Jadi あっ。   
Kemudian bunumunde, nah itu pun sama. Karena setiap kata yang berakhiran ぶ, ぬ, む itu berubah menjadi んで. Misalnya よむ(membaca), む dihapus dan diganti dengan んで. jadi よんで. Begitupun seterusnya...

Nah, untuk sekarang cukup sampai sana dulu ya...
また あした。。。
もんだい が あったら、しつもんして くださいね!:)

Titik itu?

Hari ini rasanya Tuhan telah memberikan apa yang aku minta. Sedikit demi sedikit, ia berikan petunjukNya untuk hambaNya ini. Dan atas rahmatNya pula, setitik cahaya mulai terbuka. 
Terima kasih Tuhan,
Aku tahu, Engkau pasti selalu memberikan yang terbaik bagi hambaMu.

Hmm... setitik cahaya mulai kulihaaaatttt......
Ya, semoga cahaya itu sedikit demi sedikit melebar hingga akhirnya menerangi hidupku.

Kemarin, aku merasa dunia ini sangat gelap sekali. Tak ada setitik cahayapun yang datang menghampiri. Aku berlari kesana kemari, namun sayang. Hasilnya nihil. Tak ada setitik cahayapun yang berhasil kutemukan. Kupikir, mungkin ini adalah akhir dari kehidupanku. Dalam kegelapanlah aku ditakdirkan. Tapi,,,, kembali kupikir dan pikir. Tuhan takkan membiarkan hambaNya selalu berada dalam kegelapan. Ya, aku yakin itu. Kemudian aku berdo'a dan berdo'a, tak lupa juga disertai dengan sebuah ikhtiar yang mungkin begitu sulit. Setelah setahun berlalu, akhirnya aku menemukan sebuah titik cahaya. Aku yakin, sedikit demi sedikit Tuhan akan menjadikan cahaya itu menjadi besar. Meski perlu setahun untuk menemukannya. Tapi aku yakin, cahaya itu pasti milikku. Ya, benar. 
Hmm....

Tataplah Masa Depan

Hai, minnasan...
Hmm... Hari ini sebenarnya aku tidak terlalu ingin menuliskan tentang hal apapun disini. Namun, karena hari ini aku kuliah agak siang. Akhirnya kuputuskan untuk menuliskan sedikit penat yang aku rasakan.

Hari ini, aku merasa ada yang beda dalam diriku. Seperti yang telah kuceritakan kemarin, sepertinya ada sebuah energi yang masuk kedalam sel-sel tubuhku. Tapi aku terkadang juga bingung, kenapa diriku bisa menjadi seperti ini. Terkadang kupikir, untuk mencapai kesuksesan itu "Apakah aku harus mengalami kejatuhan dulu? Barulah ada sebuah energi yang dapat mendorongku untuk melakukan suatu hal yang lebih baik?" Jawabannya, mungkin terkadang ya, terkadang juga tidak.

Ya? Karena setiap aku merasakan diriku jatuh kedalam sebuah lubang yang gelap serta tiada penghuninya, aku baru merasakan bahwa sesungguhnya aku harus mencari sebuah cahaya. Tidak boleh duduk manis saja. Bisa dibayangkan kan? Disebuah lubang yang diameternya mungkin hanya kurang lebih 7 meter saja, kemudian tak ada cahaya yang dapat menembusnya serta tidak ada suatu hal yang menarik di dalamnya. Yang ada hanyalah rasa sepi, sunyi, gelap. Nah, rasanya betah nggak ya kalau tinggal disana???
Hmm... Mungkin bagi sebagian orang yang sudah menganggap bahwa dirinya sudah ditakdirkan untuk menjadi seseorang yang selalu gagal (mudah berputus asa), mungkin mereka tidak akan melakukan hal lainnya, karena mereka pikir itulah yang terbaik bagi mereka. Tapi, apakah hal itu baik pula bagi orang lain?
Hmm... Berbeda dengan orang yang tidak mudah untuk putus asa. Ketika mereka merasa gagal dalam sesuatu, seperti yang digambarkan diatas. Maka mereka akan berusaha untuk mencari celah atau mencari jalan bagaimana caranya supaya mereka bisa keluar dari lubang tersebut kemudian mencari cahaya yang mungkin akan menunjukan mereka pada sebuah kejayaan.
Nah, begitupun denganku. Aku tidak ingin hidup begini-begini saja. Rasanya tidak ada variasi hidup seandainya aku hanya duduk diam menerima nasib yang telah diberikan Tuhan. Namun, ketika aku merasa gagal. Aku selalu berusaha untuk berfikir, "Apa penyebab dari kegagalanku itu?" "Kemudian kenapa aku bisa gagal, sedang orang lain tidak?". Aku selalu membandingkan diriku dengan orang lain. Dalam artian, membandingkan disini adalah demi kemajuan diriku sendiri. Hingga akhirnya aku menemukan cara untuk memperbaiki kegagalanku tersebut. 

Tidak? Karena mungkin dengan tidak merasakan kegagalanpun,  terkadang aku memotivasi diri untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari hari ini. 
Caranya? Ya, biasanya aku melihat kehidupan disekitar. Aku selalu membandingkanku dengan orang yang kurang beruntung. Misalnya, mereka yang benar-benar ingin masuk ke jurusan A tidak diterima, sedangkan aku yang tidak terlalu ingin, aku bisa masuk dengan mudahnya, tanpa tes pula. Kemudian terkadang aku juga berfikir, "Kenapa orang yang tidak memiliki tubuh yang sempurna saja mampu untuk menggapai citanya dengan baik, sedang aku yang hidup dengan tubuh yang sempurna tidak ?"
Hmm... Selain itu, aku juga sering membaca buku-buku yang berbau motivasi. Karena dengan begitu, aku mampu untuk memotivasi diriku sendiri tanpa bantuan dari orang lain (Maksudnya kontak langsung dengan orang lain).

Nah, nah, nah....
So, ketika kamu merasakan sebuah kegagalan, jangan pernah menganggap bahwa ini semua sudah menjadi takdirmu. Dan kamu hanya duduk diam ikhlas menerimanya. Akan tetapi kamu harus berontak dengan keadaanmu itu, berfikirlah! Bahwa sesungguhnya kamu dilahirkan untuk menjadi seorang pemenang! You born to be a winner! 
And then, jangan pernah berlarut-larut dalam kesedihan. Karena itu semua hanya akan membuang-buang waktumu saja. Tidak ingatkah kau, jika engkau menghabiskan waktumu hanya untuk bersedih? Maka peluangmu untuk menjadi seseorang yang sukses itu sudah direbut duluan oleh orang yang bertindak atau bergerak dengan cepat. Kesedihan itu hanya akan membuatmu semakin sengsara saja. Tidak akan pernah mengubahmu menjadi seseorang yang berguna. 
Ingat, "Hidup itu adalah sekarang dan masa depan"
Jangan melihat ke belakang, tapi lihatlah ke depan! Jadikanlah masa lalu itu sebagai pengalaman yang bisa kamu ambil hikmahnya (jadikan pelajaran). Dengan begitu, kamu akan mudah untuk memperbaiki semua hal yang menurutmu itu kurang dengan belajar dari pengalaman-pengalaman dahulu. 

Welcome!

Hmm... Lagi mau bernarsis-narsis ria.... ihihih
Ini adalah foto kemarin pas penyambutan mahasiswa dari Ajou University, Korea.

Saman Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran

Heni (2011), Vira (2011), Faizal (2011), Intan (2009), Aca (2011), Dian (2009), Greaty (2011), Sri (2011), Pertiwi (2011), Fina (2011), Mila (2011), Priena (2009)








Ya, kami adalah salah satu pengisi acara pertukaran pelajar tersebut dalam acara culture nya. hee
Selain ini ada juga penampilan tari piring, tari merak, nyanyi, dll. Kemudian ada penampilan dari mahasiswa korea nya sendiri.
Hmm... Hebring lah pokoknya.....

The Romance and Hikmahnya

Wow, is great!
Air di kosan ternyata mati selama 3 hari, dan hari ini sudah kembali seperti biasanya deh.hehe Alhamdulillah......
Hmm.. Sobat, gara-gara tak ada air. Aku belum nyuci baju buat besok kuliah. Tapi untung persiapan bajuku masih ada, jadi masih bisalah untuk satu atau dua hari mah.he
Nah, weekend kali ini aku gunakan untuk membaca buku. Ya, sekedar hiburanlah. Kemarin kan aku baca bukunya mbak Asma Nadia, dkk. Kemarin, hari sabtunya aku melahap buku kang abik dengan nikmatnya. Judulnya yaitu "The Romance" Edisi Novel Dalam Mihrab Cinta. 

Hmm... Sejak dulu, aku memang suka sekali dengan tulisan-tulisan kang Abik dan bang Fuadi. Kang Abik itu sangat hebat dalam masalah penokohan, kemudian pandai menempatkan nasihat-nasihat kedalam tulisannya, dan mampu membuat penulis tenggelam dalam novel itu. Hingga pada saat ceritanya lucu, pasti tertawa sendiri. kemudian kalau tulisannya sedih, pasti juga ikut nangis.heuheuheu (I love kang Abik lah, pokona mah). 
Nah, nah... begitupun dengan novel yang satu ini. Baru saja beberapa bab saya baca, saya sudah tenggelam dalam cerita itu dan ikut merasakan apa yang para tokoh rasakan. Kemudian akupun kadang tersenyum karena melihat alias membaca tokoh Zizi alias Jidna Ilma yang selalu percaya pada Syamsul. Kemudian aku terkagum dengan semangat belajar Syamsul yang sangat menggebu namun akhirnya diujilah kesabarannya oleh Tuhan dengan fitnah yang diberikan Burhan.
Tak jarang, tokoh-tokoh yang dimunculkan oleh kang abik ini menjadi seperti seseorang yang nyata yang mampu menyihir para pembacanya supaya ingin menjadi sosok seperti mereka.
Ya lahhh pokoknya semua ceritanya itu mempunyai hikmah yang begitu dalam....
Hingga terngiang-ngiang terus ditelingaku. 
Sepanjang perjalanan menuju Padalarang, Bandung. Aku teringat akan sifat tokoh utama dalam cerita ini. Kemudian tiba-tiba pikiranku melayang mencari sosok orang yang tampangnya seperti dia. Alhasil, pencaharianpun ternyata berhasil. Terbayang sesosok manusia berambut pendek, tinggi, tak terlalu gemuk juga tak terlalu kurus, wajahnya sedikit bulat, berkulit sawo matang,  matanya seperti...... dan bla bla bla.
Tiba-tiba terbesit rasa rindu yang dalam padanya. 
Ahahaha... dasarrr.... (sssssstttttt).

Hmm.. next deh.
Setibanya di Padalarang, kami pun mencari rumah salah satu teman yang sudah kuanggap sebagai keluargaku. Nah, hari ini kebetulan orang tuanya sedang mengadakan syukuran (Walimatussafar). Karena mereka akan segera berangkat ke mekkah untuk menunaikan rukun islamnya yang ke lima. Hmm... betapa senangnya hati ini, ternyata keluarganya cukup welcome dengan keadaan kami. Bahkan mereka pun tak segan untuk menyuruh kami. Tapi ada satu hal yang mengganjal dihati, rasanya ayahnya itu mirip sekali dengan kakekku. Hingga membuatku nyaman, setiap kali kudekat dengannya. Serasa seperti kakek sendiri. Tapi setelah beberapa jam, tiba-tiba hatiku bergetar. Aku merasa ingin segera pulang ke rumah alias kosan. Karena semakin lama aku berada disini semakin kangen aku pada kakekku.

Setelah acara selesai, akhirnya aku memutuskan untuk pamit pada mereka. Lagian besok aku masuk kuliah pagi. Jadi aku harus segera pulang. 
Dan ternyata, di perjalanan menuju kosan. Aku telah menemui beberapa palajaran yang berharga yang diberikan oleh mereka. Tak lepas, semua ini juga berkat tulisan kang abik ini. Setelah menbacanya, aku semakin yakin bahwa aku harus selalu menjadikan semua hal yang terjadi ini sebagai pengalaman yang sangat berharga dan berguna bagi masa depan.

Ketika Penulis Jatuh Cinta



Oalaaaahhhhh.... Hari ini di kosan tak ada air dongs.. Dan entah kenapa itu air ngedadak nggak jalan gitu. Untunglah tadi subuh aku masih bisa shalat. Tapi masalahnya ternyata itu air terakhir cuyyy... Semua anak-anak yang ada di kosanku pergi mengungsi ke kosan temen-temennya untuk sekedar ikut mandi. Tapi mereka yang kuliahnya jam 07.00, walahhh sudah tak ada waktu untuk mandi. Akhirnya mereka memutuskan untuk  langsung pergi ke kampus saja. daripada mereka harus tidak kuliah.
Hmm... untunglah aku kuliah sore. Hari ini aku kebagian kuliah jam 17.15 sampai sekitar jam 19.00 WIB. Ibu kos bilang katanya air bakalan sudah siap sedia sekitar jam 10.00 WIB, tapi ternyata sampai aku tadi mau shalat dzuhur airnya belum ada... Wahhhh stres banget ternyata kalau tidak ada air, jadi langsung inget ke rumah. Pengen pulangggg....
Euhhh, tapi keep calm. Aku selalu mampu untuk mengatasi masalah yang mungkin sepele ini. Karena hari ini aku masuk sekitar jam 17.15 WIB, akhirnya aku memutuskan untuk membaca sebuah kumpulan cerita dari para penulis Lingkar Pena. Judulnya apa coba??? heheheh
Judulnya adalah "Ketika Penulis Jatuh Cinta" ,,.....
Oalah, kejadiannya ada yang hampir sama banget kayak aku.hahaha Sekarang aku bisa senang dengan menulis ini karena kesetresanku dengan masalah cinta. Aku memang lemah dalam masalah seperti itu, akhirnya dulu aku memutuskan untuk menulis. 
Nah, yang paling menarik dari dalam tulisan ini kebanyakan mereka itu mulai menulis setelah mereka merasa sakit. hihihi Apa memang benar ya, seorang penulis itu berawal dari rasa sakit ??? Soalnya yang aku baca dibuku ini sih ya seperti itu, meski tidak semuanya juga ketang.heheh
Dulu, aku juga pernah merasakan sakit yang memang benar-benar sakit. Bahkan tahu nggak? Nilaiku sampai turun coba. Tapi untunglah, aku bisa mengontrol diri sendiri. Akhirnya aku mulai mencoba menata diriku kembali dari awal (seperti merancang robot.heheh). Nah, alhamdulillah deh, sedikit demi sedikit akupun bisa sembuh. Meski terkadang sakit itu suka muncul kembali. 
Ya.... Karena aku suka menulis, akhirnya kutuangkan semua emosiku melalui tulisan. Dan lumayan tenanglah hatiku dari sana. Tapi aku belum merasa puas karena aku belum menghasilkan sesuatu dari tulisanku itu, akhirnya aku mencoba untuk mempublikasikannya di web. Dan ternyata apa coba??? Gak bisa donggggg, kan dulu aku belum punya netbook.ahahaha parah ya???
Tapi setelah masuk kuliah, alhamdulillah deh semuanya jadi bisa aku luapkan dalam kata-kata. hihihihi
Dari sana, aku menulis dan terus menulis. Dan hari ini, aku merasa kapok dengan dunia percintaan. Kurasa terkadang dunia cinta itu terasa enak diawal tak enak diakhir. hihihi 
Kali ini, aku menunggu seseorang sajalah. Menunggu pangeran dari Tuhan datang tuk menjemputku. :)

Ups, kok jadi curhat ya??? hehe
Abis tulisan ini sama banget deh sama apa yang aku rasakan dulu. 
hah, thank's deh ya mbak Asma Nadia.. Tulisanmu dan kawan-kawanmu itu ternyata bermanfaat banget bagiku. hihii
Semoga kita dapat bertemu ya mbak Asma. :)

Hmm.... Dengan buku ini, ternyata aku lupa bahwa di kosan itu tidak ada aiiiirrrr....hihihihi
Wal akhir, ayooo kita ngungsi ke kosan yang lainnnnnnnn.... hahahaha

Ternyata Baca itu Penting

Jyahahahahhhh... Busyet dah, hari ini aku kesiangan masuk dongggg... Gara-gara keenakan baca sama nulis akhirnya lupa waktu. Wekwewwww, tahu nggak? Huhhhh Aku lari dari kosan sampai ke kelas. Rasanya tuh seperti dikejar-kejar "inu".heuheuheu
Sampai di kampus, duduk di belakang sambil ngos-ngosan.haaahhhh dasarlah. Sumpah kesel banget, duduk dibelakang itu tidak enak.
heeeeuuu... Hari ini aku merasa sebuah energi baru rasanya mulai merasuki jiwa. Seperti ada sesuatu yang mendorongku kembali.  Entah karena mungkin sebentar lagi tahun 2013 kali ya??? he

Biasanya sebelum pergi sekolah, aku tak pernah baca buku, artikel atau hal apapun yang menyangkut dengan mata kuliah hari itu. Kalo sekarang, tidak baca itu rasanya seperti ada sesuatu yang kurang. Entah apa itu, rasanya hampa. Aku datang seperti gelas yang kosong, tidak tahu apa-apa. Dan hanya siap untuk menerima materi saja. Hmmm...... Rasanya memang tidak enak. Apalagi kalo misalnya kita tidak update dengan berita nasional maupun internasional. Wah, wahhhh rasanya seperti apa ya??? Melongo tak tahu apa yang harus dibicarakan karena tidak mengetahui kasus-kasus yang mereka bicarakan.

Aku sekarang baru mengetahui, bahwa seorang mahasiswa itu seharusnya tidak hanya menerima mata kuliah saja. Akan tetapi kita juga harus update sendiri tentang semua yang terjadi di negeri ini. Ya, terlebih karena aku mahasiswa HI. Selain itu, aku juga baru berpikir bahwa sesungguhnya menerima ilmu dari dosen saja itu tidak cukup. Kita perlu membaca sumber-sumber lain supaya kita bisa lebih memahami apa yang kita pelajari. Hmm...

Seharusnya aku menyadari semua ini sejak pertama aku masuk dunia perkuliahan. Namun, karena pas awal aku belum mengetahui bagaimana posisi aku di jurusan ini. ya akhirnya aku hanya menjadi seorang mahasiswa yang kuliah-pulang, kuliah-pulang.

Tapi hal itu mungkin memang biasa terjadi padaku. Dulu waktu SMA saja, aku juga perlu menyesuaikan diri serta mencari tahu apa sebenarnya posisiku di SMA itu. Namun, setelah setahun aku akhirnya bisa mengenali diriku sendiri. Nah, begitupun dengan sekarang.
Setahun sudah aku melalui peerkuliahan ini, ya sekarang akhirnya aku mampu mengetahui siapa diriku sebenarnya. Hmm... Ya, sedikitnya berkat mata kuliah filsafat juga sih.... hehe
Walau baru masuk sekali, tapi luar biasa!!! Dosennya mampu mengubah pikiranku secara tidak langsung.
Hmm.. Terima kasih ya, pak.. :)

!!!!!!!!

Hmm... Aku butuh seseorang yang bisa menenangkan hatiku kali ini. Aku perlu seseorang yang bisa mengembalikan hatiku kali ini. Sebenarnya semangat baru saja tumbuh kemarin, namun rasanya aku telah merusak semangat itu dengan perbuatanku sendiri. Aku telah mengotori diriku sendiri. Aku telah menyia-nyiakan sesuatu hal yang mungkin itu baik bagiku.
Shit!!!
Arrrrrrggggggggghhhhhhhhhhhhhhh pengen nangiiiiiiiiiiissssssssssss............

Silaturahmi di Kebun Binatang



Ehm,,, Sore teman-teman... Minggu ini, aku tidak pulang ke rumah. Ya, memang sudah niatnya nggak pulang sih. Soalnya nanti kalo misalnya pulang, pasti nggak bakal mau berangkat kesini lagi.hihihih Dasar ya..
Aku berniat untuk belajar saja, tapi ternyata teman sekaligus kakak-kakakku ini mengajakku untuk pergi ke suatu tempat. Awalnya sih aku pikir buat apa pergi jalan-jalan, semester ini aku kan mau fokus kuliah. Tapi ternyata hatiku berkata lain, aku seharusnya pergi untuk menambah link, ilmu, melatih softskill dan yang pastinya refreshing juga. Daripada di kosan duduk diam belajar dan nulis saja.hehehe
Ya, akhirnya kuputuskan untuk berangkat bersama mereka. 

Aku baru mengenal mereka beberapa bulan yang lalu, tapi ternyata mereka begitu care hingga kami mudah untuk akrab. 

Nah, tadi pagi kami berkumpul sekitar jam 07.45 di pangdam alias pangkalan damri. Kami naik damri jurusan Jatinangor-Dipati Ukur. Lama perjalanan menuju bandung hanya 2 jam saja. Tepat pukul 09.55 kami tiba di Dipati Ukur, depan kampus Ekonomi UNPAD. Nah, rencananya kami akan pergi ke kebun binatang di jalan taman sari. Untuk mencapai kesana, kami masih harus naik angkot satu kali jurusan panghegar. Beberapa menit kemudian kami sampai dehhhh... yeeee....

Dan tahu nggak teman-teman, ternyata kebun binatang bandung itu sangat luas. Dulu aku juga pernah kesana, tapi karena aku masih kecil jadi aku tidak terlalu ingat segimana luasnya kebun binatang ini. 
Jahahahaha....
Tujuan kami kesini sih hanya untuk silaturahmi. Dan ternyata tidak hanya silaturahmi dongggg... Banyak sekali ilmu yang aku terima disini. Kemudian akupun jadi tambah kagum dengan keagungan Alloh yang menciptakan beragam-ragam makhlukNya yang indah. 

Disini juga aku mempunyai teman-teman baru yang sangat luar biasa. Pertama, namanya fristy (aduh, aku nggak bisa nulisnya. maaf ya teteh..he), Nah tahu nggak ? Ternyata dia seumuran dengan aku. Cuman beda 3 bulan saja. Tapi yang hebatnya, dia sudah masuk semester 5 sedangkan aku baru semester 3.heuheu
Nah, dia punya cita-cita untuk kuliah dan bekerja di Jerman. Wah, wah... hihihi (Padahal bareng aku yu??? Kita masuk ke hukum internasional di Jepang.hehehe) Amiiiinnn, semoga cita-citanya tercapai ya mbak... :)
Kedua, teh Irdha... Teh Irdha ini seangkatan denganku, tapi ternyata dia lebih tua dariku. Dia kelahiran 92.hehe Hobinya nyanyi, dengerin musik. Dan dia juga aktif di BPM Kema UNPAD. Wuahhhhh
Ketiga, teh Hima. Cita-citanya pengen jadi dosen... Dia juga lumayan aktif di kampusnya.hihi
Nah, itu adalah teman-teman baruku
Yang duanya sih, Teh Ani sama teh Nengsih. Mereka juga orang-orang hebat. hmm... Aku bersyukur kenal dengan kalian teman-teman.. :)

Nah, selanjutnya... Inilah beberapa ekspresi para penghuni kebun binatang Bandung.... jengjrengggg.....
Ini adalah beruang yang sedang menunggu makanan yang diberikan oleh para pengunjung.
 
Nah, kalo ini namanya Atim. Dia merupakan orang utan yang sudah jinak..hihihi... Hmm... Dia juga senang di foto ternyata. Berbagai ekspresi muncul dari wajahnya ketika orang-orang meminta untuk berfoto dengannya.



Tuh kan ada-ada aja ya?hehehe




Ya,,, begitulah... sebenarnya fotonya masih banyak sih. Tapi segini juga cukup ya... 
Pokonya, kalo main ke kebun binatang Bandung, dijamin rame deh. Binatangnya tidak hanya untuk dilihat saja. Tapi ada juga binatang yang bisa kita naiki. Seperti unta, gajah, dan lain sebagainya. Nah, selain itu ada juga wahana bermain untuk anak-anak. Pokoknya, dijamin rame dehhhhh... nggak bakal nyesel deh kalo main kesana.


Semangat dari Mereka

Sebenarnya tak ada hal yang istimewa dalam tulisan yang sekarang aku tulis ini. Hanya sekedar rasa ingatku pada mereka. Mereka yang selalu menjagaku siang dan malam. Mereka yang selalu melimpahkan kasih sayang pada semua anak-anak mereka. Mereka yang berani berkorban demi kemajuan anak-anaknya. Ya, mereka yang selalu memberikan semangat hidup ketika aku merasa down. Tak jarang, mereka rela untuk menahan rasa kantuk hanya karena anak-anak mereka. 
Kali ini rasa rinduku sedang menggebu, namun rasanya aku tidak bisa pulang untuk sementara waktu. Karena aku juga tidak ingin merepotkan mereka lagi. Sekarang aku hanya ingin berusaha menjadi terbaik dihadapan mereka. 

Jika aku kembali merasakan down atau bermalas-malasan belajar, aku cukup melirik pada meja belajarku. Maka disana, aku akan menerima energi semangat yang kembali menggebu. Aku tak ingin menyia-nyiakan berjuangan yang telah mereka lakukan untukku. 
Jika melihat foto mereka, maka aku teringat pada wajah mereka yang sedang kelelahan karenaku. Pernah kulihat, waktu itu kebetulan aku pulang sekolah langsung ke rumah, tidak pulang ke pondok. Tahukah kau? Ternyata selama aku tinggal disana, mereka mati-matian mencari nafkah demi kami. Waktu itu, aku sedang beristirahat di kamar. Tiba-tiba ada suara seseorang menurunkan sebuah barang dengan nafas ngos-ngosan. Kemudian aku keluar dari kamar dan melihat dari kaca ruang tengah. Ternyata, itu adalah suara ibuku.
(Ya, kami memang dari keluarga yang pas-pasan. Namun karena keinginanku untuk menjadi orang yang lebih baik mungkin memaksa mereka untuk bekerja dengan keras).
Dari dulu aku memang tidak pernah meminta uang banyak untuk jajan, bahkan tak jarang aku tak membawa sepeser uangpun ketika pergi ke sekolah. Namun, jika ada keperluan yang bersangkutan dengan pembelajaran barulah aku minta.Namun, sejak melihat mereka yang dengan penuh semangat mencari nafkah demi kami. Aku tak pernah meminta uang untuk hal-hal yang tidak berguna. Malah aku memikirkan bagaimana caranya agar orang tuaku terlepas dari semua ini. Akhirnya, tiba saatnya kelulusan. Hmm.. Biaya untuk itu ini mulai kembali marak. Namun, lagi-lagi aku tak berani untuk meminta uang untuk itu. Tapi, alhamdulillahnya. Semua anak yang lulus ke PTN dan mendapat beasiswa dikasih uang buat ongkos, masing-masing Rp 400.000,- oleh sekolah. Jadi sebagian uangnya aku bayarkan.
Sejak kuliah, inginnya sih aku sedikit mengurangi beban mereka dengan beasiswaku ini. Tapi maaf ma, pa... Ternyata uangnya masih belum cukup. 
Insya alloh setelah aku lulus kuliah, aku akan membahagiakan kalian. Do'akan saja anakmu ini...

Terkadang, aku merasa malu pada mereka. Bahkan terkadang aku merasa malu untuk pulang karena aku belum bisa membantu mereka. Tapi setidaknya aku sedang berusaha kali ini ma, pa. Semangat yang kalian beri kali ini takan pernah luput ma. Sejak aku masuk ke universitas ini, aku bertekad untuk memberikan sesuatu pada kalian suatu saat nanti. Aku juga ingin kalian dipanggil pada saat wisudaku, karena anakmu telah lulus dengan nilai terbaik. Hmm....
Do'akan aku ma, pa. Semoga apa yang selama ini aku cita-citakan bisa berhasil seperti apa yang kalian harapkan.

Jauh dari Keluarga

Pernahkah kalian berada jauh dari keluarga kalian?
Jika pernah, apa yang anda lakukan selama anda jauh dari rumah?
Apakah berpoya-poya? Ataukah hidup sederhana seperti biasanya di rumah? Pernahkah kalian mengingat mereka dimanapun kalian berada? Atau mungkin kalian bahkan tengah sibuk hingga akhirnya kalian lupa dengan orang-orang di rumah? 

Teman-teman, kali ini saya hanya sedikit share tentang kebiasaan saya selama jauh dari orang tua. Sejak masih SD, saya sudah ditawari untuk tinggal di rumah yang bukan rumah sendiri. Dan entah kenapa, secara tiba-tiba aku langsung menerima tawaran mereka. Tanpa basa-basi, setelah keluar dari SD aku langsung diluncurkan kesana. (Wew.he)
Awalnya sih, biasa-biasa aja. Karena semua disediakan di sana. Yang berbeda hanyalah manajemen keuangan. Kalo uang, itu diatur oleh sendiri. hhihihi 
Tapi apalagi sekarang, jaraknya bertambah jauh dari rumah.heuheuheu
Pernah terbesit dalam hati, ketika aku makan makanan yang enak "apakah keluargaku juga merasakan hal yang sama?" Atau malah mungkin mereka tidak menemukan makanan demi kita yang jauh dari rumah.
Melihat sahabat-sahabatku yang terlalu hedon, terkadang aku susah untuk bersosialisasi dengan mereka. Karena biasanya hidupku penuh dengan kesederhanaan.
Aku takut, ketika aku berusaha untuk berpoya-poya, main-main dan lain sebagainya. Mereka yang berada di rumah malah kesusahan untuk makan demi kita yang jauh dari mereka.
Pernah nggak kalian bayangkan...
Jika sebenarnya kalian orang biasa-biasa saja, kemudian ketika datang ke suatu kota kalian bergabung dengan orang-orang yang hedon. Kalian tidak pernah merasakan bagaimana letihnya mencari uang seratus itu. Seandainya kalian telah merasakan bagaimana caranya mencari uang. Maka barulah akan tersadar.
Pernah aku renungi, ketika melihat wajah orang tuaku yang begitu lelah setelah pulang kerja. Aku tahu banget bagaimana orang tuaku berjuang demi anak dan istrinya.
Dulu, ia berani menantang matahari demi sesuap nasi. Sekarang, ia berani kerja mati-matian karena keluarga tercinta juga. Bagaimana tak iba hati ini ketika melihat ayah pulang tengah malam hanya demi keluarganya.
Namun, terkadang mereka ada juga yang tidak memikirkan bagaimana lelahnya orang tua mencari nafkah. Mereka hanya senang untuk menghabiskannya. Ketika orang tua tidak ada, barulah mereka memikirkan bagaimana dahulu orang tuanya telah banting utlang demi mereka. Barulah mereka tahu bagaimana susahnya mencari uang.

Teman-teman seperjuanganku...
Ingatlah perjuangan mereka teman.
Aku pernah mendengar suatu cerita daro seorang kakek, bahkan cerita ini pernah aku sampaikan di salah satu web berita daerah, Garut news.
Ceritanya, kakek ini berasal dari Garut. Ia bekerja hanya sebagai tukang antar koran ke tiap dosen di beberapa fakultas kampusku kemudian ia juga berjualan tali sepatu. Ia tidur di mushola dekat dengan kamp UKM di kampusku. Jika uangnya cukup untuk membeli beras sebanyak 20kg, barulah ia pulang. Kemudian ia juga terkadang berpuasa karena penghasilannya yang kurang. Ia berbuka hanya dengan air putih saja. Teman-teman, bayangkan. Ketika saya tanya kenapa semua ini ia lakukan, ia menjawab semua ini ia lakukan hanya untuk keluarganya di rumah sana.

Nah, teman-teman seperjuanganku... Janganlah kalian terlalu memboros-boroskan uang kalian. Karena siapa tahu orang tua kalian tidak menemukan sesuap nasi demi kalian. Berpikirlah tentang keluarga kalian terlebih dahulu jika kalian ingin memboros-boroskan uang. Rasakan betapa capenya orang tua kalian mencari nafkah demi kalian, teman.