It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Tak Seburuk yang Kulihat

Bismillah.....

Hmm..... Kemarin aku pulang ke rumah. Di bus, aku bertemu dengan seeorang. Tapi karena aku terlalu lelah, akhirnya aku tidak menghiraukan dia dan aku langsung tidur. Sebenarnya aku juga merasa kenal dengannya, namun aku benar-benar lupa dimana aku kenal dengannya. Dalam hati aku terus bertanya-tanya, sampai akhirnya aku terlelap.
Setengah jam kemudian, aku terbangun. Kemudian aku menatap kejadian disekeliling. Ada yang sedang jualan jeruk, ada yang sedang menyanyi, ada yang tertawa, tidur dan lain sebagainya...
Melihat para pengamen yang bernyanyi dengan ria, tiba-tiba aku berpikir "Kenapa mereka para koruptor tidak bekerja sebagai pengamen saja? Kan halal" ahahah... Sebenarnya aku ngeri sendiri, gimana ngebayangin mereka yang menjadi para koruptor langsung berubah menjadi para pengamen. 
Saat itu, tiba-tiba aku kembali berfikir. "Atau sekalian aja jadi pengemis. Kan mengemis lebih halal dibandingkan dengan mencuri uang rakyat" Meski mengemis itu agak gimanaaaaa gitu. Tapi ya kan lebih halal, mereka yang memberinya kan ridha. ahahaha
Hmm... dasar....
Ya sudahlah, sekarang lebih baik kita berfikir bagaimana caranya supaya generasi muda sekarang tidak menjadi calon koruptor??!!!
Next.......
Ceman-ceman, tau tak?? Ternyata bapak yang dipinggir aku itu adalah seorang calo yang dulu pernah memarahiku gara-gara aku terlalu jutek.heuheuheu
Waktu SMA, orang-orang mungkin akan mengenalku sebagai orang yang jutek karena mungkin wajahnya yang kurang bersahabat, tapi kalo sudah kenal... Kalian bakal dijamin betah deh. ahahaha
Hmm... Dulu, kupikir mereka (para calo yang suka mangkir di jalan itu) adalah seseorang yang buruk. Namun, ternyata dugaanku salah. Bapak yang satu ini ternyata baik sekali. Ia selalu tersenyum ketika berbicara. Dalam hati aku berfikir "Ya ampunnn ternyata bapak ini aslinya baik banget". Aku langsung meminta ampun pada tuhan, karena aku begitu buruk waktu itu. 
Setelah keluar dari bus, kami pun naik angkot bersamaan. Dan tahu tak? Ia mengongkosi ku... oalahhhh,,, aku semakin malu pada tuhan dan bapak ini. Dugaanku terhadap calo ternyata salah, tidak semuanya calo itu buruk ternyata.
Hmm... sepanjang jalan aku hanya duduk tersipu malu. Terlalu banyak dosa yang aku lakukan hingga tak mampu tuk bicara. 

Dari sana, aku berfikir bahwa aku tidak boleh berlaku seperti itu lagi. Dan aku harus bersikap baik pada siapapun. SIAPAPUN!

So, teman-teman. Janganlah kalian melihat orang sebelah mata. Karena belum tentu apa yang kalian lihat itu benar. 
:)

0 komentar:

Poskan Komentar