It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Jadi Penghuni Selasar?


"Hen, mau ikut nggak?" Kataku.

"Kemana?" Tanyanya bingung.

"Ke Jatos. Sekarang ada Gebyar Aksara Sunda, mulainya sih jam sebelas. Tapi seminarnya jam satu. gimana?"

"Seminar tentang apa?"

"Tentang aksara sunda atuh, Hen"

"Eh, boleh-boleh"
Matanya berbinar penuh semangat.

Sembari melanjukan pembicaraan, kami berjalan menuju kantin fakultas yang biasanya penuh sekali. Tapi, untunglah hari ini belum ramai. Aku dan temanku berjalan menuju jajaran makanan yang dipajang diatas meja yang panjang sekali. Seperti dikondangan, kamipun mengantri sambil melihat-lihat makanan. Alaaahhh makan apa ya hari ini? Banyak sekali makanannya. Pengen tumis tempe, tapi kayanya pedes deh. Aku kan tidak boleh makan pedes. Ya Alloh. Bingung. Pikirku. Aku terus berjalan mengikuti langkah sebelumnya. Dan tanganku pun meraih satu telor mata sapi dan sayur soup yang masih segar. 

"Hmm... Gini nih, kalau misalnya tidak jaga kesehatan. Akhirnya, makanpun harus pilih-pilih" Kataku.

"Hahaha... Makanya jaga dong" Jawab temanku.

Setelah selesai ngambil makan, kamipun duduk di meja paling depan bersebrangan dengan penjual pempek dan mie baso. Menyantap makanan sesendok demi sesendok dengan penuh nikmat. 

"Eh, Hen. Gimana? Jadi kan?" Tegasku kembali.

"Iya" Katanya

Yeah, suapan yang terakhir. Terima kasih Ya Alloh, atas segala nikmat yang telah Kau berikan.

"Ah, sekarang mau kemana?" Tanya Heni.

"Ke selasar aja deh. Sambil nunggu masuk statistik" Jawabku.

"OKe"

Seperti biasa, dalam jeda masuk kami selalu berteduh di selasa. Ya, mengapa tidak! Hotspot disana sangat kenceng eum. Mereka yang ingin akses internet secara gratis biasanya nongkrong di selasar sampai malam. Bahkan di hari libur pun mereka memilih untuk menjadi penghuni selasar. :D
Aku duduk ditengah kerumunan teman-temanku yang sedang menunggu masuk kuliah. Hampir semua dari mereka membuka laptop dan bergelut dengan dunianya masing-masing. Namun ada juga yang sedang tutorial.

uuhh, betapa ramainya selasar ini. Hingga tiba waktu sholat, mereka tak perlu pergi jauh untuk melaksanakan ibadahnya. Karena diatas telah disediakan mushola. Mereka terkadang mengikuti shalat berjamaah dengan para penghuni selasar lainnya. Sedang mereka yang non-Islam, biasanya duduk dan tetap menghormati orang-orang Islam. Bahkan ada satu orang yang paling kukagumi. Karena dia sangat menghormati agama kami. Tatkala adzan berkumandang, ia selalu saja menghentikan pembicaraan. Bahkan ketika presentasi sekalipun. Aduhai, hebat sekali dia. Jarang aku melihat ada orang yang setaat dia di kampus ini , tapi dia juga menghormati agama lainnya. -_-


0 komentar:

Poskan Komentar