It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

ceritaku pada air

Hari ini,,,
Hari ini ,,, aku sedang ingin mencurahkan semua isi hatitu disini...
Hari ini aku ingin menceritakan semua isi hatiku pada "nya".
Hari ini, aku ingin menumpahkan semuaya pada 'nya".
Hari ini????
ya....
HARI INI!!!

Saat ini, matahari sudah meninggalkanku. Ia menyuruh bulan untuk menjemputku. Aku menunggu dan menunggu,,, namun ia tak kunjung datang. Yang datang hanyalah gemericik air yang turun dari langit...
hmmmm.... Ya, mungkin air ini diutus untuk menemani sepinya malam ini bersamaku.
Air....
Tahu nggak???
Malam ini aku sendiri menyepi di kamar.
Aku ingin menceritakan semua rindu hampaku padamu.
Air...
Sebenarnya, aku sangat merindui"nya".
Dulu,waktu aku dekat denga"nya", aku selalu ribut. Tak jarang kami saling ledek.
dulu...
Dulu aku memang sangat benci pada"nya"...
Ia selalu mngejekku di depan semua orang.
Setiap kami bertemu, kami pasti bertengkar. Guru-guru kami sudah merasa sangat jengkel dengan tingkah laku kami. Sampai-sampai guruku bilang seperti ini "eh,,El. Kamu tidak boleh selalu bertengkar dengan dia. Setiap hari, saya selalu mendengar kalian ribut bagai kucing dengan anjing. Tak pernah akur" katanya.
Aku tak mempedulikan omongan guruku ini, karena hatiku sudah dibuat jengkel sekali olehnya.
Dipengajian, aku menganggap dia sebagai saingan terberatku. Karena ia sangat pintar.

Waktu itu, aku masih SMP sedangkan dia SMA. Umur kami memang tak jauh berbeda.
Hari semakin berlanjut, tak terasa sekarang aku akan memasuki sekolah baru. Dulu, aku sangat berharap sekali masuk sekolah favorit disana. Namun sayang, nilai ujianku kurang nol koma sekian. Aku sangat kecewa sekali. Karena aku ingin sekali masuk ke sekolah itu. Tapi...... heuheue
Setelah beberapa lama menunggu pengumuman, akhirnya aku diterima di salah satu sekolah yang lumayan terkenal juga. Sekolah yang baruku ini terkenal dengan teaternya, bahkan teater ini sudah mendapatkan rekor muri.

Oh ya air...
Tahu nggak???
Saat aku mulai masuk ke sekolah yang baru, aku mendapat kabar bahwa si ikhwan yang selalu mengejek aku keluar dari pesantrenku. Katanya ia ingin fokus belajar karena sebentar lagi UN. Saat itu,Aku merasa biasa-biasa saja. Namun, setelah lulus dari SMA, aku mendapat kabar, bahwa ia melanjutkan studinya ke luar negeri.
Ntah mengapa???
Dari sana, hatiku sangat sedih sekali.
Ingin rasanya aku menjerit sekeras-kerasnya. Namun tak bisa....
Akupun tidak berani memberitahukan kesedihanku ini pada orang lain.
Namun lama kelamaan, hatiku membludak. Akhirnya kuceritakan semmua keluh kesahku ini pada sebuah goresan tinta yang bisa ku baca sendiri.
saat kutuliskan semuanya itu, tiba-tiba ada rasa hangat yang mengalir di wajahku dan membasahi bukuku.
Sedih yang amat.
Oh Tuhaaaannnn.....
Kenapa aku???
Ada apa dengan hatiku ini???
Aku terus bertanya dan bertanya pada setiap hembusan angin yang menyapaku di pagi hari. Bahkan hal inipun ku ceritakan padaNya. Namun sampai saat ini aku belum mempunyai jawabannya.

Waktu berlalu begitu cepat,..
Kini, sebentar lagi aku akan memasuki perguruan tinggi. Namun sayang... Saat kuceritakan semua keinginanku tentang bersekolah ke luar kota, hampir semua keluargaku tidak menyetujuianya, bahkan mereka malah menawariku sebuah pekerjaan. Tapi semua itu aku jawab dengan penuh optimis... "Maaf ma,pa. Aku ingin tetap melanjutkan sekolahku ke luar kota. Aku bosan sekolah ditempat kelahiranku. Aku ingin mencoba mencari sebuah pengalaman baru dan akupun ingin mencari pengetahuanku diluar sana ma, pa"
mereka hanya duduk diam. Keadaan keluargaku memang kurang dalam hal ekonomi. Tapi aku selalu mempunyai sifat optimis dalam segala hal. Aku selalu teringat akan pepatah guruku di diniyah (SD) "Man jadda wa jadda" Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil. Senua teori itu ak terapkan dengan penuh semangat.
Meski tidak ada sebuah dorongan dari keluargaku, tapi aku tetap yakin.

Sebelum ujian nasional, semua teman-temanku sudah sibuk mencari perguruan tinggi mana yang akan ia pilih. Aku malah duduk tenang, dan hanya melihat jurusan-jurusan yang ada dalam sebuah buku panduan SNMPTN. selain itu, akupun sibuk mencari beasiswa kemana-mana. Dan alhamdulillah, aku mendapatkan sebuah info tentang beasiswa bidik misi yang ditujukan pada siswa yang berprestasi namun kesulitan dalam hal biaya.

Namun,,,, Ternyata aku divonis tidak dapat mendaftar sebagai calon penerima bidik misi. karena ternyata nilai raporku turun... Mungkin karena aku begitu sedih dengan kepergiannya. Sehingga aku jadi kurang efektif dalam belajar.
Oh Tuhaaannnn....

Air,,, tahu nggak???
Betapa sedihnya aku waktu itu.

Namun aku tetap memperjuangkan semuanya. Untunglah, waktu itu semua siswa kelas 3 diberikan waktu untuk memperbaiki nilainya. aku berjuang sangat keras... Dan akhirnya, aku bisa mendaftar sebagai calon penerima bidik misi.
"alhamdulillahhhh terima kasih ya alloah." ucapku dalam hati.

Angin hanya angin...
Tahu nggak air??? ternyata perjuanganku belum berakhir sampai sini. Aku harus melengkapi semua persyaratannya. Tapi kakakku tidak ingin membantuku. Karena ia percaya bahwa aku hanya akan menyusahkan kembali kedua orang tuaku... Akhirnya,, malam-malam aku pergi ke rumah tetangga kampung sebelahku. Karena kebetulan di daerah tempat tinggalku belum ada orang yang mempunyai komputer. Aku minta pinjaman kepada orang yang tidak kenal, tetapi ayahku kenal. Aku memberanikan diri untuk datang ke rumahnya. dan ternyata, subhaanalloh.... Ketika aku datang kesana, keluarga pak husen sedang berkumpul diruang tengah dan mengaji bersama. Sungguh, sebuah keluarga yang shaleh.
Setelah selesai menunggu mereka, aku ngomong ke pak husen untuk minta pinjaman komputernya.
Dan selesai pada jam 8 malam....
Aku kembali ke kampungku, tak sabar rasanya menunggu hari esok.

Anginnnn....
Waktu itu aku merasa bangga karena semuanya kukerjakan sendiri.

Esoknya...
Aku serahkan semua persyaratan yang harus aku lengkapi untuk menguti beasiswa itu.
dan semuanya dikirimkan oleh guru-guruku yang mendukung akan semangatku.

hmmmm... beres deh!! Tinggal menunggu hasil pengumumannya.

Dan tau nggak angin???
Pada saat pengumumannya....
Hasil punya aku dibukakan oleh teman-temanku...
dan hasilnya????
AKU DITERIMA di universitas yang aku inginkan.
"alhamdulillah ya alloah... Ternyata perjuangan kerasku mendapatkan sebuah hasil yang sangat memuaskan"
Setelah diterima akhirnya, aku diizinkan untuk melanjutkan studiku. Bahkan sekarang semua keluargaku mendukung semua kegiatanku. ^_^

Anginnnn...
sekarang aku baru mengerti arti sebenarnya dari "Man jadda wa jadda" Alloh selalu memberikan apa yang kita inginkan jika kita memang bersungguh-sungguh dalam proses untuk mendapatkannya.
Kemudian, akupun baru sadar, anginnnn...
Bahwa kita tidak boleh membenci seseorang dengan sangat benci. Karena suatu saat kita akan mencintai orang yang kita benci itu. Begitupun sebaliknya.


Kini aku menjalani kehidupan baruku sebagai mahasiswa...
Dan kini aku mempunyai sebuah cita-cita untuk melanjutkan s2 ku di negara sakura.
Aaamiiiinnnn....

1 komentar:

cerpen mengatakan...

semoga menjadi inspirasi bagi teman-teman yang membacanya!!!^_^

Poskan Komentar