It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Perlu 1 Tahun untuk Beradaptasi

Kali ini aku bingung harus bercerita tentang apa? Hmm... Yang pasti hati ini aku ingin pulang ke rumah. Namun, karena beberapa kesibukanku. Aku tidak bisa pulang ke rumah sampai ujian beres. -_-

Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Sudah hampir satu tahun aku tinggal di tempat orang. Kali ini bukan sebuah pesantren yang aku tinggali. Melainkan sebuah kos-kosan kecil yang hanya cukup untuk tidur kami berdua saja (Aku dan temanku). 
Suasana baru memang aku dapati disini. Namun, terkadang rasa takut selalu menghantuiku karena ketidak biasaanku hidup di rumah kos seperti ini. 

Dulu, saat aku di pesantren. Aku tak pernah memikirkan "hari ini mau makan apa?" karena selalu ada ibu  tercinta kami yang selalu masak (ibu tukang masaknya. hee). Paling kalau misalnya ia tidak bisa datang karena sakit, baru kami gantikan dia untuk memasak di dapur. 
Namun, semenjak aku hidup di kosan yang jauh dari orang tua, setiap pagi aku selalu berfikir bahwa "Mau makan apa aku hari ini?"Belum masak, nyuci piring, nyuci baju, eh... belum belajar juga.
Setiap pagi, kamar pasti selalu berantakan. Kadang, kalau misalnya sedang dibanjiri oleh tugas. Pasti kamarnya dipenuhi dengan buku atau kertas-kertas yang berserakan dimana saja. 
Disini, tak ada yang membangunkan. Seandainya bangun kesiangan karena bergadang mengerjakan tugas, aku lupa untuk membereskan kamar dan lupa sarapan pagi. 

Kalau kesiangan, aku harus berlari ke kampus. Tak ada angkot yang melewati jalur kampusku (Ya, jelaslah. orang aku tinggal di depan kampus. hehe).. Beruntunglah, fakultasku merupakan fakultas paling dekat jika dibandingkan dengan fakultas lain. Cuma yang jadi kendalanya adalah, jalannya terlalu nanjak. hihihi
Ditambah, kelasku dilantai paling atas. So, aku harus berlari ekstra jika aku terlambat. Dan setibanya di kelas, dijamin deh nafas pasti ngos-ngosan kayak yang dikejar-kejar singa. wkwkwkwk

Hmm... Lucu memang. Tapi ya, inilah hidup. 

Dari dulu, aku memang termasuk orang yang susah untuk menyesuaikan diri dengan yang namanya sekolah. Waktu SMA saja, aku membutuhkan waktu selama satu tahun untuk mampu bercerita di depan kelas. Mungkin itu dikarenakan aku tidak ingin masuk kesana (Padahal, hebring deh setelah masuk SMA sana. hihihi). Percaya nggak, teman? Dulu waktu kelas satu SMA, aku keluar kelas hanya untuk ke kantin saja. Tidak pernah ke tempat lainnya. Tapi begitu aku naik ke kelas 2, aku mulai berani untuk beradu argumen. Bahkan akupun dicalonkan untuk menjadi ketua OSIS di sana. (hihihi lucu bangetlah kalau misalnya inget jaman dulu).
Hmm.... Begitupun dengan sekarang, aku perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baruku. Aku selalu memilih diam karena takut salah. Kecuali jika mereka sedang membicarakan tentang kepenulisan, berulah aku angkat bicara (wew, hihi). Hampir sama seperti SMA, ternyata aku baru berani masuk ke organisasi itu pada semester 2. Namun, aku masih belum berani ngomong di kelas. Ntah itu karena aku belum mengenal jauh keadaan di sekitarku atau karena aku masih belum terbiasa dengan mata kuliahnya?
Entahlah.... Tapi yang pasti aku pasti akan berubah di semester 3 nanti. Karena aku sudah mulai mengenal lingkungan dan kehidupanku yang sekarang.

Meski harus setahun dulu aku beradaptasi dengan lingkungan, yang penting aku masih bisa hidup di dunia ini. (hehehe maksudnya di lingkungan ini).

0 komentar:

Poskan Komentar