It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text
hhhuuuhhh
Setelah beberapa minggu terjerat dengan sibuknya aktifitas, akhirnya sekarang bisa menghela nafas di kosan. Meski kepala pusing dan hidung mampet, tapi tak apalah. Yang penting bisa merebahkan badan sejenak. 
zzzzz.... Benar-benar nyut-nyutan deh ini kepala. Rasanya kalo sudah begini pengen pulang ke rumah saja. Tak ada teman yang bisa memperhatikan, semuanya sibuk dengan urusannya masing-masing. Tapi ya, buat apa juga kali memperhatikanku?ahahaha Dasaaarr!

Sebenarnya, aku disini hanya ingin menyapa saja. Dulu yang biasanya aku bisa menulis setiap saat, tapi kali ini tidak. Kesibukan semakin melanda. Bahkan kemarin-kemarin aku sering pulang malam untuk menguruskan hal tersebut. 
hmm...
Tapi dengan kesibukanku, ternyata semua penat yang menghantui jiwa sedikit demi sedikit terlupakan. Tak pernah lagi terbayang...

Kini aku merasa seperti terbang diangkasa. Tak peduli dengan kata orang yang selalu menganggapku sebagai seorang yang idealis dan tidak realis. Bahkan ia bilang "Pantesan tingkat 2! Masih idealis"
Hadaaahhhh, dibilang seperti itu? jleb bangetlah. 
Okelah, sepintas mungkin mereka melihatku sebagai orang yang seperti itu. Namun, perbuatan yang akan menjadikan keidealisanku itu berubah menjadi hal yang realis. Tapi tekadku yang terlihat idealis itu membuat aku terus belajar. 
"Untuk apa sekolah? kan ada buku. Dari buku kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan." katanya. 
Kemudian "Untuk apa sekolah? Untuk apa memikirkan negara? Emang kita nggak bisa hidup tanpa negara? Saya aja, 8 tahun masih menganggur."
zzzzz.... semua pertanyaan itu membuatku geram. Setelah aku jawab, ia masih saja terus bertanya dan seolah meyakinkan bahwa sebenarnya aku itu masih terlalu idealis dan harus berubah menjadi seorang yang realis. Tapi aku tidak bisa dengan mudahnya berubah menjadi orang yang seperti itu. Dari dulu, karakterku memang sudah seperti ini, semuanya harus tersusun dengan rapi. Dan mengerjakannya satu persatu dengan terstruktur. kemudian  mencatat semua yang sudah aku kerjakan dan belum aku kerjakan.
Dengan begitu, aku bisa mengetahui mana saja hal yang belum aku kerjakan dan mana saja yang sudah aku kerjakan. Supaya memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. 
gggggggrrrrrrr...... Tapi ya sudahlah, kepalaku malah makin pusing kalo mengingatnya
heuheuheu

Tapi lumayan keren juga sih dengan pemikiran akang itu. ahahaha

0 komentar:

Poskan Komentar