It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Diantara Liku-liku Motivasiku

Awal semester 3, aku masih merasakan kekesalan terhadap sistem penilaian yang tidak jelas.. Sungguh, hal itu sangat mengguncang. Namun, seiring berjalannya waktu sempat terpikir "Kenapa juga harus memikirkan nilai. Bukankah yang terpenting itu adalah ilmu?". Dari sana, aku mulai merasa hidup kembali. Aku mulai menjalankan aktivitas seperti biasanya. Hanya saja, aku sedikit pilih-pilih. Untuk semester ini, aku hanya mengikuti dua kegiatan saja. FLP dan KIMM. Selanjutnya aku gunakan setiap waktuku untuk mencapai beberapa targetku ditahun ini. Salah satunya adalah novelku harus lolos dan terbit!

Hari demi hari aku lalui, ternyata mengurangi aktivitas itu membuatku lebih dekat dengan keluarga. Yang awalnya selalu mendekam di kamar untuk sekedar menghilangkan lelah. Sekarang tidak. Bahkan sekarang aku mengosongkan waktu Sabtu-Minggu untuk pulang. Tapi, pulang ini bukan hanya pulang tuk melepas rindu pada keluarga. Namun melepas resah pada masyarakat sekitar rumah. Ditulisan sebelumnya, aku sudah menuliskan tentang keadaan rumahku. Ya, betapa gersangnya ia. 

Suatu malam, aku dan teman sekamarku meluangkan waktu untuk membicarakan keadaan kampung masing-masing. Hingga akhirnya tiba pada percakapan "Setelah selesai kuliah, kamu mau ngapain?".
Aku menjawab dengan penuh semangat, "Hmm.. Sebenernya aku ingin melanjutkan kuliah ke Jepang atau Canada atau Inggris. Aku ingin lanjut di bid. International Law atau Sastra sih. Tapi aku rasa, sastra dapat aku pelajari sendiri. Atau bidang development deng. apapun itulah pokoknya. Aku ingin membangun negara mulai dari kampung sendiri. Nah, selain itu aku juga ingin membuat lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Membuat masyarakat itu mandiri, cerdas terhadap hal apapun. Heuuuu... Pokoknya aku ingin memajukan mereka lah. Kalau kamu?"

Mela -sapaan akrabnya- pun menjawab "Sama sih, aku juga ingin S2 diluar. Tapi belum kepikiran mau dimana-mananya. Aku juga ingin membangun kampungku. Sama bangetlah keadaannya dengan kampungmu, coba. Eh, bentar. Kamu mau langsung lanjut S2 atau nikah dulu?"

Ahahaha... bicaraannya sudah ke nikah-nikah. Dasarrr...
"Entahlah, bingung aku. Tapi guru aku pernah bilang, mending nikah dulu katanya. Biasanya kalo wanita sudah tinggi gelarnya itu susah jodohnya. Ahahaha... Takut juga sih. Tapi, gimana jodohnya lah. Hmm... Kenapa omongannya jadi kesini?"

Kami tertawa. Pembahasan itu menelan waktu yang cukup lama. Biasanya kami sudah tidur pada jam segitu, tapi kami mampu bertahan sampai jam 12 malam. Hahaha.. Parah banget.

Kembali mengingat keadaan masyarakat yang sedemikian rupa, aku memang sangat khawatir untuk meninggalkannya. Aku takut sesuatu yang lebih buruk terjadi disana. Aku tak mau orang lain yang hendak masuk kesana ketakuta karena penduduk kami. 

Dari sana, aku mulai sadar. Bahwa aku harus belajar keras untuk dapat mengubah semuanya. Tak bisa aku hanya menjadi wanita yang orang bilang kerjaannya cukup di "dapur, sumur, kasur" (Sunda). Aku tidak mau terkontaminasi dengan pikiran itu. Aku harus menjadi sosok penyelamat bagi generasiku selanjutnya. Aku tidak boleh membiarkan kehidupan daerahku seperti itu. 

Arrrggghhhh!!! Geram sih. 
Tapi tak apalah. 
Sekarang mah belajar weeeee.... 
Fokus pada apa yang diinginkan.
Tanpa melupakan Tuhan.

Semangat!!!
Semangat UAS!!!
Ulang tahunnya dihadiahi UAS. heuheuheu -_-
Tapi tetep semangaaaaaattttt...
Demi semua orang yang menunggu kepulanganmu, Nay! 

0 komentar:

Poskan Komentar