It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

HIKMAH : Pembicara Hebat vs. Moderator Jelek


tadaaaaa,,, hola halooo... 
Lama juga nih nggak nulis di blog ini. Hmm... 


Dari kemarin-kemarin, sebenernya pengen banget sharing tentang pengalaman burukku sepanjang jadi moderator. Haha.. Tapi sayang, karena sibuk (Caileeee sok sibuk ya?haha), jadi setiap buka entri baru, pasti beberapa menit kemudian ditutup lagi. :D
Well, mumpung sekarang lagi nggak ada tugas. Aku mau cerita tentang pengalaman kemarin pas jadi moderator di acara seminar tentang dinamika pers, dan penulis lepasan.. 



Hah, ceritanya agak panjang sih. Tapi di ringkas aja ya? :)

Kemarin, tepat tanggal 14 September 2013, aku disuruh untuk menjadi moderator. Ya, karena nggak ada kerjaan. Okelah aku terima tawaran tersebut. Karena memang sebelumnya juga aku pernah jadi moderator di acara mereka. 
Sehari sebelumnya, panitia menjelaskan semua tentang acara yang akan diselenggarakan oleh mereka. Namun sayang, entah karena aku yang terlalu ego dalam membuat acara atau apa, tapi aku pikir kegiatan mereka terlalu melebar kemana-mana, tidak terfokus pada satu tujuan. Aku sempat memberikan masukan pada mereka, tapi apa daya, acaranya besok kan? dan semua pemateri sudah dihubungi sesuai dengan yang mereka inginkan. Ya sudahlah, tapi yang jelas aku senang. Karena aku mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan Pak Bagir Manan (Mantan ketua Mahkamah Agung), Pak Rum Aly (Aktivis pers angkatan 60'n), Pak Daru Priyambodo (Tempo) dan Meutya Hafid (Pembaca berita Metro yang mendapat penghargaan dari Australia dan sekarang menjadi anggota DPR RI komisi I). 

Jum'at malamnya, tepat pukul 18.00 WIB salah satu panitia mengirimkan TOR nya. akupun mempelajari semuanya sampai larut malam. Demi kesuksesan acara mereka dan demi reputasiku sebagai moderator. 

And???? Tadaaaaammmm.... 
Hari berlalu terlalu cepat sekali. Tiba-tiba aku sudah ditelpon untuk segera hadir ke tempat acara. Meski hati agak kurang yakin bahwa semuanya sudah hadir, tapi apa boleh buat, yaaaa... berusaha bersikap profesionalis lah. hihihi... 
Setibanya ditempat acara, tak ada orang yang mendekatiku -karena mereka memang belum mengenaliku, kecuali panitia acara sebelumnya-, well, akhirnya aku berusaha untuk mendekati salah satu dari panitia, kemudian mereka menyambut dan langsung menceritakan mekanisme acara yang akan diselenggarakan sekarang. Dijadwal, acara akan dimulai pada pukul 09.30 WIB. Namun, ternyata beberapa pengisi acara belum datang. -yeah, nunggulah kami- Sampai sekitar pukul 10.00 WIB ternyta belum lengkap, tapi kita tidak mungkin mengulur waktu hanya karena satu pemateri belum datang. Akhirnya, panitia memutuskan untuk langsung membuka acara tersebut. 
KAGET!!! Acaranya dibawa serius banget ama MC-nya. Para peserta pun kelihatannya seperti tegang. heuheu.. Tapi, setelah aku dipanggil untuk kedepan. aku berusaha untuk mencairkan suasana. Namun, entah kenapa, rasanya tak ada hal yang menarik yang menjadi bahan untuk mencairkan suasana mereka. Hadudududuhhhh.... Aku bingung. Mana panitia malah memanggil semua pemateri kedepan -tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya-. 
Dan yang paling tidak menyenangkan adalah apa yang aku bahas tidak sama dengan apa yang teh Meutya bahas. kupikir, itu karena kesalahan dari pemberi TOR-nya. Buseeeettt.. sumpah deh, nggak ada pertanyaanku yang dijawab oleh teh Meutya. alhasil, buyarlah semua pikiran. heuheuheu
ngedadak bingung apa yang harus dibicarakan... 
Itu cerita singgatnya sih. 

Aaaaaaaarrrrrrrgggggh! Rasanya, itu adalah pengalaman terburukku selama aku menjadi moderator. 
But, hikmah yang bisa diambil adalah :
  1. Untuk menjadi seorang moderator yang hebat, kita tidak boleh terpaku pada TOR yang ada. Alhasil, ketika pembahasannya sama, kita bingung harus melakukan apa. 
  2. Perlu koordinasi yang intens antara panitia, pemateri juga moderator. Supaya tidak terjadi kesalahfahaman. Seperti kejadian diatas. 
  3. Jangan takut salah! Karena apa yang kamu takutkan itu bisa jadi malah terjadi pada diri kamu sendiri. 
  4. DAN YANG PENTING, JANGAN PERNAH PUTUS ASA! AHAHAHA MESKIPUN KEJADIAN KEMARIN SANGAT MEMALUKAN (KARENA BUKAN HANYA ANAK UNPAD SAJA, TAPI ADA ITB DLL). JADIKAN HAL TERSEBUT SEBAGAI PELAJARAN. KARENA TIDAK ADA ORANG YANG BERHASIL TANPA MELALUI KESAKITAN TERLEBIH DAHULU. 
  5. KEMBANGKAN LAGI PUBLIC SPEAKING-NYA!

0 komentar:

Poskan Komentar