It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Inilah Jalanku!


Oktober Cerita... 
Kalau yang lain biasanya majang nama bulang dengan pasangan ceria kalau aku maunya cerita. Karena pasti di bulan Oktober ini penuh dengan cerita. :)
Ya, sejak bulan Agustus lalu. Hidupku menjadi penuh warna. (Lebay).. Haha.. Sebenarnya dari dulu juga penuh warna sih. Hanya saja, aku baru warna ini adalah warna yang paling spesial sepanjang perjalanan hidupku. 

Kenapa spesial? Karena warna inilah yang membuatku merasa diujung jalan yang penuh dengan cabang. Entah harus memilih yang mana. Awalnya, bingung sih ya. Tapi seiring berjalannya waktu, aku berusaha untuk memantapkan hati pada satu jalan. Entah itu jalannya akan lurus ataukah berkelok, aku tak tahu. Karena aku baru saja memutuskannya kemarin. 
Namun, meski demikian. Rasanya jalan yang tak pernah kutempuh itu kembali menggoyahkan hati. Berusaha meruntuhkan semua yang telah menjadi pilihan hidupku. Kemarin saja, jalan tersebut kembali membayangi mimpiku. Ia tersenyum tulus. Selaksa mengobati rindu yang tak pernah kuraih satu kalipun. 
Jalan tersebut membentang luas dihadapanku. Kelihatannya sih lurus, mulus, tak ada satu batu rintangan sekalipun. Ia mendekat dan mengajakku untuk berjalan diatasnya. Namun, hatiku menolak. Aku telah memutuskan pilihanku pada jalan yang tidak terlihat mulus, namun penuh cahaya. Sakit memang, karena ketika aku menginginkannya. Ia tak pernah menunjukkan jalan mana yang harus kuambil. Namun, setelah kutentukan pilihanku, barulah ia datang. 
But, no problem. Hidup adalah pilihan. Dan pilihan tersebut ada ditangan kita. Hidup kita tergantung pada apa yang kita pikirkan. Menyesal? Tak usahlah disesali. Karena jalan tersebut datang hanya dalam mimpi belaka, yang mungkin orang lain menganggapnya itu sekedar bunga tidur biasa. Sekarang, aku hanya ingin kau dengar. 
Wahai jalan yang jauh disana. Dengarlah rintihku!
Selalu, aku berbicara tentang panjangnya perjalanan hidupku untuk memilihmu.
Menetapkan rasa untuk berjalan diatasmu. 
Memejamkan mata pada jalan lain hanya untuk melihat betapa mulusnya jika kuberjalan diatasmu.

Aku?
Aku yang disini? 
Rupanya agak letih, melihat kemulusan tersebut. 
Aku takut!
Takut mulusmu hanya diatas, tak didalam

Wahai jalan yang jauh disana, dengarlah rintihku!
Pergilah menjauh dari pikirku. 
Jangan pernah kau goda aku untuk berjalan di atasmu.
Bawalah bunga yang lebih pantas menjadi penghias jalanmu. 
Aku hanya manusia. 
Aku hanya manusia yang tak bisa mengelokkan rupamu. 
Hanya bunga dan pohon indah lainnya
yang kan mampu menjadi peneduh setiap orang yang berjalan diatasmu. 

Wahai jalan yang jauh disana, dengarlah rintihku!
Aku lelah!
Aku lelah dengan imajinasiku.
Aku lelah dengan melihat semua kemulusanmu.
Maka dari itu, pergilah!
kumohon 

Karena hari ini, aku telah memilih jalanku sendiri!
SENDIRI
Tanpa ada yang memilihkan
SENDIRI
Tanpa ada yang menghasutkan.

SENDIRI, sendiriiii....



0 komentar:

Poskan Komentar