It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Rabu Malang : Paspor Melayang

Rabu malang. 
Hari rabu kemarin aku pergi ke kantor imigrasi dengan niat membuat paspor. Karena mendengar dari pamanku, bikin paspor itu seharga Rp 600.000,- karena bukan orang Bandung, akhirnya aku melampiaskan rasa penasaranku dengan pergi langsung kesana. Pasalnya, ketika aku lihat di blog-blog orang yang sudah membuat paspor, kemudian di website kantor imigrasinya juga tak semahal itu. Paling sekitar Rp 250.000 atau Rp 255.000,- an. Meskipun di kantor imigrasi pusatnya tercatat Rp 200.000. 
Karena uang yang pas-pasan, akhirnya aku memberanikan diri untuk pinjam motor teman. Padahal sebelumnya aku belum pernah mengendarai motor ke daerah Bandung. Paling naik bus atau diantarkan saja. hahaha... 
Lagi-lagi modal nekad. Tak apalah ya? 
Dan? Sayang! Karena jalan menuju Cicaheum itu macet, akhirnya aku mengambil jalan ke Soekarno-Hatta, yang sama sekali aku tidak tahu. hahaa.. Tapi untung sebelumnya aku lihat google map, jadi tidak terlalu blank lah. Setelah hampir sejam setengah, akhirnya aku sampai di tempat tujuan. 
Daaaaaaaaaannnnnnnn???????????? ternyata nomor antriannya abiiiiisssss... Tinggal yang online saja. Padahal aku nggak bawa laptop. 
heuheuheu...
Berbagai ekspresi orang muncul disana. Ada yang merenung di depan parkiran motor, mondar-mandir tak karuan, ada juga yang marah-marah karena tidak mendapatkan nomor antri. Ia masih tak percaya, padahal disana memang ada baligho yang menjelaskan tentang hal tersebut. Jadi sebenarnya tiap hari itu dibatas cuma 250 orang untuk biasa dan 250 orang untuk daftar online.
Sebelum pulang, aku berdiri dulu di depan pintu. Aku bingung harus melakukan apa lagi. Pasalnya, uangku pas-pasan. Ingin beli minum pun aku tahan, karena kalo dibelikan minum, untuk beli bensin nggak ada. Haha..
Kalo dipikir-pikir, hidupku itu memang selalu penuh dengan modal nekad saja. Sebelumnya, aku memutuskan kuliah dengan modal nekad, dan sekarang aku ikut student exchange pun nekad. Tapi, Alloh memang selalu memberikan jalan bagi hambaNya. Disetiap ada kemauan, pasti terdapat jalan disana. Meski sebenarnya akupun harus mempersiapkan uang untuk KKN. Tapi, aku selalu berdo'a, semoga Alloh memberikan yang terbaik bagiku dan memberikan kemudahan bagiku. 

0 komentar:

Poskan Komentar