It's Me!

click to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own textclick to generate your own text

Rintihan hati

Hari ini hatiku bergetar, ntah gelombang apa yang membuatnya bergetar.
Seakan ada sebuah kabar menarik yang disampaikan burung pagi itu. 
Detik demi detik, getarannya bertambah dan terus bertambah. Aku heran dengan diriku ini. Magnet apa yang membuatku seolah terus menempel dalam relungnya. Ups, padahal kami seakan magnet yang berlawanan. Yang tak mungkin tuk bersatu. 

Tapi ya?
Hari itu, 
hari itu yang memaksaku untuk terus berada dalam lingkarannya. Hari itu pula yang mungkin memaksanya untuk selalu hinggap dalam hatiku. 

Hari ini ingin rasanya aku pergi jauh untuk mencari obat dari semua ini. Penyakit ini membuatku bersemangat untuk menata mimpi lebih tinggi. Tapi penyakit ini pula yang membuatku tak percaya pada semua pesona langit. Pesona langit yang bersungguh memberikan keindahannya untukku. 

Sekarang saatnya ku meluncur menghapuskan semuanya. 
Tapi nada-nadanya selalu hadir dalam setiap denyut nadiku. 
Aduh, Aduududuuuuhhhhhhhh.................
Ingin rasanya aku menjerit sejadi-jadinya., 
kalau lah Tuhan memberitahukan plotku sebelum aku menjalaninya, mungkin aku akan menolak secara halus. Aku akan menolak untuk dijumpakan dengannya, lebih baik aku berjumpa dengan matahari yang panas dari pada bertemu dengannya dan menyebarkan virus dalam hidupku. 
hahaha Bodoh sekali aku! Mana ada Tuhan memberikan plot cerita setiap insan sebelum ia dilahirkan?
Kalau seorang sutradara sih ya mungkin saja memberikan alur ceritanya kepada si pemainnya. Tapi? Yang ini mana bisa?

Tuhan, aku tahu ini yang terbaik darimu. Tapi aku mohon, jangan jadikan pertemuannya sebagai virus kehidupanku. Aku ingin hidup dengan nyaman tana penyakit. Aku ingin hidup tentram tanpa penyakit. 
Tuhan, engkau Maha Tahu apa yang sebenarnya kurasakan. 

Teman, aku menuliskan ini setengah sadar, mungkin sekarang aku terkena hipnotismu. Hipnotis yang membuatku tak bisa tertidur pulas disunyinya malam. Aku ?
Getaran hatiku?
Getaran hatiku teryata dibuat oleh magnet pengenalmu. 

Saat ini, aku mulai tenggelam dalam asmamu teman.

with love,
海路

2 komentar:

bIntu naJmi mengatakan...

ouuh ... aromaa merah jambu ..... :p

nayza el syekia mengatakan...

Ahahaha,,,, Ini mah cuma iseng-iseng aja mbak.hehehe :P

Poskan Komentar